The Love Triangle

The Love Triangle
Pertemuan



Umur ku sekarang sudah menginjak 21 tahun.Baru saja merayakan hari ulang tahun ku.Kado yang istimewa buat ku adalah sekarang aku bisa membahagiakan orang tua serta menaikkan mereka pergi ke tanah suci dan membelikan mereka rumah yang mereka impikan saat aku masih kecil.Semua itu aku syukuri atas nikmat tuhan yang melimpah ketika aku menginjak usia ini.Rezeki selalu mengalir kepada ku,serta kedudukan ku yang sekarang sudah kerja di perusahaan besar di Kalimantan.Tapi itu semua hanya titipan dari tuhan.Kita juga tidak boleh sombong ketika sudah berada di atas,selalu ingat masa lalu kita sebagai motivasi kehidupan.Ingat roda kehidupan selalu berputar jadi tak ada yang bisa banggakan di dunia ini selagi masih milik allah.Sampai usia ini aku belum juga mempunyai pacar.Ibu dan ayah selalu menanyakan tentang ini kepada ku,tapi selalu ku hiraukan.Aku tak begitu mengurusi tentang cinta,entar kalau jodoh pasti juga ketemu sendiri tanpa harus di cari.Kalau inget masa-masa SMA dulu sering di bikin nangis sama cowok terus sekarang udah males lagi kenal gitu-gitu an.Sampai-sampai ibu dan ayah memilihkan jodoh untuk ku dan di bawa ke rumah untuk di perkenalkan dengan ku tapi aku menolak nya.Hati ini masih belum terbuka untuk semua orang,entah mengapa rasa nya masih terngiang sosok Kak Dicky yang pernah melukai hati ku dulu.Aku kalau inget Kak Dicky jadi rindu sama teman-teman ku yang ada di Jawa Timur apalagi sama Mita dan sahabat ku waktu di sekolah dulu.Pingin balik ke sana tapi mustahil lah karena mungkin mereka sekarang sudah tak berkumpul seperti dulu karena sibuk bekerja atau ada yang sudah menikah dan sibuk ngurusin anak nya.Andai aja aku bisa ketemu sama mereka lagi pasti seru.Jadi sedih kalau inget mereka.Halu ku di malam ini sekarang tentang mereka yang ada di Jawa Timur sampai lupa kalau ini udah malam dan besok harus berangkat pagi-pagi kerja.Ayah ku sudah tak ku perbolehkan kerja sebab sudah menginjak usia tua,saat nya mereka menikmati masa-masa tua tanpa memikirkan beban kehidupan.Dulu ayah yang sebagai pencari nafkah di keluarga sekarang tergantikan oleh aku.Semoga saja mereka bangga dengan mempunyai anak seperti ku meski terkadang selalu membuat relung hati nya kesal.Ku tutup halu ku dengan setetes air mata kerinduan dengan mereka.Waktu nya tidur dan besok biar fit kerja nya.


Kriiingggggg.....alarm ku berbunyi saat pukul 04.30 waktu nya sholat shubuh dulu.Saat aku sudah melaksanakan sholat shubuh aku berjalan menuju ke dapur untuk membuat kan sarapan pagi keluarga.Menu masakan hari ini adalah ikan salmon goreng.Tak lama kemudian ternyata ibu terbangun dari tidur nya dan ikut membantuku membuat sarapan pagi.


"Sudah dek biar ibu aja yang masak,kasihan kamu capek bentar ini kan harus berangkat kerja" ucap ibu.


"Gak apa-apa kok bu,sekedar gini doang masa capek" ucap ku.


"Mandi sana dek biar gak telat berangkat kerja nya" ucap ibu.


"Iya udah bu aku tinggal mandi dulu" ucap ku lalu pergi dari dapur.


15 menit aku berada di dalam kamar mandi.Saat aku keluar dari kamar mandi dan berganti pakaian langsung menuju ke dapur tiba-tiba masakan nya udah matang semua.Ibu selalu is the best kalau masak.Selesai makan bersama keluarga aku langsung pamit kepada kedua orang tua untuk berangkat kerja.Seusai itu aku langsung berangkat kerja menggunakan mobil pribadi ku.Perjalanan menuju kantor lumayan jauh jika di hitung sekitar 30 menit dari rumah.Saat aku sampai di kantor hal seperti biasa yang dilakukan adalah check in daftar hadir jam kerja.Pagi itu semua karyawan sangat ramah-ramah sekali saling bertegur sapa ketika bertemu.Aku di kantor itu mempunyai jabatan sebagai direktur utama.


Waktu itu masih ada musim nya pembukaan lowongan kerja jadi aku ikut sibuk juga mengurusi soal karyawan baru.Mencari karyawan bukan lah hal yang mudah bagi ku,karena terbangun nya perusahaan itu sebab dari kualitas karyawan tersebut.Jadi aku harus benar-benar memilih karyawan yang bagus etitut serta kualitas pemikiran nya.


Waktu itu ada yang mengetuk pintu ruangan ku.


Tokkk...Tokk...Tokkk...


"Iya silahkan masuk" ujar ku.


Aku menatap wajah nya yang muncul dari bilik pintu.Omegat !!! ternyata dia adalah Mita.


"Lohh Mit !" teriak ku.


"Loh ini Hesti ?" tanya Mita.


"Iya ini aku Hesti" ucap ku.


Langsung Mita membuka pintu lagi serasa ingin lari dari ku.Langsung aku kejar dia dan aku pegang tangan nya.


"Kamu ngapain lari sih Mit ?" tanya ku sambil memegangi tangan nya.


"Gak apa-apa Hes aku cuman malu aja sama kamu" ujar nya.


Kami pun duduk berdua.


"Kamu malu kenapa Mit ?" tanya ku.


"Yah aku malu aja ke kamu kalau inget sama masa-masa dulu" ujar nya.


"Emang nya gimana kabar kamu sama Rafli sekarang Mit,baik-baik saja kan ?" tanya ku.


"Aku sama Rafli udah putus Hes sejak 2 tahun lalu,aku menjalani hubungan dengan nya hampir 3 tahun dan putus begitu saja akibat restu orang tua" ucap nya sambil meneteskan air mata.


"Memang nya kamu tidak di restui sama orang tua nya Rafli gitu ta ?" ucap ku.


"Iya sebab aku berasal dari sosok keluarga yang kurang mampu jadi orang tua Rafli tak merestui hubungan kami.Malah sekarang di kabarkan Rafli sudah menikah ketika aku sudah merantau ke Kalimantan,dia menikah dengan gadis kota yang kaya raya serta sekarang ia pindah rumah ke Singapura untuk membuka lembaran baru hidup nya di sana" ucap Mita yang tak berhenti menangis.


"Sabar ya Mit ini semua cobaan buat kamu" ucap ku sambil menenangkan Mita.


"Mungkin ini semua karma ku akibat kesalahan yang dulu aku pernah menuduhmu dan membuat mu menangis dengan ulah ku" ucap Mita.


"Ya ampun Mit udah lah jangan di inget-inget terus lagian juga aku udah maafin kamu dari sejak dulu" ucap ku.


"Makasih ya Hes,aku beruntung punya sahabat sejati kayak kamu" ucap nya


"Iya sama-sama Mit,ehh ngomong-ngomong kamu di sini mau ngelamar kerja kah ?" tanya ku.


"Iya Hes aku mau ngelamar kerja di sini boleh" ucap nya.


"Boleh kok bahkan tanpa tes" ucap ku sambil tersenyum.


"Alhamdulillah yang bener Hes ?" tanya Mita.


"Iyah bener Mit" ucap ku.


Akhir nya kami pun di pertemukan kembali meski sudah terpisah jarak tapi kehendak allah masih bisa mempertemukan ku dengan Mita.Aku bersyukur lagi bisa berkumpul dengan nya meskipun tak seutuh nya kawan-kawan ku dulu.