
Mita masih marahan dengan ku.Aku tak tahu harus menjelaskan bagaimana lagi kepada nya bahwa aku tak ada apa-apa dengan Rafli.Ini semua berkat sang provokator yaitu Chelsea dan kawan-kawan glowing in the dark nya yang berhasil menghasut Mita agar ia percaya dengan omong kosong nya Chelsea.Rafli juga sudah berusaha untuk membujuk Mita agar percaya bahwa hubungan kami berdua hanya sebatas sahabat meskipun ada pembunuhan perasaan Rafli di dalam nya.Salah satu jalan keluar masalah ini adalah aku memutuskan untuk tidak berhubungan lagi dengan Rafli meskipun itu hanya sahabat sebaiknya aku memutuskan persahabatan ku dengan Rafli berakhir sampai sini saja,agar hubungan persahabatan ku dengan Mita tak sehancur ini hanya gara-gara seorang laki-laki.
Waktu itu saat pagi hari aku sedang di kamar dengan posisi belum mandi.Aku berfikir untuk mempertemukan Mita dengan Rafli di sebuah Cafe tempat aku ngopi biasa nya hari ini.Aku mengirimkan pesan chat lewat whatsapp yang berisikan mengajak Rafli ke Cafe Pelangi dengan mengajak Mita juga,akhir nya Rafli mau.Jam 09.30 Rafli mengajak nya ke sana.Sekarang sudah pukul 08.30 saat nya aku mandi dan berangkat ke sana.Aku bergegas mandi agar Rafli dan Mita tak terlalu lama menunggu ku lagi pula motor ku pun tak ada di rumah jadi aku naik ojek online yang memakan waktu cukup lama untuk menunggu nya.Seusai aku mandi dan sarapan pagi aku memesan ojek online lewat hp ku dan menunggu nya datang sambil memakan roti selai madu buatan ibu di teras rumah.
"Mau kemana kok udah rapi gini?" tanya ibu sambil duduk di samping ku.
"Mau main ke Cafe Pelangi bu" ucap ku sambil menikmati roti ku.
"Sama siapa ke sana nya?" tanya ibu.
"Ke sana nya pakek ojek online,terus di Cafe nya sama Rafli dan Mita" ujar ku.
"Loh kok tumben gak berangkat sama Mita,biasa nya kan kemana-mana berdua udah sepaket kayak nasi sama lauk nya" ucap ibu.
"Iya emang rencana berangkat sendiri-sendiri kok bu" ujar ku.Aku berusaha menutupi pertengkaran ku dengan Mita agar ibu tak ikut campur juga dalam urusan pribadi ku ini terutama dalam hal cinta.
"Oalah yaudah hati-hati di jalan nya ya,ini uang main ya jangan boros-boros kalau sering di kasih duit" ujar ibu.
"Makasih ibu" ucap ku.
Padahal juga aku main pakek uang tabungan aku sendiri tapi ibu gak tahu itu jadi lumayan lah bisa buat nambahin tabungan aku.
5 menit kemuadian ojek online pun datang....
"Bu ojek nya udah datang,aku berangkat dulu ya Assalamualaikum" ucap ku sambil keluar rumah.
"Waalaikumsalam iya hati-hati" ujar ibu.
Aku pun berangkat dari rumah menuju ke Cafe Pelangi.Di bawah panas terik matahari perjalanan kota yang macet ini membuat aku jadi gerah body aja ngerasain suasana nya.Ku buka whatsapp ku saat itu dan terdapat notif dari Rafli yang berisikan munyuruh aku agar segera datang karena ia dan Mita sudah lama menunggu ku.Ku balas pesan nya bahwa perjalanan ku ini sedang macet,lalu Rafli menanyakan keberadaan ku dan ingin menjemput ku tapi aku menolak nya agar tak terjadi masalah yang semakin rumit lagi.Ku tenang kan Rafli dengan balasan :
"Sabar,ini aku sudah mau sampai kok" pesan dari ku.
15 menit kemudian aku sampai di Cafe Pelangi.Aku membayar ongkos ojek ku lalu aku bergegas untuk masuk ke Cafe nya.
Saat aku sampai depan pintu Cafe nya aku menghentikan langkah kaki ku karena tiba-tiba ada notif pesan dari Rafli yang berisikan :
"Tak usah memesan apapun karena aku sudah memesan kesukaan mu" pesan dari nya.
Chat nya hanya ku read dan aku langsung membuka pintu cafe nya.Saat aku masuk ke dalam ku lihat tak nampak wajah Rafli dan Mita.(Apa mungkin mereka ada di lantai atas ya) gumam ku dalam hati.Aku pun naik ke lantai 2 ternyata benar ada Rafli dan Mita yang sedang asik makan sambil berbincang-bincang.Aku berjalan menuju meja mereka berdua.
"Assalamualaikum" ucap ku sambil tersenyum.
"Waalaikumsalam" jawab Rafli dan Mita secara bersamaan.
"Maaf ya udah nunggu lama soal nya jalanan nya macet" ujar ku.
Langsung Mita berhenti makan dan menolehkan kepala nya ke arah ku.
"Loh kok ada kamu sih di sini?" ujar Mita kelihatan kasar dengan ku.
"Iya emang kan aku yang bikin acara ini biar kita bisa ngumpul-ngumpul lagi" ujar ku dengan sabar.
"Emang benar gitu ta Raf" tanya Mita kepada Rafli.
"Ohh baik kata mu ya tapi bagi ku ini teman busuk" ujar Mita sambil mengundurkan kursi ke belakan dan berdiri secara ingin pergi meninggalkan tempat itu.
"Kamu kenapa sih kok masih marah sama aku Mit,padahal kita udah lama temenan kok tiba-tiba hancur cuma gara-gara Rafli?" ujar ku sambil memegang tangan Mita agar ia tak pergi.
"Kamu itu udah merebut kebahagiaan temen kamu sendiri,kamu sadar gak sih !" ucap Mita dengan nada keras.
"Ini semua itu cuma salah faham Mit,kamu itu udah kemakan sama omongan nya Chelsea yang bullshit itu" ujar ku.
"Entah mana yang benar mana yang salah tapi aku sendiri ngerasa kalau kamu emang jatuh hati ke Rafli" ucap Mita.
"Aku itu gak ada apa-apa sama Hesti,cuma sahabatan doang sumpah" ujar Rafli yang tiba-tiba ikut bicara.
"Udah deh gausah pada sandiwara gini,aku jijik lihat nya" ujar Mita sambil melepaskan tangan ku secara terlontar keras.
"Sandiwara gimana sih,aku ini udah jujur tapi kamu nya aja yang egois ke makan omongan nya setan Chelsea itu" ujar Rafli nampak kesal dengan sikap Mita.
"Ohh jadi kamu bilang aku egois? iya udah terserah kamu Raf ! kamu itu udah berubah semenjak ada dia !" ujar Mita sambil menuding jari nya ke arah ku.
"Ayolah Mit maafin aku plisss(sambil memegang tangan Mita) aku ini udah bicara sejujur nya loh" ucap ku.
"Maaf aku gak bisa maafin teman busuk kek kamu" ucap Mita lalu pergi meninggalkan aku dan Rafli.
"Raf kejar gih kasihan Mita pulang nya sendirian" ujar ku.
"Lah kamu gimana Hes?kan kamu juga pulang nya sendirian" ujar Rafli.
"Aku gapapa kok,yang penting kamu pulang aja sama Mita sama jelasin ke dia" ujar ku.
"Iya udah aku pulang dulu ya Hes" ujar Rafli.
"Iya hati-hati" ucap ku.
"Iya kamu juga" ucap nya lalu pergi meninggal kan ku.
Aku pun duduk di meja yang tadi sambil merenung dan memakan makanan kesukaan ku yang udah di pesenin sama Rafli.Aku bingung mau jelasin gimana lagi ke Mita.Sampai capek aku ngemis-ngemis permintaan maaf dari nya.
15 menit kemudian aku turun ke lantai bawah untuk membayar ke kasir.Sampai di kasir ternyata makanan nya udah di bayar atas nama Rafli.Jadi gak enak sama dia.Aku pun keluar dari cafe dan menunggu ojek ku.Saat aku duduk di taman depan Cafe sambil menunggu ojek ku datang tiba-tiba mata ku mengarah ke tempat parkir cafe.Aku melihat Kak Dicky sedang jalan dengan Kakak nya Chelsea yang tak begitu ku tahu nama nya.Aku mengucek kan kedua mata ku,siapa tahu aku salah lihat.Mereka begitu cepat berjalan masuk ke Cafe sehingga penglihatan ku kabur.Saat ingin aku samperin ternyata ojek online ku sudah datang.
"Atas nama Mbak Hesti?" tanya si ojol.
"Iya saya sendiri" ucap ku.
"Oke ayo mbak" ucap si ojol.
"Bentar pak saya mau masuk ke cafe itu boleh?" ucap ku.
"Maaf mbak gak bisa soalnya saya keburu ada orderan lagi jadi mohon pengertian nya" ucap si ojol.
"Ya ampun iya deh pak" ucap ku sambil naik motor nya.
Waktu itu sial sekali karena aku tak bisa melihat langsung apakah itu tadi Kak Dicky atau hanya bayangan mata ku saja.Rasa penasaran ku ini akhirnya belum juga terbalaskan.