
SKIP PULANG SEKOLAH
15.00 WIB
Aku masih menunggu Isco di dalam kelas dengan Okta,Dinda,dan Anggun.
"ini kita nunggu apaan sii?" - Tanya Anggun.
"Isco" - Jawabku santai.
Ya,seharusnya hari ini aku ke rumah mama, dan Isco belum tau kalau teman teman ku ingin ke rumah hari ini. Boleh atau tidaknya, Isco pasti pasrah karna dia sangat menuruti ucapanku.
"what?! wait wait wait,ko ka isco? ***** ini ada apaan sii?" - Tanya Anggun.
"gua jelasin nanti,oke?"
Tidak begitu lama menunggu akhirnya Isco datang dengan nafas yang berat seperti habis lari.
"Resyaa huuffttt huufftt ayo" - Ucap Isco ngos ngosan dengan tangan yang memegang tembok dan membungkukan badannya.
"lah?lu kenapa?" - Tanyaku sambil mengerutkan keningku.
"tadi ada yang manggil gua,diruang osis,tapi,gaada orang" - Ucapnya dengan nada ngeri.
Ppphhhh
Aku,Anggun,Okta,dan Dinda berusaha menahan tawa namun tidak tertahan dan akhirnya kami berempat tertawa terbahak bahak.
Hahhaahhahaahah
"ehm"
"se..sebenernya gua ga takut,engga gk takut,gua..gua cuma kaget" - Jelas Isco yang sedang so cool.
"hahaha dasar,udah ayo pulang" - Ucapku.
Anggun,Okta,dan Dinda berjalan di belakangku,dan Isco masih belum tau itu.
"lu semua ngapain ngikutin?" - Ucap Isco sambil menoleh ke arah mereka.
Yang di lakukan oleh teman temanku hanya cengegesan saja,Isco pun terus berjalan dengan aku di sampingnya.
Langkah Isco berhenti,dan kita semua berhenti.
"kenapa?" - Tanyaku.
"mereka ngapain?" - Tanya Isco kepadaku.
"hehehehe" - Teman temanku hanya bisa cengegesan saja.
"bilang kalo mau ikut" - Ucap Isco sambil melanjutkan jalannya.
"yeaayyyy" - Ucap teman temanku kegirangan.
Aku yang menyadari bahwa Isco mengizinkan teman temanku main ke rumah pun hanya bisa tersenyum senang.
Saat sedang di perjalanan pulang Isco pun bertanya
"jadi kalian udah tau sama hubungan gua dan Resya?". - Tanya Arga
"sudah" - Jawab Anggun.
"kamu yang kasih tau?" - Tanya Isco padaku.
"kenapa?kamu malu nikah sama aku?aku kasih tau mereka itu karna aku tau mereka bisa jaga rahasia sahabat mereka" - Jawabku tanpa menoleh ke arah Isco.
"aku cuma bertanya sayang" - Ucap Isco sambil mengelus kepalaku.
Sampai dirumah aku dan Isco tinggal,teman teman aku persilahkan duduk,dan aku kedapur untuk mengambil beberapa cemilan dan minuman.
"kalian ga usah malu malu kan biasanya malu maluin hahaha" - Ucapku bercanda.
"sialan lu haahha" - Tanggap okta.
"kalo lu lama,gua curiga hahah" - Ucap okta di iringi dengan tawa.
"makanya rajin rajin bersihin otak,jadi sarang porno tuh hahaha" - Ucapku sambil berjalan meninggalkan ruang tamu.
Sampai di kamar,aku melihat Isco sedang tengkurap di atas ranjang sambil memainkan ponselnya,aku mengintip dari belakang dia sedang membaca sebuah pesan dari wanita yang menemuiku di kamar mandi tadi,ya monic.
"hmmm kalo orang nyapa hai,jawab aja hallo" - Ucapku sambil berjalan menuju lemari.
"emangnya boleh aku bales chat cewe?" - Tanyanya.
"asal kamu inget aku it will not be a problem honey" - Jawabku.
ku akui aku cemburu,tapi tidak ada salahnya jika hanya untuk mempererat persaudaraan,selagi tidak berlebihan aku tidak akan marah pada suamiku.
"aku balas,tapi ini hanya sekedar menghargai" - Ucapnya.
"keluar,aku mau ganti baju" - Perintahku.
"aku ini suami mu,aku berhak melihat tubuhmu"
"memang benar,tapi kalau kau melihat tubuhku yang hanya menggunakan dalaman saja itu akan membangkitkan nafsu mu suamiku" - Ucapku sambil tersenyum.
"hehehe,yaudah aku keluar,much" - Ucapnya sambil mengecup keningku dan berjalan keluar.
Bulan sudah datang,sekarang ini jam 18.56 wib teman temanku berpamitan untuk pulang.
"gua denger besok ada murid pindahan swasta,cowo,semoga aja ganteng,kalo ganteng masuk kelas gua deh" - Ucap Anggun.
Anggun memang tidak sekelas dengan aku Dinda dan Okta,tapi kita berempat satu kelas waktu kelas 10 kemarin.
"ohya?waahh,semoga nyantel deh sama lu,kesian jomblo terus" - Jawabku sambil tertawa.
"hahaha kita pulang ya,makasih makan sore dan mlmnya baby" - Ucap Dinda.
"sama sama" - Jawabku.
Mereka semua pulang menggunakan taksi online,aku segera menutup pintu dan menguncinya. Setelah itu aku kembali kekamar untuk mandi,karna tadi ada tamu jadi tidak mungkin aku tinggal,sebenernya gk masalah juga sih,tapi aku tidak enak kalau kutinggal lama.
Aku masuk ke kamar mandi yang ada di dalam kamar tidurku dengan Isco, aku kalau mandi itu bisa sampai setengah jam,apa pun ke adaannya berapa pun jamnya aku ga bisa mandi capung cebok yang 10 menit aja beres. Selesai mandi akupun keluar dan melihat Isco sedang memejamkan matanya.
"isco? tidurkah?" - Ucapku sambil menggerakan jari jariku ke matanya(kaya dadah dadah gitu).
"apa aku ganti baju disini aja ya? Isco sedang pulas ini"
Aku membuka piyamaku,tidak ada sehelaipun di tubuhku,aku membuka lemari baju kacaku untuk mengambil piyama tidurku dan pakaian dalam untuk ku pakai,saat menutup pintu lemari baju,aku terkejud melihat Isco yang sudah berdiri menatapku tanpa kedip.
"astagfirullah" - Ucapku dengan cepat mengambil piyama untuk menutupi tubuhku.
"ke...kenapa kamu bangun?" - Ucapku gugup.
"Res?" - Panggilnya.
Aku pun langsung membukakan pintu dan menyuruhnya keluar,setelah Isco keluar aku pun dengan secepat kilat memakai pakaianku dan membukakan pintu untik Isco masuk kembali.
"masuk,sana tidur lagi" - Ucapku.
Aku melihat wajahnya yang pucat dan tegang. isco pun tiduran di ranjang,disusul dengan aku yang tidur disampingnya dengan membelakanginya.
"kenapa pucet gitu?" - Ucapku tetap membelakanginya
Aku merasakan ada sesuatu yang memegang perutku
"aku normal sayang, bagaimana tidak tegang melihat wanita yang sangat aku cintai berdiri didepanku tanpa sehelai benang pun di tubuhnya,tapi aku bukan pengingkar, aku akan ikuti komitmen pernikahan ini, akan ku tahan nafsuku sampai kau lulus sekolah nanti dan kau siap untuk ini, sejujurnya aku menginginkan itu sekarang,nih rasakan, dia sudah mengeras" - Ucapnya.
Aku merasakan ada benda keras dan tumpul menyentuh paha ku,aku hanya bisa menelan salivaku.
"tidak usah takut,aku janji tidak akan merusakmu, aku mencintaimu"
Mendengar kalimat itu aku sedikit lega,aku pun membalikan tubuhku menghadapnya dan membalas pelukannya,aku pun tertidur begitu pula Isco.