
Rencana tuhan yang mempertemukan ku dengan Mita sangat lah Indah bagi ku.Dulu aku selalu berdo'a untuk bisa di pertemukan dengan mereka lagi dengan keadaan apapun.Tapi kini hanyalah Mita yang berhasil ku temui.Berawal dari ketidak kenalan ku dengan Mita serta pertengkaran yang lama hingga pertemuan yang pernah ku duga bisa terjadi akhirnya terwujud pula.Aku bersyukur dengan skenario mu tuhan.Yang aku kepo in dari sekarang adalah bagaimana kabar Kak Dicky yang ada di sana ? apakah baik-baik saja ? sampai sekarang aku masih belum bisa melupakan nya tapi mau gimana lagi kalau memang dia bahagia dengan yang lain aku cuma banyakin rela aja.Benar kata pepatah kalau mencintai itu tak harus memiliki,ada pun dia yang memiliki raga nya tapi tak memiliki hati nya.sungguh-sungguh sad wkwkw.Coba aja ya kalau aku mikirin dia kayak gini terus tiba-tiba dia merasa dan ikut mikirin aku juga wkwk itu hanya halu Hes lagi-lagi halu.Hujan malam ini membuat aku semakin merasa kesepian.Ibu dan ayah berangkat umroh ke tanah suci untuk beberapa minggu ini.Serasa aku tinggal sendirian.Udah rumah sepi terus hati juga sepi.Waktu itu sedang hujan deras namun tak ada badai hanyalah angin sepoi-sepoi yang masuk melalui ventilasi udara kamar ku.Hawa nya yang dingin membuat ku ingin rebahan saja dan di tambah gaya magnet kasur yang sangat kuat untuk menyuruh ku tidur lebih sore.Akhir nya aku pun ter tidur pulas habis maghrib.
Keesokan pagi nya aku bangun jam 04.30
Aku melihat hp ku yang tiba-tiba layar nya menyala.Ku lihat notif telepon dari Ayah pukul 22.35 yang tak terjawab sejumlah 8 panggilan suara.Kemarin malam aku tertidur pulas setelah menghalu jadi gak kedengeran kalau ada notif telefon.Aku berusaha menelfon ayah balik tapi gak bisa terus aku telfon ibu juga gak bisa.Aku jadi inget pesan ayah waktu itu gini " Jangan telfon ayah atau ibu ya dek kalau gak ayah atau ibu yang telfon kamu sendiri,soal nya ayah sama ibu mau fokus sama ibadah nya " ayah bilang gitu.Ya sudah habis ini volume hp ku akan aku keraskan biar tau kalau ada panggilan masuk.Aku pun beranjak dari kasur ku dan bergegas untuk mandi dan masak sarapan pagi serta beres-beres rumah sebagian.Setelah semua pekerjaan selesai aku langsung berangkat ke kantor untuk bekerja.
Pagi itu suasana di jalan kota sangat lah macet tapi untung saja aku tak sampai terlambat datang ke kantor.
Di kantor aku bertemu dengan Mita.
"Mit nanti ke ruangan ku yuk cerita-cerita lagi" ucap ku.
"Oh siap bu bos" ucap Mita sambil ketawa.
"Apaan sih bos-bos gila ya" ucap ku sambil ketawa.
"Ya entar aku kesana Hes" ucap Mita.
"Oke aku tunggu ya" ujar ku.
Aku pun langsung pergi meninggalkan Mita dan menuju ke ruangan ku.Sampai di ruangan ku,aku membereskan kertas-kertas dokumen yang tergeletak di meja ku.
15 menit kemudian Mita datang ke ruangan ku.
"Assalamualaikum" ucap Mita lalu masuk ke ruangan ku.
"Waalaikumsalam,sini Mit duduk" ucap ku.
"Ehh iya tumben ya kantor sepi gak ada tugas" ucap Mita.
"Iya soal nya udah aku atur semua tugas nya ke sekretaris baru,aku mau ngetes gimana cara kerja mereka" ujar ku.
"Hebat kamu Hes" pujian dari Mita.
"Eh gak dong,aku kayak gini ya karena allah" ucap ku.
"Hem iya deh ukhti" ucap Mita sambil ketawa.
"Ehh ngomong-ngomong kamu gak pernah denger kabar tentang Kak Dicky ?" tanya ku.
"Yaelah masih belom move on aja nih bocah padahal juga udah beberapa tahun masih gak bisa move on" ujar Mita.
"Yah gak tau kenapa aku gak bisa lupain dia Mit,bukti nya sampai sekarang aku masih gak bisa buka hati buat orang lain" ujar ku.
"Dulu waktu akh mau berangkat merantau kesini sih kabar nya di mau nikah sama Kak Lita" ucap Mita.
"Haa ? yang bener aja Mit !" ucap ku dengan kaget nya mendengarkan penjelasan dari Mita.
"Iya dia mau nikah,mangkannya itu kamu harus bisa lupain dia dong" ucap Mita.
"Yah aku sih gak terlalu berharap aja Mit ke dia tapi aku pingin banget gitu ketemu sama dia,apa mungkin aku harus balik ke Jawa ya biar bisa ketemu sama dia lagi meskipun itu hanya menatap wajah nya dan senyuman nya" ucap ku penuh ke halu an.
"Jangan balik lah,percaya sama allah entar kalau udah di takdirkan bertemu pasti ketemu kok contohnya kayak aku sama kamu gini" ucap Mita.
"Iya juga sih Mit tapi aku kangen sama dia,aku juga gak punya kontak hp nya kamu punya apa gak Mit ?" ujar ku.
"Aku juga hilang Hes,udah lah jangan terlalu di pikir cukup rindu mu kamu ucap dalam do'a mu saja" ucap Mita.
"Halo...Oh iya pak saya kesana sekarang" ucap ku.
"Ada apa Hes ?" tanya Mita.
"Ada metting di luar kota sekarang,aku tinggal dulu ya Mit soalnya aku buru-buru nih" ucap ku sambil membereskan berkas-berkas.
"Hati-hati ya Hes,semoga selamat sampai tujuan" ujar Mita.
"Iya makasih Mit,See You Next Time Mit" ucap ku sambil melambaikan tangan kanan ku ke atas.
Mita pun membalas nya dengan lambaian tangan dan senyum manis nya itu.
Di tengah perjalanan aku melewati hutan yang ada di gunung dan aku kendarai mobil ku sendiri tanpa sopir serta teman.Jalan nya lumayan membingungkan habis naik terus turun terus belok ke sana kemari.Waktu itu malam nya sangat dingin saat melewati hutan itu ketambahan dengan hujan deras yang membuat penglihatan ku sedikit rabun.Aku rasa nya ingin istirahat namun belum menemukan tempat yang pas untuk istirahat.Di kejauhan aku melihat mobil yang sedang menyalakan lampu nya berkedip-kedip pertanda dia ingin di kasih jalan.Sudah ku beri jalan namun dia malah melaju dengan kecepatan tinggi akhirnya mobil ku terserempet dan masuk ke jurang pukul 23.23 Kabar kecelakaan ku menyebar kemana-mana terutama sampai di kantor.
Aku di larikan di rumah sakit terdekat setelah mengalami evakuasi yang cukup lama untuk mengambil bangkai mobil ku yang terperosok ke jurang sedalam 25 KM.Keadaan ku waktu itu kritis hingga tak sadarkan diri selama 3 hari.Akhir nya aku sadar dan yang kulihat pertama kali waktu itu adalah wajah Kak Dicky yang berada di samping ku.
"Kak" tatih ku semacam tak berdaya untuk berbicara.
"Alhamdulillah akhirnya kamu sadar juga,maafin aku ya Hes" ucap Kak Dicky sambil menangis di depan ku.
"Maaf kenapa?" tanya ku.
"Aku yang udah buat kamu kayak gini,maaf ya Hes" ujar nya tak sanggup bicara karena banyak mengeluarkan tangisan di depan ku.
"Ini semua takdir tuhan kak" ucap ku.
Tiiittttt....Tiittttt....bunyi mesin pemantau detak jantung berbunyi.
Kak Dicky langsung gugup dan berhenti menangis lalu keluar mencari dokter.
Aku pun mengalami kritis lagi.Kata dokter aku mengalami pendarahan yang cukup banyak di bagian otak sehingga aku memerlukan donor darah yang cocok dengan golongan darah ku.
"Ambil saja dok darah ku,yang terpenting gadis ini bisa selamat" ucap Kak Dicky.
"Baik mari kita ke ruangan donor darah apakah darah mu cocok dengan gadis ini" ujar Dokter.
Ternyata golongan darah ku sama dengan Kak Dicky,langsung saja di transfusi kan ke otak ku.Setelah proses donor darah,3 jam aku baru bisa sadar kembali.
Lagi-lagi yang ku lihat pertama kali adalah sosok Kak Dicky yang selalu menunggu di samping ku.
"Kak" ucap ku.
"Alhamdulillah akhirnya kamu sadar lagi" ucap Kak Dicky sambil mengeluarkan air mata nya lagi.
"Aku ini kenapa kok kayak lemas gak berdaya gini ?" tanya ku dengan lemas.
"Kamu habis mengalami pendarahan yang cukup banyak Hes dan kamu kekurangan darah akhirnya aku donorkan darah ku untukmu" ucap nya.
"Terima kasih kak atas semua ini,aku beruntung bisa di pertemukan kembali dengan mu" ucap ku.
"Iya aku ke kota ini hanya ingin mencari mu,aku membatalkan pernikahan ku dengan Lita demi kamu karena selama ini kamu yang menurut ku Cinta Sejati ku" ucap nya sambil mata nya berkaca-kaca.
Aku hanya bisa menangis di hadapan nya.
Triiiiitttttttttttttt......bunyi 1× itu pertanda bahwa detak jantung ku sudah tak berfungsi alias sudah meninggal.Aku meninggal di hadapan orang yang aku sayang selama ini dan selalu ku sebut nama nya.Tuhan berkehendak lain bahwa pertemuan ku dengan nya ini adalah pertemuan terakhir.Aku meninggalkan semua orang dan do'a ku selama ini sudah terbalaskan.Tugas ku sudah selesai di dunia.Namun sayang ketika pemakaman ku ayah dan ibu masih berada di tanah suci jadi tak sempat melihat wajah ku untuk terakhir kali nya.Skenario tuhan itu sangat Indah jadi apapapun yang terjadi percayalah bahwa tuhan telah menyiapkan yang terbaik untuk mu,aku,dan kalian semua.