
RESYA POV
Malam pun tiba, hari jumat, malam sabtu, sebuah keluarga kecil di meja makan, ada papa, mama, bang alvin, sandra, bi siti, pak Benny, kak irvan ( sekertaris papa ), kak annisa ( mama's most trusted ), dan isco.
Isco datang makan malam bersama karena papa yang mengajaknya, isco duduk tepat di sebelah gua, rasanya ingin pindah, hufftttt kalo bukan karena papa lebih baik gua makan di kamar.
"Isco makan yang banyak ya" - Ucap papa sambil memberikan piring yang berisi udang crispy.
"Ahh baik om terima kasih banyak" - respond isco sambil tersenyum.
"Kamu tolong jaga resya di sekolah, kalo ada urusan sekolah kegiatan atau tugas yang terpaksa harus pulang larut malam kamu harus anter pulang dia sampai depan rumah yaa?" - Ucap papa.
"Baik om, saya akan menjaga resya" - Jawab Isco.
"Apa apaan sih ini papa bikin malu aja" - Ucap resya dalam hati.
"Papa aku sudah besar, aku bisa jaga diri sendiri" - Celetuk gua yang gak terima.
"Kamu itu perempuan sayang, siapa lagi yang akan jaga kamu di luar rumah selain isco, kamu itu harus nurut sama calon suami kamu" - Ucap papa.
Gua yang ngedenger " Calon Suami " langsung membulatkan mata gua, isco, bang alvin, sandra. Kita semua terkejut, tapi mama, mungkin mama sudah ngerti sama omongan papa barusan.
"Tunggu tunggu, papa mau mereka tunangan terus nikah gitu? " - Tanya bang alvin untuk memastikan.
"Tepat sekali" - jawaban papa sambil makan makanan nya.
"Terus? " - Tanya kan bang alvin.
"Setelah lulus sekolah papa ingin mereka tunangan dan segera menikah" - Ucap papa.
"Papa aku masih terlalu muda untuk menikah, aku masih mau kuliah, menghabiskan masa remaja sama teman teman sebaya ku, aku gak mau jadi mama muda, aku blom siap buat ngurus suami apalagi anak" - Tegas gua dan langsung meninggalkan meja makan dam di susuli oleh mama.
"Sayang sebaiknya kamu nurut apa yang papa katakan, kami akan membuat perjanjian di pernikahan sebelum, kalian lulus sekolah kalian jangan berhubungan badan dulu ya, setelah sekolah kalian selesai kalian boleh ngapain aja, kamu tau kan sifat papa kayak gimana, isco itu anak yang sangat baik, sepertinya dia sangat menyayangi kamu dan gak akan menyakitimu,kamu mau ya" - Ucap mama.
"Kamu pikir pikir lagi ya, mama harap kamu mau" - Lanjut mama.
"Iyaa ma nanti resya pikirin lagi" - Jawab resya.
"Yaudah sana istirahat gihh" - Ucap mama.
"Iyaa iyaa ma" - Jawab resya.
Gua langsung masuk ke kamar dan tidur.
.......
Hari ini adalah hari sabtu, setiap hari sabtu sekolah libur, gua tetep bangun pagi karena alarm membangunkan gua, mama dan papa udah berangkat kerja, masih menggunakan piyama tata bt21 kesayangan gua berjalan menuju meja makan dan melihat makanan kesukaan gua yang gak lain dari pisang bakar coklat dan keju parut diatas tebal.
Melihat itu gua langsung ke kamar mandi dan sikat gigi, lalu menyantap makanan kesukaan gua itu.
"Non mau bibi siapin baju buat latihan band nanti? " - Ucap bi siti.
"Gak usah bi, aku sendiri aja yang siapin, bibi istirahat ajaaaa, piring ini nanti aku yang cuci" - Jawab gua.
"Gpp bi, bi siti cape kan bebenah rumah sendirian, udah gpp bi siti ke kamar aja istirahat" - Ucap gua sambil tersenyum ke arah bi siti.
"Baik non terima kasih" - Jawab bi siti.
"Sama sama bi, nanti siang tolong masak ini lagi yaa bi" - Jawab gua sambil menunjuk pisang bakar coklat yang lagi gua makan.
"Baik non" - jawab bi siti sambil mengacungkan jempol dan segera meninggalkan gua di meja makan.
Selesai sarapan gua bergegas untuk mandi dan ke studio tempat biasa gua latihan band sama temen temen gua.
Sesampainya di studio gua duduk di bangku dan memainkan gitar listrik yang di sediakan di sana. Sedang asik dengan gitar listrik gua gak sadar kalo Ahmad udah di samping gua sedang memainkan handphone nya.
"Ehh Ahmad, kapan lu dateng? " - tanya gua.
"15 menit yang lalu lah kira kira lah" - jawab Ahmad dengan santai.
"Kok gua gak tau ya" - tanya gua lagi.
"Lu aja keasikan main gitar gimana mau tau" - jawab Ahmad sambil narik hidung gua.
"Ck gak usah narik narik hidung gua cuman punya satu kalo putus gimana? " - Celetuk gua sambil mengusap usap hidung kesayangan gua.
"Hahahaha" - Nicko
"Yang lain pada blom dateng? " - Tanya gua.
"otw katanya, buka grup aja lu omelin mereka, ntar juga gc dia takut di omelin cewe cantik kayak lu, lu kan cantik cantik galak" - Kata dia ngeledek,
"Jayus!!" - Jawab gua singkat.
Nicko terkekeh ngeliat ekspresi gua yang kesel.
Beberapa menit kemudian temen temen gua pun mulai datang secara bersamaan.
"Lama lu" - Ketus gua.
"Macet beb, ayo latihan" - Jawab Rendy.
Selesai latihan band, kira kira 5 jam gua latihan di selang istirahat berkali kali. Setelah latihan selesai gua berniat menemui teman teman gua, yaaa kita ke club 99, itu lah tempat surga dunia gua buat ngilangin beban pikiran. vodka, dj, lampu disko yang Indah, itu bisa bikin beban pikiran gua seketika hilang begitu aja.
Setelah itu gua gak inget apa apa lagi, gua bangun tiba tiba udah di kamar gua dan tubuh gua tertutup oleh selimut, yang gua rasa kan itu pusing dan mual, gua beranjak dari kasur berniat untuk mengganti bagu dengan piyama.
Ya kalian mungkin menganggap gua sebagai bad girl, itu lah gua, ini dunia gua, kalian pasti berpikir pikir anak di usia 16 tahun udah berani ke club dan mabok mabok yaaa terserah, ini faktanya, gua gak ngada ngada.
"Btw tadi siapa ya yang bawa gua pulang? " - Bertanya pada diri gua sendiri.
"Bodo amat ahh mending gua tidur aja" - Lanjut gua.
Karena hari sudah malam gua pun tidur.