System : Project M.A.I.

System : Project M.A.I.
Bab 00 : Prolog



Indonesia, Sumatera Utara, Pematangsiantar.


18 September 2XXX.


08.03 PM.


Namaku Rom Steveins, umur 17 tahun menuju 18 tahun karena hari ini adalah Hari Ulang Tahunku.


Tidak ada siapa-siapa yang menemaniku disini karena aku pun tak tahu siapa orang tuaku dan bagaimana wajahnya karena aku adalah anak yatim piatu yang diadopsi oleh pihak Panti Asuhan.


Bagaimana aku mengetahui ulang tahunku? Tentu saja dengan diberitahu oleh Ibu Panti Asuhan yang menjagaku dan beberapa orang lainnya selama ini. Ibu Panti Asuhan menemukanku di depan pintu rumah Panti Asuhan tepat seperti tanggal sekarang dan begitulah.


Aku, Rom Steveins, seorang lelaki normal, tinggi 183 cm, wajah bulat agak lonjong yang tampan dengan hidung yang tidak terlalu mancung, memiliki rambut berwarna hitam pekat sealis, kulit seputih susu, dengan iris mata berwarna hitam seperti kegelapan. Orang yang menatap mataku akan melihat kegelapan yang tak terhitung jauhnya.


......................


Ilustrasi Rom Steveins.



Gambar dari Google.


Diedit di IbisPaint bagian mata.


......................


Pada hari ulang tahunku, ditemani dengan roti berisi coklat dan lilin kecil di kamar kos ku, kumenatap lilin kecil yang menyala terang di kegelapan dan berusaha bertahan menjaga api kecil tersebut tuk tetap menyala.


Aku terus menatap lilin kecil tersebut dan secerah harapan muncul dalam pikiranku. Aku mulai berdoa melipat tanganku dan berharap aku seperti lilin kecil yang dapat bertahan di kegelapan dan tetap menyala walaupun terkena terpaan angin kecil maupun besar sekalipun.


Aku menyudahi doaku dan meniup lilin tersebut. Lucunya, lilin tersebut tidak mati. Aku terus meniup api kecil yang ada di ujung lilin kecil tersebut dan pada akhirnya lilin kecil tersebut pun padam.


Aku yang melihat hal tersebut pun hanya tersenyum, sepertinya aku akan mengalami hal baik. Aku memakan roti berisikan coklat tersebut dan menikmatinya sampai akhir. Aku melihat keluar jendela menatap langit malam dihiasi bintang-bintang dan berharap hari esok adalah hari yang baik dan menyenangkan karena umurku sudah 18 tahun.


"Selamat jalan masa lalu, selamat tinggal masa kini, dan selamat datang hari esok, aku menantikanmu." ucapku dengan mata yang mulai kantuk. Aku menutup jendela dan pergi ke tempat tidur dan tidur dengan nyeyak.


......................


19 Septemmber 2XXX.


06.02 AM.


"Hoamn~"


Aku bangun dari tidur nyenyakku, melipat selimut dan merapikan tempat tidurku. Membuka jendela melihat hari masih gelap tapi tentu saja hal tersebut tidak menghambatku tuk bangun karena sudah kebiasaan. Aku mencuci mukaku dan mengganti bajuku dengan baju training sekolah SMK ku. Melihat dengan baju tersebut aku merasa nostalgia dengan masa SMK ku. Bagaiman dengan keadaan teman-temanku sekarang ya? Ya, kuharap mereka baik-baik saja.


Aku pun mulai mengganti bajuku dan memakai sepatu olahragaku. Kubuka pintu rumah dan menguncinya kembali, aku mulai melakukan pemanasan dan mulai meregangkan otot-otot kaki dan juga tanganku sebelum melakukan lari pagi yang sering kulakukan.


Merasa sudah selesai dengan pemanasan yang kulakukan, aku mulai lari dengan kecepatan sedang, tidak lari dan juga tidak berjalan biasa. Aku berjalam hingga 2 Km melewati jalan besar dan berkeliling perumahan disekitar.


Aku berjalan dan melihat gedung besar berada didepanku, aku berjalan melewati gedung tersebut dan aku menginjak secarik kertas.


Srak~


Aku menggeser kakiku dan menggambil secarik kertas tersebut. Bisa kulihat bahwa aku menemukan Cek Kosong yang bernilai seharga Rp.100.000.000,-.


"Wow, Ce-cek kosong bernilai Rp.100.000.000,- !!" (Seratus Juta Rupiah) Ucapku sambil mengelap keringat yang ada di dahiku menggunakan lengan kananku.


"Hehe, hari ini aku beruntung. Hoki itu jarang sekali muncul. Sepertinya firasatku mengenai hal kemarin memang betul. Haha, kusimpan dulu, nanti kutukar di bank." Ucap Rom senang dengan senyum lebar sambil menyimpan Cek Kosong tersebut di dompet kulitnya yang sudah robek.


......................


19 Septemmber 2XXX.


09.35 AM.


Aku sudah menukarkan Cek Kosong tersebut dengan uang Rp.100.000.000,- tersebut dan memasukkannya ke rekening tabunganku yang sudah kubuat sejak masuk ke SMK karena ada pihak Perbankan yang datang ke Sekolah menawarkan pembuatan buku tabungan gratis.


Aku pergi pulang menaiki sepeda lamaku kerumah. Yah, tidak ada orang mencurigakan yang terlihat disekitar karena penjagaan bank yang ketat dan aku juga selalu waspada terhadap sekitar. Kupikir ada orang yang membuntutiku karena barusan dari bank.


...-SKIP-...


Aku sampai dirumah dan melihat buku tabunganku yang bertulis nominal Rp.101.250.000,-. Aku sangat senang melihat jumlah uangku sekarang. Sekarang aku bisa kuliah melanjutkan kejuruanku. Pada saat SMK aku mengambil jurusan RPL (Rekayasa Perangkat Lunak).


Aku juga akhirnya bisa membeli Handphone Gaming yang selalu kukagumi dan membeli Komputer untuk bekerja sekaligus bermain. Dengan uang ini, seharusnya cukup.


...-SKIP-...


Setelah membeli Handphone baru dan PC (Personal Computer) dan sudah dipasang pihak penjual dan ahli dalam memasang perngkat Komputer. Aku mulai membuka website Google dan mencari Universitas yang cocok untuk kejuruanku dan nyaman tentunya. Aku tak mau sewaktu sekolah mengalami masalah seperti waktu SMK. Maksudnya, bukan aku yang terkena masalah waktu SMK, tapi ada orang yang kulihat seperti korban Bully dan lain-lain. Yah, sebaiknya mengantisipasi hal tersebut sebelum terlanjur, hehe.


Setelah mencari beberapa Universitas, akhirnya aku menemukannya. Namanya Universitas Rekayasa Perangkat Lunak dan Teknik Komputer Jaringan Indonesia (URPLTKJI). Aku mendaftar dan berhasil masuk setelah tes langsung di Universitas. Selain kuliah, aku juga Livestreaming di YT dan platform lain seperti nge-Game dan nge-Vlog sebagai pekerjaan sampinganku diwaktu luang.


......................


30 April 2XXX.


06.02 PM.


Aku, Rom Steveins sudah menyelesaikan kuliahku dengan baik, dan meraih juara 1 baik disekolah dalam bidang teori maupun praktek dan juga lomba kejuruan.


Saat ini aku berumur 23 tahun. 5 tahun menempuh kuliah benar menyenangkan. Aku juga mendapat teman baru dan juga Pacar. Hehe, tentu saja Rom si Tampan ini juga tertarik dengan lawan jenis. Baiklah mari kuperkenalkan.


Dia benama Illia Putri, lahir di Indonesia tanggal 22 September 2XXX, perempuan cantik yang pendiam tapi jika dengan orang terdekatnya dia ceria, tinggi 173 cm sedikit dibawahku, wajah bulat yang cantik dengan ciri khas tersendiri dengan hidung mancung, rambut panjang sepinggang berwarna hitam, kulit seputih salju, iris mata dengan warna biru, yah, dia setengan Indonedia setengah USA, maksudku Ayahnya Indonesia dan Ibunya United State of America (USA).


......................


Ilustrasi Illia Putri.



Gambar dari Google.


......................


Bagaimana kami bertemu dan jadian? tentu pada saat pendaftaran aku bertemunya berpapasan saat masuk tes kuliah. Yah, hehe, aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Tapi itu tak menghambatku tuk belajar juga, malah tambah bersemangat.


Kami juga satu kelas pada saat dikelas. Pada saat istirahat, aku melihatnya di meja kantin sedang membaca buku. Aku sengaja mendekatinya dengan mencoba duduk semeja dikantin aku mencoba berkenalan sekali lagi setelah berkenalan dalam kelas.


Pada saat mencoba berkenalan dengan, sial dia sangat dingin. Walaupun begitu, kutetap menemaninya duduk dikantin sambil menatapnya. Mata biru tersebut seperti air laut yang menenangkan hatiku saat melihat. Aku terus menatap matanya hingga akhirnya dia mulai bertanya.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu? dan matamu itu saat kutatap seperti melihat jurang kegelapan yang tak kunjung sampai kedasar?" Ucap Illia.


Wow, dia berbicara. Kupikir dia bakal tidak akan berbicara kepadaku karena mengganggu waktu istirahatnya. Aku pun tersenyum senang dan menjawab pertanyaan tersebut.


"Mata ku memang seperti itu. Kegelapan yang tak berisi berarti kehampaan yang melandaku. Kesepian adalah temanku. Tapi pada saat aku melihat matamu, mata birumu yang seperti air laut yang menenangkan orang yang menatapku telah mengisi kehampaan ini." Ucap Rom tanpa memperdulikan sekitar. Keheningan pun terjadi di sekitar meja kantin. Aku melihatnya terkejut dengan tangan yang menutupi mulutnya dengan sedikit rona merah diwajahnya.


Fiuuuit~


Seseorang bersiul di kantin tersebut memecahkan keheningan dan akupun tersadar dengan apa yang barusan terjadi. Sial, aku sangat kepedean. Aku sangat malu sekarang. Aku hanya memalingkan wajahku dan menggaruk kepalaku yang tidak gatal.


"Be-benarkah? Kalau begitu biarkan aku mengisi kehampaanmu itu~" Ucap Illia yang memecah keheningan sekali lagi.


Aku pun terkejut dengan perkataan wanita yang dihadapanku sekarang. Sial, seharusnya perkataanku sebelumnya adalah sebuah lamaran atau pernyataan cinta. Padahal ini baru beberapa hari baru kuliah. Parahnya, dia menerimanya. Ugh, aku sangat beruntung. Aku pun menoleh dan menatap Illia yang kini memerah seperti tomat dengan menutupi setengah wajahnya dengan sebuah buku yang dibacanya.


Akupun menjawabnya dengan berkata, "Terima kasih sudah menerima untuk mengisi kehampaanku yang kosong ini".


Kyaa~


Ciee~


Wow~


Seketika kantin ribut dengan kejadian tersebut dengan berita gosip 'seorang mahasiswa kita melamar dikantin dengan kata-kata yang keren dan paling mengejutkan sang wanita menerimanya'. Seketika kami pun menjadi trending pembicaraan di kuliah. Dan begitulah.


Sekarang kami masih menjalin hubungan dengan status 'Masih Pacaran'. Kadang juga aku mengajaknya bermain game sekaligus konten untuk Livestreaming di YT atau Platform lainnya.


Dan sekarang aku melakukan suatu Proyek bersama pacarku, Illia. Setelah beberapa tahun berpisah akibat Illia pulang ke Amerika menjenguk neneknya yang sedang sakit. Aku pingin datang tapi ditolak Illia karena dia bilang akan bakal merepotkan jika pihak keluarga dari Ibunya mengetahui Illia sudah mempunyai pacar. Kutanya mengapa? dia hanya menjawab masalah keluarga. Yah, aku hanya bisa menuruti perkataannya.


Baiklah, proyek tersebut membuat sebuat program AI (Artificial Intelligence) yang ditanamkan diotak sejenis cairan dengan kandungan mesin mikro yang sangat kecil yang tak dapat dilihat dengan mata telanjang.


...-SKIP-...


Setelah 3 tahun lamanya mengerjakan proyek tersebut sekaligus dengan kisah cinta dan tentu saja adegan kenikmatan surgawi pun kami lakukan karena bosan dengan pekerjaan juga karena hubungan kami yang masih pacaran.


Hmwah~


Hah~


Nafas terengah-engah terdengar disebuah ruangan yang penuh kertas dan gelas kaca berisikan cairan berbahaya.


"Illiaku, jadi bagaimana dengan firasatmu? apakah proyek ini bakal berhasil? Hmm?" Tanya Rom kepada Illia yang sekarang dipangkuannya dengan wajah dekat dihadapannya yang kini telanjang memperlihatkan tubuh indah dan seksi.


"Ah! Hah...hah... Rom Sayang, firasatku mengatakan bakal berhasil tapi ada perasaan lain yang buruk kurasakan?" Ucap Illia sambil mengelus wajah Rom.


Rom yang mendengar tersebut hanya tersenyum sambil mengelus wajah Illia yang cantik dan mulus itu dengan lembut. Rom mendekatkan wajahnya dan bibirnya pun menyentuh bibir Illia dibarengi oleh permainan lidah membuat nafas mereka terengah-engah.


Cup~


Slurp~


Hmwah~


Disaat bersamaan Rom dengan segera membuka pakaian Illia dan memperlihatkan tubuh indah dan langsing tanpa sehelai rambut yang menutupi. Illia juga membuka semua pakaian yang Rom kenakan dan memperlihatkan tubuhnya yang atletis dan keren apalagi pipa agungnya yang dibawah membuat Illia benar-benar takjub.


"Aku yakin dengan firasatmu yang menyatakan proyek kita berhasil. Dan juga aku mempercayai firasat burukmu Sayang. Tapi aku cuma berharap dengan keberuntunganku, semoga saja tidak ada hal yang buruk terjadi." Ucap Rom sambil meremas pantat Illia dan memasukkan pipa agungnya ke bibir kewanitaannya Illia. Pipa tersebut menembus masuk kedalam hingga mendobrak gerbang surgawi milik Illia membuat Illia mengerang keenakan.


Plak~


Plak~


Plak~


Terdengar suara tamparan daging dan erangan seorang gadis yang keras tapi tak terdengar keluar, karena ruangan mereka saat ini berada di bawah tanah.


Ahh~


"Rom Sayang, mari kita bergantung pada keberuntungan, dan aku mau keluar!! Mari sama-sama keluar bersama~ Ahh~" Ucap Illia yang kini naik turun sangat kencang dipangkuan Rom.


Rom mencium bibir mungil nan lembut dan menjulurkan lidahnya kedalam beradu dengan lidah Illia. Sekarang tempo permainan semakin cepat mendekati akhir.


Plak~


Plak~


Plak~


"Keluar!!" Ucap mereka bersamaan.


Ugh~


Nhnng~


Ahh~


Cairan hangat pun keluar dari adik kecil Rom memenuhi rahim Illia sampai penuh. Illia pun memeluk erat Rom. Merasa tubuhnya kejang seperti disetrum dan merasakan hangat di dalam rahimnya hanya bisa bernafas terengah-engah dipelukan Rom. Rom pun mengeluarkan adik kecilnya dari gerbang surgawi Illia dan melihat cairan putih keluar jatuh dari lubang lipatan daging tersebut.


Hah~


"Mari kita mandi bersama dan melanjutkan pekerjaan kita besok." Ucap Rom sambil mencium pipi Illia.


Illia yang dicium pipinya mencium pipi Rom kembali dan mengangguk sambil mempererat pelukannya karena tahu bahwa Rom akan menggendongnya ke kamar mandi.


Melihat Illia mengangguk, Rom pun berdiri dan melihat bahwa bawahan Illian masih mengeluarkan cairan putih miliknya. Rom hanya menggelengkan kepalanya dan berharap tidak menghamili Illia sebelum mereka menikah.


......................


2 Mei 2XXX.


09.45 AM.


Pada saat ini Rom dan Illia sedang melakukan tahap penyelesaian dalam pengerjaan proyek yang berjudul 'Project M.A.I.' tersebut. Dengan menanamkam mesin mikro berbentuk cairan yang diprogram dan dibantu oleh Artificial Intelligence (AI) mereka berdua bahwa proyek ini berhasil dan tinggal tahap pengetesan atau tes percobaan pertama yang nantinya dicoba oleh Rom sendiri.


"Hahaha, akhirnya proyek yang kita kerjakan selesai." Ucap Rom yang langsung memeluk Illia dan menciumnya.


Cup~


Hmwah~


"Benar Sayang, tinggal tahap tes percobaan perangkat yang kita buat. Apakah kamu siap?" Tanya Illia dengan wajah khawatir.


Rom yang melihat wajah Illia hanya memegang mengelus wajah Illia dan mencium kening sambil mengelus kepala Illia mengacak-acak rambunya.


Cup~


"Tak usah khawatir, semua baik-baik saja. Aku mempercayai firasatmu, tapi semoga hal yang tidak baik tidak terjadi." Jawab Rom tegas.


"Baiklah." Jawab Illia sedikit mengeluarkan air matanya.


Setelah itu Rom tidur di sebuah tempat yang diatasnya ada lampu terang dan beberapa alat seperti suntik yang besar dengan jarum panjang. Rom yang menatap itu pun sedikit ngeri dimatanya tapi tetap ia memantapkan mental dan tekadnya untuk menahan rasa sakit tersebut.


Illia menhampiri Rom dan menggemgam tangannya tuk menenangkan Rom. Setelah itu Illia memasang pengaman pada Rom yang berada di kedua tangan dan kakinya juga di perutnya untuk mengunci pergerakan Rom pada saat penyuntikan 'Project M.A.I.'.


"Sudah siap?" Tanya Illia melihat Rom yang tenang tiduran di tempat tes pencobaan 'Project M.A.I.'.


"Fiuh, SIAP!" Teriak Rom kuat. Illia yang melihat itu pun tersenyum dan memulainya dengan menekan tombol merah yang ada dihadapannya.


Wung~


Alat yang ada diatas kepala Rom bergerak dan jarum suntik tersebut sudah memposisikan jarumnya kekepala Rom.


Wung~


Ciet~


Ahk!!


Teriak Rom kesakitan dan tubuhnya berguncang meronta kesakitan mencoba lepas dari pengikat yang mengikatnya.


Huaaa!!


Teriak Rom yang semakin kuat. Illia hanya menutup mulutnya menahan sedih melihat lelakinya kesakitan dihadapan mata kepalanya sendiri.


Cius~


Whoos~


Wung~


Ciet~


Bunyi gerak alat suntikan besar tersebut menjauh dari kepala Rom. Kini nampak sebuah asap putih muncul dari alat tersebut dan juga kepala Rom yang menandakan bahwa itu panas. Illia yang melihat hal tersebut sudah memperkirakan hal tersebut dan menekan tombol biru di hadapannya dan seketika air keluar dari atas wajah Rom.


Rom yang terkena air tersebut pun langsung terbatuk dan muntah.


Oergh-


Illia yang melihat hal tersebut pun berlari dan melepaskan pengaman yang mengikat Rom. Sesudah itu Illia memberi Rom minum air putih tuk menenangkan diri.


"Hah...hah...hah... Hehe, Illia Sayang, ini berhasil." Ucap Rom yang sedang terengah-engah tiba-tiba langsung tertawa.


"Hehe, selamat Sayang~" Ucap Illia sambil memegang tangan Rom. Rom bisa melihat bahwa tangan Illia gemetaran. Rom pun menatap wajah Illia kini terlihat seperti anak kecil menangis ketakutan.


Hiks~


Hisk~


Huwaa~


Tangisan Illia pun membesar dan memeluk Rom erat. Rom yang melihat hal tersebut pun memeluk erat kembali Illia dan meminta maaf kepada Illia. Rom sungguh merasa bersalah membiarkan wanitanya melihat dirinya tersiksa kesakitan.


Setelah beberapa menit berpelukan, Rom pun berdiri dan menuju sebuah komputer untuk mengetes Heavenly System yang sudah berada diotaknya.


"Baiklah, mari mengetesnya."


Klik~


Tiba-tiba dihadapan Rom ada sebuah layar hologram berwana biru terang dihadapannya.


...----------------...


...๐Ÿ’  [ System : Project M.A.I. ] ๐Ÿ’ ...


...โžก๏ธ [ Mulai ] โฌ…๏ธ...


...----------------...


Rom yang disuguhkan sebuah layar hologram pun tersenyum merasa senang. Illia yang melihat lelakinya tersenyum senang hanya bisa menghelakan nafas karena proyek mereka berhasil. Illia hanya duduk di sebelah Rom melihat kekomputer yang menunjukkan statistik program Heavenly System dan kinerja otak Rom.


Rom pun menekan tombol mulai di layar hologram tersebut di hadapannya dan program Heavenly System pun berjalan.


...----------------...


...๐Ÿ’  [ Heavenly System ] ๐Ÿ’ ...


...โ–ช๏ธโ—ฝโ—ผ๏ธ [ Memulai... ] โ—ผ๏ธโ—ฝโ–ช๏ธ...


...[ 1%... 25%... 50%... 75%... 100% ]...


......................


...[ Selamat Datang, Tuan]...


...[ Saya MAI, Master of Artificial Intelligence yang dibuat oleh Prof. Rom Steveins dan Prof. Illia Putri. Dengan ini akan memulai program 'Project M.A.I.' ]...


...----------------...


"Wow, Halo MAI." Ucap Rom.


...[ Halo, Tuan Rom ]...


"Jadi, bagaimana statistiknya?" tanya Rom ke Illia yang kini melakukan pengetikan super cepat dan melihat 2 buah statistik bersebelahan di layar komputer.


"Semuanya normal, statistik program Heavenly System berjalan dengan lancar, tidak ada malfungsi di mesin mikro dan lainnya. Untuk statistik kinerja otak, hmm... tidak ada yang aneh, semua berjalan lancar, tak ada kerusakan pada otak." Ucap Illia cepat dengan mata yang lebar melihat layar didepannya.


"Yey, akhirnya berhasil." Ucap Rom.


"Ya, Sayang." Ucap Illia yang masih melihat ke layar komputer.


"Huh, aku mengambil air minum dulu ke atas ya Sayang, nah duduklah." Ucap Illia yang mempersilahkan Rom duduk di kursinya dan beranjak pergi dari situ.


"Baiklah, cepat kesini ya. Aku tak sabar mencoba fitur program kita." Ucap Rom.


"Ya, ya, terserah. Aku dah capek." Ucap Illia yang hanya melambaikan tangannya dan melepas jaketnya.


"Hehe, baiklah mari kita tanya MAI terlebih dahulu." Ucap Rom.


"MAI, fitur apa yang tersedia di program Heavenly System.


...[ Ding, Fitur Sistem saat ini adalah Status, Navigasi, Analisa dan Statistik. Cuma itu Tuan Rom ]...


"Hmm.. Baiklah. Buka Status." Ucap Rom.


...----------------...


...โž– [ Status ] โž–...


๐Ÿ”˜ [ Nama ] \= [ Rom Steveins ]


๐Ÿ”˜ [ Jenis Kelamin ] \= [ Laki-laki | โ™‚๏ธ ]


๐Ÿ”˜ [ Umur ] \= [ 26 Tahun ]


...----------------...


Rom yang melihat tersebut pun tersenyum tanpa memperhatikan statistik yang ada dilayar komputer karena pandangan Rom yang tertutupi oleh layar hologram yang dihadapinya. Statistik Heavenly System berjalan lancar tapi tidak dengan kinerja otak yang statistiknya yang tidak stabil, tertulis disitu bahwa kinerja otak melambat karena terlalu banyak proses yang dilakukan otak. Statistik kepanasan otak meningkat drastis tanpa disadari Rom kepalanya memanas dan mengeluarkan asap putih.


Ugh~


Jedebuk-


Rom terjatuh dari duduknya dan memegang kepalanya. Dia merasakan bahwa kepalanya panas.


"Ugh, kepalaku sakit. Apa yang terjadi? MAI? Tanya Rom dengan posisi terkapar memegangi kepalanya.


...----------------...


...โš ๏ธ[ Peringatan ]โš ๏ธ...


...โš ๏ธ[ Bahaya ]โš ๏ธ...


...[ Statistik Kinerja Otak tidak stabil menyebabkan kepanasan otak dan berakibat sakit kepala ]...


...โš ๏ธ[ Gawat ]โš ๏ธ...


...[ Karena otak tak dapat mampu menahan kinerja Heavenly System, Sistem memaksa mematikan program Heavenly System]...


...[ Dimulai dari 3... 2... 1... ]...


...----------------...


Rom yang melihat layar hologram tersebut pun terkejut dan merasa makin pusing dan pandangannya mulai kabur. Tanpa Rom sadari bahwa ia mulai mengeluarkan darah dari hidungnya.


...----------------...


...โš ๏ธ[ Sistem gagal mematikan paksa program Heavenly System ]โš ๏ธ...


...โš ๏ธ[ Error ]โš ๏ธ...


...[ Terjadi Malfungsi terhadap mesin mikro otak ]...


...[ Tak dapat mengeksekusi perintah Tuan Rom ]...


...----------------...


Rom yang melihat layar hologram didepannya pun hanya menghela nafas. Rom mulai menenangkan diri tapi makin lama makin kepalanya merasakan sakit.


Illia yang baru turun membawa air minum dan beberapa makanan kecil pun menjatuhkan semua dan berlari kencang menghampiri Rom. Illia mencoba menggapai kepala Rom dan meletakkannya di pahanya tapi merasakan panas di tangannya.


Aww~


"Hiks... Sayang!?" Ucap Illia kini menangis.


"Illia? apa itu kau? Hehe, maaf sepertinya ini tak berhasil. Ugh." Ucap Rom dengan suara yang melemah.


Hiks~


Huaaa~


"Hiks... tidak, jangan tinggalkan aku Rom!" Ucap Illia menggoyangkan tubuh Rom. Rom yang digoyangkan tubuhnya mencoba membuka matanya dan hanya melihat bayangan seorang wanita dihadapannya. Rom mengangkat tangannya dan memegang wajah wanita tersebut.


Hiks~


Terlihat Rom meneteskan air matanya sambil mengeluskan wajah wanita yang diatasnya.


"Terima kasih sudah menerangi kegelapan dengan nyala mata birumu dan Terima kasih sudah mengisi kehampaan dengan air berwarna biru yang menenangkan hati ini. Cuma kamu yang bisa menemani kesepian ini. Terima Kasih Illia. Maaf~"


Tak-


Suara tangan Rom yang terjatuh setelah mengelus wajah Illia. Illia menangis kencan diatas wajah Rom. Air matanya jatuh di wajah Rom.


"Tidaaaak....!!!" Teriak Illia.


Illia menarik badan Rom dan memeluknya dari belakang. Illia membenamkan wajahnya di punggung Rom.


"Tidak! Ro-Rom Sayang, jangan tinggalkan aku. Biar aku tetap mengisi kehampaanmu. Tanpa wadah yang tepat. Air laut ini akan tumpah membanjiri yang lain. Hanya kamu yang bisa menampungnya. Rom... Oh, Rom Sayang. Hiks... Ap-Apa kamu tidak menikahiku? Orang Tuaku dari pihak Ibuku malah menjodohkanku dengan seorang yang tak bisa menampung air ini. Hisk... Bagaimana ini Rom. Jangan tinggalkan aku." Ucap Illia menangis tersedu-sedu.


Rom yang masih sempat mendengar hal tersebut pun tersenyum kecut dan mencoba berkata dengan paksa.


"Maaf. Tunggulah aku tuk menampung air biru nan indah terse-" Ucap Rom terpatah dan meninggal dunia.


Illia yang mendengar hal tersebut hanya menangis meratapi kematian calon suaminya. Ia memeluk tubuh Rom yang sudah tidak bergerak.


"Aku akan menunggumu, Rom, Sayangku. Cuma kau satu-satunya dihatiku!" Ucap Illia seperti mengucapkan sumpah.


2 Mei 2XXX.


06.03 PM.


Uji coba 'Project M.A.I' berhasil tapi Rom sebagai korban uji coba telah meninggal dunia.


...----------------...


...๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž...


...โ„น๏ธ B E R S A M B U N G โ„น๏ธ...


...๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž...


...----------------...


Terima kasih sudah membaca novel saya.


Jangan sungkan tuk berikan saran atau kritikan kepada Author ๐Ÿ˜Ž


Jangan lupa tinggalkan :


Like ๐Ÿ‘


Komen ๐Ÿ’ฌ


Vote โœŒ๏ธ/Hadiah ๐Ÿ™


Rate โ˜…5


Dukung terus Author dan Novel 'System : Project M.A.I.'


Enjoy ๐Ÿ˜


Romz ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ


๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ—ฟ


...****************...