The Love Triangle

The Love Triangle
Cinta Luar Biasa



Mungkin dengan adanya Kak Dicky di hidup ku bisa membuat Perasaan Rafli berbalik arah.Ku tegas kan untuk sekali lagi bahwa perasaan ku ini tidak lebih dari batas wajar seorang sahabat dan aku juga tak ingin melukai hati Mita jika ia tahu kalau Rafli suka padaku.Bagaimana pun cara nya aku harus bisa menghindar dari perasaan Rafli yang rumit ini.Apa mungkin aku harus memutuskan tali persahabatan ku dengan Rafli? aku masih berpikir 2 kali lagi jika memutuskan persahabatan ku.Sebenarnya Rafli tak salah dalam persahabatan yang cukup di bangun lama,dia sangat baik dan sopan sebagai laki-laki namun cara ia menempatkan perasaan nya kepada orang yang salah.Halu ku sudah mencapai tingkat dewa di malam yang sepi ini.Pukul 01.35 Pagi aku tak kunjung memejamkan mata ku.Hanya terlalu memikirkan keadaan teman ku sehingga membuat aku susah tidur padahal besok adalah hari senin dan pasti nya wajib melaksanakan upacara yang berangkat nya harus lebih pagi.Semua itu sudah terbiasa aku jalani,tak selayaknya gadis yang tidur hingga larut malam menembus pagi buta.Meskipun ayah dan ibu sering mengingatkan ku bahwa gadis seumuran ku tak pantas untuk begadang.Dulu aku pernah punya pacar lalu putus hanya karena aku sulit di atur ketika saat nya tidur malam.Inilah aku dengan segala kekurangan ku yang hadir di hidup ku,aku tak pernah memaksakan kehendak untuk seseorang mencintai ku dengan keinginan ku.Biarlah cinta itu datang dengan segala dan mau menerima sifat ku yang terlalu egois ini hingga ada yang merubah ku menjadi yang lebih baik.Itu semua hanya halu,mana ada yang mau menerima ku seperti ini? yang sulit di atur terlalu mementingkan ego ku sendiri.Sudah saat nya aku berkhayal dalam mimpi saja karena realita tak semanis ekspektasi ku.


Krrriiiiiiingggg.....Krriiiiinggggg....Krrriiiinggg...


suara jam alarm ku yang menghantui telinga ku.Pukul 04.05 sudah bunyi,memang aku sengaja ku putar jam segitu biar bisa bangun terus sholat subuh.Aku keluar dari kamar setelah melaksanakan sholat subuh ternyata ibu belum bangun juga.Ingin ku bangun kan namun kasihan mungkin ibu terlalu capek mengurus pekerjaan rumah sehingga agak sulit bangun tidur.Biasa nya ibu yang membuat kan ku sarapan pagi dan kini aku mencoba membuat itu sendiri.Saat aku sibuk memasak di dapur tiba-tiba ibu sudah bangun dan berada di belakang ku.


"Mau masak apa dek?" tanya ibu.


"Ini bu cuma nasi goreng aja kok" ucap ku.


"Tumben udah bangun pagi-pagi terus masak buat sarapan" ucap ibu sambil mengambil sendok dan mencicipi nasi goreng ku.


"Iya soal nya punya niatan aja buat bangun pagi-pagi ehh ternyata enak juga ya pikiran jadi fres" jawab ku.


"Hemmm pedas nya bikinan kamu dek tapi masih tetap enak kok" ucap ibu sambil memakan nasi goreng buatan ku.


"Lagi pingin yang pedas-pedas bu" ucap ku.


Ku lihat ibu suka dengan masakan ku.Alhamdulillah akhirnya aku bisa masak meskipun dari hal sepele seperti nasi goreng.Soal nya jarang buat gadis seumuran ku ingin repot-repot masak di dapur dan kebanyakan mereka memilih membeli makanan di luar ketimbang masak sendiri.


"Mandi sana dek terus siap-siap buat berangkat sekolah" ucap ibu.


"Iya bu" ucap ku langsung pergi menuju ke kamar mandi.


Saat aku sudah selesai mandi dan berganti pakaian seragam,aku berdiri di depan cermin dan bersolek wajah sebentar lalu aku keluar dari kamar.


"Ayah sudah berangkat dek jadi kamu berangkat nya bareng sama Mita aja yah" ucap Ibu.


"Ya bentar bu ini aku chat dulu Mita nya" ucap ku.Setelah hampir 2 menit aku menunggu balasan chat dari Mita ternyata jawaban Mita adalah ia sudah berangkat duluan dan sudah berada di sekolah.


"Mita udah berangkat duluan bu,jadi gimana ini bu?" ujar ku.Aku tampak bingung juga karena waktu itu hari senin jika telat upacara pasti akan di hukum.


"Tunggu di luar rumah aja dek siapa tau ada temen kamu yang lewat depan rumah" ucap ibu.


"Iya bu" ucap ku.


Mendengar perintah ibu yang seperti itu aku segera keluar menuju halaman rumah.Hampir 10 menit aku menunggu tak kunjung ada yang lewat.


Breeeeemmm...Breemmmm....


suara gas motor yang di mainkan oleh Kak Dicky sambil tersenyum menyapa ku.Dia berangkat sekolah lewat depan rumah ku yang tentu nya malah tambah jauh jalan nya.


"Kakkkk!" teriak ku memanggil Kak Dicky.


Seketika itu Kak Dicky langsung berhenti sekejap.Aku berlari untuk menghampiri nya.


"Aku boleh bareng gak kak? soal nya aku gak ada yang nganterin dan kebetulan Kak Dicky lewat" ucap ku.


"Ya ampun tentu boleh dong,ayo naik.." ucap nya sambil tersenyum.


"Bentar kak aku mau pamitan dulu sama ibu" ucap ku.


"Yaudah aku juga ikut pamitan" ucap nya.


Aku berjalan kembali lagi ke rumah ku bersama Kak Dicky.Ternyata saat ingin ku panggil dari luar rumah ibu sudah keluar lebih dulu.


"Titip Hesti ya nak soal nya dia gak ada yang nganterin" ucap ibu.


Aku dan Kak Dicky bergantian untuk mencium tangan ibu.


"Bu aku berangkat Assalamualaikum" ucap ku.


"Waalaikumsalam" ucap Ibu.


Saat itu Kak Dicky langsung menyalakan motor nya dan pergi.Aku merasa deg-deg an saat di bonceng sama Kak Dicky,serasa kayak boncengan sama See Houn wkwk.Di sepanjang perjalanan dia selalu bertanya-tanya banyak tentang ku serta dia juga menceritakan soal mantan pacar nya.Mendengar dari cerita Kak Dicky terlihat seperti sosok laki-laki tulus apabila mencintai namun di sia-sia kan.Tak sama seperti cerita Mita yang kata nya Kak Dicky itu orang nya playboy.Sebenar nya mana yang harus aku percayai dari sumber cerita mereka semua.Sampai di tempat parkir sekolahan Kak Dicky juga menawariku untuk di antar ke kelas ku namun aku menolak nya takut ku teman-teman ku malah mengira ku berpacaran dengan nya,lebih baik aku sembunyikan terlebih dahulu tentang kedekatan ku ini dan tidak aku publikasikan sebelum hubungan ini sudah pasti serius tak berujung dengan penantian harapan.


"Nanti pulang sekolah tunggu di gerbang sekolah aja ya entar aku samperin ke situ" ucap Kak Dicky.


"Iya kak makasih" ucap ku.


Setelah sekian jam melaksanakan kegiatan di sekolah akhirnya bel pulang sekolah berbunyi.Seperti pesan Kak Dicky yang tadi aku harus menunggu nya di gerbang sekolah.Saat aku duduk di dekat gerbang sekolah aku melihat mobil Rafli yang melintas di depan ku


Tiiiinnnn.... suara klakson mobil Rafli yang menyapa ku.Kaca mobil Rafli di buka separuh dan Rafli memanggil nama ku layak nya orang menyapa.Ku lihat di dalam mobil itu ada Mita di dalam nya namun Rafli mengendarai nya begitu cepat sehingga penglihatan ku agak kabur.Seperti nya itu tadi benar Mita,syukurlah kalau memang mereka berdua sudah saling cocok satu sama lain.


"Ayoo.." ucap Kak Dicky dari samping ku.


"Ehh Kak udah lama ta di sini?" tanya ku.


"Enggak juga,kamu sih terlalu fokus lihat kesana.Emang nya kamu lihat apa sih?" tanya Kak Dicky.


"Oh itu tadi aku lihat temen ku kak" ucap ku.


"Oalah yaudah ayo naik" ucap Kak Dicky.


Aku pun naik ke motor Kak Dicky dan pulang bersama nya.Saat aku melewati jalan yang dekat dengan sawah dan kebetulan jalan nya banyak yang berlubang sehingga sedikit tak nyaman jika berkendara melewati jalan itu.Tak lama kemudian ternyata sepatu fantouvel ku jatuh di jalan itu tapi aku benar-benar tak berasa saat sepatu ku jatuh.Aku baru berasa ketika jarak jatuh nya sudah lumayan jauh.


"Ehh kak sepatu ku hilang satu !" ucap ku sambil kebingungan di atas motor.


Seketika itu Kak Dicky langsung berhenti dan mengerem mendadak sehingga dahi ku terbentur ke kepala Kak Dicky.


"Aduhhhh" keluh ku.


"Maaf gak sengaja" ucap Kak Dicky(sambil mengelus-elus dahi ku)


Haduh seketika dahi ku yang tadi nya terasa sakit banget tiba-tiba kayak kena mantra habis di pegang tangan nya Kak Dicky lumayan enakan.


"Kok bisa sih sepatu nya hilang satu?" tanya Kak Dicky nampak kebingungan.


"Aku juga gak tau kak,coba deh ayo kita cari kesana" ucap ku.


"Yaudah ayo" ucap Kak Dicky.


Kami berdua sangat fokus melihat kanan kiri jalan mencari dimana letak sepatu ku.Sudah 2 kali bolak-balik jalan yang sama tapi kok gak ketemu juga sepatu ku.Akhirnya aku duduk bersama dengan Kak Dicky di pinggir jalan sawah yang penuh rumput.Kami terlihat lelah hanya karena sepatu.


"Ya ampun itu dia" ucap Kak Dicky sambil berdiri lalu mengambil sepatu ku yang tersembunyi tertutup oleh daun jati yang jatuh.


"Pantes aja gak ketemu-ketemu orang ketutupan sama daun jati" ucap ku.


"Ini pakai gih,awas jatuh lagi" ucap Kak Dicky sambil ketawa-tawa.


"Hehe iya Kak makasih" ucap ku.


Kami berdua langsung bergegas pulang dan sampai di depan rumah ku,aku mengucap kan terima kasih kepada nya.Dia juga mengucap kan terima kasih karena sudah mau menghabiskan waktu nya bersama ku mesti tak seharian penuh setidak nya bisa bertemu dan canda gurau luar biasa.Cinta yang luar biasa hadir dalam hidup ku,kenyamanan tak terduga datang kepada ku entah pada orang yang tepat atau salah.Semoga saja aku tak patah hati lagi karena cinta.