THE BAD GIRL KETOS IS MY WIFE

THE BAD GIRL KETOS IS MY WIFE
CHAPTER 4



RESYA POV


Gua pun akhirnya bangun di siang hari, kira kira jam 11 gua bangun. Gua ke bawah dan liat isi rumah sepi banget, gak ada bi siti, sandra, mama, papa, dan bang alvin ini hari minggu, biasanya mama dan papa libur, tapi yaudahlah, gua pun bergegas mandi dan ke kamar lagi untuk mendengarkan musik.


Sedang asik mendengarkan musik dengan volume yang full kencang, tiba tiba musk mati dan telefon masuk, gua segera mengambil handphone dan melihat siapa yang menelfon, ohhh ternyata papa yang nelfon.


"Iyaa hallo assalamualaikum pa" - Kata gua di telfon.


"Waalaikum salam, amel kamu sekarang ke restoran deket kantor papa ya, mama, sandra dan bang alvin udah disini, jangan lupa dandan yang cantik" - Ucap papa.


"Mau ngap..." - Jawab gua dan seketika telfon terputus.


"Arggghhh malah dimatiin, ck apaan sih ahh " - Gumam gua.


Berhubung beberapa menit yang lalu gua udah mandi jadi gua ganti baju aja dan dandan natural hanya menggunakan sunscreen bedak baby dan liptint tipis.


Gua naik mobil karena cuman itu kendaraannya yang tersisa di garasi rumah.


"Udah macet, panas,jauh, mau ngapain sih ini" - Gumam gua di mobil.


"akhirnya sampe juga, pegel pantat guaaa" - Keluh gua.


Gua masuk ke restoran yang papa maksud dan melihat papa yang sedang ngobrol dengan seorang laki laki paruh baya memakai jas hitam layaknya orang kantoran dan....


"ISCO" - Ucap gua binggung.


Gua pun menghampiri papa, mama, sandra, bang alvin dan yang lain juga.


"Pa" - Menyapa papa sambil mencium tangan papa.


"Nah sini duduk, sayang, maksud papa menyuruh kamu kesini karna ini acara yang sangat penting buat kamu" - Ucap papa gembira.


"Ehmmmm okey" - Jawab gua singkat.


Isco yang melongo ngeliatin gua kayak gak nyelow gitu, tanpa dosa gua langsung pelototin dia dan dia baru sadar kalo gua melototin dia.


Siang ini gua dan orang tua gua berniat buat ngajak keluarga resya buat makan siang bareng di restoran deket perusahaan papa gua, sekalian mengadakan acara tunangan disana.


By the way papa gua itu nanam saham di perusahaannya om alex ( papanya resya ), tapi tetep, om alex yang pemegang saham terbesar di perusahaan itu.


Gua dan papa sampai di restoran itu, jelas mereka blom pada datang karena gua datang lebih awal, gak lama kemudian mereka datang tanpa resya, yaa gua binggung donk dia kemana.


"Om, resyanya kemana? " - Tanya gua.


"Nanti nyusul kok, tadi sudah om telfon, jadi tenang aja" - Ucap om alex.


Kira kira 30 menit lebih gua nunggu resya dan tiba tiba gua denger suara yang gak asing di kuping gua.


"Pa" - Kata resya sambil mencium tangan om alex.


Lantas gua langsung nengok ke arah suara tadi dan gua lihat perempuan yang sangat sangat gua cintai itu datang dengan wajah natural, bibir pink dan mengkilat, baju kodok sepaha dengan daleman lengan pendek berwarna putih, rambut yang diurai sebawah ketiak, dan Wangi khasnya yaitu greentea, gua yang melihat pemandangan Indah itu seakan akan tidak ingin berpaling melihat ke yang lain, cantik sekali.


Gua yang gak berhenti ngeliatin resya baru sadar ternyata sedari tadi resya melototin gua, dengan dia begitu gua melihat dia makin tambah cantik dan lucu.


Om alex menyuruh resya untuk duduk di sebelah gua, terlihat dari wajahnya dia sangat tidak menyukai ini, gua tau resya blom bisa menerima gua di hatinya, tapi gua akan terus berusaha bikin dia jatuh cinta sama gua.


Di karenakan restoran itu tidak terhalang oleh kaca ataupun tembok jadi angin terus berhembus, rambut resya pun terkibas dan mengenai muka gua untuk ke sekian kalinya karena hembusan angin tersebut, harum aroma greentea yang tidak asing lagi buat gua, terawat sekali rambut resya, gua jadi makin suka aja.


"Ehh sorry" - Ucap resya yang menyadari kalo rambutnya mengenai muka gua dan langsung menguncirnya.


"Lu.... Cantik" - Ucap gua memuji dan gua melihat ekspresi yang malu tapi di tutup tutupi oleh resya dengan muka jutek nya.


Gua tau resya anak yang bandel, hobi dugem, mabok, tapi sebenarnya dia itu baik, baik banget, yaa cuman gitu, kalo ke cowo cowo yang emang gak deket banget sama dia atau yang gak terlalu dia kenal banget, dia jutek, jutek banget, galak, cuek, sama gua itu udah kenal agak lama, gak tau kenapa dulu tuh kita musuh banget sampe akhirnya gua jatuh Cinta sama dia. Resya itu tipe orang yang nyablak maksud gua blak blakan kalo sama sahabat sahabatnya dia, dia gak jaim, tukang ngelawak, asik lah, mungkin itu alasannya kenapa cowo cowo ngejar ngejar dia. Gua janji sama diri gua sendiri buat ngejaga dan ngerubah dia menjadi lebih baik lagi, jadi lebih taat agama, semoga aja gua berhasil.


Acara pertunangan dimulai, resya terlihat ragu, dia sangat cemas, tapi tante erna meyakinkannya dan akhirnya resya mau nerima gua, walaupun blom sepenuhnya.


\- **BERSAMBUNG** \-