THE BAD GIRL KETOS IS MY WIFE

THE BAD GIRL KETOS IS MY WIFE
CHAPTER 14



Semua hanya terdiam pasrah mendengar ucapan mama tadi. Di jamĀ 17.56 azan maghrib berkumandang.


"ma, sholat maghrib dulu yu" - Ucap alvin


"disini siapa yang halangan, tolong yasinin ya"


sandra, nanda, alika, dan aunty nona sedang berhalangan dan terus membacakan yasin.


Mama, alvin, riko, papa, dan yang lainnya menuju kemusolah untuk shalat maghrib berjamaah.


"udah mah jangan nangis terus" - alvin


"mah, yuk wudhu, biar kamu tenang" - ucap papa


Selesai wudhu mereka masuk ke musolah dan mulai menunaikan ibadah shalat maghribnya, selesai shalat mereka berdoa masing masing


"ya allah ya tuhan ku, hamba tidak tahu apa yang lebih menyakitkan, meninggalkan atau di tinggalkan, tapi hamba mohon, hamba sangat ingin melihat anak hamba tumbuh dewasa dan bisa bahagia, tapi jika pilihan engkau tetap mengambil nyawanya, ambilah nyawaku juga, hamba sangat tidak siap kalau harus kehilangan anak hamba hari ini juga, ya allah yang maha mengasih lagi maha pendengar, kabulkan lah doa hambamu ini robanna atina fiddunia hasanah wafil'a hirotihasanah wakinna'ajabanar,aamiin"


18.20


Di ruang jenazah ini hanya tersisa mereka ber empat,sholawatan dari masjid atau musolah terdekat sudah terdengar lantunan surah yasin masih terdengar dan tiba tiba.


"aunty?" - Sandra


"kenapa?" - Jawab aunty


"aunty lihat" - Ucap sandra sambil menunjuk ke arah dada resya


Aunty nona mengerutkan keningnya,menegaskan apa yang di tunjuk sandra.


"apa sii san?" - Jawab aunty


"aunty tadi aku lihat dada ka resya bergerak naik turun dua kali tapi itu sangat pelan dan lama" - Jelas sandra


"kamu salah lihat kali" - Jawab aunty


"sumpah demi allah aunty, awalnya aku lihat itu bergerak satu kali, aku pikir aku salah lihat, tapi itu bergerak kedua kalinya dan aku yakin aku gk salah lihat,nanda lihat gk?emang sangat pelan, coba aunty tegesin lagi"


Aunty nona tetap menegaskan dada resya,dan benar, dadanya bergerak naik dan turun sangat pelan dan sangat lama jangkanya.


"DOKTERRRRRR" - Teriak aunty nona didalam kamar jenazah


"alika, kamu panggil dokter atau suster seketemunya, sekarang!" - Perintah aunty


"iya aunty" - Jawab alika


Alika membuka pintu kamar jenazah itu dan kebetulan ada suster yang mungkin beberapa detik yang lalu melewati kamar jenazah ini.


"sus sus,tolong periksa sodara saya sus,dia masih bernafas tapi sangat pelan" - Ucap alika sambil tergesah gesah


"tenang dulu ya adek,saya panggilkan dokter dlu" - Jawab susternya.


"sabar ya dek tenang" - Jawab susternya sambil menenangkan alika.


Alika kembali ke kamar jenazah dan beberapa menit kemudian dokter masuk di ikutin oleh dua suster di belakangnya


"dok tolong periksa yang teliti dok,keponakan saya masih bernafas dok walaupun sangat kecil nafasnya"


"ibu mohon tenang ya,biar saya ambil tindakan"


Dokter sedang memeriksa resya dan melihatkan senyum dibibirnya


"dok bagaimana dok?"


"saya butuh bicara dengan orang tuanya"


"sa..saya aunty nya dok, orang tuanya sedang sholat di musholat terdekat, tolong beritahu saya apakah keponakan saya masih hidup?"


"alhamdulillah, atas mukjizat yang allah berikan kepada resya dan keluarga, resya masih hidup, tapi masih dalam kondisi koma, dan akan dipakaikan alat bantu untuk bernafas, mohon tenang ya bu, resya akan saya pindahkan ke ruang ICU untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut,saya permisi ya bu"


"alhamdulillah ya allah, terima kasih yaallah terima kasih" - Ucap aunty sambil bersujud


"aunty hikss"


"kaka mu akan baik baik saja sayang,hanya sedang butuh perawatan"


Tidak lama kemudian papa mama dan yang lainnya pun kembali ke ruang jenazah,saat mama membuka pintu ruangan tersebut tidak ada satu orang pun di sana, bahkan resya pun tidak ada


"pah?ko?semuanya kemana?" -Tanya mama mulai panik


"ma,ma,tenang ya,tenang dlu sayang,jangan panik,kita tanya ke suster" - Ucap papa lembut untuk menenangkan mama


"tante,kayanya kita harus keluar dari ruangan ini deh,kita harus cari yang lain sekalian nanya nanya juga sama suster" - Ucap riko


"mama" - Panggil sandra agak sedikit berteriak dan lngsung memeluk erat mamanya


"apa yang terjadi sayang?" -Tanya papa


"ka resya masih hidup pah,tapi dia koma,aku seneng karna ka resya masih bernafas,tapi aku khawatir karna kondisi ka resya masih sangat buruk..hiks" - Jawab sandra sambil menangis


"alhamdulillah ya allah" - Syukur mama sambil bersujud dan kemudian bngun kembali


"gak apa apa sayang,semua akan baik baik aja" - Ucap papa sambil mengusap rambut sandra.


Sandra hanya menangguk sambil menyeka air mata yang membasahi muka dan membuat matanya menjadi sembab


Sekitar 9 hari resya koma,dan akhirnya membuka matanya,terlihat kurus,pipi yang kempot,ya,mengurus semenjak sakit,semakin hari kondisi resya semakin membaik,resya sudah kuat untuk berjalan walaupun hanya jarak dekat yang bisa ia tempuh.


FLASHBACK OFF