
Setelah Rein membantai Pemuda cantik serta pengawalnya, Rein melihat sebuah cahaya meluncur kelangit dan mengetahui itu sinyal jika suatu keluarga mati.
Rein yang melihat itu sangat kesal dan geram tapi Ia menepis kebencian itu dan memakai Api Birunya melesat kencang pulang kerumah.
......................
Kota Poysont.
Disuatu Tempat.
"Haha, Sayang kali ini Aku akan bermain kasar kepadamu...." Ucap Pria berewokan dengan rambut kuning dan sebagian keputihan. Pris tersebut menampar pantat wanita yang berada dipangkuannya.
Plak~
"Ahh~ Sayang... Jangan kasar begitu~" Ucap Wanita cantik dan semok tersebut dengan wajah memerah.
Cup~
Pria berambut kuning dengan sisiran lurus kesamping tersebut mencium Wanita dihadapannya dengan ganas. Dengan permainan lidah mereka saling beradu dan berbaring diranjang dengan Wanita cantik tersebut diatas dan Pria rambut kuning dibawah.
Plak~
Plak~
Plak~
Dibarengi ciuman dan tamparan pantat membuat Wanita cantik yang hanya memakai pakaian dalam tersebut memperlihatkan pantatnya yang semok tersebut memerah berbekas tangan.
Wanita tersebut hendak melepaskan baju Pria rambut kening ditengah permainan mereka sedangkan Pria tersebut sudah meremas pantatnya dan memasukkan jarinya kelubang dimensi dunia merah muda Wanita tersebut.
Ahh~
Bruk...
Pria berambut kuning serta Wanita cantik berambut cokelat bergelombang tersebut memberhentikan permainannya dan kaget. Mereka bangun dari kasur dan berdiri melihat sebuah Pelayan datang dengan kelelahan dan kini tersungkur dilantai.
"Pelayan Sialan! Apa kau berani masuk sembarangan di ruanganku tanpa mengetuj pintu!?" Teriak Pria rambut kuning yang kini celananya menonjol akibat pipa pribadinya menegang.
Sedangkan Wanita rambut cokelat bergelombang tersebut kini menghimpit kedua pahanya karena bibir Mrs.V nya sudah mengeluarkan cairan pelumas yang kini mengalir dipaha belakangnya.
"Ta-tapi...." Ucap Pelayan Pria tua tersebut dengan nafas terengah-engah.
"Sudah Sayang... Sebaiknya kita biarkan Dia istirahat sejenak dan memberitahu apa yang Ia bicarakan." Ucap Wanita tersebut yang merupakan Istri Pria rambut kuning.
"Baiklah Sayang...." Ucap Pria tersebut. Lalu Ia menooeh kearah Pelayan pria tersebut dan menunggu sebentar.
"Jadi... Apa yang kau bicarakan?" Tanya Pria rambut kuning.
"Um... Sebenarnya... Tuan Muda Taylor Lautner sudah mati." Ucap Pelayan pria tersebut ketakutan.
Deg...
Detak jantung kedua Suami Istri tersebut berhenti sementara dan tiba-tiba amarah keluar dari Pria rambut kuning yang bernama Bernard Lautner yaitu Walikota Kota Poysont. Disekitar muncul tekanan dan manifestasi Mana berupa Pasir Emas disekililingnya. Pelayan pria tersebut merasa tertekan dengan tekanan dan aura yang dikeluarkan Tuannya.
Sedangkan Wanita rambut cokelat bergelombang bernama Olivi Beamorf itu menangis dan Mana yang terkeluar memanifestasikan sebuah butiran kristal biru bukan es. Kedua Suami Istri tersebut menangis karena Anaknya, Taylor Lautner telah meninggal dunia.
Bernard pun berusaha menenangkan diri dengan menarik nafas dalam-dalam dan membantu Istrinya yang menangis berdiri yang masih telanjang bulat. Kini Bernard menidurkan Istrinya ditanjang yang tertutupi kelambu atau tirai disekeliling tempat tidur.
Sedangkan Pelayan pria tersebut tak menoleh kearah Tuan dan Nyonyanya yang telanjang bulat karena dirinya akan terkena marah. Kini Ia berusaha berdiri dari tersungkurnya dirinya.
"Jadi... Kamu mengetahui siapa pelakunya?" Ucap Bernard.
"Ti-tidak Tuan Bernard. Ta-tapi Saya sudah mengirim pengintai dan mendapat informasi bahwa Pria yang membunuh Tuan Muda menuju kearah Desa Magia...." Ucap Pelayan tersebut sedikit gagap.
"Desa Magia kah... Cih, ini akan cukup sulit." Ucap Bernard.
'Sial, desa tersebut tempat pengungsian para veteran dari benua tengah yang berarti bahwa Anakku menyinggung seorang veteran Penyihir. Hmm... Aku harus mencari informasi terlebih dahulu tentang Pria yang membunuh Anakku.' Ucap Bernard dalam hatinya.
"Jadi, dimulai dari mana kejadian itu sebelum Taylor mati?" Tanya Bernard.
"Itu bermula di Apotek Mandiri bahwa Pria tersebut tidak sengaja menyenggol Tuan Muda ketika lewat dikeramaian. Tuan Muda menghambatnya membuat Pria tersebut meminta maaf dan menepis tangan Tuan Muda. Sepertinya Pria tersebut sedang terburu-buru.
"Hmm... Baiklah. Hah... Itu memang kesalahan Anakku. Tapi... Bagaimanapun Taylor adalah Anakku satu-satunya. Baiklah, cari informasi tentang Pria tersebut mengapa buru-buru serta kirim beberapa Pembunuh sementara untuk mengganggunya." Ucap Bernard.
"Dan keluarlah! Kau mengganggu waktuku. Dan juga kuburkan mayat Anakku dengan baik." Ucap Bernard menuju ranjang.
"Ta-tapi... Mayat Tuan Muda Taylor tidak ditemukan hanya sebuah kawah besar serta Api biru disana...." Ucap Pelayan tersebut dengan keringat bercucuran.
"Uhuk... Apa!? Api Biru? Baiklah, keluarlah kau! Tetap kirim beberapa Pembunuh untuk menggagunya di Desa Magia jika bertemu. Nanti kita bicarakan lagi." Ucap Bernard yang naik keranjang dan langsung melebarkan paha Isrtinya dan melihat Bibir dunia merah muda yang sudah sangat basah itu langsung menjilatnya dan menghisapnya membuat Olivi bangun dan mengerang keenakan serta desahan nikmat.
Sedangkan Pelayan pria tersebut keluar dengan cepat dan segera melaksanakan peritah tuannya.
......................
Rein kini sampai di Desa Magia dan bertemu dua Penjaga digerbang desa. Ia memberi Kartu Identitasnya untuk diperiksa serta menyuruh kedua penjaga tersebut untuk lebih ketat karena ada yang mengawasi Desa dari hutan. Dengan segera Penjaga tersebut mengangguk mempercayai Rein karena mereka tahu siapa Rein dari Kartu identitasnya. Salah satu veteran Petualang dari Guild yang kelompoknya berisikan enam orang bernama 'Six Magicforce'.
Dengan cepat Penjaga pergi ke Pos Penjaga serta memberitahu teman-teman lainnya untuk berpatroli serta memburu pengintai tersebut.
Rein pun dengan cepat serta keringat bercucuran diwajahnya kini suram dan mengetahui bahwa dirinya sangat lama membeli Obat. Rein menggigit bibir bawahnya dengan kesal mengingat Pemuda cantik serta kelompoknya yang menghalanginya pulang.
Rein sampai didepan pintu rumahnya. Ia dengan gugup pun menarii nafas, merapikan rambutnya yang berantakan serta mengibas-hibas bajunya karena keringatan. Ia melihat keatas bahwa hari sudah gelap dan sore menjelang malam.
Rein mengetok pintu dan membukanya.
"Aku Pulan-"
Plak-
"Uhuk...."
Rein yang baru membuka pintu langsung ditampar oleh wanita didepannya hingga Rein mengeluarkan darah dari mulutnya. Rein mepihat wanita didepannya adalah Istrinya, Lilya pun langsung berkeringat dan bersujud meminta maaf sama seperti Rom waktu memberantakan buku Lilya.
Lilya menghampiri Rein yang bersujud didepan pintu, mengambil Cincin Penyimpanan yang menyimpan Obat Penawar lalu masuk kerumah dengan membanting pintu rumah serta menguncinya. Membiatkan Rein kini masih bersujud ketakutan.
"Sialan, aku akan tidur diluar." Ucap Rein yang kini wajahnya sangat jelek sambil menangis.
Lalu Rein berdiri dan pergi sambil menyeka darah dari mulutnya.
"Lebih baik Aku pergi ketempat Arnold dan Don saja... Sial... Ini hari yang buruk." Ucap Rein yang masih menangis dan pergi menjauhi rumahnya.
......................
Lilya pun kembali keruang tamu dan melihat Ifrit dan Lilith sedang makan cemilan.
"Oh, Lilya. Bagaimana? Udah dapat penawarnya?" Ucap Ifrit.
"Hmm... Sudah dapat dan bantu Aku menyiapkan Air hangat digelas. Tolong...." Ucap Lilya yang langsung meninggalkan Ifrit dan Lilith diruang tamu.
Lilith pun langsung pergi kedapur mengambil Air hangat yang sudah dipanaskan beberapa waktu yang lalu sedangkan Ifrit pun menuju kamar Rom mengingat Chaterine serta Kanna disana menemani Rom yang tidur.
Lilya menghampiri kamar Rom dan membuka pintunya memperlihatkan Rom kini dipeluk oleh Chaterine dan Kanna yang kini mereka bertiga berbagi selimut. Tampak Chaterine dan Kanna kelelahan karena bermain serta menjaga Rom.
Lilya pun mencium kening Rom, Chaterine dan Kanna. Entah kenapa Lilya merasa senang melihat Anaknya dikemudian hari hidup bersama kedua perempuan ini. Tapi hatinya juga sakit karena tak bisa bersama Rom dan menikmati permainannya.
Ifrit pun datang dan melihat bahwa Anaknya, Chaterine kini tertidur memeluk Rom. Melihat wajah tidur Chaterine yang imut pun Ifrit mengecup keningnya.
Dibarengi Lilith yang datang membawa gelas berisikan Air hangat pun melihat pemandangan yang menyenangkan. Melihat Kanna yang tidur memeluk Rom pun mencium kening Kanna dan memberikan gelas Air hangat kepada Lilya.
Lilya pun mengambil sebuah boyol dari Cincin Penyimpanan yang diambil dari Rein dan menuangkan isinya yang berupa bubuk kedalam Air hangat.
Lilya pun menggoyangkan gelas tersebut dan meminunnya lalu Lilya mengangkat kepala Rom dan mencium bibirnya menyalurkan minuman obat penawar tersebut kemulut Rom. Sedikit rona merah diwajah Lilya entah kenapa Ia lama sekali mencium Rom.
Ifrit dan Lilith juga terkejut dan sedikit rona merah diwajahnya melihat Lilya lama sekali mencium Rom.
Lilya yang ditegur pun terbatuk dan Air obat penawarnya sedikut tertelan membuatnya tersedak. Ifrit dan Lilith hanya tertawa dan lari meninggalkan kamar.
Lilya meminnum kembali sampai habis Air hangat campuran obat penawar racun tersebut dan meminumkannya kepada Rom. Lilya kali ini mencium Rom makin lama entah kenapa lidahnya kini menjadi liar dan tangan kirinya menggesek bibir dunia merah mudanya yang kini berlapis pakaian.
Hmngh~
Hmwah~
Lilya menyudahi ciumannya dan meletakkan kembali kepala Rom dengan hati-hati lalu mengelus kepala Rom serta merapikan rambutnya lalu pergi dan menutup pintu dengan pelan.
Beberapa jam kemudian...
Dalam jiwa Rom...
( Ahh~ Kakak... Teruskan.... Ahh... Pipa sangat enak~)
"Kawanku! Game ini sangat luar biasa!" Ucap Badut Iblis yang kini bermain Gama tema cinta Kakak Adik yang berada ditingkat lanjut.
"Betul kawanku! Sial, aku sudah keluar beberapa kali." Ucap Rom yang merasa klimaks tapi tidak kelelahan serta tak m ngeluarkan susu prisienplek.
Entah kenapa setiap Rom merasa klimaks, Badut Iblisny bergetar dan keenakan. Dari situ Rom menyimpulkan bahwa Rom yang berada didalam jiwa sepertinya tempat dimana diri kita melampiaskan perasaan yang kita rasakan tampa dibatasi oleh sesuatu.
Dan Badut Iblis Rom sepertinya adalah orang yang menerima atau memakan setiap perasaan yang dikeluarkan Rom. Baik itu perasaan senang, sedih, nafsu, kemarahan, kekecewaan dan lain sebagainya.
Mereka yang sedang asik bermain game henting tersebut tiba-tiba terbuka sebuah gerbang yang menyilaukan dimata mereka.
Rom melihat sebuah gerbang dengan tiang berwarna putih serta beberapa burung merepati beterbangan serta angin sejuk menghembus kediri Rom dan Badut tersebut.
Mereka berdua merasakan bahwa dirinya dibersihkan oleh Angin suci dan kini mereka akan mengunjungi tempat kediaman-Nya.
"Baiklah Kawanku. Sepertinya ini adalah Gerbang Surgawi tempat dimana seharusnya Aku berhimpun kepada-Nya. Selamat tinggal... Kawanku...." Ucap Rom yang kini layaknya seorang pahlawan dengan siluet dirinya tampak dibarengi sinar suci yang dikeluarkan oleh gerbang serta burung merpati berterbangan.
Entah kenapa Badut Iblis melihat sebuah siluet seorang pria perkasa dengan sebuah jubah berkibaran serta... Sebuah pipa besar dan panjang tampak saat kepergian Rom.
"Kawanku... Selamat tinggal." Ucap Badut Iblis dengan melambailkan tangan dengan sebuah serbet putih ditangannya.
"Semoga kau mendapat sebuah berkah, Kawanku." Ucap Badut Iblis dan berbalik membelakangi Rom lalu tangan kanannya diangkat menandakan kepergiannya.
Rom pun membelakangi Badut Iblisnya, dengan tatapan tajam serta wajar bertema jojo pun pergi dengan pipa agungnya. Rom berjalan mendekati gerbang dan menemui sebuah dorongan pintu layaknya sebuah pantat yang pas digenggamannya. Rom menangis terharu melihat hal tersebut.
"Bahkan Dia memberikan sebuah kenikmatan sebelum diriku menghampiri kediaman-Nya." Ucap Rom lalu memegang dorongan pintu yang berbentuk pantat tersebut.
Tiba-tiba Rom merasakan perasaan segar. Merasakan dirinya dibasuh oleh Air Kehidupan layaknya Air Aqua. Pandangannya mulai kabur dan gelap hingga beberapa daat kemudian Rom sadar dan melihat bahwa dirinya dikamar.
"Semoga kau mendapat sebuah berkah, Kawanku."
Perkataan Badut Iblis Rom masih terngiang-ngiang dikepala Rom. Rom meremas tangannya dan merasakan sebuah benda lembut ditangannya.
'Ini adalah perasaan yang kurasakan saat Aku membuka gerbang tadi'
Dengan kuat Rom meremas kuat menggunakan kedua tangannya dan entah kenapa suara desahan terdengar dikedua telinganya.
Ahh~
Hmngh~
'Astagajadilah! Sial, Suara... Loli'
Seketika wajah Rom pun menggelap dan kini ukiran wajahnya berubah menjadi tema jojo. Tampak tetesan air mata keluar dari sudut matanya.
"Terima kasih, Kawanku...." Ucap Rom dan menoleh kedua sisi dan melihat dua Loli.
Disampping kanan terlihat loli berambut merah muda dengan pita rambut kuning dikepalanya. Tak lain adalah Chaterine yang Rom belum kenal.
......................
Ilustrasi Chaterine.
Gambar dari Website terlarang.
......................
Sedangkan disamping kirinya adalah loli berambut putih perak panjang yang tak lain adalah Kanna yang Rom belum kenal.
......................
Ilustrasi Kanna.
Gambar dari Website terlarang.
๐ฟ : Anggap aja dulu ini ilustrasi pas udah besarnya dan biarkan imajinasimu bekerja memanifestasikan versi Lolinya.
......................
Rom melihat kedua loli yang kemudian hari akan menjadi wanita dewasa keduanya sangat imut dan cantik. Melihat wajah mereka berdua yang gelisah karena Rom meremas pantat kedua loli tersebut. Rom pun menyingkirkan tangannya dan kini tangannya memeluk kedua loli tersebut membiarkan keduanya nyaman dipelukannya.
Dengan ekspresi jantan dan sangar Rom menetapkan tujuannya.
"Tenang saja. Kalian berdua akan nyaman berada disisiku. Mwehehehehe๐คค"
......................
Author : Maaf ya, mungkin kedepannya gak tentu up atau mungkin gak up sama sekali karena kuota internetku habis. Ini aja hospot dari Ibu gua jadi gua usahain up yah. Hehehe ๐๐๐ฟ
...----------------...
...๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐...
...โน๏ธ B E R S A M B U N G โน๏ธ...
...๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐...
...----------------...
Terima kasih sudah membaca novel saya.
Jangan sungkan tuk berikan saran atau kritikan kepada Author ๐
Jangan lupa tinggalkan :
Like ๐
Komen ๐ฌ
Vote โ๏ธ/Hadiah ๐
Rate โ 5
Dukung terus Author dan Novel 'System : Project M.A.I.'.
Enjoy ๐
Romz ๐ฎ๐ฉ
๐๐๐๐๐ฟ
****************