System : Project M.A.I.

System : Project M.A.I.
Bab 14 : Kesenangan



Setelah bercocok tanam terlarang antara Rom dan Lilya beserta Chaterine dan Kanna yang melihat keseluruhan pertarungan akan kenikmatan tersebut. Kini Lilya, Rom, Ifrit, Chaterine, Lilith dan Kanna berkumpul dimeja makan untuk sarapan.


Dipagi hari yang cerah, angin sejuk memasuki sela-sela ventilasi rumah dan terik matahari pagi menembus sela-sela rumah membuat suasana saat sarapan sangat nyaman.


Dengan Sup Rusa serta Bubur Rusa membuat diri hangat ditambah rempah-rempah yang menghangatkan tubuh serta segelas teh yang harum menemani sarapan.


Lilya pun memperkenalkan satu persatu temannya beserta Anaknya yang kini berkumpul sarapan bersama.


"Oh... Perkenalkan ini adalah Ifrit Sandly serta Putrinya Chaterine Sanchwar ." Ucap Lilya menunjukkan seorang wanita disebelah kanannya.


"Perkenalkan adik kecil, Bibi adalah Ifrit Sandly Istri Arnold Schwar." Ucap Ifrit melihat Rom dengan tersenyum.


Hal pertama yang Rom lihat adalah buah melon yang besar tergantung didada Ifrit walaupun tak sebesar punya Ibunya tapi ini sudah cukup. Rom pun menundukkan kepala menyapa Ifrit.


"Halo Calon Suamiku. Namaku Chaterine Sanchwar." Ucap Chaterine dengan senyum lebar sambil melambaikan tangan kanannya.


Rom yang mendengar perkataan Perempuan didepan mejanya. Ia menoleh kearah Ibunya beserta Bibi Ifrit dan mereka berdua mengangguk. Aku pun tersenyum lebar sambil membalas lambaian tangannya menanggapi Chaterine.


"Dan ini adalah Lilith Rtynneth serta Putrinya Kanna Zxavineth." Ucap Lilya menunjukkan wanita disebelah kiri meja makan.


"Perkenalkan adik kecil, Bibi adalah Lilith Rtynneth Istri Don Zxavierson." Ucap Lilith melihat Rom dengan wajah senyum.


Rom melihat wajah Lilith dan langsung menuju buah melon yang sebanding dengan milik Ifrit. Rom pun menundukkan kepalanya menanggapi Lilith.


"Halo Pria Pendamping ku, Namaku Kanna Sanchwar. Mulai sekarang mohon bimbingannya." Ucap Kanna dengan senyum yang manis dan hangat.


Rom yang mendengar perkataan Perempuan dihadapannya disamping kiri Chaterine tersebut membuat Rok terkejut. Rom menoleh kearah Ibunya serta Lilith pun mereka berdua mengangguk.


Rom pun membalas senyumannya dengan manis dan menatapnya. Mata kami bertemu dan dia menundukkan kepalanya. Rom pun tertawa kecil.


"Putri dari Ifrit serta Lilith akan menjadi jodohmu mulai sekarang. Jadi mereka berdua akan tinggal disini dan kalian akan berlatih bersama dan tempat tidurnya tentu dikamarmu. Kamu harus membiasakan diri terhadap wanitamu dimasa depan dan saling mengenal diri masing-masing. Jadi... Jaga mereka berdua." Ucap Lilya menatap Rom dengan hangat.


"Baiklah, jadi kedepannya mohon bantuannya." Ucap Rom sedikit menundukkan kepalanya.


"Hmm, mohon bantuannya." Ucap Chaterine dengan senyum lebarnya.


"Mohon bantuannya...." Ucap Lilith dengan lembut.


Mereka berenam pun melanjutkan makannya dengan damai dan senang. Dibarengi pembicaraan mereka serta Rom pun bermain bersama Chaterine dan Kanna.


......................


Perkenalan Karakter :


โ€ขIfrit Sandly.


Perempuan yang berambut gelombang panjang sampai pinggang berwarna merah, wajah cantik dan lonjong, kulit putih kekuningan dengan iris mata yang berwarna kuning, dada dengan ukuran D Cup membuat tubuhnya yang agak gemuk tapi pas itu seksi. Tinggi 170 Cm.


Perempuan yang menjadi Penyihir Elemental yang lebih condong ke Elemen Api. Seorang pensiunan Petualang Elemental. Istri dari Arnold Schwar.


Ilustrasi Ifrit Sandly



Gambar dari Pinterest.


โ€ขChaterine Sanchwar.


Putri dari Ifrit Sandly dan Arnold Scwar. Memiliki nama belakang gabungan dari nama belakang orangtuanya.


Rambut merah muda, mata merah keunguan dan kulit putih kekuningan. Orang yang baik, periang dan ramah. Umur 6 tahun bisa dibilang seumuran dengan Rom dan Kanna.


Menganggap Kanna sebagai Saudarinya dan dirinya paling tertua, sering bermain dengan Kanna dan menganggap Rom menjadi calon suaminya.


Lahir di tanggal 12 Oktober EPB55.


Ilustrasi Chaterine Sanchwar.



Gambar dari Website terlarang.


โ€ขLilith Rtynneth.


Wanita cantik dengan wajah bulat sedikit lonjong , rambut pendek sekuping dengan rambut sisi kanannya sedikit panjang berwarna putih dengan sejuntai rambut berwarna biru disebelah kanan. Iris mata berwarna perak kebiruan dan tubuh langsing, buah dada ukuran D Cup. Tinggi 172 Cm.


Pensiunan Petualang sebagai Penyihir Penjinak dengan hewan kontrak belum diketahui. Istri Don Zxavierson.


Ilustrasi Lilith Rtynneth.



Gambar dari Pinterest.


โ€ขKanna Zxavineth.


Putri dari Don Zxavierson dan Lilith Rtynneth. Rambut putih perak, iris mata berwarna merah. Orang yang baik, pendiam dan ramah terhadap orang terdekatnya. Umur 6 tahun sama dengan Rom dan Chaterine.


Menganggap Chaterine sebagai Saudarinya dan Rom menjadi Pria pendapingnya dimasa depan.


Lahir di tanggal 13 Oktober EPB515.


Ilustrasi Kanna Zxavineth.



Gambar dari Pinterest.


......................


Disalah satu Bar di Desa Magia.


Terdapat tiga Pria dengan wajah memerah karena sedikit mabuk dibarengi beberapa gelas kosong dan berisi dimeja mereka bertiga serta daging rusa panggang sebagai penambal minum mereka.


Mereka bertiga adalah Rein Steve, Arnold Schwar, dan Don Zxavierson. Mereka mabuk bersama dan bercerita bersama bagaimana mereka bercinta dengan Istrinya.


Mereka tertawa bersama dan tidak mengganggu sekitar karena didalam bar pun sudah berisik.


Dipojok kanan bawah dari pintu masuk adalah tempat Rein dan kawannya duduk.


Sedangkan 4 Orang berjubah hitam dengan penutup kepala menatap mereka bertiga dari sudut kiri bawah dari pintu masuk bar.


Rein, Arnold, dan Don pun menyadari tatapan menyelidik yang ditergetkan kepada mereka bertiga. Walaupun mereka sedikit mabuk, tapi insting dan kewaspadaan mereka tetap terjaga dan berfungsi cepat sebab mereka adalah Veteran Penyihit serta anggota 'Six Magicforce' dengan Istri mereka tiga lagi agar komplit menjadi enam.


Rein pun mengajak Arnold dan Don keluar sambik memegang gelas dan menggandengkan tangannya bersama Arnold dan Don. Mereka bertiga tertawa dan pergi keluar dari Bar.


Pemilik Bar yang melihat keanehan karena mengenal orang bertiga yang mau keluar pun melihat sekitar dan melihat ada orang berjubah hitam dengan penutup kepala yang terkihat mencurigakan.


Pemilik Bar yang terlihat tua dengan berewok putih dan tubuh tegap pun memanggil pelayan semok dan seksi disampingnya dan menyuruh keluar untuk memanggil para Penjaga desa untuk mengawasi ketiga orang yang dikenalnya serta empat orang berjubah hitam.


Pelayan semok nan seksi pun mengangguk dan pergi kedapur dan keluar dari pintu belakang untuk melapor ke Pos Penjaga dekat gerbang.


Rein pun keluar bersama Arnold dan Don. Ketika mereka keluar, empat orang berjubah hitam itu berdiri dan pergi mengikuti ketiga orang yang barusan keluar.


Ditengah perjalanan, tengah malam yang sepi dan sedikit jauh dari keramaian dari Bar. Rein pun melepas pelukannya terhadap dua kawannya lalu menoleh kebelakang.


Rein kini mencongkel sela giginya dan meludah "Sampai kapan kalian akan mengikuti kami, Hah!?" Teriak Rom yang emosinya meluap karena sedikit mabuk.


"Hahahaha, empat lintah mengikuti kita dari belakang. Hahahaha." Tawa Arnold sambil memegang perutnya serta air liur yang keluar dari mulutnya.


"Sialan, empat cecunguk mengekor. Untung tidak ku kentuti. Wahahahahahaha." Tawa Don dan diikuti oleh Rein dan Arnold.


"Sialan, kubunuh kalian!" Teriak Pria jubah hitam A.


"CountTall!!!" Teriak Pria jubah hitam B, C, D mengikuti Pria jubah hitam A.


Rein pun bergerak cepat dan langsung menampar Pria jubah A dan B. Sedangkan Arnold menampar Pria jubah hitam C dan Don menampar Pria jubah hitam D.


Sedangkan Pelayang Semok dan Seksi tersebut pun dengan pakaian maid yang minim tersebut berjongkok di atas ranting pohon dengan ****** ***** yang kelihatan berwarna hitam berhias renda bunga dan paha putih panjang dan mulus melihat Rein, Arnold dan Don menampari keempat Pria jubah hitam tersebut hingga pingsan lalu mengikat mereka ditengah-tengah jalan.


Pelayan wanita semok dan seksi tersebut turun dan menghampiri Rein, Arnold dan Don. Dengan gaya jalannya layak wanita modelis dan senyuman genitnya.


Rein, Arnold dan Don menoleh kearah Wanita tersebut dan menyapanya.


"Oh... Hai Adik Risma... Hic...." Ucap Rein, Arnold dan Don secara bersamaan.


"Halo Paman." Ucap Risma sambil melambaikan tangannya. Lalu ia menoleh kearah empat Pria jubah hitam yang kini wajahnya membrngkak ditampari dan terikat. "Paman sekalian, diapa mereka berempat?"


"Oh... Hic..., mereka orang mencurigakan... Hic...." Ucap Don sambil meminum bir yang tersisa ditangannya.


"Oh Adik... Hic..., mereka ini mengikuti kami dari tadi. Hic... Mereka ini penjahat." Ucap Arnold.


"Hic... Adik Risma. Paman minta tolong bawakan mereka berempat ke tempat Penjaga Pos... Hic... Biar di introgasi terlebih dahulu... Hic...." Ucap Rein.


"Baiklah Paman sekalian. Kalian bisa balik ke Bar lagi." Ucap Risma tersenyum hangat.


"Baiklah... Hic...." Ucap Rein.


"Ayo kita minum lagi!" Teriak Rein.


"Okeee!" Teriak Don dan Arnold yang menggandeng bahu Rein dan mereka bernyanyi dan tertawa bersama menuju Bar lagi.


Risma hanya tersenyum dan menjilat bibirnya. Dirinya ingin mengintrogasi terlebih dahulu dan menyiksanya sebelum dikirim ke Pos Penjaga.


"Hihihihihii... Mainan baru...."


......................


Dirumah tempat tinggal Rom dan Orangtuanya.


Kamar Lilya.


Lilya, Ifrit dan Lilith kini telanjang bulat dan memainkan sebuah game 'Batu Gunting Kertas' yang mana siapa menang akan menampar buah melon yang kalah.


Plak...


"Aww...." Erang kesakitan Ifrit.


Kini disebelah kanan buah melonnya kini berbekas sebuah tangan yang memerah akibat terkena tamparan tangan.


"Hehe Ifrit, kubuat bola basketmu sampai membengkak." Ucap Lilith.


Sedangkan Lilya disebelah kanan buah melonnya tercetak sebuah tangan yang mana ditampar oleh Lilith.


Lilya hanya tertawa karena Lilith terus menyerang bagian kanan bola basketnya Ifrit hingga merah sekali.


"Hahahahaha... Ifrit, lihatlah buah melonmu sebelah kanan. Itu besar sebelah! Wahahahahahaha!" Tawa Lilya yang kini terlentang dikasur lalu berguling-guling menahan tawa.


Lilith pun mengambil kesempatan dan mengemut cembul kecil milik Ifrit sebelah kanan yang besar sebelah.


Cup~


Slurp~


"Aww... Itu sedikit sakit dan geli, Lilith." Erang Ifrit yang kini mengelus kepala Lilith yang terlihat seperti bayi meminum susu.


"Baiklah, mari kita memulai permainan sebenarnya... Mwehehehehe." Ucap Lilith yang tak bisa menahan nafsunya.


"Kyaa... Tidak!" Ucap Ifrit.


Sedangkan Lilya sudah lama memasang Silent Barrier agar tidak mengganggu sekitar.


Mereka pun memulai permainan cocok tanam legendaris tersebut dengan Ifrit sebagai korban pertama.


......................


Kamar Rom.


Rom kini sedang membaca buku sedangkan Chaterine dan Kanna bermain pukul-pukulan menggunakan bantal guling.


"Rasakan ini!" Teriak Chaterine sambil mengayunkan bantal guling ke muka Kanna.


Puf~


"Hihi, kau juga rasakan ini!" Teriak Kanna mengayunkan bantal gulingnya ke muka Chaterine.


Mereka tertawa bersama dan saling memukul. Terakhir kali Chaterine memeluk Kanna dan menciumnya dibibir.


Kanna menerimanya tapi sedikit malu karena Rom ada disini. Untuk Rom membelakangi mereka dan membaca buku.


Kanna mendorong Chaterine dan pergi mendekati Rom yang duduk bersilang diatas kasur. Lalu ia bersandar dipaha Rom lalu memeluknya fan tidur.


Chaterine yang melihat itu pun menggembungkan pipinya dan pergi bersandar di paha Rom dan memeluknya erat.


Rom pun terkejut karena dijadikan bantal dan dipeluk erat oleh Kanna diikuti oleh Chaterine. Rom pun mengelus kepala mereka dan melanjutkan bacaannya hingga beberapa saat kemudian sampai Kanna dan Chaterine terlelap.


Rom memindahkan mereka, memperbaiki posisi tidur mereka dengan Kanna di kanan dan Chaterine disebelah kiri. Lalu Rom terjun ketengah dan memeluk Chaterine dan Kanna lalu tidur dengan cepat.


...----------------...


...๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž...


...โ„น๏ธ B E R S A M B U N G โ„น๏ธ...


...๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž...


...----------------...


Terima kasih sudah membaca novel saya.


Jangan sungkan tuk berikan saran atau kritikan kepada Author ๐Ÿ˜Ž


Jangan lupa tinggalkan :


Like ๐Ÿ‘


Komen ๐Ÿ’ฌ


Vote โœŒ๏ธ/Hadiah ๐Ÿ™


Rate โ˜…5


Dukung terus Author dan Novel 'System : Project M.A.I.'.


Enjoy ๐Ÿ˜


Romz ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ


๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ—ฟ


...****************...