
"Aku hanya memberitahumu. Anak ini yang membunuh Ibumu...."
......................
"Huh? Aku tak akan menyalahkannya... Bagaimanapun sepertinya Anakku terlahir Abnormal." Ucap Rom yang kini mendekatkan wajahnya terhadap bayi berjenis kelamin perempuan tersebut.
"Terserah. Aku mendengar dari MAI tentang dirinya yang tertidur lagi serta kejadian di Bumi...." Ucap Badut Iblis yang berada didalam jiwa Rom.
"Kau tak perlu memikirkan hal tersebut...." Ucap Rom dengan lirih.
"Hey, bagaimana Aku tak memikirkannya. Ini tentangmu dan Pacarmu di Bumi. Kau tau Aku adalah bagian dari Dirimu. Tentu Aku memikirkannya. Apalagi Kau juga eksistensi Abnormal dan Anakmu juga. Kudengar MAI akan bangun di akhir tahun depan untuk mencegah Para Dewa yang terbangun di Bumi serta di Dunia Gaia ini. Jadi sebaiknya Kamu lindungi Anakmu dengan baik." Ucap Badut Iblis lalu percakapan mereka terputus.
Rom meneteskan air matanya yang mana mengenai tangan Anaknya yang kini memainkan wajahnya. Rom mengusap air matanya dan mengelus wajah bayi tersebut dengan lembut. Melihat mata biru gelap berasap milik bayi tersebut pun senyum dan mengecup keningnya. Rom pun masuk kedalam rumah karena sudah cukup lama diluar. Apalagi bayi ini masih terbungkus kain belum dibersihkan dan dipakaikan pakaian khususnya.
30 November EPB523
Desa Magia
Pagi Hari,
Setahun telah berlalu sejak dimana Ibu meninggal dan Anakku lahir. Kini Aku terus berlatih agar menjadi kuat bersama Chaterine dan Kanna. Bibi Ifrit dan Bibi Lilith kini tinggal dirumah untuk membantuku baik dalam urusan rumah maupun bayi.
Ayah menyuruhku untuk memberi nama Adikku yang mana merupakan Anakku. Aku pun memberi nama Layla Steveins. Nama yang mirip dengan nama Ibu, Lilya. Ayah hanya tersenyum dan mengangguk. Semenjak itu, Ayah terlihat sedih dan terpuruk. Ia jarang pulang kerumah dan sering mabuk. Kadang ia berburu dan membawa banyak sekali buruannya. Kupikir dirinya masih belom menerima kematian Ibu, begitu pula denganku.
Aku juga menyadari bahwa Kebangkitan Bakat akan dimulai diakhir tahun ini. Jadi Aku berusaha meningkatkan fisik dan staminaku. Layla kuberi kepada Bibi Ifrit dan Bibi Lilith untuk dijaga serta dilatih berbicara dan lain-lain.
Cteng...
Ctang...
Cring...
Terlihat 2 perempuan kini saling menyerang menggunakan pedang besi. Perempuan rambut merah muda terlihat menghunuskan pedangnya kedepan sejajar dengan bahunya dan menerjang kedepan dimana Perempuan berambut putih salju berada.
Perempuan berambut putih salju menghunuskan pedangnya kedepan sejajar dengan matanya dan jari telunjuk serta tengan tangan kirinya menyentuh bilah pedang dan menerjang kedepan.
Whoosh~
Cring...
Ctang...
"Kanna... Sepertinya Kamu sudah banyak berkembang ya...." Ucap Perempuan berambut merah muda.
"Hee Chaterine... Sepertinya Kamu terlalu memujiku. Kamu juga sudah berkembang...." Ucap Perempuan berambut putih salju.
Chaterine dan Kanna saling menatap tajam dan saling menekan pedang mereka kedepan. Disitu Rom melihat dan mengawasi mereka. Dengan pedang besi tertancap ditanah serta tangan bertumpu digagang pedang memperlihtkan badan telanjang serta otot yang bebentuk. Dengan tubuh tegap dan berisi, Rom berdiri memperhatikan kedua Perempuan tersebut yang mana merupakan jodohnya.
Chaterine dan Kanna terus menerus mendorong pedang masing-masing dan saling menatap tajam. Telihat keduanya ingin terlihat kuat, keren dan cantik didepan Rom yang kini mengawasi mereka.
Rom melihat mereka bertarung bukannya fokus kepada pertarungannya tapi kepada dada dan bokong kedua perempuan tersebut.
Terlihat kedua perempuan tersebut dadanya mulai berisi dan pantat yang montok. Juga terlihat kedua wanita tersebut menggunkan rok. Rom dengan fokus memperhatikan setiap gerak dan loncatan mereka yang mana menghempaskan rok dan memperlihatkan ****** ***** yang imut serta bentuk pantat yang indah serta paha mulus putih salju mereka.
Rom terlihat tersenyum dan mengangguk-anggukkan kepalanya memperhatikan Chaterine dan Kanna.
"Mereka berkembang...."
Chaterine dan Kanna yang melihat Rom tersenyum kepada mereka pun mulai tersenyum dan membanggakan diri.
"Lihatlah Kanna. Rom tersenyum kepadaku. Berarti Aku paling kuat dan cantik. Nanti pasti Rom melakukannya denganku pertama kali, Xixixixi." Ucap Chaterine dengan tatapan sinis.
"Bodoh. Yang ditatap oleh Rom adalah Aku. Hmph, lihat Aku yang imut ini. Aku kuat serta lebih cantik darimu. Jadi mengalah saja, Chaterine. Lihat ini, biar kubuktikan." Ucap Kanna yang melompat kebelakang dengan salto belakang dan bermanuver diudara.
Terlihat ****** ***** putih dengan corak garis biru yang terpampang dengan rok melebar melayang ketika Kanna bermanuver diudara. Rom yang melohat tersebut matanya melebar dan fokus hingga Kanna mendarat dengan indah dengan rambutnya yang dikibaskan kebelakang.
"Lihatlah. Hihihihi." Ucap Kanna yang mana bergaya dengan duaj jari menyerupai gunting diantara matanya.
Rom tersenyum lebar dan mengangguk-angguk melihat aksi Kanna. Chaterine yang melihat itu pun geram dan bersalto kedepan tanpa melihat arah.
Chaterine bersalto kedepan yang mana mengarah ke Rom. Rom melihat Chaterine bermanuver diudara dengan ****** ***** putih corak polka dot merah. Rom langsung menyingkirkan pedang yang ia tancap ditanah dan...
"Uhuk... Uhuk...."
"..."
Kanna yang melihat ini wajahnya memerah dan juga terlihat kesal. Kini Chaterine menduduki wajah Rom.
Chaterine yang merasa geli dengan daerah bawahnya pun membuka matanya dan melihat bahwa ia menduduki wajah Rom. Chaterine bukannya berdiri tapi malah menekan pantatnya diwajah Rom.
Ahh~
Chaterine mendesah sebab mulut Rom tepat berada di bibir surgawi Chaterine. Rom yang tak bisa bernafas pun membuka mulutnya dan mencoba bernafas. Rom menghirup bau keringat yang menyengat dan kini tangan Rom memegang sesuatu yang mulus.
Rom mengelusnya layak sebuah meja kaca yang licin dan Rom mendengar suara mendesah.
Ahh~
Rom pun mengangkat benda yang ia pegang dan melihat Chaterine dengan wajah memerah serta kaki melebar memperlihatkan ****** ***** polka dotnya serta terlihat ditengah selangkangannnya basah.
Kanna yang melihat hal tersebut menggembungkan pipinya dan menarik Chaterine menjauh dari Rom pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri seusai latihan.
Rom yang masih terbaring terlentang diatas rumput tersebut masih bengong dengan wajah tersenyum. Menatap langit yang memperlihatakan matahari mau memposisikan diri ditengah langit, Rom pun bangun dan beranjak dari halaman dan masuk kerumah dan mengikuti kedua perempuan tersebut yang mau mandi.
Rom kini memasuki rumah dengan badan telanjang memperlihatkan tubuh berototnya dan pergi menuju kamar mandi. Tapi tiba-tiba Rom ditarik oleh seseorang dan mukutnya ditutup oleh tangan. Lalu kepalanya ditutup oleh kain dan dibawah kekamar dilantai atas.
Seorang wanita mengangkat tubuh Rom dan pergi keatas menuju kamar dimana kamar Lilya dulu berada. Wanita satu lagi mengikuti hingga sampai dikamar dengan kasur besar. Rom dilemparkan diranjang dan salah satu wanita mengeluarkan sebuah lingkaran sihir yang mana itu adalah Sihir Silent Barrier.
"Ugh, siapa kalian!?" Ucap Rom sambik membuka penutup kepalanya.
Rom melebarkan matanya melihat dua wanita yang kini menatap Rom dengan tajam. Sstu berambut merah gelap sepinggang dan datu lagi rambut putih keperakan sepinggang.
Rom mengenal kedua wanita tersebut dan Rom sangat terkejut dan mundur kebelakang dengan wajah bercucuran keringat sambil menelan ludah.
Gluk...
"Bibi Ifrit!? Bibi Lilith!?"
...----------------...
...๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐...
...โน๏ธ B E R S A M B U N G โน๏ธ...
...๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐...
...----------------...
Terima kasih sudah membaca novel saya.
Jangan sungkan tuk berikan saran atau kritikan kepada Author ๐
Jangan lupa tinggalkan :
Like ๐
Komen ๐ฌ
Vote โ๏ธ/Hadiah ๐
Rate โ 5
Dukung terus Author dan Novel 'System : Project M.A.I.'.
Enjoy ๐
Romz ๐ฎ๐ฉ
๐๐๐๐๐ฟ
****************