System : Project M.A.I.

System : Project M.A.I.
Bab 04 : Sandaran Terbaik



"Semoga Ibu tidak marah lagi. Sungguh menyeramkan. Baru pertama kali aku melihat Ibu marah. Hah... Lain kali aku meminta ijin kepada Ibu untuk membaca bukunya." Ucap Rom yang masih merapikan buku yang berserakan.


......................


Setelah selesai merapikan buku, Rom langsung berlari menuju kamar mandi membersihkan diri yang sudah berkeringat akibat ketakutan akan kwmarahan Ibunya dan kecapekan sehabis merapikan buku Ibunya.


Byur~


Byur~


Hwah~


Beberapa gayungan air mengalir membasahi tubuhku, memperlihatkan tubuh kecil tanpa otot dan adik kecil yang belum aktif. Rom merasakan kesegaran yang menyingkirkan beban yang dialaminya. Ia mengambil sebuah ember kayu besar, mengisikannya dengan air dan berendam didalamnya.


Uhh~


Perasaan lega pun datang setelah kecapekan dan hal yang dialaminya. Ia membuang pikiran tentang hal yang baru saja terjadi dan mencoba menenangkan diri.


Setelah sekian lama, Rom pun membuka matanya dan menggosok dan membilas seluruh tubuhnya. Tanpa sengaja ia melihat adik kecilnya yang masih kecil dan lemas.


"Huh... Aku masihlah Anak kecil. Kencing pun tak lurus. Memikirkan hal ini, Rom pun tersadar, sebuah kenangan muncul dikepalanya. Seketika tanpa sadar Rom meneteskan air matanya. Seorang wanita muncul didalam kepalanya. Kenangan bertemu dengan wanita tersebut, berbicara dengannya, bercanda, belajar bersama, bekerjasama, berciuman hingga adengan hubungan seksual yang tanpa sadar membangkitkan nafsu Rom dan berdirinya adik kecil Rom.


"Uhh... Illia... Aku merindukanmu." Ucap Rom pelan dengan keluarnya tetesan air mata menunjukkan persaan kesedihan yang dialami Rom dan juga menunjukkan wajah mesum penuh nafsu akibat munculnya adegan hubungan seksualnya terhadap Illia, seketika tanpa disadari oleh Rom, adik kecilnya berdiri berdenyut.


"Mwehehe, Illia, tunggulah aku...." Ucap Rom yang masih termabuk nafsu oleh euforianya dan wajah mesumnya.


Cresh-


Suara air bertumpahan dari ember kayu besar tempat berendam Rom. Rom pun mulai berdiri dan mengambil gayung tuk menyiram tubuhnya sekaligus menggosok tubuhnya untuk terakhir kalinya.


Byar-


Tak-


Rom pun meletakkan gayung yang terbuat dari kayu tersebut dan berjalan kesudut kanan kamar mandi. Terlihat kain putih panjang tergantung disitu. Rom mengambilnya dan mengelap tubuhnya. Lalu ia sarungkan kain putih panjang yang menjadi handuknya tersebut melingkar di pinggangnya menutupi area bawah Rom.


Rom pun keluar dari kamar mandi dan pergi kekamarnya untuk ganti baju.


...-SKIP-...


Setelah berganti baju, Rom pun pergi menuju ruang makan sesuai dengan apa yang diperintahkan Ibunya. Rom berjalan dan sampai diruang tamu, dapat dilihat kini Ibu Rom menyiapkan makanan yang masih hangat dan Ayah Rom yang sudah duduk diam dan rapi. Yah, sebenarnya selain kamar mandi yang ada dirumah, ada kamar mandi atau pemandian dan toilet umum khusus untuk laki-laki dan perempuan yang tertutupi rapat di Desa Magia ini. Hmm... sepertinya Ayah dan Ibu mandi di pemandian umum.


Terdapat empat kursi yang saling berhadapan dengan meja yang berbentuk persegi panjang sebagai pusatnya. Aku pun duduk di kursi yang berhadapan dengan Ayahku, ada perasaan canggung dan suasana hening di ruangan ini. Ayahku yang terdiam itu pun tersadar dengan suara geseran kursi yang diakibatkan oleh Rom. Rein Sang Ayah pun menoleh kearah Rom dan tersenyum kecut. Ia ingat kejadian sebelumnya karena tidak bisa membantu Anaknya dan juga ancaman yang diterima dengan bentakkan yang diberikan oleh Lilya Sang Istri. Rein pun menoleh kesekitar mencari keberadaan Lilya. Melihat Lilya sepertinya masih didapur yang tidak ada diruang makan pun mendekatkan kepalanya dan berbisik kepada Rom


"Maafkan Ayah... Ayah tak bisa membantumu. Ibumu jika marah itu seperti Monster. Ayah sudah lama dan tidak pernah membuatnya marah sampai mengancam Ayah tentang jat- Uhuk... Lupakan. Apa yang membuatnya sampai marah begitu? Ibu itu walaupun Cantik dan baik juga tersembunyi Iblis yang menyeramkan dalam dirinya. Dengar! Jangan buat Ibumu marah lagi." Bisik Rein kepada Anaknya, Rom yang kini melihat wajah Ayahnya dengan terkejut. Rom pun menyadari dari perkataan Ayahnya, sepertinya Ibu lebih kuat dan lebih menyeramkan dari Ayah. Walaupun tampang Ayah memang menyeramkan tanpa dibuat-buat. Ibu seperti Iblis berkulit manusia yang menutupi betapa menyeramkan dirinya.


Brrr-


Tubuh Rom pun menggigil mengingat betapa marahnya Ibunya sebelumnya. Untung saja Ibu tak memukulku atau menghukumku dengan sihirnya. Jika itu terjadi, aku tidak tahu apa yang terjadi dengan tubuhku. Rom beruntung dengan jeweran yang diberikan oleh Ibunya. Itu lebih baik.


Kemudian, terdengan suara langkah kaki menuju ruang makan yang sudah terdapat Rein dan Rom disitu dengan beberapa wadah tempat makanan di meja persegi panjang tersebut. Lilya pun melihat keduanya diam tak berkutik. Sepertinya ini akibat kemarahannya tadi. Lilya pun tersenyum sambil meletakkan wadah yang berisikan nasi tersebut. Ia duduk dikursi yang memperlihatkan sudut pandang yang menampakkan Rein disebelah kiri dan Rom disebelah kanan. Lilya menoleh ke arah Rein dan Rom yang keduanya kini tertunduk diam. Lilya merasa kesal dengan sikap mereka berdua. Tapi ia tak boleh marah lagi. Lilya pun mencoba tuk mencairkan suasana canggung tersebut.


"Rein, kenapa tunduk seperti itu? ayo kita mulai makan malam kita." Ucap Lilya.


"Rom... Ayo nak, jangan cemberut terus. Dimana wajah ceria dan senyummu. Maafkan Ibu tadi yang marah. Itu karena kamu menyerak-nyerakkan buku Ibu apalagi...." Ucap Lilya sambil meletakkan buku bermotif bunga dan rune-rune sihir yang berwarna hitam tersebut. Rom pun yang melihat tersebut pun merasa menyesal sampai membuat Ibunya kini meminta maaf kepadanya.


"Ini adalah Buku kesayangan Ibu. Kulihat kau ingin membuka paksa buku ini... Ibu takut jika buku ini rusak...." Ucap Lilya yang kini mengelus buku tersebut. Tampak kesedihan terlihat dimata Lilya.


Rom pun yang melihat hal tersebut pun mengerti. Buku yang bertuliskan 'Magikรญ Erevnitikรญ Syllogรญ' yang tak tahu aku apa artinya itu pun sepertinya itu adalah Buku yang menyimpan informasi penting atau rahasia yang dimiliki Ibu.


Rein Sang Ayah pun yang mendengar Istrinya meminta maaf itu pun mencoba melihat kearah Lilya. Tampak buku yang familiar dimata Rein kini dielus oleh Lilya. Seketika Rein pun tersadar dengan apa yang sebenarnya terjadi. Buku tersebut adalah yang paling dijaga oleh Lilya. Rein sudah mengetahui isi buku tersebut pada saat mereka menikah. Ia juga berjanji kepada Istrinya agar tidak memberitahu siapapun bahkan ke Anaknya sendiri nanti sampai pada waktunya tiba, disitu baru diberitahu. Buku tersebut dibuat Lilya seperti buku warisan yang akan meneruskan apa isi buku tersebut kepada keturunannya.


......................


"Maafkan aku, Ibu." Itulah ucapan Rom yang terdengar di pendengaran Ibu dan Ayahnya. Ayahnya hanya tersenyum kecut dengan perkataan tersebut.


Lilya yang mendengar hal tersebut pun mendekati Rom dan memeluknya. Kini buah dada dengan ukuran Cup E. Kini nampak wajah mesum Rom muncul dan rasa lembut dan nyaman diwajahnya. Rom pun semakin membenamkan wajahnya menekan buah dada Ibunya yang kenyal tersebut.


Kini wajah Rom semakin mesum dengan Euforia yang kini terbayang-bayang di pikirannya. Ia makin membenamkan wajahnya dan mehirup udara dengan kasar.


Hummng~


Hah~


Begitulah hingga beberapa waktu. Lilya yang melihat itu pun mengelus-elus kepala Rom. Tangan Lilya kini menghimpit dadanya akibat memeluk kepala Rom, kini buah dada Lilya makin menekan wajah Rom.


'Huhuhu, Ibu tidak menyadarinya. Inilah Sandaran Terbaik yang kurasakan selain punya Illia yang ukurannya Cup E -' Ucap Rom dalam batinya sambil mengendus dada Ibunya.


Husk~


Hmng~


Rom semakin kuat mengendus wangi Lilya. Kini sebuah wangi yang ia kenal pun terlintas diingatannya.


'Wangi Ibu ini... Sangat berbahaya. Ini wangi yang membuat para lelaki bernafsu tinggi. Sial, Ayah sangat beruntung. Kecil begini aku sudah pernah melakukan dan merasakan. Tentu juga bau ini sama dengan punya Illia. Ayah adalah lelaki beruntung' Ucap Rom dalam batinnya yang masih mengendus-endus buah dada Ibunya. Wangi Ibunya kini mengingatkan Rom terhadap Illia yang dirindukannya.


Yap, walaupun Rom bertubuh kecil dengan umur 5 tahun sekarang. Tapi jiwa Rom sudah berumur 26 tahun menuju 27 pada saat di Bumi. Ditambah 100.000 tahun lagi pada saat pembentukkan tubuh masa depannya walaupun dalam keadaan tertidur.


Rein Sang Ayah yang melihat daging besar bulat yang menonjol menghimpit wajah Rom yang kini tak nampak lagi, hanya menyisakan sedikit kepala dan tubuhnya. Rein pun dengan wajah terkejut dan hidung yang bergerak-gerak itu pun sakit hati dan merasa iri terhadap Ananknya. Kini Rein menunjukkan wajah yang sedikit mesum dengan Euforia yang membayanginya. Membayangkan malam ini Rein mendapat jatah dari Lilya Sang Istri dan pun memainkan tubuhnya, terutama buah dada besar tersebut.


Lilya pun masih berdiri tersebut pun mengangkat tubuh Rom, mendudukan dirinya dikursi Rom dan menurunkan Rom dipangkuannya. Lilya melipat tangannya didada Rom yang kini memeluk Rom erat agar tidak jatuh.


Rom yang masih dengan wajah mesumnya pun memeluk tangang Ibunya dan membenamkan kepalanya yang kini didua sisi ditemani bola daging yang besar dan lembut ditemani rasa nyaman dan wangi khas.


Rein yang masih dengan Euforianya pun tersadar dan melihat Rom kini dengan wajah mesum dipangku Lilya. Rein kini merasa iri dan marah terhadap Lilya dan Rom yang merasa bahwa mereka berdua sengaja melakukan hal tersebut untuk mengejek dirinya. Nampak wajah Rein jelek nan gelap dengan bajunya yang kini ia gigit karena geram.


Rein merasa sakit hati dan bertekad bahwa jika ia mendapat jatah, ia akan bermain beronde-ronde dengan Lilya sebagai pelampiasan rasa kesalnya dengan hal ini.


'Grrr... Sialan kalian berdua. Rom! Anak Bangs*t. Sungguh durhaka dirimu membuat wajah mesum dengan Ibumu sendiri. Hehe, tunggulah. Aku tak akan membantumu jika Ibu marah dan menghukummu jika tiba pada waktunya.'


...----------------...


...๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž...


...โ„น๏ธ B E R S A M B U N G โ„น๏ธ...


...๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž...


...----------------...


Terima kasih sudah membaca novel saya.


Jangan sungkan tuk berikan saran atau kritikan kepada Author ๐Ÿ˜Ž


Jangan lupa tinggalkan :


Like ๐Ÿ‘


Komen ๐Ÿ’ฌ


Vote โœŒ๏ธ/Hadiah ๐Ÿ™


Rate โ˜…5


Dukung terus Author dan Novel 'System : Project M.A.I.'.


Enjoy ๐Ÿ˜


Romz ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ


๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ—ฟ


...****************...