THE BAD GIRL KETOS IS MY WIFE

THE BAD GIRL KETOS IS MY WIFE
CHAPTER 7



Setelah selesai mandi,resya pergi ke minimarket dekat rumahnya,untuk membeli coklat dan cemilan karna cemilan di rumah nya sudah habis,jika tidak ada makanan ringan resya merasa galau.


Sesampainya di minimarket resya merasakan semangat,entah kenapa,tidak seperti biasanya resya sangat antusias ke minimarket padahal hampir seminggu 3 kali resya ke minimarket tersebut.


"aduh gini nih kalo udah di minimarket ngadep makanan,pasti bingung mau beli apa,eumm,ambil aja deh sesuka gua" - Gumam resya


Setelah resya merasa sudah cukup,amel menuju kasir untuk membayar semua belanjaannya,harus menunggu 3 orang lagi yang mengantri didepan kasir,sedangkan awan diluar sana sudah mulai gelap pertanda ingin datangnya hujan.


"yaelah pake mendung segala lagi,mana gua jalan kaki" - Ucap resya dalam hati.


Ketiga orang yang tadi mengantri kini sudah pergi meninggalkan minimarket tersebut.


"ada kartu minimarketnya ka?" - Tanya pegawai kasir sambil memasukan barang belanjaan resya ke kantong plastik.


"ehh yaampun saya lupa bawa,emm pake kartu kredit aja dehh,nihh" - Ucap resya.


"baik ka,tunggu ya" - Jawab pegawai kasir itu.


Resya hanya menjawab dengan anggukan saja.


Setelah resya selesai membayar belanjannya,resya segera meninggalkan minimarket tersebut,dan di tengah jalan resya teringat,tujuan resya ke minimarket kan untuk membeli coklat juga.


"astaga,kan lupa!coklat!ahh mana udh setengah jalan,masa gua harus balik lagi sih,ahh yaudahlah demi coklat" - Gumam resya pelan.


Resya bergegas jalan menuju minimarket tadi untuk membeli coklat.


"ko balik lagi neng?" - Tanya tukang parkir.


"ada yang lupa pak" - Jawab resya ramah dengan senyum manisnya.


Resya masuk ke minimarket tersebut dan langsung mengambil coklat yang berada di meja kasir,resya tau ada seseorang yang sedang menunggu belanjaannya selesai dimasukan ke plastik oleh kasir,tetapi resya tetap nyerobot untuk mengambil coklat,bukan nyelak,resya hanya ingin mengambil,abis itu resya langsung mengantri.


"hey!ngantri dong mba!" - Perintah seorang laki laki.


"ma..maaf saya cuma ngambil coklat aja,abis ini saya akan mengantri lagi" - Jawab resya sambil menundukan kepala.


"nanti kan bisa,yang ngantri banyak lho!" - Ucap laki laki tersebut lagi.


"ba...baik mas" - Jawab resya masih menundukan kepala.


Setelah melewati laki laki tersebut resya melihat antrian sangat panjang,kira kira ada 5 orang lagi,melihat cuaca yang sudah mulai gelap resya langsung mendongakan kepalanya dan menguncir rambutnya sambil bergegas meninggalkan minimarket tersebut.


Laki laki yang melihat resya tadi langsung kaget dan berlari mengejar resya.


"suara tadi?kaya gk asing,tapi siapa ya?" - Ucap resya dalam hati.


"hey!" - Teriak laki laki tadi.


Resya pun merasa terpanggil,dan akhirnya menengok kebelakang untuk memastikan siapa yang teriak dan kepada siapa.


"siapa sii" - jawab resya.


Resya tidak begitu jelas dengan wajah yang melambaikan tangan kearahnya dari kejauhan.


"RESYAAA!" - Teriak lelaki itu.


Setelah sudah agak dekat dan resya melihat jelas siapa orang tersebut,kaget bukan main resya langsung speechlees di pinggir jalan.


"Ilhan!" - Ucap resya masih dengan posisi terdiam.


"hay" - Ucap ilhan dan tersenyum.


Akhirnya,setelah bertahun tahun resya menginginkan pertemuannya dengan laki laki yang di cintainya,tanpa sadar air mata resya jatuh mengenai pipi mulusnya.


"hey hey,jangan nangis,aku rindu kamu,aku sangat rindu kamu" - Ucap ilhan saat melihat resya menangis dan segera meraih kepala resya untuk dipeluknya.


ILHAN POV


Sore ini kegabutan gua dengan mengitari kota,dan sengaja berhenti di salah satu minimarket untuk membeli beberapa makanan dan minuman, karna selama perjalanan ini gua perut gua sama sekali gamasuk makanan apapun.


Setelah selesai mengambil makanan apa yang gua mau,gua pun ke kasir untuk membayarnya kebetulan sekali,kasir sedang sepi,tak lama kemudian muncul wanita dengan celana levis pendek dan blazer transparan yang panjangnya sepaha dan daleman baju lengan pendek berwarna putih polos menerobos antrian.


"hey!ngantri dong mba!" - Ucap gua dengan nada agak tinggi.


"ma..maaf saya cuma mengambil coklat aja,abis ini saya akan mengantri lagi" - Jawabnya.


Suaranya seperti familiar diotak gua,tapi siapa ya,gua gk memikirkan terlalu panjang tentang hal itu.


"nantikan bisa!yang antri banyak lho!" - Ketus gua.


"ba..baik mas" - Jawabnya singkat.


Setelah beberapa menit,gua melihat wanita tersebut sekilas dan dia sangat mirip dengan resya.untuk memastikannya gua langsung lari ngejar dia.