System : Project M.A.I.

System : Project M.A.I.
Bab 09 : Magical Beast | Part I



Rein yang mengedarkan Mana-nya didalam air danau untuk memeriksa apakah bahaya pun tak mendeteksi suatu kehidupan Ia pun menghelakan nafas.


Rom yang sedang membersihkan darahnya pun melihat keair yang sudah bercampur darah. Ia mengibaskan air darah tersebut membuat air darah tersebut menyebar menggantikan air danau yang baru sehingga merefleksikan wajah Rom yang tampan di air danau tersebut. Rom hanya tersenyum melihat wajahnya. Tak lama kemudian entah kenapa Rom merasakan firasat tak mengenakkan jika berterus lama di tepi danau tersebut. Rom pun menoleh ke Ayahnya dan melihat seperti Ayahnya juga merasakannyq dan juga pasti Ayahnya sudah memeriksa terlebih dahulu.


"Ayah...." Bisik Rom kepada Rein.


"Hmm... Ayah tahu...." Ucap Rein.


Rein pun memberitahu rencananya dengan pelan dan baik. Dalam rencana tersebut Rom akan terus mengibaskan air danau yang sudah bercampur tersebut ke tengah-tengah danau dan menunggu apa yang terjadi kemudian.


Rom mengangguk dan menuruti perkataan Ayahnya. Rom mengibaskan air tersebut sehingga membuat suara gemericik air. Rom hanya tersenyum dan tak membuat aura waspada yang mengganggu sesuatu yang didalam danau tersebut.


Rein yang melihat aura Rom yang tenang pun terkejut sekaligus senang. Melihat Anaknya yang begitu cepat beradaptasi serta menenangkan diri disuatu tempat seperti ini Ia mengakui bahwa Anaknya benar-benar jenius.


Rein pun memperhatikan air danau tersebut sambil mengalirkan Mana-nya yang tipis kedalam air danau. Rein bisa membedakan mana gelombang air yang dibuat Rom dan mana gelombang air yang dibuat sesuatu yang lain.


Beberapa menit kemudian, Rein merasakan gelombang air yang sangat kuat dari dalam danau. Rein yang sedikit berkeringat karena sedikit kelelahan menunggu sambil mengalirkan Mana-nya pun matanya melebar. Sehingga Rein mundur dan berteriak kepada Rom.


"Nak! Mundur!"


Rom yang masih asik mengibas akr tersebut sudah menyadari gelombang air aneh yang Ia rasakan. Rom pun tersadar dari asiknya bermain air tersebut dengan suara Ayahnya yang kuat hingga membuat Rom kejengkang.


Seketika keluar mahluk panjang dan besar dari dalam danau tersebut. Memiliki kepala naga dengan sisik berwarna hijau lumut dengan aura biru mengelilinginya.


Naga tersebut menatap Rein dan Rom dengan tatapan tajam dan membunuh sehingga menghasilkan tekanan kuat. Rein bisa menahan tekanan tersebut dengan mudah tapi tidak dengan Rom yang kini sudah mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya.


Uhuk...


Rom merasakan sakit disekujur tubuhnya serta dadanya. Entah kenapa udara paru-parunya seperti di isi oleha air sehingga membuat dirinya susah bernafas.


Rein yang melihat Rom kini mengeluarkan darah dari mulutnya serta tubuhnya mengejang pun berlari menuju tempat Rom.


"Nak!" Teriak Rein.


"Ugh...." Erang kesakitan Rom.


Rein melihat Rom kesakitan pun dengan cepat mengalirkan Mana-nya ketubuh Rom tanpa memperdulikan Naga Air tersebut.


Rom merasa sedikit lega pun membuka matanya dengan cepat melihat Ayahnya kini disampingnya. Rom tersenyum tapi seketika diganti wajah ketakutan dan waspada menyuruh Ayahnya pergi.


Rein pun melihat kebelakang ternyata ada sebuah cakaran air berbentuk tiga goresan lurus mengarah kearah Rom dan Rein berada. Dengan cepat Rein pun mengaktifkan sihirnya.


"Perfect Body Enchantment : All Up...." Bisik Rein.


......................


โžก๏ธPerfect Body Enchantment : All Up.


Sihir Enchantment khusus yang sudah ditingkatkan oleh Rein dengan menggabungkn semua Enchanment yang meningkatakan kekuatan, kecepatan, dan indra tubuh. Dengan gabungan tersebut tak perlu mengaktifkan satu persatu sihir Enchantment tersebut, tinggal mengaktifkan satu sihir maka semua Enchantment aktif.


......................


Seketika tubuh Rein bercahaya sejenak dan reduk kembali dengan cepat Rein menggendon Rom dan membawanya menjauh serta menghindari serangan Naga Air tersebut.


Whoosh~


Boom...


Ledakan yang disebabkan oleh serangan Nagq Air tersebut membuat sebuah kawah besar membentuk 3 cakaran ditanah dan menumbangkan beberapa pohon.


Rein yang melihat hal tersebut pun terkejut dan membaringkan tubuh Rom ditanah.


"Barrier...." Ucap Rein mengarahkan tangannya ketubuh Rom.


Seketika tubuh Rom dilapisi Mana dan mengikuti bentuk tubuhnya membuat Rom merasa nyaman dan terlindungi.


Rein melihat pelindung sudah terpasang ditubuh Rom Ia pun tersenyum dan melesat dihadapan Naga Air tersebut.


Whoosh~


"Cacing besar... Berani sekali kau menyerang Anakku...." Ucap Rein dengan geram dan mengekuarkan Pedang besarnya dari Cincin Penyimpanan.


Naga Air tersebut yang mendengar perkataan Rein dan memahaminya dengan cepat meraung kuat kearah Rein membuah hembudan angin yang kuat menerpa sekitar hingga beberapa pohon tumbang.


Roar...


Rom melihat sebuah pohon tumbang dihadapannya pun dengan cepat pindah berputar badan kesamping kanan.


Kriekk...


Duk...


"Huh... Sial!" Keluh Rom yang hampir saja tertimpa pohon.


Rein yang terkena raunga Naga Air tersebut pun menutup wajahnya menggunakan Pedang besarnya hingga beberapa saat raungan tersebut berhenti.


"Cuih! Nafasmu bau sekali cacing sialan!" Rein meludah sambil berteriak kuat kearah Naga Air dan menerjang kearahnya.


"Fire Magic : Fire Slash!" Teriak Rein. Seketikan Pedang besarnya berapi.


Rein pun menebas kearah Naga Air tersebut dan seketikan sebuah tebasan api yang besar pun muncul kearah Naga Air tersebut.


Roar...


Rein dengan geram pun mundur beberapa langkah memperhatikan Naga Air tersebut. Tebasan Apinya seharusnya cukup kuat untuk menembus pelindung air tersebut tapi kena malah tebasan apinya yang malah hangus.


Rom yang masih terbaring kelelahan pun bernafas dan mendengar suara raungan Naga Air tersebut. Rom pun melihat kearah raungan tersebut terdapat Ayahnya yang mundur berjaga jarak dengan Naga Air tersebut dan Naga Air tersebut didalam sebuah gelembung air yang mana mengeluarkan asap padamnya api.


Rom hanya berdiam memperhatikan apa yang terjadi selanjutnya.


Rein pun mengeluarkan sejumlah Mana yang besar dan mengalirkannya kepedanganya.


Whoosh~


Udara sekitar seperti terisap kepedang Rein yang mana sekarang mengeluarkan aura panas. Rein menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya pelan. Lalu Ia mengangkat pedang besarnya keatas.


Siutt...


Serrs...


Muncul api merah yang mengelilingi pedang besar Rein. Rein pun memposisikan tubuhnya dengan benar dan itu memuju kearah Naga Air tersebut.


"Fire Magic : Phoenix Drive!"


Seketika api yang berada di pedang besar Rein pun berubah menjadi burung feniks dengan sayap melebar dan dada membusung tinggi lalu menerjang kearah Naga Air.


Naga Air itu hanya berdiam diri diatas danau dengan ekornya yang masih tenggelam di air danau. Naga Air tersebut masih mengaktifkan gelembung air tersebut.


Whoosh~


Boom!!


Feniks api tersebut berbenturan dengan gelembung air tersebut. Nampak sekitaran Naga Air tersebut berasap tebal.


Hingga beberapa saat, asap tebal tersebut mulai menghilang memperlihatkan gelembung air yang sedikit terbuka dan menutup kembali.


Rein yang melihat hal tersebut sedikit bingung dan ada hal janggal terhadap Naga Air yang terus berdiam diri disitu.


Rom yang melihat Naga Air tersebut berdiam diri diatas danau dengan ekornya didalam danau pun menyimpulkan sesuatu. Pasti Naga Air tersebut melingdungi sesuatu atau dirinya membutuhkan pasokan air dalam mempertahankan gelembung air tersebut. Rom pun memastikan sesuatu. Dengan teliti mata Rom melihat kedanau dan melihat sebuah akar kecil yang sedikit terang berwarna biru menjalar ke ekor Naga Air tersebut.


Rom pun langsung berdiri dan menarik nafas dalam-dalam.


"Ayah! Danaunya!" Teriak Rom.


Rein yang mendengar teriakan seseorang pun menoleh kebelakang dan melihat Rom yang melambai-lambai serta menunjuk kearah danau.


"Apa yang kau katakan!?" Tanya Rein dengan kuat.


"Air danaunya!" Teriak Rom.


Rein pun melihat dengan menyalurkan mananya ke Mata Rein. Rein bisa melihat sebuah akar berwarna biru menjalar keekor Naga Air tersebut hingga kepunggungnya.


Rein pun tersenyum dan berterimakasih dalam hatinya kepada Anaknya. Dirinya sungguh bodoh dan sedikit ceroboh tidak menyadari hal tersebut.


"Sial. Ini memalukan."


...----------------...


...๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž...


...โ„น๏ธ B E R S A M B U N G โ„น๏ธ...


...๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž...


...----------------...


Terima kasih sudah membaca novel saya.


Jangan sungkan tuk berikan saran atau kritikan kepada Author ๐Ÿ˜Ž


Jangan lupa tinggalkan :


Like ๐Ÿ‘


Komen ๐Ÿ’ฌ


Vote โœŒ๏ธ/Hadiah ๐Ÿ™


Rate โ˜…5


Dukung terus Author dan Novel 'System : Project M.A.I.'.


Enjoy ๐Ÿ˜


Romz ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ


๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ—ฟ


...****************...