
Malam itu ketika aku pulang dari butik. Tidak sengaja aku melihat Jerry dan Chelsea sedang makan malam disebuah cafe yang kebetulan sedang aku lewati. Entah kenapa perasaanku mengatakan aku untuk berhenti saat itu. Ku parkirkan mobilku disebrang cafe tersebut. Aku amati mereka dari kejauhan. Mereka layaknya sepasang kekasih yang sedang berkencan. Chelsea memperlakukan Jerry bak seorang kekasih. Aku bingung! Bukankah mereka adalah adik dan kakak. Apa hanya perasaan ku saja yang berlebihan. Dan lagipula ada apa dengan diriku? Kenapa aku tiba-tiba merasa cemburu. Tidak seharusnya aku merasakan hal itu.
Cukup lama aku mengamati. Akhirnya makan malam mereka selesai. Chelsea menggandeng tangan Jerry menuju mobilnya. Karena kebetulan ku lihat Jerry dan Chelsea membawa mobil masing-masing. Sebelum masuk mobil Chelsea memeluk Jerry bahkan ia menciumnya dengan sangat mesra. Jerry nampak terlihat sangat kaget ia berusaha mendorong Chelsea. Lalu pergi meninggalkan Chelsea begitu saja. Hatiku sakit rasanya. Ku putuskan untuk melanjutkan perjalanan pulang kerumah. Disepanjang jalan aku berpikir kenapa dengan diriku. Kenapa aku merasa sakit hati ketika melihat Chelsea mencium Jerry. Apa aku mulai jatuh cinta dengan Jerry. Ahhh tidak. Pasti ada yang salah dengan diriku.
Sesampainya dirumah ku lihat Jerry belum sampai dirumah. Aku langsung masuk kamar dan berberes. Masih terbayang dibenak ku ketika Chelsea mencium Jerry. Apakah perasaan ini wajar? Kenapa juga aku harus cemburu ketika Chelsea mencium Jerry. Mungkin saja itu ungkapan dari seorang adik untuk kakaknya. Tapi kalau benar iya. Kenapa Jerry seolah-olah bersikap tidak suka. Ada apa sebenarnya?
Pagi pun tiba. Ketika aku bangun. Ku lihat Jerry tidak ada dikasurnya. Entah dia pulang atau tidak malam tadi. Aku bergegas untuk siap-siap pergi ke butik. Setelah siap aku langsung menuju ruang makan untuk sarapan. Ku lihat sudah ada ibu dimeja makan.
"Pagi Bu" sapaku.
"Pagi. Mana Jerry?" tanya ibu.
"Dia tidak pulang malam tadi. Karena banyak kerjaan yang menumpuk. Dan sudah hampir deadline" jawabku terpaksa bohong untuk kesekian kalinya.
Ku selesaikan sarapanku. Dan aku langsung pergi ke butik. Sesampainya di butik aku sempat kaget karena aku kedatangan seorang tamu, yaitu Chelsea. Tumben sekali dia kesini. Angin apa yang membawanya. Dia berdiri ketika melihatku.
"kau sudah datang" ucapnya.
"hmmm.. Tumben kamu kesini, ada apa?" tanyaku.
"ada yang ingin ku bicarakan padamu" jawabnya.
"kita keruanganku saja" ajakku.
Dia pun mengikuti ku dari belakang keruangan ku. Ku persilahkan dia duduk.
"Apa yang ingin kau bicarakan?" tanyaku yang sudah tak sabar ingin tahu maksud tujuan dia datang kesini.
"mungkin ini akan sangat mengejutkan bagimu" jawabnya. Diapun melanjutkan pembicaraannya.
"aku mau kau bercerai dari Jerry" ungkapnya.
Aku sangat terkejut dengan ucapannya. Kenapa dia berbicara seperti itu padaku.
"bercerai. Kenapa?" tanyaku.
"karena aku mencintai Jerry" jawabnya.
Aku semakin sangat terkejut. Mencintai Jerry? apa maksudnya?
"mencintai Jerry? apa maksud dari pembicaraanmu ini?" tanyaku kebingungan.
"mungkin kamu belum tahu siapa aku sebenarnya dalam keluarga Jerry. Aku bukanlah adik kandung Jerry. Ayah dan ibunya Jerry mengadopsi ku ketika aku berusia 10 tahun. Kedua orang tua kandungku sudah meninggal. Aku sempat tinggal di panti asuhan. Mereka sangat menginginkan anak perempuan. Tapi sayang ibunya Jerry sudah tidak bisa hamil lagi karena kesehatannya. Jadi mereka mengadopsi ku."ucapnya
Gila!!! aku benar-benar baru tahu. Selama ini ku pikir mereka adalah saudara kandung. Ternyata bukan. Pantas saja selama ini Chelsea tidak menyukaiku. Karena dia mencintai Jerry. Apakah Jerry tahu perasaan Chelsea yang sebenarnya terhadap dia. Sekarang apa yang harus ku lakukan? Aku harus membicarakan hal ini pada Jerry. Tidak mungkin kalau aku menyetujui permintaannya.
"aku tidak bisa menceraikannya" jawabku tegas.
"apa kamu sudah gila?! apa kamu tahu dampaknya kalau sampai ibu Jerry tahu" ucapku dengan nada kesal.
"aku tidak peduli! keputusan ada ditanganmu. Kamu ceraikan Jerry atau aku akan membongkar semuanya" ucapnya sambil meninggalkanku.
Bagaimana ini. Ini benar-benar gila. Aku tidak bisa membiarkan dia begitu saja menceritakannya pada ibu mertuaku. Bisa jadi masalah besar kalau dia sampai nekat. Aku harus memberi tahu Jerry. Dia harus tahu. Ku ambil ponselku dan menghubungi Jerry. Aku ajak dia bertemu pas makan siang. Jerry pun setuju. Tepat pukul 12 siang aku sudah tiba di cafe tempat kami janjian. Aku langsung menuju tempat duduk yang sudah ku pesan. Tak lama setelah aku datang Jerry pun datang.
"apa yang ingin kamu bicarakan?" tanyanya padaku.
"Chelsea tadi datang ke butik" jawabku.
"lalu?" tanyanya lagi.
"dia memintaku untuk menceraikanmu" ungkapku.
Jerry kaget setelah ku beri tahu tujuan Chelsea menemui ku.
"kamu serius?" tanyanya seolah tak percaya padaku.
"aku serius! untuk apa aku berbohong dalam hal ini. Dia juga bilang padaku. Kalau aku tidak cepat-cepat menceraikanmu. Maka dia akan memberitahu ibu tentang pernikahan kontrak kita." kataku.
Terlihat sangat jelas kalau Jerry marah ketika tahu kelakuan Chelsea.
"ini karena kesalahanku. Seandainya saja aku tidak menceritakan hal itu padanya. Dia tidak akan bisa mengancam seperti ini. Arrghhh bodohnya aku" ucap Jerry geram.
"lagipula untuk apa kau ceritakan hal itu pada Chelsea. Dia tidak perlu tahu. Jika dia benar-benar adik kandungmu tidak masalah jika kau beritahu. Tapi dia hanya saudara angkatmu yang ternyata mencintaimu. Dan aku juga baru tahu kalau dia bukan saudara kandungmu. Kalau aku tahu lebih dulu. Aku akan melarangmu untuk bercerita padanya" kata ku kesal.
"aku pikir dia bisa dipercaya karena kami sudah hidup bersama selama bertahun-tahun. Dan aku juga baru tahu kalau ternyata dia menaruh perasaan terhadapku." balasnya.
"Lalu kita harus bagaimana sekarang?" tanyaku khawatir.
Jerry tidak menjawabnya. Sangat terlihat jelas kalau dia sedang kebingungan. Kami berdua sama-sama sedang bingung mencari jalan keluarnya. Hatiku mulai resah sejak Chelsea mengancam ku. Aku tidak bisa membayangkan jika dia benar-benar memberitahunya pada orang tua kami. Ponselku berdering. Ku lihat ibu yang menelpon.
"Halo Bu." sapaku.
"kau dimana sekarang" tanya ibu tanpa membalas sapaku.
"aku sedang makan siang dengan Jerry di cafe. Ada apa Bu?" tanyaku.
"pulang sekarang. Ada yang ingin ibu bicarakan dengan kalian berdua" ucap ibu tegas.
Ibu langsung mematikan teleponnya tanpa sempat ku menjawabnya. Nada ibu seperti nada orang yang marah. Ada apa dengan ibu? kenapa ibu seperti sedang marah? apa Chelsea sudah memberitahunya? Ku harap tidak.
Bersambung....