
ISCO POV
Aku pun sampai dirumah alvin dan mencoba mengetuk pintu
Tok tok tok
Tiga kali ketukan belum ada yang menjawabnya
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam,ehh den isco,mari masuk"
"disini aja bi,saya mau nanya,apa resya ada disini?"
"ohh non re..."
Belum selesai bi ina bicara telpon ku berbunyi
"tunggu bi"
"halo?"
"..."
"dimana?"
"..."
"ngapain dia disitu?"
"..."
"oke gua kesitu"
Isco mematikan telponnya itu
"bi saya permisi ya,assalamualaikum" - Ucapku langsung meninggalkan bibi.
"iya den waalaikumsalam" - Ucap bibi sambil menutup pintu rumah
Aku melajukan kecepatan mobilku dengan kecepatan tinggi,sampai di tempat yang diberitahu oleh temanku,mataku langsung tertuju pada seorang wanita yang sedang di rangkul oleh laki laki. Aku yang melihat kejadian tersebut langsung menghampiri laki laki itu.
Bughhh
AUTHOR POV
Isco dengan rasa kesal langsung menghampiri laki laki itu dan memukulnya.
"ANJINGGG!!" - Ucap isco sambil memukul laki laki itu berkali kali.
"NGAPAIN LU RANGKUL RANGKUL CEWE GUA ***!!"
Dinda yang mengetahui kejadian itu langsung menghampiri dan memisahkan mereka berdua.
"woii udah!!udah!!" - Teriak dinda.
Dinda menarik jaket yang dikenakan isco, isco berhenti memukuli laki laki itu dan langsung menggendong resya menuju mobilnya.
"hahaha,*** banget si lu coo coo"
"gua udah cinta sama lu,tapi apa?hahaha lu malah ciuman sama anak baru sialan itu hahaha tolol"
"lu tau gk apa yang gua rasain saat liat kejadian tadi siang?"
"dasar bodoh!hahaha gua harap kejadian tadii bisa ngilangin rasa cinta gua ke elu,dan pergi jauh jauh dari lu hahahaha"
Itu lah ricauan yang keluar dari mulut resya disaat sedang mabuk berat, isco yang mendengar itu langsung memeluk dan mencium kening resya.
"maafin gua res"
RESYA POV
Aku membuka mataku di pagi hari dengan sisa sisa pusing karna semalam.
"ahh dimana ini?"
Aku melihat kesekeliling rumah,kamar yang lebih besar dari kamar ku,tapi aku tidak mengenali milik siapa kamar ini.
Ceklekk
"udah bangun?" - Ucap Isco yang ada di balik pintu.
"ko ada lu?ngapain?" - Tanya ku.
"ini rumah kita" - Ucapnya sambil berjalan ke arahku dan tengkurap sambil memelukku
"Isco!apaan si!gausah meluk meluk!sana ah!" - Ucapku sambil mencoba melepaskan tangan yang melingkar di perutku.
"aku tau kamu marah banget sama aku,tapi sumpah demi allah res,monik yang nyium aku,disit..."
"terus kamu diemin aja gitu?enak ya ga!" - Bentakku yang memotong ucapannya itu,akupun memalingkan wajahku ke arah lain.
"dengerin dulu,disitu aku udah mencoba untuk pergi tapi ditahan,aku diem karna aku reflek sayang,kejadian itu cuma selang 1 menit lebih sebelum kamu datang,aku minta maaf yaa,iya aku tau aku salah tapi aku bener bener gaada niatan buat nyakitin kamu sumpah res" - Jelasnya.
"terus tujuan kamu nyuruh aku ke atap sekolah itu untuk apa?"
"aku mau jujur ke kamu sama perasaan aku res,dan aku berharap kamu juga jujur soal perasaan kamu ke aku"
"hmmm"
Aku membuang nafasku kasar lalu berpindah posisi menghadapnya.
Cupp
Satu ciuman mendarat dipipi Isco
"jangan di ulangi lagi ya,bekas bibirku di pipimu itu tanda perasaanku" - Ucapku seraya tersenyum dan membalas pelukan Isco.
"terimakasih sudah memaafkanku,i love you" - Ucapnya sambil mencium bibirku.
"kamu mesum" - Ucapku sambil memukul tangan Isco.
"bibirmu manis,aku suka,boleh minta lagi?" - Ucapnya sambil menatapku.
"hanya ini!tidak lebih,aku tidak akan memaafkanmu kalau kamu mengingkar konsekuensimu dipernikahan ini"
"tidak sayang,hanya bibir,akan ku nikmati tubuhmu selulus kita sekolah,sekarang aku ingin menikmati bibirmu saja"
AUTHOR POV
Mereka berciuman dipagi hari dan itu cukup lama.
(mampus tu sarapan,untung udah nikah lu jadi gak dosa) - Author
"mandi gih" - Perintah isco.
"nanti dulu"
"mandii"
"ehh kamu gk berangkat sekolah?" - Tanya resya.
"engga,mau nemenin kamu" - Ucapnya sambil tersenyum.
Resya langsung masuk ke dalam kamar mandi dengan senyum manisnya.