THE BAD GIRL KETOS IS MY WIFE

THE BAD GIRL KETOS IS MY WIFE
CHAPTER 23



Resya keluar gerbang dan berjalan ke arah barat, jika ia menunggu taksi di depan gerbang pasti isco akan menahannya, setidaknya resya bisa terhindar dari isco.


"gua sayang sama lu co gua sayang, gua cinta sama lu, tapi kenapa disaat gua udah jatuh cinta sama lu, lu malah ngerusak semuanya itu" - Batin resya.


Tidak lama taksi dari arah berlawanan pun muncul, resya segera melambaikan tangannya


"taksi" - Teriak resya.


Taksi itu berhenti resya langsung menyebrang jalan dan masuk ke dalam taksi tersebut.


"kemana neng?" - Tanya supir taksi itu.


"komplek mutiara blok 12 nomer 23"


Itu adalah rumah bang alvin, aku tidak pulang kerumah karna isco pasti akan menemuiku. Sampai di depan gerbang rumah abang ku, akupun keluar dari taksi dengan mata sembab, aku berjalan membuka gerbang.


"ehh non, nyari den alvin ya?" - Tanya ART di rumah bang alvin.


"iya bi, ada?"


"ada non dia di kamarnya"


Akupun masuk ke rumah itu dan menuju kamar abang kandungku itu.


Tok tok tok


"buka aja! gak di kunci" - Teriaknya dari dalam.


Ceklekk


Aku melihat abangku yang sedang bermain game di komputernya, ia menoleh sekilas ke arahku.


"tumben res" - Ucapnya.


"ehh wait" - Lajutnya.


Abangku itu langsung mematikan komputernya dan menghampiriku yang sudah tengkurap di ranjangnya sambil menangis.


"kenapa nangis?" - Tanyanya lembut.


Pertanyaannya hanya aku jawab dengan gelengan kepala.


"jangan boong, cerita sama gua"


"gua mau sendiri bang,gua nginep di sini ya, besok tolong ke sekolahan ijinin gua gak masuk, malam ini lu tidur di kamar sebelah aja, kalo ada yang nyariin gua kesini bilang gua gak ada, siapapun itu"


"widih, gua yang punya kamar gua yang di usir, yodah yodah, untung ade lu"


Bang Alvin pun keluar dari kamarnya dan meninggalkanku sendiri. Saat itu juga tangisanku semakin menjadi jadi.


AUTHOR POV


Resya menangis tak henti henti hingga sore hari. Isco yang masih mencarinya dari sepulang sekolah hingga malam ini terus mencari tanpa henti.


"kemana kamu resya" - Ucap isco sambil mengusap kasar kepalanya.


"apa dia di rumah bang alvin? gua harus ke sana, semoga aja ada"


Sedangkan resya sedang melamun di dalam kamar abangnya itu. Saat itu juga otak berandalnya amel keluar,ia bangkit dari ranjang dan mengambil handphone yang ada di meja komputer milik abangnya, resya membuka aplikasi whatsappnya lalu mencari kontak okta.


Whatsapp on


Grup SquadCiwi


Resya : p


Oktata : ape


Dindat : apa woi


Resya : 99 yu sekarang


Dindat : ayo lah otw


Resya : palkor traktir gua sepuasnya ya


Oktata : jemput gua ya


Resya : dat pake mobil lu ya


Dindat : siap


Resya : jemput dirumah abang gua


Dindat : oke otw nih siap siap sono


Whatsapp off


Resya pun menyiapkan diri, matanya yang sembab ia tutupi dengan makeup agar tersamarkan.


Tin tin


Resya yang mendengar suara klakson mobil dari arah bawah langsung berlari menuju sumber suara.


"kenapa pake ngeklakson sih,ntar bang apin keluar aja bisa ketauan gua" - Ucap resya berbicara sendiri sambil menutup pintu kamar.


Resya sudah keluar rumah dan masuk kedalam mobil.


"haloo beby" - Ucap dinda.


"lu bisa gak sih gak nge klakson,kalo abang gua keluar terus tau gua mau ke club pasti ga akan di bolehin!cepet deh jalan" - Jelas resya dengan suara serak karna menangis terlalu lama.


Musik yang sangat kencang di dalam mobil,okta dan dinda berjoget ria sambil bernyanyi, resya hanya bisa terdiam menatap keluar jendela.


"woi,gak ada gairah hidup banget lu?ada masalah ya?apa masalah lu sama isco waktu di sekolahan tadi?" - Tanya okta.


"gua gak ada mood buat cerita ta,mending lu lanjut aja joget sama nyanyinya deh gausah ganggu gua" - Perintah resya.


Setibanya di tempat hiburan malam itu resya terlihat sangat gugup pasalnya resya sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menginjakan kakinya ke tempat itu lagi.


Mereka bertiga masuk kedalam club tersebut. Malam itu juga resya mabuk berat,ya,ia terlalu banyak minum.