System : Project M.A.I.

System : Project M.A.I.
Bab 01 : Reinkarnasi



2 Mei 2XXX.


06.03 PM.


Uji coba 'Project M.A.I' berhasil tapi Rom sebagai korban uji coba telah meninggal dunia.


......................


2 Mei 2XXX.


11.53 PM.


Disebuah pemakaman umum daerah setempat, dimana makam yang sekarang ramai dikujungi oleh orang-orang berada didekat jalan. Ramainya kendaraan beroda empat dan roda 2 berada diparkiran pemakaman ditemani oleh kicauan burung yang indah dalam suasana kesedihan.


Kini nampak seorang Wanita yang duduk disebelah kanan makam memeluk batu nisan yang bertuliskan...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


...โ€  Rest In Peace โ€ ...


...****************...


...๐Ÿ”ณ [ Rom Steveins ] ๐Ÿ”ณ...


...โ˜… ( 18 September 2XXX - 2 Mei 2XXX ) โ˜…...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Selain Wanita itu, seorang Pria dan Wanita dibelakangnya berdiri menatap Wanita tersebut bersama dengan melihat makam itu.


Diikuti oleh orang-orang Dewasa dan Remaja yang berkujung dipemakaman tersebut, orang-orang yang berjas hitam dengan rambut pendek menggunakan kacamata hitam yang sepertinya bawahan dari Pria dan Wanita yang berdiri dekat makam bersama Wanita yang memeluk batu nisan tersebut.


Wanita yang memeluk batu nisan tersebut tak lain adalah Illia yang kini memeluk batu nisan Rom, Pacarnya. Dalam 5 tahun mereka belajar bersama hingga menjadi pengajar untuk les bimbingan belajar di Universitas Rekayasa Perangkat Lunak dan Teknik Komputer Jaringan (URPLTKJ) sampai menyelesaikan 'Project M.A.I.' yang kini berhasil tapi menyebabkan kematian Orang yang Ia paling cintai pada saat uji coba.


Illia melepas pelukannya dibatu nisan Rom dan menatapnya sambil mengelus batu tersebut. Merasa bahwa dirinya tak mempercayai apa yang terjadi dihadapannya kini ia terdiam tak mengucapkan satu kata apapun.


Dibalik wajahnya cantik kini suram dihiasi kesedihan mendalam akan kehilangan sesuatu. Mata membengkak memerah dengan kantung mata yang kini menghitam menyiratkan Illia menangis terus-menerus sebelumnya sampai sekarang Ia kelelahan.


"Maaf. Tunggulah Aku tuk menampung air biru nan indah tersa-"


Perkataan terakhir Rom yang Illia dengar sebelum Rom menghembuskan nafas terakhirnya itu pun terngiang-ngiang dikepalanya tak kunjung hilang. Illia pun melamun dengan mata biru yang menggelap memikirkan perkataan terakhir Rom sehingga membuat Illia kini air matanya turun kembali dengan wajah yang suram serta melamun.


Wanita dan Pria yang berdiri dibelakangnya pun tak lain adalah Orangtua Illia. Kedua Orangtua Illia menatap Illia dengan khawatir juga sedih. Mereka juga sedikit marah kepada Rom karena membuat Putri satu-satunya menangis hingga terpuruk dalam kesedihan seperti ini. Tapi apa yang mau dilakukan, kini orang yang membuat Putri satu-satunya menangis kini telah meninggal dunia. Orangtua Illia hanya berharap Rom tenang disana dan jangan khawatir karena Kami akan menjaga Illia.


Ayah Illia yang melihat Putrinya menangis dalam lamunannya pun tersenyum kecut dan menghamirinya dengan menggoyang bahu kanannya.


"Hey... Putriku yang manis. Tak seharusnya kamu melamun dan menangis seperti itu. Itu membuat wajh cantik Putriku hilang." Ucap Ayah Illia yang kini tersenyum hangat mencoba menenangkan Putri satu-satunya.


Hisk...


Illia yang digoyangkan bahunya oleh Ayahnya serta mendengar perkataan Ayahnya pun tersadar dan kini mengusap air mata nya dan menatap Ayahnya yang kini tersenyum kepadanya.


"A-ayah...." Ucap Illia lirih.


Ibu Illia pun menghampiri Illia dan memeluknya erat dari belakang dan melingkarkan tangan dibuah dada Illia membuat sedikit tertekan dan nikmat tapi itu tersingkir oleh kesedihan. Ibu Illia pun mencium kepala Illia dan menyandarkannya ke buah dadanya yang besar dan lembut tersebut membuat siapapun yang bersandar merasa tenang dan nyaman.


"Shush, sudahlah Illia. Kami juga mengetahui hubunganmu dengan Rom sejak kau kuliah di Universitas dan kami juga merestui kalian. Melihat bahwa Rom baik juga kalian saling mencintai membuat Kami hanya diam. Apa boleh buat, kita tak bisa menghindari takdir. Jadi jagan bersedih lagi, tak baik untuk kesehatanmu." Ucap Ibu Illia dengan lembut.


"Ta-tapi...." Ucap Illia.


"Tidak perlu khawatir, Putriku. Kami sudah mengubah diagnosis penyebab kematian Rom sehingga yang diinformasikan Rom meninggal dunia karena penyakitnya. Juga untuk Kakek dan Nenekmu yang buruk itu, Huh... Mereka tak akan mengetahui tentangmu dan Rom. Ayah jamin mereka tak mengetahuinya sebab Ayah sudah menyuruh bawahan Ayah dalam mengurusi hal tersebut." Ucap Ayah Illia yang kini berdiri bertolak pinggang mencoba sebagai Pahlawan untuk Putrinya.


Illia yang melihat tingkah laku Ayahnya pun tertawa dan juga senang melihat Ayah dan Ibunya sudah mengetahui hubungannya dengan Rom dan juga melakukan tindakan yang mencegah Kakek dan Neneknya belum mengetahui tentangnya.


"Ayah juga tak tahu apa yang kalian kerjakan hingga merebut nyawa seseorang apalagi itu Pacarmu. Tapi cobalah untuk menyembunyikan hal tersebut dan juga kamu bisa percaya kepada Ayah dan Ibumu jika kamu yak bisa mengurusnya." Ucap Ayah Illia dengan senyum lebar.


"Benar perkataan Ayahmu. Kakek dan Nenekmu dari pihak keluarga Ayah benar-benar buruk. Mereka hanya memperdulikan bisnisnya sampai menjodoh-jodohkan Cucunya hanya untuk hal kerjasama kepada perusahaan besar lainnya. Fan untuk tentang apa yang kalian kerjakan itu kami tak mengetahuinya. Hanya Kau dan Rom yang mengetahui hal tersebut. Jadi cobalah menyembunyikan hal tersebut dan jangan sampai orang lain mengetahui." Ucap Ibunya Illia sambil mengelus-elus kepalanya.


Illia yang mendengar perkataan Ayah dan Ibunya pun mengangguk pelan dan merasa senang dan tenang. Melihat Ayah dan Ibunya begitu peduli pada dirinya hanya tersenyum menanggapi perkataan kedua Orangtuanya. Illia berbalik kearah Ibunya dan membenamkan wajahnya ke buah dada besar Ibunya untuk menenangkan diri karena kelelahan.


"Terima kasih Ayah... Ibu...." Itulah kata terakhir Illia sebelum dirinya tidur nyenyak bersandar dibuah dada Ibunya.


Ayah dan Ibu Illia yang mendengar perkataan Putrinya pun menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum. Ayah Illia pun menyuruh beberapa bawahannya untuk melakukan persiapan pulang karena mereka sudah lama dipemakaman ini.


Untuk Ibu Illia, Dia pun menggendong Putrinya dengan pelan berjalan keparkiran dimana mobil mereka ditempatkan. Disitu terlihat beberapa orang berjas hitam menunggu bersama beberapa perempuan berbaju pelayan dan seorang wanita yang ditangannya memegang sebuah dokumen. Perempuan tersebut adalah Sekretaris Ibunya Illia yang menunggu Ibunya Illia disini membicarakan tentang urusan perusahaan.


Untuk orang-orang yang berkumpul dimakam Rom, mereka semua adalah Guru dan Murid dari Universitas tempat Rom bekerja. Para Guru dan Murid-muridnya pun gempar ketika mengetahui bahwa idola mereka Rom meninggal dunia karena penyakit. Apalagi melihat seorang wanita cantik menangisi dan memeluk batu nisannya yang pasti itu adalah Pacar Rom.


Mereka selama ini hanya mengetahui bahwa Rom masih dalam status lajang. Rom juga sangat ramah terhadap sesama Guru dan baik dalam mengajar Murid-muridnya. Itu memberik kesan baik bagi para Guru dan Murid-muridnya apalagi mereka yang berhenis kelamin Perempuan.


Selain Rom tampan, Ia baik dan ramah juga pemasukan ekonominya lumayan juga Rom lumayan terkenal dikalangan Internet sebagai Livestreamer atau YouTuber. Ternyata selama ini idola mereka sudah punya jodoh yang sangat cantik. Mereka sedikit kecewa tapi mengesampingkan hal tersebut dikarenakan sedih karena meninggal dunianya Rom yang mana menjadi Guru dalam bimbingan belajar di Universitas.


Orang-orang pun mulai meletakkan bunga-bunga indah dan harum, mengucapkan terima kasih atas pekerjaannya selama ini serta ucapan perpisahan dari pihak sekolah dan juga Murid-murid yang Rom didik juga kelasnya. Untuk beberapa teman Rom pun juga pulang meninggalkam bunga sebagai tanda perpisahan dan mendoakan semoga Rom tenang disana dan saling memaafkan jika ada yang salah diantara mereka pada saat Rom hidup.


......................


2 Mei 2XXX.


02.13 AM.


Masih dipemakaman umum daerah setempat dimana mata melihat hanya terdapat banyk makam dan beberapa pohon tunggal menhiasai makam. Kini disalah satu makam yang baru dengan beberapa bunga indah dan harum dengan batu nisan bertuliskan....


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


...โ€  Rest In Peace โ€ ...


...****************...


...๐Ÿ”ณ [ Rom Steveins ] ๐Ÿ”ณ...


...โ˜… ( 18 September 2XXX - 2 Mei 2XXX ) โ˜…...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Nampak makam tersebut mengeluarkan asah hitam yang transparan dan samar-samar muali menebal. Dibawah makam tersebut terdapat sebuah peti yang berisikan mayat Rom mengunakan jas hitam dengan rapi.


Ron pun membuka matanya dan melihat disekitarnya gelap gulita.


"Huh... Dimana Aku? Apa yang terjadi? Kenapa hitam semua? Apakah Aku buta? Ugh...." Ucap Rom yang kini panik dan berusaha menggerakkan tubuhnya.


"Huh... Tubuhku tak bisa kugerakkan... Apa yang sebenarnya terjadi? Hmm...." Ucap Rom yang memikirkan apa yang sebelumnya terjadi.


"Ahh... Benar Aku sudah mati dalam uji coba 'Project M.A.I.'. Apakah ini neraka? Sungguh takdir yang kejam. Dalam kehidupanku Aku melakukan hal baik dan berakhir di Neraka? Pfft... Ini bukan candaan." Ucap Rom dengan lirih melihat disekitarnya gelap gulita.


Tapi seketika muncul asap keluar dari tubuh Rom. Rom tidak menyadari akan hal tersebut karena gelap. Rom pun mulai merasa ngantuk dan merasa dirinya melayang dan terbang keseuatu tempat.


Whoosh~


Makan Rom yang kini memunculkan asap hitam tebal kini berkumpul membentuk siluet seorang pria dan tiba-tiba meluncur kelangit.


Whoosh~


Siapapun yang melihat fenomena ini pasti akan terkejut dan melarikan diri karena yang melihat fenomena tersebut pasti menyatakan dirinya bahwa ia melihat mahkluk aneh apalagi fenomena tersebut terjadi di pemakaman.


......................


Rom pun kini terbangun dari kantuknya dan membuka matanya. Merasa pandangannya kabur Rom mengucek matanya dan kini melihat pemandangan yang indah dan menakjubkan. Pemandangan yang berisikan bintang-bintang terang serta beberapa bercak cahaya lainnya menghiasi hitamnya latar belakang pemandangan tersebut.


"Wow... Keren...." Ucap Rom terkagum dengan pemandangan yang Ia lihat.


......................


Ilustrasi Pemandangan yang Rom lihat.



Gambar dari Google.


......................


Tampak di iris mata Rom yang hitam tersebut terefleksi sebuah pemandangan yang Rom lihat. Ditengah-tengah kekaguman Rom akan pemandangan yang Ia lihat. Terdengar suara Wanita imut yang familiar Rom dengar dan layar hologram yang muncul dihadapannya.


...----------------...


...๐Ÿ”” [ Halo Tuan Rom ] ๐Ÿ””...


...๐ŸŽ‰ [ Selamat, Anda berkesempatan untuk ] ๐ŸŽ‰ ๐ŸŽ‰ [ Reinkarnasi ] ๐ŸŽ‰...


...----------------...


"A-apa!? Be-benarkah!? Dan suara ini... MAI?" Teriak Rom yang terkejut melihat layar hologram didepannya serta suara familiar yang Rom dengar dikepalanya.


...----------------...


...[ Benar Tuan Rom ]...


...[ Anda berkesempatan untuk Reinkarnasi setelah kematian yang Anda alami ]...


...[ Dan juga sesuai tebakan Tuan, Saya adala MAI โ˜บ๏ธ ]...


...----------------...


Deg...


Jantung Rom berhenti berdetak sementara mendengar perkataan Wanita imut tersebut yang ternyata adalah ciptaannya Rom sendiri, MAI dalam 'System : Project M.A.I.'.


"Wahahahahahaha...." Tawa Rom keras menggelegar seperti sambaran petir. Nampak wajah Rom yang sangat senang dan gembiri mendengar perkataan MAI. Kini Rom tersenyum-senyum sendiri dengan matanya yang sipit membuat orang yang milihat Rom pasti merinding karena melihat wajah Rom yang menyeramkan seperti orang gila.


"Baiklah... Kalau begitu, MAI... Reinkarnasi Aku ke Bumi. Aku merindukan Illia. Aku sudah memberitahunya untuk menungguku... Aku tak mau membiarkannya sendiri dan sedih lebih lama lagi... Aku mau pulang menemuinya...." Ucap Rom dengan lirih.


Mata Rom kini terkandung kerinduan yang mendalam serta perasaan sesal menyalahkan dirinya karena membuat Illia menangis dan membiarkan Illia melihat dirinya mati didepan matanya membuat Rom sangat sedih dan ingin minta maaf kepada Illia secepatnya.


...----------------...


...โŽ [ Maaf Tuan Rom. Itu tidak bisa ] โŽ...


...----------------...


Deg...


Perkataan MAI membuat Rom terkejut dan sekali lagi detak jantungnya berhenti untuk sementara waktu.


"Ap-apa!? Jadi bagaimana Aku bertemu Illia lagi!? Sial, Aku sudah memberitahunya tuk menungguku... Apa memang tak bisa, MAI?" Teriak Rom kuat dan berakhir dengan wajah suram dan sedih.


...----------------...


...โ„น๏ธ[ Mohon untuk tenangkan diri Tuan Rom ]โ„น๏ธ...


...[ Walaupun tidak bisa Reinkarnasi ke Bumi, ada cara agar Tuan Rom dapat bertemu kembali dengan Nona Illia ]...


...----------------...


Mendengar perkataan MAI. Rom melihat seberkas cahaya pengharapan akan bertemunya Rom dengan Illia. Rom pun menghelakan nafas dan mencoba menenangkan diri. Kini wajahnya pun terlihat mulai membaik dan tak suram lagi.


"Hah... Baiklah. Jadi bagaimana caranya agar Aku bertemu kembali dengan Illia?" Tanya Rom yang sudah tenang.


...----------------...


...[ MAI memiliki 2 Opsi cara bertemu dengan Nona Illia ]...


...โ„น๏ธ [ Opsi 1๏ธโƒฃ ] โ„น๏ธ...


...[ Tuan membuka Gerbang Dimensi atau merobek Dimensi melintasi Ruang ke Bumi ]...


...๐Ÿ”…[ Dibutuhkan ]๐Ÿ”…...


...๐Ÿ”น[ Titik Koordinat sebenarnya dimana letak Bumi ]...


...๐Ÿ”น[ Kemampuan mumpuni dalam menggunakan Elemen Ruang ]...


...๐Ÿ”น[ Mengetahui cara membuka Gerbang Dimensi serta Altar teleportasi antar Dimensi ]...


...โ„น๏ธ [ Opsi 2๏ธโƒฃ ] โ„น๏ธ...


...[ Menunggu seseorang melakukan pemanggilan terhadap Nona Illia walaupun persentasenya sangat kecil ]...


...[ Belum lagi kemana Nona Illia akan dipanggil. Sebab Alam Semesta yang luas ini terdapat banyak jenis-jenis dan bermacam-macam Dunia. Iya jika Nona Illia terpilih untuk dipanggil ]...


...๐Ÿ”…[ Dibutuhkan ]๐Ÿ”…...


...๐Ÿ”น[ Keberuntungan yang sangat tinggi ]...


...๐Ÿ”น[ Seseorang yang dipanggil hanya Orang terpilih dan Istimewa ]...


...----------------...


Rom yang membaca dan mendengar penjelasan MAI pun frustasi. Rom pun berpikir sejenak dan membaca ulang penjelasan MAI dilayar hologram dihadapan Rom.


Rom pun menyimpulkan sesuatu. Untuk Opsi dua itu sangat susah dan mungkin terjadi. Bagi Rom, Illia adalah orang Istimewa dalam hatinya dan hidupnya. Tapi menunggu seseorang melakukan pemanggilan itu membutuhkan keberuntungan tinggi. Belum lagi dimana pemanggilan tersebut dilakukan. Apakah Illia akan dipanggil di Dunia yang sama dengan Rom atau tidak. Sesuai penjelasan MAI, di Alam Semesta yang luas ini ada bermacam-macam jenis Dunia.


Rom pernah melihat ini di Novel, Komik serta Animasi yang menceritakan pemanggilan Pahlawan. Hanya orang terpilih yang akan dipanggil juga mereka yang dipanggil selalu berkelompok atau berkumpul disuatu tempat hingga mereka terpanggil secara menyeluruh. Rom tak terlalu berharap pada Opsi kedua ini dan hanya keberuntungan yang diperlukan dalam opsi ini.


Sedangkan Opsi pertama, ini bergantung terhadap kemampuan Rom. Rom lebih yakin dengan dirinya yang mampu mempelajari Sihir atau Kemampuan dalam Elemen Ruang serta Teleportasi. Rom hanya berharap Dia akan Reinkarnasi ke Dunia dimana Sihir ada.


"Hah... Baiklah. Jadi dimana Aku akan Reinkarnasi?" Tanya Rom yang menyudahi kedimpulannya dan menetapkan tujuannya mempelajari kemampuan dalam Dimensi atau Ruang.


...----------------...


...[ Anda harus membentuk ulang tubuh masa depan Anda. Karena sekarang Anda hanya Jiwa tanpa Raga ]...


...----------------...


"Huh... Baiklah. Aku mau tubuhku sama seperti dulu. Tapi sedikit penambahan. Hehehe... Pipa Agungku lebih dipanjangkan dan dibesarkan lagi. Yah, pokoknya atur sendirilah disitu sesuai dengan perincianmu." Ucap Rom tanpa malu.


...----------------...


...[ Baik Tuan Rom yang Mesum ๐Ÿ˜ค ]...


...[ Memulai membentuk ulang tubuh Tuan Rom ]...


...[ Membutuhkan suatu material dalam pembentukan ulang tubuh ]...


...๐Ÿ”Ž[ Mendeteksi area sekitar... ]๐Ÿ”...


...๐Ÿ’ก[ Terdeteksinya adanya... ]๐Ÿ’ก...


...๐Ÿ”น[ Energi Kehampaan ]๐Ÿ”น...


...๐Ÿ”น[ Energi Kosmik ]๐Ÿ”น...


...[ Sistem dengan paksa menyerap Energi sekitar ]...


...----------------...


"Heh... Terserah...." Ucap Rom menanggapi perkataan MAI.


Seketika muncuk dua Lubang Hitam dengan warna berbeda dihadapan Rom. Itu sedikit memberikan tekanan dan gelombang kejut membuat Rom sedikit terhempas sejarang 1 Meter. Rambut Rom sedikit berkibar akibat hembusan angin dari lubang hitam tersebut.


Yang membuat Rom bingung adalah seharusnya Lubang Hitam itu menghisap bukan menghembuskan bukan? Rom yang melibat ini pun hanya terdiam memperhatikan dua Lubang Hitam tersebut.


Disebelah kiri terdapat Lubang Hitam dengan sisi lubang berwarna putih dibarengin aura ungu yang terisap berputar di Lubang Hitam tersebut. Sepertinya ini adalah Energi Kehampaan. Melihat bagaimana Lubang Hitam tersebut begitu menyeramkan juga memberi perasaan dingin.


......................


Ilustrasi Energi Kehampaan



Gambar dari Google.


......................


Sedangkan yang kanan sudah pasti Energi Kosmik. Lubang Hitam dengan sisi bola berwarna biru laut dan siat atau bisa disebut biru kehijauan yang berputar di Lubang Hitam tersebut. Memberikan perasaan sejuk dan nyaman.


......................


Ilustrasi Energi Kosmik.



Gambar dari Google.


......................


Kedua lubang hitam tersebut pun mulai membesar dan menghampiri Rom yang sedang berdiri melihat hal tersebut. Rom secara reflek mundur tapi tak bisa bergerak karena dirinya kini melayang di luar angkasa.


Whoosh~


Kini kedua lubang hitam tersebut menyatu seperti Yin dan Yang. Kedua Energi tersebut berputar dan berpusan diperut Rom. Rom yang melihat hal tersebut pun hanya diam dan pasti ini adalah proses pembentukan tubuhnya.


...----------------...


...โš ๏ธ[ Peringatan ]โš ๏ธ...


...[ Sepertinya proses pembentukan tubuh akan berlangsung dalam proses yang lama ]...


...[ Sistem dengan paksa harus menidurkan Tuan Rom selama proses berlangsung ]...


...โ™ป๏ธ [ Penyatuan dan Pembentukan dimulai ] โ™ป๏ธ...


...----------------...


Rom yang mendengar penjelasan MAI pun hanya tersenyum dan membiarkan MAI mengurusnya. Rom pun berasakan bahwa jiwanya sedikit bergoncang akibat kedua Energi tersebut yang saling berlawanan.


Rom pun mulai merasa ngantuk dan menyadari ini adalah bagian dari proses penyatuan kedua energi serta pembentukan tubuhnya. Pandangan Rom pun mulai kabur dan berakhir tertidur dengan tubuh terlentang serta melayang menciptakan tekanan kuat disekitar hingga menghasilkan gelombang kejut udara.


Boom...


Proses itu pun berlangsung hingga...


1 tahun...


10 tahun...


100 tahun...


1.000 tahun...


10.000 tahun...


100.000 tahun...


Ditahun keseratus ribu, muncul tubuh telanjang seorang Pria tampan berambut hitam dengan tersisir kebawah sealis dengan tubuh atletis yang keren dan memiliki pesonanya tersendiri. Juga Sang Pipa Agung pun berdiri tegap di area selangkangannya. Dengan modifikasi serta perincian yang MAI buat pun menghasilkan sebuah batang yang mempesona bagi para betina.


Whoosh~


Boom...


Terjadi ledakan gelombang kejut dan tekanan kuat sementara hingga menghempaskan sekitar. Pria tersebut perlahan-lahan membuka matanya dan menggerak-gerakkan tubuhnya.


Pria tersebut tak lain adalah Rom yang sudah selesai membentuk tubuhnya. Rom yang sedang menggerakkan bagian tubuhnya memcoba tubub barunya tersebut senang. Rom pun menoleh kebawah melihat Pipa Agungnya kini lebih besar dan lebih panjang. Rom pun menggerakkannya naik turun mengetes Pipa Agungnya. Rom tersenyum-senyum dan menganggukkan kepalanya senang dengan Pipa Agungnya yang sekarang.


...----------------...


...[ Proses penyatuan dan pembentukan tubuh... ] โ–ช๏ธโ—ฝโ—ผ๏ธ[ Selesai ]โ—ผ๏ธโ—ฝโ–ช๏ธ...


...[ Halo Tuan Rom ]...


...----------------...


"Hai MAI. Sudah berapa lama Aku tertidur, MAI?" Tanya Rom dengan lirih tanpa ekspresi.


...----------------...


...[ Tuan Rom sudah tertidur selama Seratus Ribu Tahun ]...


...----------------...


"Uhuk...." Rom terbatuk mengeluarkan seteguk darah segar dari mulutnya ketika mendengar perkataan MAI. Seketika tubuh Rom bergetar dan wajahnya pun suram.


"Se-seratus ribu tahun katamu!? Ja-jadi bagai mana Aku bertemu kembali dengan Illia? Berarti sekarang Illia sudah lama mati...." Ucap Rom yang tatkala mengeluarkan air matanya yang kini melayang diangkasa karenat tak adanya gravitasi.


...----------------...


...[ Jangan menangis Tuan Rom. Waktu tidak berlaku disini. Jadi paling hanya memakan 1 detik aja untuk Bumi juga Dunia lainnya. Jadi jangan khawatir ]...


...----------------...


Rom yang mendengar perkataan MAI pun mulai menenangkan diri sejenak. Lalu Ia mengelap air matanya dan tersenyum kecut sambil menghelakan nafas.


"Hah... Jadi, kemana Aku di Reinkarnasi?" Tanya Rom dengan lirih.


...----------------...


...โš•๏ธ[ Memulai Reinkarnasi... ]โš•๏ธ...


...๐Ÿ”Ž[ Mencari informasi dan lokasi target... ]๐Ÿ”...


๐Ÿ’ก[ Informasi dan lokasi target ditemukan ]๐Ÿ’ก


...[ Nama Dunia ๐ŸŒ : Gaia ]...


...[ Titik Koordinat ๐ŸŒ : 98E021 , - 23E9101 ]...


...[ Jenis Dunia : Sihir ]...


...โš•๏ธ[ Reinkarnasi dimulai... ]โš•๏ธ...


...----------------...


Tubuh Rom pun berubah menjadi seberkas cahaya dan melesat dengan kecepatan cahaya menuju titik koordinat yang sudah ditentukan oleh MAI.


......................


Dunia Gaia.


Benua Selatan, Kerajaan Grimoire, Desa Magia.


Sebuah Desa terpencil yang dikeliling oleh hutan yang hijau yang lebat. Pagar tumbuhan yang mengngelilingi Desa tersebut. Desa tersebut bernama Desa Magia. Tempat tinggal yang terpencil jau dari kota, penduduk yang lumayan ramai dengan bangunan yang terbuat dari kayu bahkan pohon juga dijadikan rumah.


Disebuah rumah yang kini ramai dengan seorang perawat serta Dokter perempuan yang sudah selesai melakukan persalinan terjadap Wanita yang kini terbaring diatas rajang dengan wajah senang dan air mata mengalir menatap bayi digemdongannya yang baru saja lahir. Seorang Pria juga disitu menemani Wanita yang baru saja melahirkan mrnatap bayinya yang merupakan anggota keluarga baru mereka.


Para perawat serta Dokter tersebut yang kelelahan kini hilang berganti menjadi senang melihat pekerjaan mereka berhasil dengan Ibu dan Anaknya selamat. Mereka pun keluar dari ruangan tersebut dan membiarkan Istri dan Suami tersebut yang kini sudah menjadi Ayah dan Ibu.


......................


Bayi tersebut mengedipkan matanya dan memperlihatkan mata hitamnya yang mirip dengan Ayah dan Ibunya.


'Ugh... Apakah Aku sudah bereinkarnasi? Huh... Dimana ini?' Ucap Rom.


Kini ia melihat tangannya yang kecil dan melihat seorang Wanita cantik menangis menatapnya serta seorang Pria tersenyum lebar menatapnya.


( Hey, Wanita cantik... Jangan menangis menatapku...)


"Mwahmah... Hehe... Pouhehehe..." Ucap Bayi tersebut.


'Huh, sepertinya mereka tak mengerti perkataan yang hanya mengoceh tak jelas. Ya iyalah, karena Aku berubah menjadi bayi yang terlahir kembali.' Ucap Rom dalam hati.


......................


"Hey, Rein... Bagaimana dengan namanya?" Ucap Wanita tersebut kepada Pria disamping kananya.


"Sesuai dengan diskusi kita sebelumnya Lilya. Namanya adalah Rom Steveins." Ucap Rein menjawab pertanyaan Lilya.


(Hey, nama yang bagus juga nama yang sama dengan kehidupanku yang dulu... Mantap!) Ucap Rom.


"Bwah...Bwah...Mehehe...Hihiek..." Ucap Bayi tersebut kesenangan mendengar Orangtuanya memberi namanya.


"Hey, Rein lihat... Sepertinya Ia sangat menyukai namanya." Ucap Lilya yang kini membiarkan jari telunjuk tangan kanannya digenggam oleh Bayi tersebut.


"Hahaha, itu benar." Ucap Rein yang kini memberikan telunjuknya tapi Bayi tersebut tak menggenggamnya dan hanyq menggenggam jari telunjuk Ibunya.


"Hehe, sepertinya Iq tak menyukaimu." Ucap Lilya yang tertawa kecil melihat tingkah laku Anaknya.


"Hmph... Kupastikwn Dia akan menyukaiku dikemudian hari...." Ucap Rein yang kini berdiri memalingkan wajahnya.


Lalu Ayah dan Ibu tersebut pun tertawa riang dan senang akan pembicaraan mereka.


Kini Rom Steveins telah terlahir kembali di Dunia Gaia dan keluarga yang bahagia.


...----------------...


...๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž...


...โ„น๏ธ B E R S A M B U N G โ„น๏ธ...


...๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž...


...----------------...


Terima kasih sudah membaca novel saya.


Jangan sungkan tuk berikan saran atau kritikan kepada Author ๐Ÿ˜Ž


Jangan lupa tinggalkan :


Like ๐Ÿ‘


Komen ๐Ÿ’ฌ


Vote โœŒ๏ธ/Hadiah ๐Ÿ™


Rate โ˜…5


Dukung terus Author dan Novel 'System : Project M.A.I.'.


Enjoy ๐Ÿ˜


Romz ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ


๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ†–๐Ÿ†Ž๐Ÿ—ฟ


...****************...