
Setelah Rom pergi kembali kekamar menunggu Ibunya sampai selesai. Rom pun menenangkan dirinya dengan membaca buku. Ditemani angin pagi yang segar masuk dari jendela serta lilin kecil yang meleleh menerangi ruangan Rom. Suara lembaran buku yang dibalikkan mengisi suasana hening. Rom yang masih fokus membaca membuatnya lupa waktu agar ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Tok... Tok... Tok...
Rom yang fokus ke buku yang Ia baca pun tersadar dan menoleh kearah pintu melihat Ibunya menggunakan handuk sebagai penutup tubuhnya dan wajah Ibunya masih memiliki rona merah. Rom yang melihat itu pun mengingat kembali kejadian sebelumnya membuat wajah Rom memerah.
Lilya pun masuk keruangan Rom dan melihat Rom kini tersipu malu. Lilya pun menoleh kebawah dan melihat bahwa dirinya hanya memakai handuk pun tertawa dan menghampiri Rom yang tersipu malu tersebut.
Lilya menggapai kepal Rom dan memeluknya erat hingga menghimpit buah melinnya ke kepala Rom membuat Rom benar-benar pengap juga mencium keringat Ibunya yang belum dibersihkan. Akibat pelukan erat Lilya membuat handuknya kini melorot dan jatuh memperlihatkan tubuh langsing seputih salju yang kini basah berkeringat.
Rom yang kini merasakan sensasi yang familiar dan berbeda dari sebelumnya. Tangannya kini bergerak untuk melepas wajahnya dari himpitan tersebut. Rom pun memegang dan meremasnya kuat mencoba melepaskan diri dari jepitan Ibunya.
Ahh~
Deg...
Rom terkejut mendengar suara desahan dari Ibunya. Ron pun merasakan bahwa tangannya menggemgam sesuatu yang lembut dan hanya seperti jeli. Rom pun memainkannya dengan cepat dan lihai dan malah membuat Ibunya makin mendesah.
Ahh~
Hmngh~
Rom merasakan sebuah cairan mengenai wajahnya dan pelukan Ibunya mulai meregang. Rom memundurkan wajahnya dan terkejut.
Deg...
Seketika jantung Rom berhenti berdetak dan dirinya mematung melihat tubuh layaknya kristal suci yang memiliki bulan yang menggantung dan tangan Rom kini menyentuh bulan tersebut. Rom bisa melihat kini kedua cembul kecil bulan tersebut mengeras dan menonjol menambah keseksian tubuh Ibunya.
Rom menoleh keatas dan melihat wajah Ibunya yang memerah dan mata terpejam sambil menggigit bibir bawahnya menahan erangan kenikmatan. Rom yang melihat wajah Ibunya bukannya berhenti tapi malah meneruskan permainan tangannya membuat Lilya makin mendesah.
Ahh~
Rom pun mendorong Ibunya menuju kasur dan masih memainkan tangannya. Kini Badut Iblis Rom menyeringai di dalam jiwa Rom. Rom yang terus menerus memainkan tangannya pun ngeces ingin menerkam Ibunya.
Tapi sebelum Rom bermain lebih lanjut, tangan Lilya kini menghampir kuping Rom dan menjewernya sangat kuat.
"Aww... Aww... Aww... Sakit...." Ucap Rom yang tersadar dari gairah nafsunya dan merasakan sakit di kupingnya.
Kini Lilya duduk berdiri diatas kasur sambil menjewer kuping kiri Rom menggunkan tangan kanannya. Lilya yang sudah duduk dengan nafas terengah-engah dan wajah memerah dan sedikir ngeces pun menatap Rom dengan nafsu dan kemarahan. Lilya memang menyukai permainan Rom tapi Rom masihlah anak kecil. Itunya pasti belom berfungsi diumurnya yang 6 tahun ini.
Lilya pun menoleh kearah Rom yang kesakitan dan melepas jewerannya. Rom pun yang merasakan kupingnya tidak dijewer kembali pun membuka matanya dan melihat dua buah melon kini dekat didepannya. Dengan cepat Rom langsung menghisap cembul kecil yang mengeras tersebut. Rom mengambil kesempatan dalam kesempitan yang dilonggarkan Ibunya.
Ahh~
Lilya sekali lagi mengerang kenikmatan merasakan cembul kecilnya diemut dengan kuat dan merasakan cembul kecilnya diputari oleh benda lembut yakni lidah.
Tak sampai situ, tangan Rom pun menuju bibir dunia merah muda Lilya dan menyentuh bibir tersebut membuat Lilya benar-benar kenikmatan dan jatuh terbaring.
Ahh~
Hnmh~
Rom pun dengan teliti memainkan jarinya menekan dan mencubut permata merah muda Lilya menggunakan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya mencubit cembul kecil buah melon kiri Lilya.
Ahh~
"Ahh~ Tidak... Jangan disana...." Ucap Lilya merasa nikmat dibibir Mrs.V miliknya.
Rom dengan cepat menggoyangkan jari tengahnya di permata merah muda Lilya dan Rom pun menggigit cembul kecil melon kanan Lilya membuat Lilya mengerang kenikmatan.
"Ahh~ Keluar...." Teriak Lilya.
Cresh...
Air mancur surgawi kini keluar membasahi tangan kanan Rom. Rom pun yang menghisap cembul kecil melon kanan Lilya pun merasakan sesuatu yang manis pun menyedotnya hingga habis.
Lilya yang kini terengah-engah terbaring dengan kaki melebar memperlihatkan bibir Mrs.V-nya yang indah berwarna merah muda. Dengan jari Rom yang masih menutupi ******** dan permata merah mudanya. Rom pun melanjutkannya dengan memasukkan jarinya.
Ahh~
Kini Rom menyudahi hisapannya akan cairan manis buah melon Ibunya. Kini Rom menuju ke daerah Mrs.V Lilya dan menjilat dibarengi oleh tusukan jarinya.
Ugh~
Lilya mengerang keenakan dengan tangan menekan kepala Rom dan pahanya menghimpit kepala Rom membuat Rom sedikit pengap. Lilya kini menunjukkan wajah Ahegao.
Rom yang terhimpit tersebut pun mengeluarkan jarinya yang sudah menusuk dunia merah muda Ibunya dan kini Rom menjulurkan lidahnya menjelajahi setiap perbatasan dunia merah muda Lilya. Dengan kentalnya pelumas dalam Mrs.V Lilya serta air liur yang membaluri lidah Rom, dengan lembut Rom menggoyangkam lidahnya hingga Lilya merasa geli dan mencapai klimaks.
"Uhh~ Keluar...." Teriak Lilya hingga memuncratkan kembali air surgawi yang kini membasahi wajah Rom.
Rom pun dengan ganas menyedot dan menelan habis air surgawi tersebut. Setelah itu Rom pun berhenti karena kepalanya sedikit sakit karena dihimpit oleh paha Ibunya yang mulus seputih salju dan lebar tersebut. Rom bisa melihat Mrs.V Ibunya yang kini basah dan berdenyut.
Rom pun sadar dari nafsunya dan melihat Ibunya kini terbaring kelelahan. Sebab tadi malam sudah bermain dengan Ayahnya, dikamar mandi sudah masturbasi dan kini dituangan Rom. Rom pun menuju kewajah Ibunya dan melihat Ibunya tertidur pun Rom juga tidur dengan buah melon Ibunya sebagai sandaran dan memeluk Ibunya. Rom juga tak lupa mencium pipi Ibunya karena merasa bersalah juga menyayangi Ibunya.
Kini Ibu dan Anak tersebut tertidur lelap dengan angin pagi yang sejuk membuat tubuh mereka yang berkeringat pun merasa segar dan nyaman dalam tidurnya.
Sedangkan Ayah Rom masih tidur akibat bermain dengan Ibunya hingga pagi membuat Rein benar-benar lelah dan lemas. Kalah dengan Istrinya yang mempunyai stamina lebih banyak dari dirinya.
......................
Pagi Hari.
Lilya kini terbangun dari tidurnya yang nyaman tersebut. Pandangannya yang kabur membuat dirinya berkedip-kedip beberapa kali sambil mengucek matanya. Ketika pandangannya jelas, Lilya melihat Rom kinj tidur ditengah-tengah buah melon Lilya.
Lilya hanya tersenyum dan mengelus kepala Rom, entah kenapa Lilya tidak merasa marah dengan Anaknya ini dan malah senang. Lilya pun mengangkat Rom dan memindahkannya disisinya.
"Hihihi... Sepertinya kedepannya akan lebih menyenangkan...."
......................
Kini Rom terbangun dari tidurnya yang nyenyak. Ia sedikit meregangkan tubuhnya dan berjalan sempoyongan keluar dari ruangannya.
Rom dengan mata yang masih terpejam pun berjalam menuju kamar mandi sambil mengucek-ngucek matanya.
...-SKIP-...
Rom yang sudah selesai membersihkan diri dan kini berada diruangannya sudah memakai baju sederhana yang rapi. Rom keluar dari ruangannya dan pergi menuju ruang makan.
Sesampai diruang makan, Rom melihat Ayahnya yang sudah duduk dengan wajah segar dan kini beberapa piring berisikan nasi kini tersedia dimeja makan.
Rom duduk berhadapan dengan Ayahnya dan menyapa Ayahnya.
"Pagi Ayah...."
"Pagi Nak...." Jawab Rein dengan senyum hangat.
Mereka berdua sedikit berbincang mengenai tentang perburuang yang dilakukan Rein senelumnya hingga Lilya datang membawa sebuah panci menggunakan sarung tangan.
Tuk...
Rom dan Rein berhenti berbincang dan menatap panci tersebut. Lilya yang melihat kedua Ayah dan Anak tersebut tersenyum senang dan membuka panci tersebut dan ternyata isinya adalah Rendang daging Rusa.
Dengan asap yang keluar dari panci tersebut dibarengi aroma yang harum mengundang lapar membuat Rein dan Rom pun meneguk air liurnya. Entah kenapa mereka sangat senang dengan masakan Lilya. Dan jika ditanya makanan siapa yang palimg enak walaupun diadukan ke para koki terkenal lainnya, Rein dan Rom pasti memilih Lilya.
Lilya pun menyendokkan Rendang tersebut dan membagikannya dipiringnya serta piring Rein dan Rom.
Rom pun merasa ada yang kurang dimeja makan pun berdiri dan pergi kedapur. Rein dan Lilya merasa bingung dengan Rom pun kini terjawab setelah Rom membawa sebuah teko berisi air minum. Rein dan Lilya pun tersadar bahwa air minum belum terisi disetiap gelas kayu. Rom pun menuangkannya dan memulai sarapan mereka.
Ditengah-tengah sarapan, Lilya berpindah tempat disamping Rom yang mana Rom sedikit terkejum dan terdiam. Rom tahu mungkin Ibunya marah karena kejadian pagi tadi. Rom mencoba memberanikan diri dan menoleh kearah Ibunya.
Lilya pun menatap Rom dengan senyum hangat tidak mengandung ancaman apapun. Lilya mendekatkan bibirnya kekuping Rom.
"Nak, Ibu tak akan lama tapi kau harus berjanji sesuatu...." Bisik Lilya.
"Ada apa Ibu? Apa yang harus kujanjikan?" Tanya Rom langsung keintinya sebab Rom sudah mengetahui maksud Ibunya.
"Biarkan kejadian sebelumnya menjadi rahasia kita berdua saja. Kau tak mau kan kalo Ayah mengetahuinya...." Bisik Lilya ada sedikit nada ancaman.
Rom pun mengangguk cepat sambil memakan sesuap sendok makannlannya.
"Baguslah. Kalo begitu mungkin dimasa depan Ibu akan meminta bantuanmu. Janji?" Ucap Lilya dengan menjulurkan jari kelingkingnya.
Rom yang mendengar perkataan Ibunya pun setuju saja agar Ibunya tak marah. Rom pun meraih jari kelingking Ibunya dengan jari kelingkingnya.
"Janji." Ucap Rom.
Rein yang masih makan tersebut melihat Lilya dan Rom pun saling mengaitkan jari kelingkingnya. Merasa bingung, Rein mencoba untuk bertanya.
"Lilya, apa yang sedang kalian lakukan?" Tanya Rein sambil memakan sesuap sendok melanjutkan makannya.
"Hanya sebuah janji diantara Ibu dan Anak. Hanya itu saja...." Ucap Lilya dengan tersenyum hangat juga senang.
Rein yang melihat Lilya tersenyum hangat dan senang tersebut hanya tersenyum menanggapi jawaban Lilya dan melanjutkan makanannya. Rein hanyq berpikir itu pasti sebuah janji pada pelatihannya sebelum kebangkitan bakat Rom.
Rom pun melanjutkan makanannya hingga selesai dan membantu Ibunya merapikan meja makan serta membawa wadah kotor tempat makan tadi kedapur agar Ibunya membersihkannya.
...----------------...
...๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐...
...โน๏ธ B E R S A M B U N G โน๏ธ...
...๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐...
...----------------...
Terima kasih sudah membaca novel saya.
Jangan sungkan tuk berikan saran atau kritikan kepada Author ๐
Jangan lupa tinggalkan :
Like ๐
Komen ๐ฌ
Vote โ๏ธ/Hadiah ๐
Rate โ 5
Dukung terus Author dan Novel 'System : Project M.A.I.'.
Enjoy ๐
Romz ๐ฎ๐ฉ
๐๐๐๐๐ฟ
...****************...