
Bunyi bel yang aku tunggu\-tunggu adalah bunyi bel saat pulang sekolah.Kini sudah saat nya pulang sekolah,aku menunggu ayah menjemput ku di pos dekat gerbang sekolah.Bersama\-sama dengan siswa lain yang menunggu jemputan orang tua nya,aku tak begitu banyak mengenal dari mereka semua kelihatan nya rata\-rata kakak kelas ku.
Tiinnn....tiinnnn....tiiinnnn...
Suara bising klakson mobil yang tak karu-karuan.Gerbang sekolah memang cukup besar tapi semua tak mau antri ingin cepat-cepat keluar saja.Klakson mobil itu terus berbunyi sehingga membuat gendang telinga ku ingin pecah rasa nya.Ku lihat kaca mobil nya dan siapa yang mengemudikan nya,ternyata kakak kelas tapi di samping nya aku lihat lagi ada Chelsea sedang duduk sambil sibuk bermain HP nya.Chelsea memang benar-benar anak orang kaya tapi sayang ia suka semena-mena dengan orang lain.Sampai aku melamun memandangi mobil Chelsea klakson itu tak kunjung berhenti berbunyi akhirnya Pak Satpam memarahi kakak Chelsea untuk memberhentikan menekan klakson nya dan menyuruh nya sabar mengantri malah kakak Chelsea memarahi balik si Pak Satpam itu di depan siswa dan wali murid yang sangat banyak.Pak Satpam itu berhenti memarahi ku lihat wajah nya yang mengalah kepada kakak Chelsea,mengapa Pak Satpam kok begitu?Pak Satpam menuju ke arah pos dan duduk lagi.Aku penasaran apa yang terjadi sebenarnya dengan Pak Satpam,aku memberanikan diri untuk bertanya kepada Pak Satpam."Kenapa Pak kok waktu cewek itu memarahi Bapak tindakan bapak langsung diam tak memarahi nya balik,itu kan tindakan tidak sopan memarahi orang yang lebih tua" tanya ku terhadap Pak Satpam."Dia anak dari Pak Budi yang termasuk komite di sekolah ini,dulu pernah ada kasus yang sama seperti bapak ini,cewek itu di marahi oleh teman bapak yang juga bekerja di sini sebagai satpam kini ia di pecat sebab ulah cewek itu tadi yang pandai memutar balik kan fakta mengadu kepada Pak Budi jadi bapak itu tadi lebih baik diam mengalah daripada bapak harus keluar dari pekerjaan bapak seperti pengalaman yang dulu-dulu dari teman bapak" jawab Pak Satpam."Dia disini jadi semena-mena dong Pak tak tahu sopan santun terhadap orang yang lebih tua" ujar ku."Ya mau bagaimana lagi memang seperti itu anak nya,mencoba berharap agar anak itu segera lulus dan keluar dari sekolah ini ternyata masih ada penerus nya adik nya juga sekolah sini pula tapi saya tak tahu bagaimana sifat adik nya itu" jawab Pak Satpam."Adik nya juga sama sifat nya Pak seperti kakak nya dia satu kelas dengan saya,mesti dia selalu menjahili saya padahal saya tak pernah ada salah dengan nya tapi saya masih sabar" ucap ku."Bersabarlah saja nak,semua itu sudah di atur sama yang kuasa" Pak Satpam memberiku semangat."Hatur Nuhun atuh Pak saran nya" ujar ku.
Tiiii....Hestiii...Hestiiii....
Seperti ada yang memanggil ku tapi aku tak nampak siapa itu.Tiba\-tiba di ujung seberang jalan sana ada Mita yang sedang melambaikan tangan nya.Mita menyebrang dan menghampiriku yang ada di pos."Kamu sedang menunggu siapa di pos ini?" tanya Mita."Sedang menunggu ayah menjemput ku" jawab ku."Ayah mu pasti lama datang nya udah bareng sama aku aja Hes" tawaran Mita."Gapapa kok aku nunggu ayah jemput aja kasihan nanti kalau ayah udah datang aku nya gak ada di sini,aku tadi lupa gak bawa HP jadi gak bisa ngabarin ayah" ujar ku."Ya udah aku temenin kamu nunggu ayah kamu ya" ucap Mita."Iya makasih...Ehh ngomong\-ngomong katanya kamu Kak Dicky sekolah sini tapi kok aku gak ketemu ya sama dia satu hari ini?" ucap ku."Aku tadi ketemu kok sama dia di kantin sama pacar nya kali gatau kok nempel terus ke kak Dicky terus dia menyapa ku" kata Mita."Ohh iya mungkin itu pacar nya" kata ku.Setelah mendengar kata\-kata Mita yang tadi aku berhenti berbicara dan sedikit melamun."Ehh kamu kenapa kok tiba\-tiba jadi diam gini,jangan\-jangan kamu cemburu ya soal yang aku bilang tadi tentang kak Dicky" ucap Mita\(Mita sambil tertawa terbahak\-bahak\)."Mulai dehh kamu guyonan receh nya keluar gak jelas gini,ya masak aku cemburu sama dia lagian aku juga gak suka kok sama dia kata kamu dia playboy" ujar ku."Iya dia playboy Hes tapi kamu kok diam sih habis aku kasih tau soal tadi" tanya Mita
Tiba-tiba ayah sudah datang untuk menjemputku."Ayo nak pulang" kata ayah."Iya ayah,ayo Mit kita pulang bareng-bareng aja biar enak" ucap ku."Iya ayo" ujar Mita.Mita mengendarai motor nya sendiri.Di sepanjang perjalanan aku bergumam sendiri di dalam hati.
Untung saja ayah tadi segera datang menjemput ku sehingga aku tak perlu susah payah menjawab pertanyaan Mita yang membuat fikiran ku kacau saja.
Kata-kata Mita ada benar nya juga,kenapa aku tadi kok tiba-tiba jadi badmod waktu Mita cerita tentang kak Dicky tadi.Apa mungkin itu tadi aku merasa seperti cemburu ya?tapi aku tak menaruh hati pada nya lantas mengapa aku jadi begini.Malah bingung mikirin diri sendiri.
Tak terasa sudah sampai masuk di desa ku.Rumah Mita lebih dekat dengan gapura pintu keluar masuk desa jadi ia lebih cepat sampai di rumah.Mita berpamitan pulang lebih awal."Aku pulang dulu Hes" ucap Mita (sambil melambaikan tangan nya)."Iya Mit"(sambil melambaikan tangan ku) ujar ku.Saat aku dan ayah melewati sebuah pertigaan di situ tak sengaja aku lihat kak Dicky sedang nongkrong di tempat duduk dekat pertigaan.Aku hanya menolehkan wajah ku sebentar menghadap ke arah wajah nya terus aku mencoba acuh kembali.Saat aku melihat nya dia juga melihat ku sambil tersenyum mengangguk kan kepala nya seperti nya ia menyapa ku tapi enggan menyebutkan nama ku.Aku membalas sebuah sapaan manis itu dengan senyuman ku pula.Setelah itu aku pergi.
Sampailah aku di rumah.Ayah menyuruh ku untuk segera berganti pakaian dan mandi.Saat aku sedang berganti pakaian ibu bertanya kepada ku."Bagaimana sekolah pertama mu hari ini nak?" tanya ibu."Alhamdulillah aku merasa nyaman dengan SMA ini buk" jawab ku."Belajar yang giat ya biar jadi anak yang sukses dan kalau ada apa\-apa di sekolah ceritakan pada ibu jangan di pendam sendiri" nasehat dari ibu."Iya Buk" jawab ku.Aku tak mau cerita kepada ibu tentang Chelsea dan kawan\-kawan nya yang jail kepada ku,cukup aku saja yang menyelesaikan masalah ini tanpa menyusahkan orang tua.