System : Project M.A.I.

System : Project M.A.I.
Chapter 22 : Masalah Tengah Jalan | Part 1



Rom dan lainnya pun menyusuri jalan yang jarang dipakai orang dalam Hutan Magia. Jauh antara Desa Magia dengan Kota Luminus adalah 10 Km yang mana mungkin akan memakan waktu 3 hari perjalanan.


Rom pun menenagkan dirinya dan melihat Layla masih tidur dengan menghisap jarinya. Rom yang memperhatikan ini menyadari sepertinya ada yang tinggal. Rom mengecek Cincin Penyimpanannya dan melihat barang yang ingin dicari tidak ada.


Lilith yang melihat Rom yang panik pun memegang pundaknya.


"Ada apa Rom?" Tanya Lilith menenangkan Rom.


"Ada yang tinggal...." Ucap Rom menggertakkan giginya.


"Apa itu?" Tanya Lilith yang kebingungan.


"Susu...." Ucap Rom dengan lirih.


"Huh?"


"Susu untuk Layla. Susunya tinggal." Ucap Rom sambil menghela nafas.


"Oh, kalau begitu kan Aku bisa." Ucap Lilith sambil memperlihatkan melon besar miliknya.


"Ibu Lilith!? Tutup itu...." Ucap Rom dengan mata melotot menatapi buah melon Lilith walapun Rom menyuruhnya menutupnya.


"Ara~ Rom, Kau sangat imut. Menyuruhku menutupnya tapi tubuhmu menginginkannya bukan?" Ucap Lilith sambil memainkan cembul kecilnya dan menggoyangkan melon tersebut.


Gluk~


Rom bergetar. Tangannya bergetar ingin meraih benda besar dan lembut tersebut. Kira-kira sudah berapa lama Rom semenjak Rom yang sering bermain kepada Lilya dulu.


Rom memperhatikan sekitar dan melihat Chaterine dan Kanna tidur juga Ifrit. Rom yang masih menggendong Layla pun meletaknya di tempat duduk dimana Chaterine dan Kanna tertidur. Kereta itu cukup besar jadi tak masalah.


Rom dengan nafas memburu dan lidah menjulur keluar layaknya hewan buas menemukan mangsanya yang enak pun dengan cepat meraih melon tersebut.


Ahngh~


Deg...


Rom yang mendengar desahan Lilith langsung menciumnya dengan lembut. Layaknya sebuah es krim, lidah pun memainkan perannya. Jari-jemari pun memainkan iramanya layaknya memainkan alat musik gitar dengan secara bergantian memetik cembul kecil melon besar dan lembut tersebut.


Adik kecil sudah bangkit diantara ************. Itu berteriak-teriak mengatakan bahwa disini sudah siap dan siap untuk dikeluarkan. Tanpa basa-basi, tangan kanan Lilith menggapai adik kecil yang sudah berstamina. Memebuka pembungkus bawahan Rom dan mengeluarkan senjata terakhir penakluk dimensi.


Dengan gerakan lembut, tangan tersebut memompa pipa agung yang sudah tegak berdiri. Rom menyudahi ciumannya dan beralih menghisap cembul kecil yang mengeluarkan susu Bearbrand. Tangan kanan beralih menuju kebawah dimana membungkus dimensi merah mudah.


Lilith menggertakkan giginya menahan kenikmatan yang ia rasakan. Dengan suara keras benturan roda kereta kuda serta suara serentak kaki kuda melangkah membuat Lilith sedikit lega dan mengeluarkan erang kenikmatannya.


Ahngh~


Hmngh~


Rom yang sudah menjelajahi dimensi merah muda menggunkan jwri legendarisnya pun menarik tangannya kembali dan menyudahi meminum susu Bearbrand asli yang adal melonnya bukan badak.


Lilily yang duduk dengan bawahannya sudah basah kini Rom berdiri dan menujukkan adik kecil perkasa kepada Lilith dengan maksud tertentu.


Lilith yang mengetahui hal tersebut tersenyum dan menggenggam batang tersebut.


"Seperti biasa. Kamu gampang tahluk dengan godaan wanita." Ucap Lilith lalu menjilat kepala adik kecil tersebut yang membuat itu bergetar dan berdenyut.


"Ah... Itu benar." Ucap Rom dengan mata terpejam menikmati hangatnya tangan Lilith dan satu jilatan ampuh itu.


"Hehe. Kalau begitu selamat makan. Haa...." Ucap Lilith yang membuka mulutnya dan melahap adik kecil keseluruhannya.


Rom merasakan bahwa itu sampai ke tenggorokan dan itu sangan lembut. Dibarengi hisapan manual yang berpengalaman serta gerakan handal lidah membuat Rom klimaks.


"Ahk... Keluar...!"


Splurtt~


Gluk~


Lilith menelan semua cairan tersebut dengan lahap. Serikit lebih lama karena banyak keluar.


Glek~


Slertp~


"Terima kasih atas makanannya." Ucap Lilith dengan lidah menyeka seluruh bibirnya.


Rom yang melihat bawahan Lilith sudah basah pun langsung mendorong Lilith bersandar ke tempat duduk dan melebarkan kakinya.


Mempelihatkan indahnya kedua dimensi yang salah satunya sudah basah dan berdenyut. Rom memposisikan kepala adiknya tepat dimana garis katulistiwa berada.


Ahng~


Dengan cepat itu masuk kedalam dengan lancar. Desahan Lilith membuat Rom bergairah dilanjut dengan gerakan piston mesin kecepatan maksimun.


Plak~


Plak~


"Uh... Pelan-pelan... Nanti kedengaran." Ucap Lilith dengan lengan menutupi mulutnya serta wajah memerah dengan mata berkaca-kaca.


Rom tak memperdulikan perkataan Lilith. Rom hanya ingin cepat keluar lalu selesai. Rom bergerak dengan cepat dan meminimalisir bunyi tamapran daging.


Ahngh~


Hnmngh~


Rom pun mencium bibir Lilith agar menutup mulutnya yang mengeluarkan desahan tersebut. Dengan cepat Rom keluar didalam.


Splurtt~


Skema rahim dipenuhi oleh bibitnya. Rom mengeluarkan adik kecilnya dan mengarahkannya kemulut Lilith. Lilith dengab cepat menjilat dan membersihkannya. Setelah itu, Lilith mengeluarkan sesuatu dari Cincin Penyimpannya.


Terlihat seperti Kristal yang berbentuk bulat lonjong panjang dengan ukuran ujungnya sedikit besar.


Lilith memasukkannya kedalam dimensinya menahas bibit Rom keluar dari dalam. Rom yang moihat dan mengetahui bahwa Lilith belum klimaks pun berjongkok dan memainkan permata merahnya. Lilith langsung keluar dengan cepat Rom meminumnya layak sebuah hewan yang kehausan.


Sementara mereka bermain, Ifrit ternyata terbangun sedari tadi dan mendengar suara desahan dan tamparan daging tersebut. Kini wajahnya memerah beserta kupingnya dan Ifrit mengeratkan pelukannya dan mencoba tidur.


......................


Rein dengan perasaan khawatir pun merasa was-was dan mengedarkan Mana-nya beserta pandangannya disekitaran hutan lebat ini.


Dia masih mengingat ketika seseorang berjubah hitam mendatangi dirinya waktu itu ( Ch. 14 ) juga membunuhnya. Yang pasti ada yang mengawasi.


Dan benar saja ketika Rein berpikir seperti itu. Ada bola api yang mengarah kepadanya. Dengan cepat Rein mengeluarkan pedang besar dipunggungnya dan menangkirnya.


"Sialan, Serangan! Ada serangan! Ck...." Teriak Rein.


Arnold yang menjadi kusir memberhentikan kudanya dan Arnol turun dari Kuda tunggal disisi kiri dan langsung mengeluarkan Pedangnya yang dilapisi Mana.


Rom terbangun dari tidurnya sedangkan Layla masih tidur nyenyak digendongannya setelah melakukan hal intens dengan Lilith.


Lilith dan Ifrit bangun dan menyeka horden penutup jendela kereta. Ifrit bisa melihat dari sisi kanan jendela rentetan bola api menuju kereta kuda. Ada 3 orang berjubah hitam berdiri diatas pohon serta beberapa penyihir yang tak tahu dimana yang pasti mereka yang menembakkan bola api tersebut.


Lilith langsung memasang barrier. Rom yang melihat ini langsung memberikan Layla yang masih tertidur kepada Lilith dan hendak keluar tiba-tiba ditahan oleh tangan Lilith.


"Rom, apa yang kau lakukan?" Ucap Lilith.


"Aku keluar sebentar. Ibu Lilith disini aja jaga Layla." Ucap Rom melepas genggaman Lilith dan langsung keluar.


'Lumayan, Pengalaman untuk Levelku dan Level Pengendalian elementalku. Hehe....'


Rom keluar dan mengeluarkan pedang besi pemberian Ayahnya yang berukiran sayap feniks berwarna hitam.


Don yang melihat Rom keluar terkejut " Nak Rom! Kenapa keluar? Masuk, biar yang tua disini menghadapi mereka." Ucap Don lalu memfokuskan penglihatan serta pengedaran Mana-nya mencari para Penyihir Elemental yang bersembunyi.


"Tak apa Paman. Ini untuk mencari pengalaman. Lagian Aku baru Terbangkit jadi cukup mengetes kekuatanku." Ucap Rom sambil menggenggam erat Pedangnya dan mengedarkan penglihatan serta Mana-nya.


'Walaupun Aku belom mahir dalam pengedaran Mana tapi Mana ku tak terbatas jadi tak apa. Hehe.'


Lalu tiba-tiba dari 3 orang berjubah hitam muncul didepan mereka diikuti munculnya 7 Orang berjubah hitam dan para Penyihir Elemental mereka masih belum menunjukkan diri.


"Siapa kalian!?" Tanya Rein dengan keras hingga menggema disekitaran hutan.


"Hei hei tunggu... Bukankah Kau yang menyerang teman kami saat di Desa?" Ucap Pria berjubah hitam paling depan dengan ceritu dimulutnya.


"Fuah... Tak perlu menanyakan siapa Kami, Kau sudah membunuh Tuan Muda beserta lainnya kami hari itu." Ucap Pria berjubah hitam tersebut sambil menghembuskan asap cerutunya.


Rein yang sudah menebak itu pun cekikikan lalu mengarahkan pedangnya kearah Pria bercerutu tersebut.


"Suruhan siapa kalian? Maaf tapi Aku tak mengenal siapa Tuan Muda yang kalian sebut itu." Ucap Rein dengan tersenyum mengejek.


Rom yang masih mengedarkan Mana-nya menyadari sekitaran 100 Meter dari tempatnya berdiri terdapat 5 Wanita sebagai Penyihir Elemental tipe Penyerang dan 1 Wanita sebagai Penyihir Elemental tipe Pendukung yang mana membuat dirinya dan semua anggota penyihir dalam keadaan tembus pandang.


Rom menyeringai karena sudah menyadari keberadaan mereka walaupun sudah menekan Mana mereka. Sebab Rom dengan teliti menyebarkan Mana-nya terlalu banyak.


Para penyihir tersebut pasti menyerap Man sekitar. Yang pasti Penyihir Elemental tipe Pendukung tersebut memulihkan Mana-nya dengan menyerap Mana disekitar akibat mengaktifkan Sihir Penghilang terhadap teman-teman nya yang lain.


Dengan itu Rom terus melepaskan Mana-nya dan menyadari kearah mana Mana-nya tersedot/terputus.


...[ SPESIAL ]...


Didalam jiwa Rom,


Terlihat Badut Iblis Rom dengan antusian melihat kelayar lebar didepannya. Tubuhnya bergetar dan tangannya bergetar memegang Controller tersebut.


"Ke-kenapa...? Kenapa? KENAPA!?" Teriak Badut Iblis tersebut.


Saking marahnya, Badut Iblis Rom mengangkat tangannya dan melempar Controller ditangan kanannya ke layar lebar didepnnya hingga retak lalu jatuh.


.


.


.


.


.


"KENAPA USAGI-CHAN KU JADI 'LONTS'!!!"


Author : ใ€Œ(ยฐใƒ˜ยฐ) Bukan Aku....


...----------------...


...๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž...


...โ„น๏ธ B E R S A M B U N G โ„น๏ธ...


...๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž...


...----------------...


Terima kasih sudah membaca novel saya.


Jangan sungkan tuk berikan saran atau kritikan kepada Author ๐Ÿ˜Ž


Jangan lupa tinggalkan :


Like ๐Ÿ‘


Komen ๐Ÿ’ฌ


Vote โœŒ๏ธ/Hadiah ๐Ÿ™


Rate โ˜…5


Dukung terus Author dan Novel 'System : Project M.A.I.'.


Enjoy ๐Ÿ˜


Romz ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ


๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ—ฟ


...****************...