
Setelah selesai mandi resya langsung membuatkan sarapan untuk isco, sarapan selesai mereka berdua masuk kedalam kamar.
"kamu ngapain ikut aku ke kamar?" - Tanya resya.
"mau main game,kamu sendiri ngapain masuk kamar?" - Isco.
"ini kan kamar aku juga" - Ucap resya sambil membuka laptopnya.
Resya sibuk dengan laptopnya sedangkan isco duduk di tepi ranjang sambil memainkan ponselnya.
"besok sekolah" - Ucap isco sambil menatap ponselnya.
"iya,ehh besok berangkat agak pagian ya" - Ucap resya sambil melihat ke arah isco.
"rapat osis pagi ya?" - Tebak arga.
"he em" - Jawabnya disertai anggukan kepala.
Mereka berdua kembali memilih diam,tiba tiba isco memeluk tubuh resya yang sedang tengkurap.
"ehh" - Ucap resya reflek
"besok pulang mau kerumah mama dulu?" - Ucap isco sambil tersenyum
"ayo" - Ucap resya bersemangat
"yaudah tunggu aja di kelas kamu"
"siap pak bos"
Skip besok
06.35
Tok tok tok
"res?cepet udah jam setengah tujuh lewat" - Ucap isco sambil mengetuk pintu.
"sabar!tunggu aja di bawah sono"
Isco pun menuruti perintah sang istri dan meninggalkan kamar tersebut.
"den?ini kunci mobilnya" - Ucap salah satu pembantu dirumah mereka.
"terima kasih bi,ohh iya siang nanti bibi gak usah masak, aku sama resya ke rumah mama,mungkin akan pulang malam" - Ucap isco seraya tersenyum.
"baik den,bibi ke belakang dulu,permisi" - Ucap bibi sambil meninggalkan isco.
ISCO POV
"resya lama banget si,udah jam segini juga" - Ucapku sambil melihat ke arah jam tangannya.
"udah nih" - Ucap resya tiba tiba.
"kamu dandan diman...astaga lu mau sekolah apa mau ngegoda cowo?"
Resya keluar dengan baju seragam crop dan ketat yang di keluarkan rambut di kuncir kuda lengan pendek yang di gulung rok span yang super ketat. Ya memang dia seperti itu dari dulu,semua seragamnya yang ku tahu itu di crop dan di kecilkan roknya pun span hingga lekuk bokongnya terbentuk.
"apaan si kaget gitu,biasanya juga gua begini" - Ucap resya sambil memakai sepatu Vans miliknya itu.
"ganti ganti" - Perintahku
Akupun masuk ke dalam mobil dan mengeluarkannya dari garasi. Aku nelajukan mobilku di kecepatan standar dan berbelok ke arah lain.
"ehh ehh,ko belok?harusnya kita lurus,lu mau kemana?udah jam berapa ini!tadi nyuruh gua cepetan sekarang lu malah ngajak gua kemana tau" - Protes resya.
Mobil terus ku jalankan dan tidak ku hiraukan ocehannya,aku memarkirkan mobil di toko baju seragam yang kebetulan hanya itu toko yang sudah buka pagi ini.
"nunggu di sini apa ikut gua masuk?" - Ucapku.
"nunggu di sini,cepet gak usah lama"
Akupun turun dari mobil dan langsung memasuki toko tersebut.
"mba seragam SMA ukuran M sama rok abu abunya ukuran 95 satu ya" - Ucapku kepada pegawai toko tersebut
"mari kak dipilih dulu mau yang mana"-ucap pegawai itu
"pilih yang paling bagus bahannya,kalau bisa roknya jangan yang span ya mba"
"baik kak tunggu sebentar ya"
Tidak lama menunggu akhirnya pegawai itu memberikan seragam dan rok yang aku beli dengan kantong plastik putih.
"jadi berapa?" - Tanya ku
"325 ribu kak"
Akupun memberikan uang lebih kepadanya,hitung hitung panglaris karna mereka baru saja buka pagi ini.
"kembalinya kak"
"ambil aja mba" - Ucapku.
"ah?terima kasih" - Ucapnya sambil tersenyum.
"terima kasih kembali" - Ucapku sambil berjalan keluar dari toko tersebut.
Aku membuka pintu mobil ku dan melemparkan plastik itu ke arah resya, resya yang sedang mendengarkan musik menggunakan earphonenya itu terkejut.
"apaan nih?" - Tanyanya.
"cepet ganti,gua tunggu di luar,jangan lama"
"ett tapi..."
"kaca ini kaca film jadi ga akan kelihatan dari luar" - Ucapku memotong perkataannya.
RESYA POV
Aku pun membuka kantong plastik tersebut,bajunya tidak terlalu besar,wait,apa?rok rempel?
"oh my gods mana betah gua pake rok rempel begini,liat aja,sampe sekolah bakal gua ganti" - Ucapku lirih.
Selesai berganti baju aku pun membuka kaca mobil untuk menyuruh isco masuk, isco pun masuk,dan melajukan mobilnya.
"bajunya masukin,ketos apaan begini" - Ucap isco
Aku pun hanya memutarkan bola mata malas dengan perkataannya