
Author : Berisikan 'Ilmu Becek tingkat Dewa' yang diturunkan dari Lord Romz. Jadi baca dengan baik-baik.
......................
Setelah Rom tidur sambil memeluk kedua perempuan disisinya. Mereka pun tidur terlelap. Sedangkan Lilya, Ifrit dan Lilith mereka berpesta diruang tamu hingga larut malam tapi tidak menyebabkan keributan karena mereka memasang Sihir Silent Barrier.
Dikamar Lilya.
Kini terlihat Ifrit dan Lilith terbaring diranjang dengan telanjang bulat memperlihatkan tubuh mereka yang seksi, buah melon yang segar dan besar serta tubuh berhias cucuran keringat dengan bibir dunia merah muda mereka mengeluarkan susu prisienplek.
Telihat kini Lilya dengan wajah Ahegaonya serta... Kini Lilya mempunyai Pipa agung yang kini meneteskan susu cap beruang.
Lilya melihat Ifrit dan Lilith sudah kelelahan pun Lilya menjentikkan jarinya dan seketika tubuhnya bercahaya sementara dan kini tubuhnya kembali semula layaknya wanita.
Lilya pun pergi dari kamarnya membiarkan Sihir Silent Barrier tetap aktif. Kini dirinya telanjang bulat pergi kekamar mandi dengan gaya jalan yang seksi membuat setiap kakinya melangkah pinggulnya naik turun secara bergatian.
Pahanya yang putih mulus, tubuhnya yang ramping, dua planet mini yang besar dan indah dipandang mata dan hiasan cucuran keringat membuat tubuh Lilya gemerlap. Kini Lilya berjalan layaknya seorang model tanpa busana.
Lilya sampai dikamar mandi dan membuka pintu dan terkejut melihat Rom dikamar mandi sambil... Pompa dua jari.
Lilya kejengkang dan tangan kanannya menutp mulutnya terkejut. Wajahnya memerah menatap Rom yang sedang memompa air kenikmatan.
Rom pun terkejut dan memberhentikan pompanya dan melihat Ibunya terjatuh dipintu dengan telanjang bulat. Kini posisi terjatuh Lilya adalah tangan kiri sebagai penopang, tangan kanan menutupi mulutnya yang menganga, kedua pahanya yang melebar memperlihatkan bibir dunia merah muda Lilya.
Sekilas wajah Rom langsung berubah tema, dari tema origina menjadi tema jojo. Dengan wajah menggelap terkesan menakutkan dan keren kini Rom menghampiri Lilya dengan cepat. Tangannyq menahan kedua paha Lilya membuat daerah selangkangannya semakin lebar dan mulut Rom mencium bibir surgawi dan menjulurkan lidahnya menjelajahi dunia merah muda Lilya.
Ahh~
Hmngh~
"Rom~ Be-berhenti... Ahh~"
Lilya mendesah kuat dan tubuhnya mengejang merasakan setruman kenikmatan surgawi tiada tara membuat pelumasnya semakin banyak dan Rom semakin leluasa menjelajahi dunia merah muda Lilya.
Lilya yang masih terbaring dengan kedua paha melebar dan tangan kanannya menahan suara dan tangan kirinya menekan kepala Rom pun mau tak mau melepas penutup mulutnya dan mengarahkannya keatas memunculkan sebuah Lingkaran Sihir.
"Silent Barrier...."
Ahh~
Rom dengan ganas menjilat, menghisap, menggoyangkan mulut serta lidah lihainya membuat setiap sisi dunia merah muda Lilya terbaluti oleh air liurnya dan membuat Lilya kenikmatan.
"Ahh~ Disitu... Teruskan...."
Plak~
Rom menampar paha mulus indah Lilya membuah sebuah cetakan tangan merah dipaha indah dan mulus Lilya.
Ahh~
Plak~
"Keluar~"
Cresh~
Slurp~
Rom dengan cepat layaknya orang yang tidak minum beberapa hari pun mengemut serta menghisap habis air surgawi yang Lilya keluarkan. Setelah itu Rom menggigit pelan permata merah muda Lilya membuat Lilya keeanakan dengan wajah Ahegaonya.
Rom menyudahi bagian bawah dan kini keatas melihat dua buah melon besar dan gemerlap indah pun menampar kedua melon tersebut membuat kedua melon tersebut bergoyang layaknya jeli sangking kenyal dan lembutnya serta cetakan tangan Rom tersebut membekas merah.
Ahh~
Rom pun menjilat ketiak legendaris yang putih mulus tanpa bulu yang terjaga baik oleh Lilya. Sedangkan pipa agung cilik Rom menggesek-gesek bibir dunia merah muda Lilya membuat Lilya keenakan.
Tidak sampai situ, Rom mengemut kedua cembul kecil Lilya dan mencubitnya membuat cembul kecilnya mengeras dan menonjol makin besar lalu Rom menjilat belahan buah melon Lilya dan perlahan-lahan turun kebawah memainkan pusar perutnya.
"Ahh~ Geli...."
Mendengar hal tersebut Rom pun memasukkan pipa agung ciliknya membuat wajah Rom keenakan tapi sedikit kecewa diikuti oleh Lilya.
"Punyamu terlalu kecil." Ucap Lilya yang masih keenakan dengan wajah memerah.
Rom yang mendengar itu pun wajahnya memerah malu dan juga sedih karena dirinya masih berumur 6 tahun dan tak bisa memuaskan Lilya.
Lilya pun mengarahkan tangannya kearah Rom dan memunculkan 3 lingkaran sihir yang naik turun disekitar tubuh Rom.
"Unique Magic Body Manipulation : Adult Body." Ucap Lilya.
Seketika Rom bercahaya terang sementara dan tubuh Rom bertumbuh besar. Pipa agung Rom yang masih didalam dunia merah muda Lilya pun membesar hingga menyentuh gerbang surgawi membuat bibir surgawi Lilya melebar dan sedikit mengeluarkan darah membuat Lilya kesakitan dan tiba-tiba klimaks.
"Keluar!"
Air mancur surgawi meluncur membasasi tubuh Rom yang kini berotot atletis. Lilya malihat priq tampan dengan rambut hitam dan mata hitam yang bercahaya menatap tubuhnya membuat Lilya yang masih terengah-engah pun menutupin buah melonnya menggunkan kedua tangannya dan bibir surgawi yang masih muncrat tertutupi oleh paha mulus Lilya.
Cahara meredup memperlihatkan Rom dewasa yqng tampan membuat para dewi pun tergila-gila. Lilya melihat Rom pun senang dan membuka lebar pahanya serta tangannya mengarah Rom mengajak Rom mendekat dan memeluknya.
Rom dengan ekspresi jojo dengan sangar dan tempan pun keenakan merasa pipa agungnya disedot dan sangat sempit. Rom pun mendekat dan mencium Lilya dengan ganas serta mendorong pipa agungnya hingga membuka gerbang surgawi Lilya.
"Ugh... Ahh~ Itu sangat besar dan dalam memenuhi dalamku." Ucap Lilya yang masih mencium Rom.
Kini posisi Rom diatas memeluk Lilya dan Lilyq dibawah dengan kakinya keatas. Jika dari sudut pandang belakang, maka tampak pipa agung Rom menyatu dengan bivir surgawi Lilya yang kini berdarah dan banjir akan pelumas.
Plak~
Plak~
Plak~
Rom yang tak tahan lagi pun bergerak cepat menusuk dunia merah muda Lilya membuat pantat Lilya yang bertabrakan dengan perut bawah Rom pun bergetar layaknya goyangan jeli.
Darah dan pelumas pun bermuncratan akibat tusukan handal Rom dan Lilya keenakan dengan tangannya melingkar dileher Rom.
Rom dengan cepat pun merasa klimaks dan tak mau lama-lama pun menghentakkan pinggulnya kuat dan mendorongnya dalam-dalam hingga menyentuh dinding rahim Lilya.
"Keluar!"
Nampak sebuah gambaran ujung pipa Rom mengeluarkan susu prisienplek menyembur keluar memenuhi rahim Lilya sampai penuh bahkan sampai tak dapat terseimpan lagi hingga menyembur keluar dari sela-sela himpitan bibir surgawi Lilya dengan pipa agung Rom.
Rom pun mundur dan mencabut pipa agungnya memperlihatkan bibir surgawi Lilya yang melebar dan mengeluarkan noda darah serta cairan putih kental dan hangat menyevur keluar.
Rom yamg masih belum puas pun menampar bibir surgawi Lilya membuat Lilya keluar dan menyemburkan air mancur surgawi serta semburan bibir Rom.
Rom membalikkan tubuh Lilya dan menyuruhnya untuk menungging membelakanginya. Telihat oaha Lilya gemetaran, Rom pun menampar pantat Lilya hingga bergoyang layaknya jeli.
"Ohh~ Itu enak Rom...." Ucap Lilya dengan wajah Ahegao.
Rom pun membuka lebar bibir surgawi Lilya yang kini membelakanginya lalu langsung memasukkan pipa agungnya yang perkasa meluncur kedalam layaknya torpedo didalam air tanpa halangan apapun.
"Itu masuk!" Teriak Lilya keenakan serta bulir air mata muncul.
Plak~
Plak~
Plak~
Rom pun memulai gerakan pistonnya dengan cepat dan kuat hingga membuat gerbang surgawi Lilya buka tutup ketika kepala pipa Rom bertemu dengan gerbang surgawinya.
"Itu menyetuh gerbangku... Itu dangat besar...." Ucap Lilya yang kini tangannya tak kuasa menahan tubuhnya yang merangkak pun terjatuh dan kini buah melotnya terhimpit dilantai dan bokongnya menungging membelakangi Rom.
Rom pun menampar pantat Lilya secara bergantian dan mata Rom terpejam merasa kenikmatan karena Lilya makin sempit ketika dipukul.
"Haha, dasar masokis." Tawa Rom.
Plak~
Plak~
Plak~
Suara tamparan daging serta tamparan Rom terhadap pantat Lilya yang kini memerah membuat Lilya keenakan.
"Hmm... Apakah Ayah tidak pernah melakukan seperti ini? Apakah Ayah tidak sebesarnya punyaku? Hmm?" Ucap Rom sambil menampar pantat Lilya secara bergantian.
"Uhh~ I-itu tidak benar. Ta-tapi punyanya tidak sebesar punyamu~" Ucap Lilya yang tububnya terhentak oleh dorongan Rom.
"Eh... Apakah kau kenikmatan karena kupukuli?" Tanya Rom menyeringai mendekatkan wajahnya dikuping Lilya dan tangannya meremas payudara Lilya.
Kini Rom mengangkat Lilya hingga Rom duduk dan Lilya duduk dipangkuannya membelakanginya. Dengan lekukan tubuh yang bengkok dan pantat Lilya yang montok serta tangan Rom meremas kedua buah melon Likya dan menariknya sambil mempertahankan posisi, Rom pun mulai bergerak keatas menghentakkan pipa agungnya hingga menyentuh dinding rahim Rom.
Plak~
Plak~
Plak~
"Yah... Ahh~ Ahh~ Itu sangat enak ketika kau pukul." Ucap Lilya dengan wajah Ahegao.
"Oh~ Posisi ini sangat kasar dan nikmat. Tanganmu menarik buah melonku."
"Aku mau keluar...."
Rom yang mendengar itu pun makin mempercepat tempo permainannya dan menghentakkan pinggulnya kepantat Lilya hingga tubuh Lilya bergoncang karena dorongan Rom dari bawah membuah Lilya bersemangat dan tangan kanannya memainkan permata merah muda miliknya hingga muncrat-muncrat.
Rom dengan semangat dan senang makin kuat mendorongnya dan mendekap Lilya dengan erat.
"Keluar!!!" Ucap mereka berdua secara bersamaan.
Sebuah gambaran pipa agung Rom menembakkan semua susu kental manisnya didalam kantung surgawi Lilya hingga kerongga telurnya membuat Lilya merasakan kenikmatan dan serta setrum pemberitahuan bahwa dirinya dibuahi oleh Anaknya.
Dengan penuhnya kantung surgawi Lilya higga tak muat lagi sampai menyebur keluar dari sela bibir surgawi Lilya. Rom pun memegang wajah Lilya dan menciumnya dari belakang penuh cinta dan kasih sayang lalu mereka melanjutkannya beberaoa ronde lagi.
Tanpa mereka sadari Chaterine dan Kanna menonton mereka yang masih melanjutkan kegiatan cocok tanam terlarang dengan wajah memerah dan tangan liar mereka menggesek bibir muda belum matang milik mereka.
Keduanya pergi kekamar Rom dengan wajah memerah dengan Chaterine menarik tangan Kanna.
"Saudari... Tadi itu...." Tanya Kanna dengan wajah memerah mengetahui dan pernah melihat orang tua mereka melakukannya seperti itu.
Chaterine juga pernah melihat Mamanya melakukan itu dengan Papanya. Melihat ekspresi Mamanya yang keenakan membuat Chaterine mengingat apa yang dilihat dikamar mandi tadi.
"Umm... Itu yang akan kita lakukan bersama Rom saat sudah besar...."
...----------------...
...๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐...
...โน๏ธ B E R S A M B U N G โน๏ธ...
...๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐...
...----------------...
Terima kasih sudah membaca novel saya.
Jangan sungkan tuk berikan saran atau kritikan kepada Author ๐
Jangan lupa tinggalkan :
Like ๐
Komen ๐ฌ
Vote โ๏ธ/Hadiah ๐
Rate โ 5
Dukung terus Author dan Novel 'System : Project M.A.I.'.
Enjoy ๐
Romz ๐ฎ๐ฉ
๐๐๐๐๐ฟ
...****************...