
Aku pun duduk di bangku paling belakang dengan senyum lebarku,tempat dudukku bersampingan dengan okta. Okta yang mengetahui kalau aku sudah dikelas pun langsung menghampiriku.
"woi,muka lu ceria banget?tumben" - Ucap okta sambil menyubit pipi ku.
"mau tau aja" - Jawab aku.
"iya deh, eh res, gua denger denger ada anak baru loh di kelas 11 ips 3"
"yeeee biang gosip lu, apa urusannya gua sama anak baru itu" - Jawabku sambil membuka handphone ku.
"ya lu kan sekarang ketua osis jadi lu wajib tau" - Ucapnya
"terserah, lu kimia pasti belom kan? nih salin punya gua, kimia pelajaran kedua kan, nanti bel ganti pelajaran lu malah ribet sendiri"
"widih thanks banget ini mah mwa" - Ucapnya sambil mengecup pipiku sekilas.
"astaga air liur lu haram okta" - Teriak ku sambil mengelap pipi ku dengan tangan.
Okta yang mendengar itupun terkekeh geli.
Skip
Bel isoma berbunyi, aku dan okta berjalan menuju masjid sekolah,di pertengahan jalan aku bertemu isco, isco pun tersenyum padaku, ketika ber pas pasan dengannya dia berbisik.
"gua tunggu abis solat, jangan lupa ya" - Bisiknya.
Akupun tersenyum mendengar itu.
"ciee cieeee,bisikin apaan tuh dia sampe lu senyum senyum gini hahaha" - Celetuk okta.
"okta!! berisik deh!" - Jawabku agak membentak tetapi wajahku sangat merona.
Selesai solat zuhur aku pun kekelas untuk menaruh mukenaku dengan terburu buru dan meninggalkan okta yang masih kebingungan.
"mau kemana sii res?" - Tanya sahabatku itu.
"ada urusan, lu tunggu sini ya kalo bel masuk gua belom ke kelas, bilang aja gua ke uks sakit,oke?bay!"
Akupun berjalan dengan semangatnya menuju atap sekolah. Tinggal 1 anak tangga yang tersisa aku melangkah sambil tertunduk melihat anak tangga itu kemudian berdiri mematung,senyum yang ku bawa dari kelasku itu tiba tiba memudar.
"brengsek!"-ucapku dengan nada bergetar
ISCO POV
Solat zuhur sudah selesai, aku dengan buket di tangan ku.
Berjalan menuju atap dengan harapan bahwa resya akan berkata jujur dengan perasaannya padaku. Sampai sudah di atap sekolah, sekitar 5 menit aku menunggu kedatangan resya dan tidak lama aku mendengar suara langkahan kaki mendekat ke arah ku.
"res lu lama ba...monika?!" - Ucapku kaget setelah mengetahui siapa yang datang.
Monika ini adalah mantan pacar ku, dia meninggalkanku demi laki laki yang lebih kaya dariku.
"isco aku kangen" - Ucapnya sambil memelukku
Akupun melepas pelukannya
"kenapa? kaget ya? aku sengaja pindah sekolah karna aku mau nemuin kamu dan aku gak mau jauh jauh dari kamu" - Ucapnya sambil mengelus pipiku.
"ko kamu ngusir aku? isco aku tuh masih sayang banget sama kamu"
"astaga monik muak gua dengernya! mending sekarang lu pergi!"
"enggaa isco aku ga akan pergi"
"kalo gitu gua yang pergi"
Belom sempat aku meninggalkannya,dia pun dengan cepat menghalangiku di depannya dan mencium bibirku.
"brengsek!"
Mendengar itu aku dan monika pun menoleh ke arah sumber suara. Ya, resya melihat monika nyium bibir ku, pasti dia salah paham,setelah mengucap kata brengsek dia pun turun kebawah dengan tergesah gesah.
"Resya!" - Teriak ku sambil melempar buket itu ke lantai.
Dia tetap saja berlari tidak menghiraukan panggilanku.
AUTHOR POV
Resya berlari sebisa mungkin untuk menghindari isco, dan isco terus berteriak memanggil namanya. bel masuk belum berbunyi, siswa siswi masih berlalu lalang di koridor kelas. Resya mengeluarkan handphone sambil menyeka air matanya yang jatuh dipipi gembilnya itu.
"Resya lu kenapa?"
"lah ngapa itu anak"
"res lu kenapa nangis?"
"deh dia ngapa ya?"
"resya lu gpp?"
Begitulah pertanyaan pertanyaan yang keluar dari mulut murid yang menyadari kalau resya sedang menangis.
Isco tetap mengejar resya dan terus memanggilnya agar berhenti. Sesampainya resya di kelas,semua terheran melihat kondisinya.
"lu kenapa?" - Tanya okta.
"gua mau pulang, tolong bikinin surat izin ke guru, sekarang" - Ucap resya sambil memasukan bukunya dan berjalan keluar kelas.
Belum sempat keluar dari kelas, isco sudah sampai di depan pintu kelasnya dan langsung menjegatnya.
"minggir!" - Ucap resya sambil mendorong tubuh isco.
"res dengerin gua dulu" - Ucap isco mencoba menjelaskan.
"gua bilang minggir!!"
"gak akan sebelum lu dengerin penjelasan gua!"
Plakk
Tamparan keras mendarat di pipi isco, resya menamparnya dan mendorong tubuh isco sekuat mungkin.