
Skip hari pernikahan
05.00
RESYA POV
Acara akan di mulai pada jam 08.00 pagi dan selesai pada jam 14.00 sore. Semua keluarga sudah bangun,sudah berkemas,seserahan sudah disiapkan dari tadi malam,mama yang sedang di rias,aku dan sandra juga sedang di rias,Alvin yang sedang sarapan di dapur,papa yang sedang berganti pakaian di kamarnya. Semua sibuk masing masing,kali ini rumah sangat lah ramai suara obrolan dan tawaan dari saudara saudara yang sudah datang.
Aku gugup sekali, pada saat di kamar salah satu penata rias yang sedang menata rambutku angkat bicara.
"gugup yah mba?" - Ucapnya sambil melihatku sekilas di cermin.
"iya tante hehe" - Jawabku sedikit malu
Lalu tante penata rias itu tersenyum.
"memang seperti itu kalo menikah, tenang saja, ngomong ngomong,umurmu berapa?" - Tanya penata rias yang sedang merias wajahku.
"sekarang masih 16 tahun tante,bulan depan 17 tahun" - Jawabku sambil tersenyum.
"muda sekali umur kamu, tante kira kamu sekitar 18 tahun atau 19 tahunan, postur badanmu juga tinggi, tapi wajahmu masih remaja, makanya tante nanya berapa umur kamu. Resya ingin menikah? padahalkan kamu masih duduk di bangku SMA sayang loh gak bisa nikmatin masa remaja kamu"
"di jodohkan tante hehe,sebenarnya aku belum siap juga, tapi ini amanah dari almarhum sahabat mama yang sekarang anaknya akan jadi calon pengantin prianya" - Jelasku.
"tapi aku nikah muda bukan karna hal negatif, pernikahan ini punya komitmen tante, ya seperti itu lah, aku juga belum mau untuk menjadi ibu muda" - Lanjutku.
"tante mengerti kok, dulu keponakan tante juga seperti kamu, bedanya itu kemauan keponakan tante, dia tidak hamil, waktu menikah umurnya masih 17 tahun masih kelas 12 SMA dan tidak ada perjanjian, dia menikah setelah itu satu rumah, tante kira beberapa minggu setelah menikah dia akan hamil, tapi ternyata tidak, dia masih terus bersekolah, dan sampai sekarang dia sudah menjadi pegawai bank swasta dan hamil anak pertamanya" - Ucap penata rias rambutku.
"iman suaminya kuat itu jeng hahaha" - Ucap penata rias wajahku sambil tertawa.
"hahaha iya" - Ucap penata rias itu.
"sudah selesai" - Ucap penatarias wajahku.
"rambutmu juga sudah,sangat cantik, badanmu tinggi jadi seperti pengantin pada umumnya, mungkin kalau nanti orang yang tidak tahu umurmu pasti akan menyangka kalau kamu bukan anak sekolah"
"hehehe" - Tawaku kepada dua wanita yang masih terlihat muda itu.
Cklekk
Pintu kamar terbuka,aku dan dua penatarias itu menoleh bersamaan.
"papa"- Ucapku.
Dua penata rias itu segera membereskan perlengkapan makeupnya.
"terima kasih ya bu" - Ucap papa seraya tersenyum
"sama sama pak alex,anak bapa sangat cantik,dan sudah kami buat tambah cantik lagi, saya permisi dulu ya pak, assalamualaikum"
"kamu tetap di sini ya"
"baik pah" - Jawabku di sertai anggukan kepala.
Papa pun keluar dan menutup pintu kamarku.
(eh btw sekarang mah aku kamu aja awokawok)
"brisik author" - Resya.
"dih dihh, gua pecat jadi pemeran utama nih!" - Author.
"eh iya iya deng gk berisik:)" - Resya.
Aku melihat jarum jam sudah berada di pukul 07.05 aku pun mengambil handphone ku untuk menelpon Sandra.
"hallo, kenapa kak?"
"de ke kamar gua dong,gua sendirian ini"
"lagi makan,bentar lagi juga berangkat,mama udh otw ke kamar tuh,lu siap siap aja"
"udah siap dari tadi,yaudah bay"
Belum lama aku mematikan sambungan telpon untuk sandra pintu kamar terbuka.
"sudah makeup nya ?" - Tanya mama.
"sudah mah"
"cantik sekali anak mama" - Ucap mama sambil merapihkan helayan rambut di pinggir pipiku.
"mah?"
"emm?"
"aku gugup" - Ucapku sambil menunduk.
"di mobil udah mama siap kan makanan banyak tuh"
"nanti aja ah, nanti makeup ku luntur,apalagi lipstik"
"lipstikmu tidak akan luntur,yu kita ke bawah,yang lain sudah menunggu"
Aku hanya menganggukan kepala saja dan mama hanya menggandeng tangan ku.