
"kayanya belum jauh"
Dengan lari secepat mungkin, akhirnya terlihat dari kejauhan wanita tersebut yang gua pikir itu ternyata benar itu Resya.
"hey!" - panggil gua sambil berteriak agar wanita yang gua kira Resya itu menoleh dan menghentikan langkahnya. Akhirnya wanita tersebut mendengar dan dia menoleh kearah belakang.
Gua yang melambang lambaikan tangan berharap dia tidak melanjutkan perjalananya lagi, dan dengan pedenya gua teriak.
"RESYAAA!"
Wanita tersebut pun tetap terdiam, pas udah dekat, gua pun melihat wajahnya dan benar, itu adalah resya, wanita yang sangat gua cintai, akhirnya gua bisa bertatap wajah pada hari ini.
"Ilhan" - Ucapnya lalu mematung sambil mengeluarkan air mata ke pipinya.
Gua sebagai laki laki yang sangat mencintainya melihat wanita milik gua nangis, gua pun gak segan segan memeluk resya.
"hey!jangan nangis!aku rindu kamu"
Resya membalas pelukan gua, pelukan yang sangat hangat, dan nyaman sekali, ya tuhan, gagal moveon lagi dah ini mah.
"do you miss me?" - Tanya gua.
"i miss you so much" - Jawab resya sambil tersedu sedu.
"mau aku antar pulang?" - Tanya gua.
Resya menjawab hanya dengan anggukan. Setelah sampai di dalam mobil, kita tidak bicara apapun, rasanya canggung, wanita yang berada didalam mobil gua ini adalah wanita yang sangat gua cinta, dan wanita ini yang akan dinikahkan oleh laki laki lain yang mungkin sangat baik.
"ya allah terimakasih atas anugrah yang kau berikan kepada ku, kau memberi wanita yang baik dan cantik, jaga dia dimanapun dan kapanpun ya allah, aku sangat mencintainya" - Ucap ilhan dalam hati.
Kita berdua pun sampai didepan salah satu rumah yang terbilang sangat mewah dan luas,gerbang yang tinggi disertai tembok yang tinggi juga, halaman rumah yang luas ditambah tanaman hias yang indah di samping kanan dan kiri, rumah yang bercat putih bersih dan memiliki 3 lantai.
"masuklah,ada mama didalam, mama pasti senang" - Ucap resya sambil tersenyum senang.
"rumahmu bagus res" - Puji gua.
"rumah orangtuaku" - Katanya lagi sambil menunjukan senyum manisnya.
Sungguh sempurna ciptaan mu ini ya allah.
"silakan duduk,aku panggil mama dulu" - Ucap resya.
Resya menuju salah satu ruang yang tidak jauh dari ruang tamu dimana gua duduk.
"mah,ini ilhan, yang sering chatan sama mama, hari ini aku sangat senang karna bisa bertemu dengannya,ilhan ini mama,mama yang tempo hari chatan sama kamu" - Ucap resya terdengar sangat senang.
"assalamualaikum tante" - salam gua sambil mengecup telapak tangan tante yasmin.
"waalaikumsalam ilhan,apakabar nak?" - Tanya tante yasmin.
"alhamdulillah tante ilhan baik,semoga tante dan keluarga juga baik baik aja ya" - Jawab gua.
"tentu semua baik,oh tunggu,bibii" - Jawab tante yasmin sambil memanggil pembantunya.
"ada apa nyonya" - Sautnya.
"bi tolong buatkan teh hangat ya" - perintah tante yasmin.
"baik nyonya" - bi situ pun pergi mengambilkan teh hangat.
"tidak usah repot repot tante,saya cuma sebentar" - Pinta gua.
"sebentar bagaimana?diluar sedang hujan" - jawab tante yasmin sedikit meninggikan nada.
Seorang paruh baya yang dipangil bibi itu langsung berjalan kembali kearah dapur. Kebetulan diluar memang sedang hujan, baru aja turun hujan, rumah resya sangat dingin karna pendingin ruangan yang dia punya, jadi itu kenapa tante yasmin meminta teh hangat menjadi suguhan.
"tante kekamar dulu,kalian ngobrol berdua saja" - Ucap tante yasmin meninggalkan gua dan resya ber duaan.
"papa kamu kemana?" - Tanya gua.
"papa ada urusan diluar kota,baru tadi pagi berangkat,kamu besok gk sekolah?" - Jawab resya dan menanya balik.
"tidak,ayahku sudah meminta izin kesekolah,aku kesini ada urusan pekerjaan ayah untuk 1 minggu,untuk mencarimu juga" - Jawab gua.
"boleh aku duduk disampingmu?" - Tanya resya.
"boleh" - jawab gua sambil tersenyum.
\- **BERSAMBUNG** \-