
Masih dalam keadaan yang sama.Aku dan Mita dari waktu itu belum baik an juga sampai sekarang.Mungkin Mita kecewa yang sangat dalam pada ku hanya karena omong kosong nya Chelsea yang mengada-ada.Membenci seseorang lebih dari 3 hari itu dosa nya lumayan.Aku udah mencoba meminta maaf kepada nya sampai ngemis-ngemis permohonan maaf dari nya agar persahabatan ku tak berakhir rusak begitu saja tapi ia tak kunjung memaafkan ku.Aku harus bagaimana lagi ? apa mungkin persahabatan ku berakhir sampai di sini saja ? aku akan berusaha lagi untuk meminta maaf kepada nya selagi aku masih di beri nafas kepada tuhan.Aku berfikir untuk main ke rumah Mita.Kira-kira dia mau menerima kunjungan ku apa tidak ya ? aku takut dia masih jengkel dengan ku,tapi tak apalah aku akan mencoba nya dulu.
Keluar dari kamar untuk mengambil handuk yang ku jemur di luar rumah.Pagi itu aku mandi dengan air hangat karena badan ku agak sakit.
18 menit kemudian aku keluar dari kamar mandi.Tiba-tiba ada ibu di depan ku.
"Mau kemana dek tumben kok udah mandi?" ucap ibu.
"Mau main ke rumah nya Mita bu" ucap ku.
"Kok tumben main ke sana ? biasa nya juga gak pernah akhir-akhir ini kamu ke sana" ucap ibu.
"Iya pingin aja bu main ke sana" ucap ku.
"Oalah gitu ta" ucap ibu lalu pergi menuju ke dapur.
Sampai sekarang ibu juga belum aku kasih tau soal pertengkaran ku dengan Mita.Aku juga takut di marahi ibu gara-gara bertengkar hanya karena soal lelaki.Pasti ibu akan memarahi ku dan menyuruh ku minta maaf kepada Mita.Tanpa di suruh pun pasti aku akan minta maaf kepada nya meski aku dalam posisi tak bersalah.
Aku pergi ke rumah Mita naik motor ku sendiri.Lumayan dekat dengan rumah Mita karena memang kami satu desa.Sampai di depan rumah Mita aku masih gugup campur aduk deh gak tau juga kenapa.
"Assalamualaikum" ucap ku dari luar rumah Mita.
"Waalaikumsalam" jawab Mita dari dalam rumah nya.
Dia pun membuka kan pintu rumah nya.
"Loh berani banget kamu kesini,gak tau malu ya ?" ucap Mita.
"Ya ampun Mit kamu masih marah aja sama aku ? tolong maafin aku lah Mit" ucap ku.
"Udah lah pergi sana,aku males lihat teman munafik kayak kamu" ujar nya.
"Rafli kan udah pacaran sama kamu Mit,jadi apa yang kamu masih kurang dari dia ? kamu udah bahagia sama dia kan ? aku minta kita kayak dulu lagi Mit selalu bersama dan gak kayak kini terpecah belah hanya karena Rafli" ucap ku.
"Ehh kamu jangan nyalahin Rafli sebagai sumber masalah ini ya,lagian masalah ini timbul dari diti kamu sendiri jadi jangan nyalahin Rafli dong.Meskipun Rafli udah jadi milik aku tapi aku masih gak bisa maafin orang yang udah merusak kebahagiaan ku" ujar Mita sambil marah-marah ke aku.
"Ingat Mit benci sama seseorang lebih dari 3 hari itu dosa besar" ucap ku.
"Halah sok suci kamu ! inget yah kalau kita ini sama-sama pendosa cuman beda jalan cara dosa" ucap Mita.
"Hem terserah kamu deh Mit,aku capek gini terus.Entah sampai kapan kamu sadar" ucap ku.
"Yaudah sana pergi ! ganggu orang rebahan aja deh" ucap Mita sambil mendorong-dorong tubuh ku.
"Iya Mit aku pulang,Assalamualaikum" ucap ku.
Mita tak menjawab salam ku tapi ia langsung menutup gerbang nya rapat-rapat ketika aku masih di depan gerbang nya.
"Ehh ada cewek ini" ucap Kak Lita.
Aku cuma bisa tersenyum saat mendengar kata-kata Kak Lita.
"Ini kan cewek yang kegatelan sama kamu itu ya?" ucap Kak Lita seolah bertanya kepada Kak Dicky.
"Maaf kak aku gak pernah kegatelan kok sama dia" ucap ku.
"Aku tau kok dulu kamu itu pernah deket sama Dicky terus di tinggalin karena Dicky lebih milih aku ketimbang kamu haduh kasihan banget ya wkwk" ucap Kak Lita.
"Permisi kak" ucap ku langsung pergi meninggalkan mereka berdua.
Aku langsung menuju ke kasir dan segera membayar belanjaan ku.Gak betah rasa nya lihat mereka berdua kek gitu.Jadi keingetan lagi sama dia,tapi udah lah aku mencoba ikhlas kan dia yang penting dia udah bahagia sama yang sekarang.Mau gimana lagi orang dia udah bahagia sama pilihan nya yang sekarang dan aku bisa apa ? cuma bisa rela udah itu aja yang banyak.Aku pun keluar dari mini market itu dan bergegas untuk pulang.Saat aku sampai di rumah dan masuk ke dalam tiba-tiba ayah dan ibu sibuk membereskan barang-barang rumah.
"Dek kamu cepat beresin barang-barang kamu yang ada di kamar ya" ucap Ibu.
"Loh kita mau kemana bu?" ucap ku tampak kebingungan.
"Kita mau pindah ke Kalimantan soal nya ayh di tugaskan kerja kesana" ucap ibu sambil mengemasi barang-barang.
"Kok mendadak sih bu,sekolah ku di sini gimana bu?" tanya ku.
"Itu urusan ayah karena sudah di atur semua sama ayah jadi cepetan kamu beresin barang-barang kamu dek" ucap Ibu.
"Iya baik bu" ucap ku sambil menuju ke kamar ku.
Aku sekeluarga pergi ke Kalimantan naik pesawat.Mobil pribadi ayah untuk mengantar kami ke bandara sudah siap di depan rumah.Ayah dan ibu keluar duluan dan masuk mobil.Ketika aku ingin masuk mobil ternyata mobil nya Tabah tiba-tiba datang.Tabah keluar dari mobil.
"Loh kamu mau kemana Hes kok kayak buru-buru gitu" ucap Tabah.
"Aku mau pindah ke Kalimantan Bah" ucap ku dengan raut wajah sedih.
"Sekolah kamu yang di sini gimana?" tanya Tabah.
"Itu semua udah di urus sama ayah ku Bah" ucap ku.
"Ya ampun kejutan macam apa ini? mengapa ada perpisahan seperti ini" ucap Tabah.
"Sabar ya Bah,jaga dirimu baik-baik di sini dan aku pamit dulu Assalamualaikum" ucap ku.
"Waalaikumsalam" jawab Tabah.
Aku pun pergi meninggalkan Tabah menuju ke Bandara.
Di dalam pesawat aku merenungkan diriku.Perpisahan yang tak terduga ini terjadi di waktu yang tidak tepat.Mungkin pertemuan ku dengan Mita tadi adalah pertemuan terakhir ku dengan nya,aku sampai kapan pun masih menganggap dia sebagai sahabat sejati ku.Serta pertemuan ku dengan Kak Dicky juga menjadi pertemuan terakhir kisah ini.Aku juga tak sanggup untuk berpisah dengan teman-teman ku yang lain seperti Tabah dan Rafli.Aku yakin suatu saat nanti jika tuhan berkehendak maka tidak ada yang tidak mungkin aku akan di pertemukan lagi dengan mereka.