
20 September EPB521
Desa Magia.
Pagi Hari,
Rom bangun dari tidurnya. Meregangkan tubuh dan menguap. Mengucek matanya dan membangunkan Chaterine dan Kanna.
"Hei Chaterine, Kanna... Bangun.... Sudah pagi... Hoam...." Ucap Rom yang langsung menarik selimut Chaterine dan Kanna.
Chaterine dan Kanna kedinginan dan gelisah. Mereka malah saling berpelukan dan tidur kembali.
Rom yang melihat hal ini pun langsung membuka lebar jendela membiarkan udara segar pagi hari serta sinar matahari menyinari ruangan kamar Rom.
Chaterine dan Kanna terbangun sebab silaunya sinar matahari dipagi hari yang baru terbit. Mereka berdua mengucekkan matanya dan brrdiri dengan mata setengah tertutup.
"Pagi Rom... Hoam...." Ucap Chaterine.
"Hoam... Pagi Rom...." Ucap Kanna.
"Pagi Chaterine... Pagi Kanna... Ayo kita mandi bersama." Ucap Rom yang menarik kedua tangan perempuan tersebut yang masih mengantuk karena kemalaman bermain.
"Baiklah...." Ucap Chaterine dan Kanna bersamaan dan membiarkan Rom menuntun mereka ke kamar mandi.
...-SKIP-...
Setelah membersihkan diri, Rom, Chaterine dan Kanna pun pergi keruangan makan bersama dan menemukan Lilya, Ifrit dan Lilith kini sudah duduk dan menyiapkan sarapan Roti Tawar dan Sup Kentang dan Teh Manis sebagai minuman.
Rom, Chaterine dan Kanna duduk bersama dengan Rom ditengah, dikanan Chaterine dan dikiri Kanna.
"Selamat Pagi Ibu...." Ucap Rom, Chaterine dan Kanna secara bersamaan menyapa Lilya, Ifrit dan Lilith.
Lilya, Ifrit dan Lilith yang melihat kekompakn serta keakraban Anaknya pun tersenyum dan membalas sapaan mereka.
Lalu mereka memulai sarapan dengan lahap dan bercerita bersamaan.
Setelah selesai makan dan merapikan meja makan serta wadah tempat makan. Kini Rom keluar rumah untuk melanjutkan latihannya. Rom bingung karena Ayahnya, Rein tidak ada dirumah. Rom pun keluar membawa Kantung Penyimpanan yang berisi beberapa pedang kayu dan besi cadangaj untuk latihan. Sedangkan untuk belati dan pedang pemberian Ayahnya ada di Cincin Penyimpanannya.
Rom berlatih dari Lari memgelilingi rumah sebanyak 10 kali, Push Up, Sit Up, Squat Jump dan Pull Up lalu beristirahat sejenak dan berlatih mengayunkan pedang dan belatinya yang sudah terbiasa serta mencontoh gerakan serta instruksi Ayahnya.
Chaterine dan Kanna yang bermain kejar-kejaran pun berhenti melihat Rom yang keringatan dambil mengayunkan pedang. Chaterine dan Kanna pun menghampiri Rom.
"Kakak Rom, kamu lagi melakukan apa?" Tanya Chaterine.
"Oh... Fiuh...." Rom mengusap keringat didahinya "Kakak sedang berlatih pedang." Ucap Rom yang memberhentikan latihannya dan menancapkan pedang besi biasa ketanah.
"Kakak, boleh ikut?" Tanya Kanna.
"Yah Kakak. Boleh ikut? Kami bosan bermain berdua saja." Ucap Chaterine.
Mereka berdua menunjukkan wajah memelas dan mata berkaca-kaca yang terlihat imut membuat Rom luluh hati dan memberikan pedang kayu sebagai latihan dasar dan melakukan seperti berlari mengelilingi rumah, Push Up, Sit Up, Pull Up, dan Squat Jump sama seperti Rom lakukan tapi semua dilakukan sebanyak 5 kali terlebih dahulu.
Mereka pun mengangguk dan berlari sekencang-kencangnya dan berlomba-lomba untuk mencapai peringkat pertama siapa duluan menyelesaikan lari tersebut.
Ada yang terjatuh hingga lututnya lecet, wajahnya jatuh duluan ketanah yang berumput hingga tak terlalu terluka. Mereka bertiga pun saling tertawa dan membantu satu sama lain.
Rom pun mengajari teori untuk latihan fisik mereka dan mengawasinya. Lalu setelah keduanya pahan cukup lama lalu Rom pun melanjutkan ayunan pedanngnya diikuti oleh Chaterine dan Kanna yang berlatih mengayunkan pedang.
Lilya, Ifrit dan Lilith pun keluar rumah dan melihat Anak mereka berlatih dihalaman rumah yang luas. Entah kenapa Ifrit dan Lilith kini tinggal dirumah Rom dan Ayah Rom menghilang entah kemana.
......................
Didalam Bar.
Terdapat tiga pria dalam satu meja yang tertidur dengan air liur banjir keluar dari mulut mereka.
Mereka bertiga adalah Rein, Arnold dan Dom yang mabuk minum-minum semalaman hingga pagi. Banyak orang sekitar juga yang tertidur didalam Bar. Bahkan pemilik Bar pun tertidur beralaskan lengan di meja kasirnya dan Risma si pelayan wanita tertidur didapur dengan baju pelayannya yang ketat dan minim serta kaki terbungkus stoking diatas lutut terbuka lebar memperlihatkan ****** hitam berenda terkesan dewasa dan seksi.
......................
โฑ๏ธ[ Time Skip 4 Tahun ]โฑ๏ธ
Dunia Gaia.
Benua Selatan, Kerajaan Grimoire.
Desa Magia.
18 September EPB525
Pagi Hari,
Kini berkumpul Rein, Lilya, Rom, Arnold, Ifrit, Chaterine, Don, Lilith, dan Kanna yang kini berpesta kecil-kecilan di rumah Rom.
Karena hari ini adalah hari ulang tahun Rom dan diikuti oleh Chaterine dan Kanna sekalian karena mereka berulang tahun bulan depan. Jadi sekalian bersamaan dengan Rom.
Rom, Chaterine dan Kanna meniup lilinnya dengan senang bertepuk tangan dan tiba-tiba Chaterine mencolek krim kue dan mengolesnya diwajah Rom. Kanna yang melihat itu pun melakukan hal yang sama membuat Rom tersenyum dan melakukannya kepada mereka berdua beserta orang tua mereka.
Tak ada hadiah yang mereka berikan dan hanya sebuah Kantung Penyimpanan yang tak bisa dibuka sekarang oleh mereka kini diberikan. Rom, Chaterine dan Kanna mendapat dua kantung. Satu dari Ibu dan satu dari Ayah.
Rom hanya tahu bahwa ini pemberian terakhir mereka karena kami akan pergi ke Akademi di kota dan belajar sihir.
Baik makanan dengan Babi hutan panggang, steak sapi, Rendang Rusa ditambah jengkol yang segar dan nikmat dan para lelaki dewasa yaitu Ayah mereka membawa sebuah Bir juga bersama Wanita dewasa yaitu Ibu mereka.
Mereka membuat sebuah sihir yang sulit dimana sebuah kertas bisa mencetak hal nyata yang kini terjadi layaknya sebuah tangkapan pemandangan atau gambar atau bida dibilang potret.
Disini mereka menyebut nama sihir penangkap gambar ini sebagai Sihir 'Reality Catcher'.
Tidak seperti dibumi dimana layak Kamera bahkan bisa merekam sebuah kejadian yang bisa menjadi bukti atau pernyataan akan sesuatu atau bisa melengkapi sebuah informasi serta perpustakaan negara dan sekitar.
Ifrit dan Lilith secara bergantian melakukan Sihir Reality Catcher hingga mencetak tiga lembar gambar berkumpul merekansaat perayaan ulang tahun. Lalu ketiganya dibagikan sesuai perkeluarga.
Semuanya selesai, makanan benar-benar habis tak tersisa. Ruang makan berantakan dengan botol bir serta wadah makanan.
Rein, Arnold dan Don pergi ke teras rumah dan duduk disana melanjutkan minum mereka. Lilya, Ifrit dan Lilith mengumpulkan wadah makanan dan membersihkan meja makan.
Chaterine dan Kanna bermain di halaman luar dimana para Ayah menjaga diteras rumah.
Rom pergi kekamar dan berbaring dengan telapak tangan sebagai sandaran kepala belakangnya. Rom merasa gelisah dan sedikit takut. Selama 10 tahun dirinya hanya menunggu seseorang yang akan membantunya didunia ini.
Tak lain adalah MAI. Sebuah sistem dengan teknologi mutakhir serta Artificial Intelligence buatan yang sudah dikembangkan secara teliti oleh Rom dan Illia saat di Bumi.
Rom menunggu lama sesaat kemudian. Ia merasa mengantuk karena kekenyangan.
......................
Tengah Malam
[ Ding..., ]
"..."
[ Ding..., ]
"..."
[ Ding..., ]
"..."
"Huh!"
Rom terbangun dengan mata terpejam tertunduk kebawah. Merasa kelopak matanya terasa berat dan merasa kotoran matanya mengering dan lengket dibibir matanya.
Rom pun mengelupas kotoran tersebut dan mengucek matanya. Ditengah-tengah dirinya yang belum sadar. Rom menegakkan wajahnya dan melihat sebuah cahaya biru bergaris-garis berbentuk kotak dihadapannya yang sedikit familiar dilihatnya.
...----------------...
...[ Ding, Tuan Rom? ]...
...----------------...
Rom merasa bahwa dirinya bermimpi bahwa MAI sudah aktif. Dirinya pun menampar pipi kanannya menggunakan tangan kanannya cukup keras.
Plak!
"Aww...," Erang kesakitan Rom.
Pandangan kabur mulai jelas kembali dan melihat sebuah layar hologram yang sudah lama tidah dilihat. Tanpa sadar Rom menitikkan air mata merasakan kerinduan mendalam yang masih kalah dengan kerinduan terhadap Illia, Calon Istrinya saat di Bumi.
Rom tersenyum lebar dan menghimpitkan kedua jari telunjuk dan tengannya lalu menempelkan ujung jarinya di pelipis kepalanya. Rom ingin mendengar suara wanita imut ciptaannya.
...----------------...
...[ Halo Tuan Rom ]...
...----------------...
"MAI...."
...----------------...
...๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐...
...โน๏ธ B E R S A M B U N G โน๏ธ...
...๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐...
...----------------...
Terima kasih sudah membaca novel saya.
Jangan sungkan tuk berikan saran atau kritikan kepada Author ๐
Jangan lupa tinggalkan :
Like ๐
Komen ๐ฌ
Vote โ๏ธ/Hadiah ๐
Rate โ 5
Dukung terus Author dan Novel 'System : Project M.A.I.'.
Enjoy ๐
Romz ๐ฎ๐ฉ
๐๐๐๐๐ฟ
...****************...