
Aku dan mama berjalan di atas tangga, dan melihat di lantai bawah sudah sangat sepi dan rapi.
"kemana semua orang mah?" - Tanyaku.
"mereka di luar" - Jawab mama.
Aku sudah menginjak tangga terakhir dan menuju pintu utama rumah ini.
Saat pintu utama di buka oleh mama mata semua orang yang ada di luar tertuju kepada resya.
"astaga cantik sekali"
"she is very cute"
"masya allah keponakan aunty cantik sekali"
Begitulah perkataan yang keluar dari mulut saudara saudaraku. Aku pun berjalan menuju mobil dan melihan abangku, Bang Alvin berdiri mematung di hadapanku,aku yang melihat itu hanya memberi smirk kepadanya dan berkata
"ko matung lu?gua tau gua cantik, dan itu dari lahir, baru sadar ya?hahaha"
"idih,kepedean banget lu jadi orang" - Ucapnya mengeles.
"gausah ngeles,gua tau isi otak lu hahaha" - Ucapku sambil menutup pintu mobil.
"kalo hari ini bukan hari spesial lu, udah gua bikin pala lu meletak!" - Ucapnya sedikit teriak
"mau dong,wle" - Ledek ku sambil menjulurkan lidahku.
Aku mengambil ke sempatan itu hanya untuk menenangkan diri saja, supaya tidak terlalu nervous.
"masih jauh ya mah?" - Tanyaku.
"itu di depan, sudah dekat" - Ucap mama sambil menunjuk kearah gedung dengan nuansa putih, sangat bagus dan megah.
"bawa bunga ini sayang" - Ucap mama sambil memberi bunga ke tanganku.
Aku memang tidak tau apa apa akan persiapan acara ini, begitupun mama, keluarga kami hanya duduk manis saja dan hanya terima jadi, bahkan aku hanya di beritahu gaun apa yang harus aku pakai di pernikahanku.
Aku pikir pernikahan ini akan dilaksanakan dengan sederhana karna usiaku yang sangat muda, ternyata tidak, aku salah kalau memikirkan hal itu.
Masuk lah aku ke gedung itu dan bertapa bagusnya dekorasi gedung ini untuk pernikahanku, bisa di bilang ini berlebihan, karna aku tidak mengeluarkan sepeser uang pun untuk ini, tapi apapun akan orang tua lakukan untuk anaknya sendiri.
Aku menghentikan langkahku,di sana sudah ramai orang yang datang,aku melihat ke sekeliling gedung itu,benar benar sangat indah.
"tidak sayang" - Jawab mama.
Papa pun menghampiriku.
"gandeng papa sayang" - Ucap papa sambil melebarkan antara sikut dengan pinggangnya
Aku pun mengandeng papa,dan berjalan kembali semua berdiri dan aku melihat di depan sudah ada laki laki parubaya yang mungkin itu penghulu dan...
"Isco" - Ucapku pelan bahkan hampir tidak terdengar
Aku menoleh ke arah papa dan papa hanya tersenyum bahagia, papa pun ikut menoleh.
"tersenyum lah sayang,papa tau di dalam lubuk hati kamu,kamu bahagia"
Ya memang,aku bahagia,tapi aku sangat gugup dan sedikit bergemetar. Aku sudah duduk tepat di samping isco yang sedari tadi melihat ke arahku tanpa berkedip.
"ngapain ngeliatin gua gitu" - Ucapku berbisik.
"cantik" - Jawabnya dengan suara lantang hingga hampir semua orang dengar dan tertawa lepas.
ISCO POV
Keluargaku datang lebih awal, semua sudah duduk di bangku masing masing di gedung itu termasuk aku, aku yang masih terpaku dengan nuansa dekotarasi gedung sebesar dan secantik ini.
Yang datang ke pernikahanku hanya kerabat mama papa saudara saudaraku, kerabat tante Yasmin dan om Alex juga saudara saudara Resya.
Tidak lama menunggu, aku mendapat kabar jika keluarga Resya sudah ada di halaman depan gedung ini, jantungku berdetak semakin kencang dan nafasku tak karuan,aku pun membenarkan jas hitamku,ku ambil oksigen yang banyak lewat hidungku ku buang dan ku buang lewat mulutku dengan kasar.
"apakah Resya sudah dekat pah?" - Tanyaku.
"sudah di dekat dekat sini, sebentar lagi akan sampai" - Jawab papa
"aku nervous"
"memang seperti itu anak ku"
"papa aku teringat mama" - Ucapku lirih.
"ada saatnya kamu bersedih nanti,duduklah diam" - Ucap papa.
Aku terdiam cukup lama,tidak bicara,yang kulakukan hanya minum minum dan minum,gedung ini dipenuhi oleh dinginnya ac tapi air keringat ku terus saja keluar dan mengalir.