
Rom beranjak dari tempat tidurnya dan pergi ke ruang tamu. Sesampai disana, Rom melihat hanya Ayah ada disini. Jadi Rom memikirkan untuk memberi hadiah itu nanti saja.
"Oh nak, akhirnya kesini juga kamu." Ucap Rein sambil menyesap kopinya.
"Ayah... Ada apa?" Ucap Rom.
"Kita akan berangkat sekarang." Ucap Rein sekaligus meneguk kopi terakhirnya lalu beranjak dari kursinya.
"Layla dimana Ayah?" Tanya Rom yang sedari tadi memperhatikan sekitar.
"Oh, Layla bermain dengan Chaterine dan Kanna dihalaman. Semua disana. Kamu bersiaplah. Kami mengantar kalian ke Akademi." Ucap Rein yang membelakangi Rom.
"Begini Ayah...." Ucap Rom serikit ragu dan menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Ada apa Nak?" Ucap Rein membalikkan tubuhnya dan menatap Rom.
"Bagaimana jika Ayah mencari Istri lagi?" Ucap Rom dengan tatapan polos.
"Uhuk... Uhuk...." Rein terbatuk lalu menyeka mulutnya "Nak, apa yang Kau pikirkan?" Tanya Rom dengan tatapan serius.
"Kau tahu, Ayah terlihat kesepian selama Ibu telah tiada...." Ucap Rom dengan lirih.
"Itu tak apa? Ayah masih mencintai Lilya dan juga Ayah tidak kesepian, ada Layla disini." Ucap Rein tersenyum.
"Ayah, itu cuma Layla. Layla masih kecil, tidak mungkin Layla terus diurus oleh Ibu Ifrit dan Ibu Lilith selamanya. Mereka pasti tidak disini terus setelah kami pergi... Nee, Ayah... Ayah mengertikan?" Ucap Rom mendongak kepalanya menatap Rein.
Rein yang mendengar perkataan Rom pun mengepal tangannya. Terlihat sedikit keraguan diwajahnya. Bagaimana pun Rein belum bisa melupakan Lilya. Setelah beberapa waktu Rein pun memutuskan pilihannya. Demi Rom dan Layla.
"Baiklah, demi Kau dan Layla Ayah mungkin mencari Ibu baru untuk kalian berdua." Ucap Rein sambil memegang kedua bahu Rom.
Rom memegang tangan Rein yang berada dibahunya "Tak perlu demi ku Ayah, Layla yang terpenting. Juga sering bermainlah dengannya. Pasti ia menyukaimu sebagaimana Aku waktu kecil. Hehe...." Ucap Rom yang meneteskan air mata.
"Nak...." Rein yang melihat Rom menangis pun gemetar lalu memeluknya dengan erat.
"Baiklah, Aku bersiap-siap dulua Ayah." Ucap Rom yang menyudahi pelukannya dan menyeka air matanya lalu berbalik ke kamar.
"Baiklah, yang cepat. Mereka sudah menunggu." Ucap Rein sambil bertolak pinggang.
"Oke!" Teriak Rom lalu pergi kekamarnya.
Rom pun mengambil semua pakaian yang dibutuhkan serta beberapa kain panjang serta selimut lalu memasukkannya ke Cincin Penyimpanan yang diberikan Rein waktu ulang tahun. Tak lupa Rom mengecek isi Cincin Penyimpanannya dan mencari buku pemberian Lilya.
Rom melihatnya lalu menghentikan aliran mana-nya lalu memasukkan tangannya kedalam dadanya dan mengambik kalung yang menggantung dilehernya. Kalung yang berbentuk 'tambah' berwarna hitam itu adalah kunci untuk membuka buku pemberian Ibunya.
Rom tersenyum menatap mata kalung tersebut lalu memasukkannya kembali kedalam bajunya. Rom pun keluar dari kamar menuju halaman rumah.
......................
Terlihat 2 Perempuan beserta Perempuan kecil kini duduk saling berhadapan. Mereka adalah Chaterine, Kanna dan Layla.
"Layla, coba bilang 'Aku adalah Layla'." Ucap Chaterine.
"Aku adalah Layla. Hihihi...." Ucap Layla sambil tertawa.
"Coba bilang 'Aku cantik'." Ucap Kanna.
"Aku cantik. Hihihi...." Ucap Layla sambil tertawa lagi.
Chaterine berpikir sejenak memikirkan apa lagi yang harus diajarkan. Seketika Chaterine terkejut dan sebuah bohlam menyala diatas kepalanya.
"Aha, Layla coba bilang 'Sialan kau!'." Ucap Chaterine dengan antusias menatap Layla dengan serius.
Layla yang ditatap serius pun menjadi serius dan alisnya berbentuk 'V' sekaligus mengembungkan pipinya.
"Chaterine! Apa yang Kau ajari pada Layla!? Nanti Kakak Rom marah loh." Ucap Kanna sambil menggoyangkan tubuh Chaterine yang sedang menatap serius Layla sedari tadi.
"Sudahlah. Nanti jika Kak Rom marah, Aku yang kena bukan Kau." Ucap Chaterine tanpa menoleh kearah Kanna.
"Tapi Nan-"
"Sialan kau...."
"Huh!?" Chaterine dan Kanna terkejut melihat Layla mengucapkannya.
"Sialan kau? Sialan sialan? Kau! Kau! Ketlin sialan. Hihihi." Ucap Layla yang kebingungan berakhir dengan cekikikannya.
"Whahaha, Layla mengucapkan 'Ketlin sialan'!? Rasakan itu. Kamu pantas mendapatkannya. Mama dan Papa mu pasti bangga." Ucap Kanna sambil mengacungkan jari jempolnya.
"Sialan.... Baiklah Layla. Sebaiknya kamu tidak usah menyebut kata itu lagi, Oke??" Ucap Chaterine yang berusaha dengan wajah imut berharap Layla setuju.
Layla yang cekikikan mulai diam. Dirinya memiringkan kepalanya dan menatap Chaterine dengan bingun. Setelah beberapa waktu, Layla tersenyum dengan senyum lebar.
"Oke sialan." Ucap Layla.
"Uhuk... Uhuk...." Chaterine terbatuk setelah Layla mengucapkan kata suci terakhirnya.
Chaterine memalingkan wajahnya dan sambil menggigit kuku ibu jarinya.
'Sialan, bagaimana ini. Layla sangat cepat belajar dan setiap berhasil mengucapkannya, Dia pasti memberitahunya kepada Rom. Bagaimana ini...'
Sedangkan Kanna hanya menutup mulutnya menahan tawa hingga pipinya memerah gembung.
Sedangkan Layla yang masih berdiam diri melihat Chaterine mengutuk dirinya sendiri tiba-tiba tertegun menyadari aura yang dikenalnya. Layla menoleh kearah pintu dan melihat Rom keluar.
Layla berdiri dan berlari dengan tangan mengarah kedepan ingin memeluk sesuatu.
"Papa... Papa!!" teriak Layla sambil berlari kencang.
Chaterine yang masih mengutuk dirinya pun tersadar dengan suara Layla. Dengan mata yang berurat Chaterine menoleh kebelakang dan melihat Layla sudah dekat dengan Rom.
"Tidakkkk!" teriak Chaterine.
Rom yang barusan keluar dari rumah mendengar panggilan seseorang serta teriakan. Rom menoleh kearah kiri dan melihat Layla berlari kearahnya. Selain itu terlihat Chaterine berteriak dengan tangan mengarah kepadaku serta Kanna yang masih menutup mulutnya dengab pipi merah menggembung.
Puk~
"Pappa!" Ucap Layla yang memeluk kaki Rom.
Rom yang melihat Layla memeluk kakinya pun berjongkok lalu mengangkat tubuh Layla dan menggedongnya. Tangan Layla melingkar dileher Rom.
"Pappa... Lihatlah Aku belajar kata yang baru lagi!" Ucap Layla yang bersemangat dan mata berbinar.
"Mana mana, biar Papa dengar." Ucap Rom sambil mencium pipi Layla dan menggoyangkannya.
"Aku adalah Layla. Aku cantik." Ucap Layla dengan senyum lebar.
"Yap betul. Kamu adalah Layla dan cantik." Ucap Rom sambil berjalan mendekati Chaterine dan Kanna.
"Baru... Sialan kau?" Ucap Layla dengan wajah polos tak bersalah.
Chaterine yang mendengar perkataan Layla terakhir membuat dirinya putus asa.
"Uhuk... Layla, darimana Kamu belajar perkataan itu." Tanya Rom dengan wajah gelap.
"Dari Ketlin! Kak Ketlin!!" Ucap Layla sambil menunjuk kepada Chaterine yang sudah tepar dirumput.
"Chaterine!" Ucap Rom.
Chaterine mendongak keatas dan melihat Rom menatapnya dengan wajah gelap.
"Hehe. Maafkan Aku." Ucap Chaterine.
"Aww... Aw... Sakit. Maaf...." Ucap Chaterine sambil menahan tangan Rom.
Rom menurunkan Layla dari gendongannya lalu dengan segera meraih wajah Chaterine dan menciumnya.
Cup~
Chaterine yang terkejut tiba-tiba dicium oleh Rom pun menerimanya dan memainkan lidahnya.
Mnn~
Mwah~
"Rom?" Ucap Chaterine dengan wajah memerah.
Kanna yang masih menutup mulutnya dengan pipi gembung kini kemped dengan mulut menganga melihat Rom dan Chaterine berciuman.
Sedangkan Layla hanya duduk menghisap jemponya yang kecil dengan air liur yang menetes ditangannya.
Kanna menerjang kearah Rom dan langsung menciumnya.
Hmnh~
Mwluah~
Mwah~
"Kakak Rom...." Ucap Kanna dengan mata berkaca-kaca.
"Huh... Sudahlah. Untuk Kau Chaterine... Jangan mengajari Layla bahasa kasar lagi atau Kamu akan merasakan hukuman dariku." Ucap Rom sambil menyeringai menatap Chaterine.
"Hmmn... Ba-baiklah!" Ucap Chaterine mengangguk.
Rom pun mengambil Layla yang masih menghisap jempolnya. Rom pun meraih baju bawahnya dan melap tangan dan mulut Layla lalu menggendongnya kembali.
Rom pun mengajak Chaterine dan Kanna berdiri dan menuju kearah dimana Ayah dan lainnya berada yaitu didepan pagar rumah.
"Ayah!" Teriak Rom dari kejauhan.
Rein yang berdiri berdiri bersama Arnold dan Don disamping kereta kuda pun menolehkan wajahnya kebelakang dan melihat Rom dan lainnya menuju kesini.
"Oy, kemarilah." Ucap Rein, Arnol dan Don dengan tangan diatas.
Untuk Ifrit dan Lilith berada didalam kereta kuda duduk memperhatikan Rom dan lainnya datang.
Rom pun sampai dan langsung masuk kedalam dan melihat Ifrit dan Lilith sudah didalam lalu dilanjutkan oleh kedatangan Chaterine dan Kanna yang duduk dikedua sisi Rom. Rom yang masih menggedong Layla pun mengelus kepalanya membuat Layla nyaman. Rom berniat membuat Layla tidur.
Rein dan Don naik keatas kuda tunggal dan berjalan dikedua sisi menjaga kereta kuda sedangkan Arnold sebagai supir yang mengendarai kereta kuda.
Mereka pun berangkat menuju gerbang desa dan memberi Kartu Identitas Don sebagai ijin keluar. Terlihat sedikit ramai orang berkeluaran karena banyak anak yang Bangkit didesa ini.
Rom yang duduk menghadapi dan menatap wajah Ifrit dan Lilith dengan tatapan penasaran.
Ifrit dan Lilith yang melihat tatapan Rom pun bertanya.
"Ada apa Rom? Kamu terlihat kebingungan." Tanya Ifrit.
"Kemana tujuan kita?" Tanya Rom.
"Benar Ibu kemana?" Ucap Chaterine.
"Kita akan pergi ke Kota Luminus dimana kita pergi ke Akademi Isorpimen dimana Kami semua disana." Ucap Lilith menjawab pertanyaan Rom dan Chaterine.
"Maksud Ibu?" Tanya Rom.
"Ayah Ibumu, Kami dan Juga Pamanmu berasal dari Akademi Isorpimen. Jadi akan lebih mudah karena kami mengenal Kepala Akademi tersebut."
Ucap Ifrit.
"Oh, baiklah." Ucap Rom, Chaterine dan Kanna.
Layla kini tertidur digendongan Rom.
...[ SPECIAL ]...
Dalam jiwa Rom.
Terlihat sebuah siluet hitam diantara ruangan yang berwarna putih. Dibarengi dengan beberapa bungkus makanan serta Layar Televisi yang lebar dan besar dan sebuah benda yang cukup besar berwarna putih yaitu PS5 beserta Controller.
Terlihat siluet hitam tersebut memeluk dan mengelus-elus layar tv didepannya.
"Oh... Usagi-Chan. Onii-chan ini akan merawatmu dengan baik." Ucap siluet hitam tersebut.
Siluet hitam tersebut mundur dan duduk kemabli mengambil Controller-nya.
Terlihat loli tebal dilayar tv dengan kuping kelinci dan baju renang seksi dengan wajah merah dan tangan menutupi dadanya.
Siluat hitam tersebut dengan cepat menekan tombol layaknya mengaktifkan Cheat GTA.
Tiba-tiba layar didepan beruban menjadi loli tebal yang telanjang dengan kaki terentang memperlihakan indahnya dua lubang dimensi yang berbeda tempat. Satu merah mudah dengan garis katulistiwa dan satu lagi merah gelap dengan bukit menghimpitnya.
"Mwehehehehe... Usagi-Chan... Onii-Chan akan mulai!!"
Siluet hitam tersebut adalah Badut Iblis Rom yang sudah tak pernah muncul lagi karena asik dengan mainan barunya.
Yang pasti Anda tahu lah! ԅ(♡﹃♡ԅ)
...----------------...
...🆖🆎🆖🆎🆖🆎🆖🆎🆖🆎🆖🆎🆖🆎🆖🆎...
...ℹ️ B E R S A M B U N G ℹ️...
...🆖🆎🆖🆎🆖🆎🆖🆎🆖🆎🆖🆎🆖🆎🆖🆎...
...----------------...
Terima kasih sudah membaca novel saya.
Jangan sungkan tuk berikan saran atau kritikan kepada Author 😎
Jangan lupa tinggalkan :
Like 👍
Komen 💬
Vote ✌️/Hadiah 🙏
Rate ★5
Dukung terus Author dan Novel 'System : Project M.A.I.'.
Enjoy 😁
Romz 🇮🇩
🆖🆎🆖🆎🗿
...****************...