THE BAD GIRL KETOS IS MY WIFE

THE BAD GIRL KETOS IS MY WIFE
CHAPTER 13



Salah satu foto yang ada di meja sebelah kiri terjatuh tanpa sebab


"astagfirullah ya allah"


Mama kaget, gelisah, perasaannya sangat tidak memungkinkan. Mama mengangkat foto tersebut dan melihat gadis yang memakai baju wisudanya waktu SMP sedang senyum menandakan bahwa dirinya sedang bahagia. Mama tersenyum tanpa di sadari air mata mama terjatuh membasahi pipi, mama menyeka air matanya dan memanggil bibi untuk merapihkan pecahan kaca dari bingkai foto tersebut


"biiii" - Teriak mama.


"iyaa nya?" - Jawab bi siti sambil menghampiri mama.


"maaf bi tolong rapih kan serpihan kaca ini ya bi,dan ganti bingkai ini dengan yang baru,hati hati kena kaki dan tangan bi" - Perintah mama.


"baik nyonya" - Jawab bi siti.


Mama kembali ke sofa yang sejajar dengan tv sebelum mama menduduki sofa itu tiba tiba telpon mama berbunyi mama mengambil ponsel miliknya.


"rs medika?" Gumam mama sebelum mengangkat telfon itu


"..."


"waalaikumsalam,ada apa ya sus?"


"..."


"benar saya sendiri"


"..."


"tunggu ini sebenarnya ada apa sus"


"..."


Tut tut tut


"sus?sus?"


Telefon pun terputus mama pun merasa ada yang gak beres dan Mama bergegas menuju ke rumah sakit medika menggunakan taksi dengan hujan yang masih membasahi kota.


Sesampainya di rumah sakit mama langsung diarahkan oleh suster menuju salah satu ruangan. Didepan salah satu ruangan mama sudah melihat sandra, bang alvin dan riko, mama melihat sandra yang sudah menangis sesegukan,riko yang duduk di lantai sambil menyenderkan kepalanya di tembok rumah sakit, bang alvin yang sedang memeluk sandra dan mengeluarkan air matanya.


"sandra" - Panggil mama dengan terengah engah.


"mama" - sandra yang mengetahui keberadaan mamanya itu langsung memeluknya


"ada apa ini?" - Tanya mama.


"hikss mama hikss" - Tangis sandra.


"kenapa?!alvin!kenapa ini?riko?beri tahu mama ada apa ini!!" - Tanya mama sambil sedikit berteriak dan mengeluarkan air matanya,mama melihat nama ruangan tersebut


"kamar jenazah?"


Semua tertunduk, tidak ada yang menjawab, sandra masih memeluk mamanya dengan erat


"mah, kita ke dalam, mama bisa liat sendiri apa yang terjadi" - Ucap alvin lembut


Alvin dan mamanya itu membuka pintu jenazah dan melihat ada satu orang berbaring dirumah sakit dengan kain yang menutupi seluruh badannya sampai muka.


"ini siapa alvin?"


Alvin membuka kain tersebut,dan melihat wajah seorang gadis dengan banyak darah dimukanya yang terus menerus mengalir,mama yang mengetahui gadis tersebut langsung memeluknya dan menangis sangat keras.


"RESYAAA!!!"


"maa udah ma,ikhlas" - Ucap alvin yang coba menenangkan mama.


"innalilahi wainnalilahi rojiun" - Gumam mama ditengah nangisnya


"sabar ma" - Ucap alvin sambil mengelus dada belakang mamanya itu


"sayang?bangun nak, kamu gak boleh ninggalin mama, mama sayang sama resya, bangun sayang bangunnn!hikss hiksss" - ucap mama sambil menggoyangkan tubuh resya.


"ma,ikhlas ma,kita harus doa biar resya tenang disana,mending yasinan aja yu"


Suasana masih sendu,masih ramai dengan tangisan,masih diruang jenazah karna menunggu administrasi selesai dan memproses mayat resya kira kita sudah 3 jam lebih diruang mayat,rencananya akan di pulangkan sekitar jam 18.30 dini hari,sekarang baru jam 17.09,yasin tidak berhenti dibacakan,bergantian orang.


"papamu sudah dimana?"


"sebentar lagi sampai mah katanya"


Kira kira setengah jam berlalu akhirnya papa sampai di rumah sakit, setelah melihat keadaan anaknya yang sudah berbaring tak bernyawa didalam ruang jenazah tersebut papa langsung mengeluarkan air matanya


"sayang,ini papa, jangan tinggalkan papa nak, papa sayang sama kamu" - ucap papa lembut di telinga gadisnya


"habis maghrib jenazah resya dibawa kerumah pa" - ucap alvin lembut


Mama yang mengetahui itu langsung membentak dan menolaknya,mama benar benar sangat depresi


"gk!enggaa vin!resya akan tetap di sini!resya bisa hidup!resya bisa hidup kembali!mama yakin!resya tidak akan meninggalkan mama!"


"ma aku tau mama sangat terpukul dengan kepergian resya,tapi tolong ikhlaskan biar resya tenang ma"


"RESYA"


"TIDAK"


"AKAN"


"MENINGGALKAN"


"MAMA!"


"resya sayang,kamu tetap sama mama kan nak?kamu pernah janji tidak akan meninggalkan mama nak,mama yakin kamu masih hidup sayang,bangun sayang mama sangat khawatir" - ucap mama gemetar dengan tangisan yang tidak ada hentinya.