THE BAD GIRL KETOS IS MY WIFE

THE BAD GIRL KETOS IS MY WIFE
CHAPTER 26



Hallo Para Readers Terima Kasih Sudah Support Novel Ini Dari Awal Sampai Saat Ini.


Jangan Lupa Like, Comment, Vote Ya.


Dan Juga Jangan Lupa Baca Novel Terbaru Aku Yang Judulnya :


- I WANT TO BE WITH YOU


Terima Kasih Semua Sudah Meluangkan Waktu Buat Baca Novel Terbaru Aku.


HAPPY READING


AUTHOR BY AXRANS


Mobil Isco pun memasuki pintu gerbang dan memarkirkan nya di parkiran sekolah. Aku menggunakan seragam yang bukan biasanya pun merasa ragu untuk keluar mobil,aku masih mematung di dalam mobil sambil melihat siswa siswi yang berlalu lalang dari kaca spion,aku yang menunjukan muka khawatirku.


"astaga kalo gua keluar terus mereka semua natap gua dengan tatapan aneh gimana?ko hari ini gua gak pede banget si,semua juga gara gara isco" - Batin ku sambil membuat pout di bibirnya.


"mau tetep jadi patung di mobil gua hah?" - Ucap Isco membuyarkan lamunanku


Aku pun membuka sabuk pengaman yang kupakai tadi lalu membuka pintu mobil dan keluar.


"ya astaga bidadari feminim jatoh dari langit ke berapa itu"


"itu Resya"


"***** ini si pertama kali seumur hidup gua ngeliat resya kayak gitu"


Begitulah ocehan ocehan yang terdengar, meskipun tidak terlalu negatif tetap saja aku tidak percaya diri. Isco berjalan di depanku, jaraknya lumayan berjauhan, aku hanya tertunduk malu dengan banyaknya sorotan mata. Tiba tiba tangan ku di pegang oleh tangan kekar yang tidak asing itu, ntah lah isco mungkin mengetahui bahwa aku sedang jadi topik pembicaraan murid murid disekolah pagi ini.


"gua baru tau seorang resya itu bisa gak percaya diri kaya gini" - Ucap Isco terkekeh.


"gua kaya gini karna lo tau" - Ketus Resya.


Isco menanggapi ucapan Resya dengan senyum miring yang bisa membuat cewe satu sekolah itu kejang kejang.


Aku pun sampai di depan kelasku, isco yang masih berdiri di hadapanku menatap bingung ke arahku


"kenapa diem disini?masuk ke kelas lah sana" - Ucap Isco.


"malu tau" - Ucapku


"hei,lu kayak gak pake baju aja malu,lu kan pake baju, lagian lu itu lebih cantik dan sopan kalo seragam lu kaya gini,percaya sama gua,orang yang ngomongin lu di sepanjang koridor tadi itu positif semua,gua harap lu berpakaian kaya gini seterusnya" - Ucap Isco sambil mengusap rambutku.


"sekarang masuk ke kelas sana,gak akan ada yang ngejek lu,gak ada yang berani ngejek lu res,lu kan jutek,galak,tomboy,geng lu di takutin sama angkatan lu dan ade kelas hahaha" - Ucapnya diiringi oleh tawa seolah mengejek.


Aku pun mencubit perutnya tanpa dosa.


"sialaaaannn"


"adu duuhh sakit sakit,iya iya maap aduh" - Ucapnya kesakitan.


Aku melepas cubitanku, Isco memegangi perutnya yang tadi aku cubit itu.


"yaudah gua masuk ya,bye" - Ucapku.


Isco pun mengangguk dan berjalan pelan meninggalkan ku, aku yang belum berterima kasih kepadanya karna sudah menyemangatiku kembali keluar kelas berharap isco masih berjalan tidak jauh dari kelasku dan benar saja.


"ISCOOO " - Teriak ku.


Aku masih berjalan menghampirinya yang sudah berhenti menungguku,sampai di hadapannya aku pun mencium bibirnya.


Muucchhh


Aku melihat isco melebarkan bola matanya kaget dan bisikan anak anak yang ada di luar kelas. Aku melepas ciuman ku dan tertawa melihat ekspresi lucu dari suamiku


"makasih udah nyemangatin gua ya" - Ucapku


Isco masih terdiam kaget atas perlakuanku barusan,akupun mendekati telinganya dan membisikan


"I Love You"


Aku menjauhkan tubuhku lagi darinya lalu tersenyum.


"I Love You To" - Ucapnya yang masih mematung dengan ekspresi yang sama.


"hahaha mau sampe kapan gak kedip kaya gitu" - Ucapku berhasil menyadarkannya


"ha?ehh emm yaudah haha gua ke kelas dulu" - Ucapnya gugup.


"ciee melting hahaha" - Ledek ku dan langsung meninggalkan Isco menuju kelasku.


Saat di dalam kelas teman teman ku menatap ku.


"yaa astaga?ini Resya?oh my gods seumur hidup gua baru liat lu pake seragam kaya gini tau gak sih" - Ucap Dinda


"yaps,ini seragam yang bakal gua pake mulai hari ini dan seterusnya" - Ucapku sambil menaruh tasku.


"lu serius res?" - Tanya Dinda.


"Apa jangan lu mau meninggal dan sebelum lu meninggal lu mau memperbaiki diri lu dulu" - Lanjut Dinda yang sangat penasaran.


"Yeee enak aja lu kalo ngomong gak disaring dulu, lagian sejak kapan gua main main sama ucapan gua,gua ini ketos sekarang,sikap sama pakaian gua harus bisa jadi contoh buat murid murid yang lain" - Jelasku.


"Wahh gila lu jadi berubah gini sifat lu gara gara apa nih " - jawab Dinda.


Tiba tiba Okta neriaki namaku di depan pintu kelas


"RESYAAA"


Aku dan yang lain menoleh ke arahnya karna suaranya yang terlalu kencang pagi pagi seperti ini.


"Resya Resya Resya astaga sumpah" - Ucapnya sambil berjalan terburu buru menghampiri aku dan dinda.


"apaan si,pagi pagi udh teriak teriakan" - Ucap Dinda


"apa lu bener nyium ka Isco di koridor kelas?" - Tanya Okta dengan sedikit berbisik.


"apa?lu nyium ka Isco?!" - Ucap Dinda kaget.


"iya,emang kenapa?" - Ucapku santai


"ya allah Res lu itu pagi pagi udah jadi hot news satu sekolah tau gak,kalo sampe itu berita masuk ke kuping guru guru,aduh gak tau lagi deh gua bakal kaya gimana jadinya nanti"


"eh bentar bentar,sebenernya lu itu punya hubungan apa sih sama cowo kelewatan ganteng itu?" - Tanya Dinda


"gua?gua...ahh nanti gua jelasin sepulang sekolah aja dah,tapi lu berdua janji diantara satu sekolah yang tau soal hubungan gua sama Isco itu cuma gua,Isco,lu dan lu" - Ucapku sambil menunjuk Dinda Dan Okta di kalimat lu dan lu.