The Love Triangle

The Love Triangle
Lembaran Baru



Pindah suasana baru lagi.Adaptasi lagi kepada semua orang serta lingkungan nya.Yang aku tak bisa terima dari perpindahan ini adalah aku harus berpisah dengan teman-teman ku yang di sana.Padahal aku udah nyaman sama mereka semua.Takdir tuhan selalu adil dimana ada pertemuan pasti di situ akan ada sebuah perpisahan.Mau gimana lagi kita harus tabah menjalani skenario tuhan.


Aku pindah di Kalimantan rumah ku berada di sebuah kota yaitu tepat nya di Pontianak.Kota yang terkenal terbujur garis khatulistiwa.Aku yang pindahan dari desa dan sekarang bertempat tinggal di kota rasa nya beda banget.Di desa itu adem,ayem,tentram kalau di kota kebanyakan manusia nya individualisme banget deh aku jadi gak suka.


Saat aku keluar dari rumah remaja di kota waktu itu sedang berkumpul entah ngapain aku juga gak tau.Pingin kesana kenalan satu-satu tapi malu campur takut.Diantara mereka ada yang lihat aku dari kejauhan.Kulit nya hitam kek sawo matang terus rambut nya kek mie keriting nya,dia memandangi ku seperti tak enak saja.Aku tak mengenal nya tapi ia kelihatan nya sangat sinis dan judes.Aku hanya merespon nya dengan penglihatan ku yang biasa saja tapi ia membalas dengan lirikan mata yang jail ingin saja rasa nya aku mencubit bola mata nya.Gemesss ! liat anak yang kek gitu.Gak kenal aja kek gitu apalagi kalau kenal.Saat aku duduk di teras dia terlihat berjalan menuju rumah ku.Aku bingung dia mau apa kesini ? dia semakin mendekati rumah ku.


"Hei kamu anak baru ya ?" tanya si kriwul karena aku tak tau nama nya siapa jadi ku ucap si kriwul aja.


"Iyah" ucap ku dengan singkat.


"Sini ikut main jangan duduk mulu" ujar nya.


"Mau main apa ?" tanya ku.


"Gak tau lah pikir aja sendiri wkwkw" lalu dia langsung pergi berlari.


"Idih gak jelas banget tuh anak" ucap ku sambil memandangi nya berlari.


Seketika itu aku langsung masuk lagi ke rumah ku.Aku lihat ibu yang sedang menyetrika baju di ruang tengah.


"Anak-anak di sini gak asyik ya bu" ucap ku.


"Gak asyik gimana ?" ucap ibu.


"Ya gak asyik gitu gak kayak di desa kita" ucap ku.


"Ya mungkin kamu memang butuh adaptasi lagi dek" ucap ibu.


"Hem mungkin gitu bu,tapi aku gak suka sama si kriwul tadi loh anak nya ngeselin" ucap ku.


"Si kriwul siapa dek ?" ucap ibu.


"Ya si kriwul itu loh tetangga kita aku gak tau nama nya jadi aku panggil kriwul aja menurut gaya rambut nya" ucap ku sambil ketawa.


"Ya ampun ada-ada aja deh dek kamu ini" ucap ibu ikut ketawa juga.


Semoga saja aku betah dengan lembaran baru ku ini.


Keesokan pagi nya aku mengawali hari ku dengan sekolah ku yang baru.Mulai seperti dulu lagi perkenalan dengan teman baru.Waktu itu aku sekolah di antar oleh ayah.Aku bingung mencari kelasku di mana letak nya,aku bertanya kepada salah satu guru dan akhirnya aku di antar untuk menuju kelas ku.Saat aku masuk ke kelas baru ku,aku melihat siswa-siswa lain sedang sibuk dengan kepentingan nya sendiri dan berhenti sejenak ketika kedatangan ku.Mereka semua diam dan memandangi ku.Aku pun sedikit malu ketika dilihat banyak siswa.Tiba-tiba ada muncul suara dari belakang ku.


"Ohh anak ini lagi rupanya" ucap nya.


Lalu aku menoleh ke belakang dan ternyata saat ku lihat dia adalah si kriwul.Omegat ! ternyata aku satu kelas sama si kriwul.


"Siapa dia ? Kau kenal kah dengan nya ?" ucap salah satu siswa.


"Wow cantik juga ya" ucap salah satu laki-laki sekelas ku.


"Apaan sih,cantikan juga aku" ucap si kriwul dengan percaya diri nya.


Aku tak begitu merespon sikap mereka,aku langsung duduk di bangku ku.


Teman laki-laki ku sekelas pada ngelihatin aku semua haduh malu aku pingin tak pakek in topeng aja muka ku ini.Guru kelas pun mulai datang untuk mengawali mata pelajaran pertama.Sebelum itu aku di suruh perkenalan diri di depan.Semua siswa sorak-sorai ketika aku maju ke depan,entah apa yang merasuki kalian semua.Setelah berkenalan aku kembali lagi duduk di bangku ku.Bangku Si Kriwul terletak ada di depan ku.Saat pelajaran sudah di mulai dan ibu guru memberi beberapa latihan soal.Si Kriwul selau hadap belakang terus balik lagi ke depan rupa nya ia menyontek tugas ku.


"Ehh kamu kok nyontek punya ku sih?" tanya ku.


"Udah lah diam kau" ucap Si Kriwul.


Aku tak tinggal diam melihat perbuatan curang Si Kriwul,aku mengadukan nya kepada bu guru.


"Bu ! ini Si Kriwul menyontek saya" ucap ku.


"Si Kriwul siapa ya?" bu guru tampak kebingungan.


"Ini bu depan saya" ucap ku sambil menunjuk ke arah Si Kriwul.


"Woy nama ku Jeje bukan Si Kriwul" ucap Si Kriwul dengan nada-nada ngegas.


Seketika itu teman-teman langsung ketawa semua dan suasana kelas menjadi ramai gara-gara aku,langsung ibu guru menertibkan suasana kelas agar menjadi tidak ramai.


Teng-Teng-Teng.....


Bunyi bel istirahat di sekolah baru ku.


Aku ingin ke kantin tapi tak ada teman nya,ya sudah aku makan bekal yang di buatkan oleh ibu saja.Ku pikir hanya aku yang membawa bekal di kelas ternyata banyak gaes.Akhirnya memutuskan untuk bergabung makan bersama dengan mereka meskipun belum terlalu dekat.Agak canggung sih ketika duduk di samping mereka,tapi tak apalah semua ini hanya butuh proses.Mereka berbicara dengan samping nya menggunakan bahasa daerah sini lalu mereka tertawa begitu saja,entah apa yang mereka bicarakan aku sama sekali tidak mengerti bahasa sini.Takut nya mereka menertawakan ku dengan bahasa mereka sehingga tak mudah untuk ku fahami.Tiba-tiba datang Jeje duduk di samping ku.


"Makanan apa ini ?" tanya Jeje.


"Ini makanan khas Jawa Timur yaitu pecel" ucap ku.


"Coba minta(sambil mengambil bumbu pecel ku) makanan apaan ini tak sedap sekali !" ucap nya.


"Ini buatan ibuku sangat lezat kok" ucap ku.


"Makanan tak sedap kok di bilang lezat" ucap nya sambil menyenggol tepak makanan ku lalu jatuh semua ke lantai.


"Apaan sih kamu ! kalau gak suka ya udah pergi jangan kek gini buang-buang makanan aku !" ucap ku sambil marah-marah kepada nya.


Dia hanya tertawa lalu pergi begitu saja.Aku sangat marah sekali dengan nya.Aku berusaha untuk mencoba menghargai masakan ibu tapi dia malah seenak nya buang begitu saja.Ibarat teman ku yang disana dia sangat persis dengan Chelsea.Mengapa aku selalu di pertemukan dengan orang-orang seperti itu ya tuhan.Semoga saja aku betah tinggal disini dengan keadaan yang seperti ini.