
Tahun baru kali ini akan ku nikmati bersama keluarga dan tetangga baru ku.Di tahun baru kemarin masih ku nikmati dengan keluarga ku lain nya,tapi sekarang sudah jauh di mata kota seberang sana.Rasa nya ingin saja kembali ke masa itu,masa dimana belum ada perpisahan sejauh ini dengan saudara\-saudara ku.Aku selalu yakin bahwa takdir allah memisahkan ku sejenak dengan saudara\-saudara ku adalah punya makna baik di belakang nya.Skenario tuhan pasti lebih Indah dari yang ku bayang kan.
Ku lihat suasana di luar rumah sangat lah ramai maklum saja memang ini kan tahun baru.Ada yang sibuk menyiapkan peralatan untuk bakar jagung,panggang ayam atau daging.Ada gadis cantik di situ kebetulan rumah nya tak jauh dari rumah ku hanya kelewat 3 rumah saja.Aku duduk di teras sambil melihat nya.Ia langsung menghampiriku."Heii mbak siapa nama nya?Perkenal kan nama saya Mita" ujar nya sambil menyodorkan tangan nya untuk berjabat tangan dengan ku."Ohh iya perkenalkan nama saya Hesti" aku membalas jabatan tangan nya kembali.Mita adalah gadis cantik,putih,dan mungil yang umur nya sebaya dengan ku.Aku juga baru kenal dengan Mita jadi aku tak begitu tahu dalam tentang biografi seorang Mita,agar lebih akrab Mita mengajak ku bermain ke rumah nya dan mengajak ku membakar jagung.Di rumah Mita aku di perkenalkan dengan semua orang yang tentu nya agar tidak menjadi asing lagi dalam sebuah tujuan perkenalan itu.Orang tua Mita sangat ramah dan ku lihat isi rumah Mita sangat lah mewah,ia termasuk anak orang kaya di desa ini.Nama ayah nya yang tersanjung di desa ini karena sebagai lurah desa ku.Meskipun Mita anak orang kaya tetapi ku lihat Mita sangat lah sederhana tak seperti anak orang kaya biasa nya yang suka menyombongkan diri serta harta orang tua nya itu.Aku dan Mita saling berbagi cerita tentang keadaan hidup kami.Aku bersyukur telah di beri kesempatan untuk bertemu anak seperti Mita ini.
Rasa nya mulut ku sudah capek mengunyah jagung.Dari tadi kita bercerita sambil makan jagung.Tiba\-tiba....Lewat seorang pemuda laki\-laki itu lagi di jalan depan rumah Mita.Ia berjalan dengan segerombolan teman nya yang banyak itu.Sudah seperti berandal jalanan saja deh.Teman\-teman nya di kiri kanan tangan nya masing\-masing membawa petasan.Rupa nya ingin di nyalakan waktu pukul ganti tahun nanti.
Aku mempunyai pikiran untuk menanyakan tentang pemuda itu kepada Mita.Ku berani kan diri ku untuk bertanya hal itu."Mit kau kenal kah anak\-anak itu tadi ?" Tanya ku."Itu tadi kakak kelas ku yang depan sendiri"jawab Mita.Aku berfikir tadi yang ada di depan sendiri itu adalah pemuda itu,berarti umur nya lebih tua dari ku."Terus nama nya siapa itu Mit?" tanya ku lagi."Itu nama nya Mas Dicky"Jawab Mita."Ouuhhh....Mas Dicky" sahut ku."Kenapa sihh kok tiba\-tiba tanya\-tanya tentang Mas Dicky,jangan\-jangan kamu suka ya sama dia?" pertanyaan Mita yang amat mendesak pikiran ku." Ya enggak lahh masak iya aku suka sama dia kenal aja enggak" lontar ku."Awas lohh hati\-hati soal nya dia di sekolahan terkenal playboy takut ku kamu entar jadi korban selanjut nya kayak temen ku dan jangan sampai itu terjadi hadeuhh...".Kata\-kata Mita membuat ku berpikir keras entah mengapa aku kok bisa menjadi seperti ini.Aku tidak suka dia dan aku tidak mungkin bisa jatuh Cinta dengan dia.Dia siapa dan aku siapa? kata\-kata itu tertanam di benak ku.Semoga saja aku tak sampai jatuh Cinta sendirian dan tidak jatuh Cinta kepada orang salah.
Suara apa itu ? Mencoba tenang.Perempuan malam-malam pulang sendirian kayak cewek apaan cobak.Kletakk...Aduhhhh!! Tiba-tiba ada yang melemparkan batu kecil (kerikil) ke arah kepala ku.Siapa sihh yang jail-jail malam gini gatau orang ketakutan apa?Aku bergumam sendirian.Muncul tiba-tiba di depan ku seorang laki-laki yang tinggi nya melebihi ku.Muka nya tak kelihatan karena tak ada sinaran lampu jalan.Dia mulai mendekat secara perlahan dengan langkah kaki yang pelan-pelan tiada bunyi ku lihat ia memakai sandal gunung warna merah.Aku ternganga melihat muka nya teka-teki siapa kah itu."Kok baru pulang jam segini sihh?ini kan udah malam" ia mulai mengajak ku bicara."Aku habis dari rumah Mita" ujar ku."Mari aku antar pulang sampai depan rumah" Ucap nya."Oke makasih" Jawab ku.Saat ku mulai berjalan menuju pertigaan dan disana ada lampu penerang jalan,tak sabar ingin melihat wajah nya yang tak terlihat sebab tak ada lampu di sini kalau tak di pertigaan sana.Sambil menuju pertigaan kami di sepanjang jalan tak saling berbicara hanya diam-diam saja dan tak sengaja aku melihat wajah nya di kegelapan itu akhirnya aku ketahuan,dia memandangi ku balik.Malu nya ya ampyoen akutu...
Sampai di pertigaan ku lihat wajah nya yang terkena sinar lampu Wadidawwww...ternyata dia adalah Dicky.Suara hati menjerit kaget tak ku sangka ternyata ia Dicky.Aku jadi salah tingkah sendiri setelah melihat wajah nya.Telapak tangan ku mulai mengeluarkan keringat padahal perasaan aku tak punya penyakit jantung lemah deh.Aku kok jadi kayak orang bingung gini sih.Hem ada apa dengan ku ini?cukup biasa saja lah tak usah jadi begini.Perasaan ku tak bisa jadi seperti biasa nya.Gugup tak beraturan sampai-sampai keluar keringat dingin."Kamu kenapa kok tiba-tiba jadi berkeringat gini,lihat tuh hijab mu sampai basah di samping nya" ujar nya."Aku tak apa-apa mungkin ini hanya sekedar gerah saja" aku mencoba menenangkan suasana.Sudah sampai di depan rumah ku."Terima kasih sudah mengantarku sampai depan rumah" ucap ku."Iya...sudah aku pamit dulu ya assalamualaikum"ujar nya."Waalaikumsalam" jawab ku.Ia berjalan kembali ke arah yang tadi.Aku segera masuk ke rumah.Sampai di dalam rumah aku melihat ayah dan ibu sudah tidur duluan,Alhamdulillah berarti ibu tak tau kalau aku tadi di antar sama Dicky.Ngantuk sudah melanda saat nya aku pergi ke ranjang tidur ku yang syahdu ini.Sudah baca do'a mau tidur tapi mata tak juga bisa terpejamkan.Lagi-lagi kepikiran dia terus.Udah lah tidur jangan nge halu mulu deh ini hati gak capek-capek sihh.