
5 menit kemudian salah satu photografer itu memberi sebuah kode kepada papa untuk berdiri karna pengantin wanita sudah datang.
"Isco ayo berdiri" - Perintah papa
Akupun menurutinya. Dan tidak lama dari itu Resya dan om Alex berjalan menuju penghulu, aku tidak pernah habis fikir bahwa Resya akan secantik ini. Aku kagum, takjub, aku tambah jatuh hati padanya. Resya dengan bunga di tangannya yang memakai sarung tangan dan wedding veil dengan hair bridal di kepalannya serta gaun putih yang membuat dia terlihat sangat anggun.
"ngapain ngeliatin gua kek begitu?" - Kata resya tiba tiba.
"cantik" - Ucapku tanpa sadar dengan suara agak sedikit keras hingga hampir semua orang dengar dan menertawakanku.
Acara pun dimulai, aku mengucapkan ijab kabul berulang ulang kali, aku masih sangat gugup hingga aku mengucapkannya dengan tarikan nafas kedua itu pun terbata bata, dan itu tidak boleh. Akhirnya.
"saya terima nikah dan kawinnya resya Sandra Alexander binti Trevon Alex D Silva dengan mas kawinnya tersebut tunai"
"bagaimana para saksi?" - Penghulu
"SAH!"-semua serentak mengucapkan sah.
Al fatihah di bacakan dan acara ijab kabul pun selesai,semua tamu mendekat ke arah aku dan resya untuk mengucapkan selamat.
Skip
Acara pernikahan akhirnya sudah selesai. Aku melihat amel berjalan menuju mobilnya, belum sempat dia membuka pintu mobil tersebut, mama yasmin memanggilnya entah apa yang di bicarakan, aku tidak dengar karna kondisi parkiran sedang ramai ramainya. Tidak lama mereka berdua menghampiriku.
"Resya, kamu pulang ke rumah isco, dia kan sudah jadi suami mu sekarang. Baju sekolah kamu nanti malem di hantarkan sama bang alvin"
"maa" - Ucap resya sedikit merengek.
"mama juga berat sayang melepas kamu seperti itu, tapi mama harus ikhlas berjauhan dengan kamu, sering sering ke rumah, mulai besok kalian tinggal di rumah baru kalian"
"aku akan rindu mama" - Ucap resya sambil memeluk mama yasmin.
"tenang saja, rumah kalian masih satu komplek sama rumah mama, jaraknya juga tidak terlalu jauh, dan kamu isco, jaga resya baik baik ya, jaga nafsu kamu ingat komitmen keluarga kita, ya sayang? mama pulang duluan ya mama harus ikut bantu mengantarkan makanan box untuk tetangga"
"baik mah,hati hati di jalan, i love you"
"i love you to my princess,hmm berarti mama gk nyuapinin kamu makan lagi ya hihihi"
"bufffttt" - Aku mencoba menahan tawaku.
"ihhh mama maluuu"
"hahaha assalamuakaikum sayang" - Ucap mama sambil menutup pintu mobilnya
Didalam mobil hanya aku dan resya berdua,tidak ada omongan di antara kita,aku masih senyum senyum mengingat omongan mama mertuaku itu.
"Mau makan dulu gak? " - Tanya aku.
"Gofood aja nanti di rumah" - Jawab resya.
"Mau sekalian aku suapin gak nanti? hahahaha" - Tanya aku sambil ketawa
"Ihh gak suka deh bercandanya" - Jawab resya dan langsung ngambek.
"Ohh iya besok berangkat bareng aku pake mobil ya?" - Tanya aku lagi.
"iyaa, naik motor saja,lebih cepat"
"oke"
Aku dan resya pun sampai di rumah ku, di rumah masih belum ada siapa pun, pintu saja masih terkunci.
"belum ada yang sampai" - Ucapku
"aku tau"
Pintu sudah ku buka, aku dan resya ke atas menuju ruang tidur ku.
"kamu tidur di sini,nanti aku tidur di kamar tamu"
"terserah kamu"
"anggap saja rumah sendiri, kalo butuh bantuan panggil aku" - Ucapku sambil keluar dari kamar itu.
RESYA POV
Isco menyerahkan kamar tidurnya untuk ku dan dia memilih tidur di kamar tamu. Sebenarnya tidak masalah juga jika dia tidur satu ranjang dengan ku, mungkin dia takut tidak bisa mengendalikan nafsunya jadi lebih baik berpisah ranjang.
"astaga isco, kamarmu sangat berantakan" - Ucapku sambil merapihkan ranjang tersebut.
Kamar itu aku bersihkan hingga semuanya rapih, terakhir membersihkan meja belajar yang memiliki 2 pintu laci.
Saat ingin memasukan sebuah pulpen ke laci paling bawah aku melihat sobekan foto,tapi hanya satu potongan saja.
"siapa perempuan ini?"