The Love Triangle

The Love Triangle
Bulshit Nya Teman ku



Sudah hampir 2 bulan aku dekat dengan Kak Dicky.Meskipun belum berapa lama kedekatan ku ini dengan dia namun aku sudah menaruh kepercayaan hati kepada nya.Belum ada ikatan sebagai pacar tapi sudah pernah di ajak dia untuk main ke rumah nya dan di kenal kan oleh orang tua nya.Aku malu waktu itu karena ia tetangga ku sendiri.Aku membayangkan jika berpacaran dengan tetangga mungkin enak kali ya.Tak perlu susah payah jika ingin bertemu hanya karena urusan rindu.Saat aku di kabar kan dekat dengan Kak Dicky banyak yang tak suka dan banyak pula yang suka dengan hubungan ku.Semua itu lika-liku dalam setiap hubungan.Semoga saja dengan kedekatan ku ini bisa juga membuat perasaan Rafli untuk berpaling dari ku.


Di siang bolong ini aku tiba-tiba memikirkan hal seperti itu.Astaga memang keadaan nya aku sedang sendirian di kelas jadi gak ada yang aku pikirkan selain memikirkan dia.


"Assalamualaikum" ucap Rafli yang tiba-tiba datang begitu saja dari luar kelas.


"Waalaikumsalam" ucap ku.


"Kok sendirian sih Hes?mana teman-teman kamu yang lain?" tanya Rafli sambil duduk di depan ku.


"Ke kantin,aku tadi udah di ajak tapi aku gak mood" ucap ku.


"Emang nya ada masalah apa?cerita dong aku kan sahabat kamu" ujar nya.


"Hem gausah deh aku gapapa kok,oh iya by the why kabar nya hubungan kamu sama Mita gimana?" tanya ku sambil mengalihkan topik pembicaraan Rafli.


"Aku sampai sekarang belum pacaran juga sama Mita,soal nya aku masih ragu sama dia" ujar nya.


"Apa yang perlu di ragu kan dari Mita? bukan kah dia mencintai mu dengan tulus? yang aku fahami dari dia adalah tipe-tipe wanita yang hanya mencintai satu orang dan sekali di kecewakan dia tak akan kembali lagi ke sikap yang seperti dulu" ujar ku.


"Iya aku mengerti kok,tapi sebuah perasaan seseorang dalam hal mencintai tidak bisa saling di bohongi.Setulus apapun cinta dari Mita tapi sampai kini aku belum mencintai nya" ujar nya.


"Lantas untuk apa kau selama ini bersama nya sedekat itu?" tanya ku.


"Aku hanya kasihan pada nya" lontaran kata yang cukup menyakitkan dari Rafli.


"Kau benar-benar jahat Raf,pergilah jika kau tak suka dengan nya dan jangan kau bertahan dengan topeng bahagia mu itu" ucap ku.


"Iya memang aku jahat terserah kau mau bilang apa yang terpenting saat ini adalah sampai detik ini pun aku masih mencintai mu" ujar nya.


"Maaf aku sudah bahagia dengan dia dan janganlah kau menjadi orang ketiga yang merusak hubungan ku" ujar ku.


"Aku tahu itu dan aku akan menunggu mu meskipun penantian ku ini tak kunjung pasti" ujar nya.


"Kau ini sudah benar-benar ada yang mencintai mu dengan tulus malah kau sia-sia kan dan memilih yang belum tentu pasti itu menjadi milik mu" ujar ku.


"Sudah lah aku capek memikirkan ini semua,yang ku ingin kan terpenting sekarang adalah kamu bukan dia" ujar nya.


"Dasar bucin ! sudah lah kembali saja ke yang dulu kita hanya sebatas sahabat tanpa mengenal rasa sakit nya cinta" ucap ku.


"Okelah aku coba saja dulu" ujar nya dengan tampang pasrah.


"Wooowwww ada apa ini kok berduaan aja !" ucap Chelsea yang tiba-tiba datang dan menghampiri ku.


"Apaan sih orang kita lagi curhat-curhat kok" ujar ku.


"Rafli udah milik orang ehh kok masih di pepet aja sih,gatau malu apa karena gak laku ya" ucap Angel teman nya Chelsea.


"Aku cuma biasa aja sama Rafli cuma sebatas sahabat gak lebih kok" penjelasan dari ku.


"Udah lah ngaku aja kalau kamu ini gak laku wkwk" ucap dari Chelsea.


"Apaan sih kalau ngomong tuh di jaga jangan asal nge jeplak aja" ucap ku.


"Emang kenyataan nya gitu kan?" ucap Chelsea sambil ketawa-tawa.


"Ehh lu ngajak berantem ya kok dari tadi gaenak mulu sama gue" ucap ku sambil mencengkeram dasi Chelsea dan menarik nya ke atas.


"Udah lah kenapa jadi berantem gini sih,kayak anak TK aja kalian berdua" ucap Rafli sambil memisahkan ku.


"Mau kek anak TK gue gak peduli,inti nya gue gak suka kalau di cap sebagai pelakor kayak gini" ucap ku.


"Emang kenyataan nya gitu kan,Rafli udah punya nya Mita masih aja lu deketin terus itu apa nama nya kalau gak pelakor ya gak teman-teman?" ucap Chelsea sambil ketawa mempermalukan ku di depan teman-teman nya.


"Iya tuh dasar pelakor huuu !" seru teman-teman nya.


"Ehh mulut kalian bisa dijaga apa gak,kalian semua diem !" ucap Rafli.


"Tuh kan mereka berdua saling membela diri,jangan-jangan mereka saling suka tapi kan kasihan si Mita cuma jadi pelampiasan doang" ucap Chelsea.


"Buat lu para netizen tolong kalau nyiyir mikir dulu ya,lihat tuh bodo nya sampai ke urat-urat tau" ucap ku.


"Apaan sih gak jelas deh" ucap Chelsea.


"Halah bilang aja kalau lu iri sama kedekatan gue dan Rafli,secara kan lu dulu pernah suka sama Rafli terus di tolak mentah-mentah wkwk muka lu taruh mana neng?" ucap ku sambil ketawa.


"Sekarang kamu harus banyak-banyak sadar diri ya kalau mau nyiyir" ucap Rafli sambil ketawa.


"Hiiii dasar manusia-manusia gatau diri awas aja ya" ucap Chelsea lalu pergi meninggal kan ku dengan teman-teman nya.


"Ya ampun lihat tuh kalau orang salah dia malah melarikan diri dari masalah nya" ucap ku.


"Iya udah jangan di pikir lagi kata-kata Chelsea yang tadi" ucap Rafli.


"Iyah lah ngapain juga aku mikir kata-kata orang bodoh kek gitu" ucap ku sambil tertawa.


"Ingat kata pepatah,berkaca sebelum menghina" ucap Rafli sambil ketawa.


Aku pun bergurau-gurau lagi dengan nya.setelah 2 jam melaksanakan pelajaran akhir nya saat waktu pulang pun bel sudah berbunyi.Aku bergegas membereskan barang-barang ku dan keluar dari kelas.Saat aku sedang menunggu jemputan dari ayah di gerbang sekolah aku melihat Mita yang sedang berjalan sendiri.Aku menghampiri nya.


"Ehh Mit kok tumben sendirian,Kok gak sama Rafli pulang nya" ucap ku sambil berjalan berdampingan dengan nya.


"Halah gausah sok kayak gitu deh jijik aku lihat nya" ucap Mita yang tiba-tiba aneh.


"Loh kamu kenapa sih Mit?" ucap ku sambil kebingungan.


"Aku gak nyangka ya kalau kamu sejahat ini sama aku,menusuk dari belakang" ucap Mita.


"Apaan sih Mit kamu kok tiba-tiba aneh gini" ucap ku sambil menghentikan langkah kaki nya Mita.


"Kalau kamu suka sama Rafli dari dulu kenapa gak bilang? gak usah sok pingin deket-deketin aku sama dia kalau ujung-ujung nya kamu tikung" ucap nya dengan raut wajah kecewa.


"Kamu dengar kabar ini pasti dari Chelsea ya?" tanya ku.


"Iya dia tadi ke kelas ku bilang semua keburukan mu yang busuk itu,aku gak menyangka kalau kamu sejahat ini Hes sama aku" ucap Mita.


"Loh jangan salah paham dulu Mit,tunggu penjelasan aku dulu" ucap ku sambil memegang tangan Mita.


"Udah gak ada yang perlu di jelasin lagi,aku udah kecewa punya teman kayak kamu" ucap Mita sambil melepaskan pegangan tangan ku lalu ia lari dariku.


"Ya ampun ini semua ulah Chelsea yang membuat Mita jadi kayak gini,awas aja tuh Chelsea" ucap ku.


Semoga saja Mita tak lama marahan nya dengan ku hanya karena omong kosong nya Chelsea sang netizen.