
Dengan keadaan marah Ray Xray Xia keluar dari ruangan tersebut dan menunu ke kantin untuk mencari makan,tetapi saat dia diperjalanan melihat orang yang tidak asing baginya sedang diganggu oleh 2 orang yang memakai seragam dengan logo kelas D.
"Hai,gadis cantik bagaimana kalau kita bermain sebentar bagaimana."kata siswa disebalah kanan
"Benar-benar kami berdua akan menyayangi mu nanti."sambung siswa yang berada dikiri.
"Hng,benar-benar menjijikan dasar para lelaki mesum,orang seperti ini saja bisa bersrkolah di sini cuma akan menghancurkan nama Akademi."ejek perempuan tersebut yang ternyata adalah Elyptica Erithia.
Seharusnya Ray Xray Xia cuma ingin melihat apa yang akan dilakukan si Elyptica Erithia, namun apa yang dilakukan kedua orang dari kelas D tersebut membuat Ray Xray Xia menjadi muak karena tidak bisa menahan nafsu mereka bahkan di tempat umum.
Dengan segera Ray Xray Xia melangkah menuju kearah Elyptica dan kedua orang dari kelas D tersebut.
"Wah kalian lagi bersenang-senang ya."seru Ray Xray Xia sambil tersenyum sinis.
Ketiga orang tersebut langsung menatap kearah sumber suara dan melihat pemuda dengan rambut putih dan mata bewarna ungu sedang mengarah kepada mereka.
"Siapa kamu,kenapa ikut campur urusan kami di sini."teriak seorang siswa yang berada di sebelah kanan.
"Tunggu dulu,aku ke sini bukan untuk menggangu kalian,tapi aku cuma ingin ngasih tahu kalau perempuan ini adalah singa betina yang galak,jika marah dia bisa menggigit siapapun termasuk anaknya sendiri."jelas Ray Xray Xia sambil menunjuk kearah Elyptica Erithia.
Setelah mendengar perkataan Ray Xray Xia, Elyptica Erithia langsung marah dan terlihat seperti singa betina.
"Ray!Xray!Xia apa maksudmu,apa kamu ingin kubunuh hah."teriak Elyptica Erithia yang mengagetkan semua orang.
"Lihat kan dia marah seperti singa betina."ejek Ray Xray Xia.
"Tunggu dia baru saja menyebut namamu Ray Xray Xia."tanya siswa yang dikiri.
"Benar memangnya kenapa."tanya Ray Xray Xia.
Semua orang yang mendengar pengakuan dari Ray Xray Xia langsung tertawa keras dan membuatnya merubah ekspresi menjadi dingin.
"Bukankah kau adalah Ray Xray Xia sang murid baru yang terkenal karena paling terlemah dengan Spirit tingkat rendah dan Elemen Racun,haha."seru siswa yang berada di bagian kanan dengan tertawa terbahak-bahak.
"Haha,benar yang kamu katakan semua benar orang terlemah ingin menjadi pahlawanan dari gadis cantik."kata siswa di kiri yang juga tertawa.
"Oh aku bisa terkenal seperti ini ya,tak kusangka menjadi lemah sudah terkenal apalagi jika kuat."seru Ray Xray Xia dengan sombong membuat beberapa orang yang tertawa menjadi diam.
Kedua orang dari kelas D itu merasa kesal dengan tingkah sombong Ray Xray Xia dan mencoba ingin memukulnya,saat pukulan itu hampir mengenai Ray Xray Xia dengan mudah menghidarinya dengan mudah dan membuat orang yang melihatnya terkejut.
"Apa bagaimana bisa."seru siswa yang menyerang Ray Xray Xia.
"Walaupun aku lemah dalam Magic dan Spirit tetapi soal kelincahan dan reflek tidak ada yang bisa menandinginya."kata Ray Xray Xia dengan sombong.
"Elem......"sebelum selesai bicara langsung dipotong oleh Ray Xray Xia.
"Jika kamu mengeluarkan teknik di sini mungkin akan langsung dikeluarkan oleh Akademi bahwa menyerang siswa lain bahkan membunuhnya,jadi lebih baik berada dihutan belakang sekolah."usul Ray Xray Xia dengan santainya.
Semua orang yang mendengarnya terkejut dan mengatakan didalam hati yang sama anak ini memang cari mati?
Kedua orang dari kelas D itu merasa bahwa apa yang dikatakan Ray Xray Xia benar,jika dia melakukan sebuah teknik didalam Akademi kemungkinannya hanya satu dikeluarkan Jadi ini adalah kesempatan untuk menghajar 'murid terlemah' di Akademi,tapi mereka berdua tidak tahu bahwa ini adalah rencana kejam Ray Xray Xia untuk memenuhi nafsu membunuhnya.
Ray Xray Xia beserta kedua orang tersebut segera menuju keluar Akademi kedalam hutan dibelakang Akademi,sedangkan Elyptica Erithia yang melihat ketiganya pergi segera mencari Ray Perez untuk dimintai bantuan.
.
.
.
Di dalam hutan belakang Akademi terdapat 3 orang pemuda yang sedang saling berhadap-hadapan,mereka adalah Ray Xray Xia dengan kedua siswa kelas D.
"Karena sudah sampai disi...."salah satu dari siswa kelas D berhenti bicara.
"Hehe,karena kalian berdua disini akan aku jadikan korban pertama di Akademi ini."suara Ray Xray Xia yang tiba-tiba berubah menjadi serak.
Kedua siswa tersebut yang menyadari bahwa ada yang aneh dengan Ray Xray Xia segera berbalik dan mengarahkan padangan mereka kepadanya,saat mereka menyadari ada bahaya sudah terlambat area di sekitar mereka berubah menjadi gelap gulita dan sekarang mereka hanya menunggu untuk dibunuh saja.
Di lain sisi semua anggota 20 Stat yang merasakan perubahan dari aura Ray Xray Xia segera pergerak agar Ray Xray Xia tidak menimbulkan kekacauan didalam Akademi.
Di dalam area gelap tersebut sekarang hanya tersisa darah dan potongan daging dimana-mana serta Ray Xray Xia yang telah belumuran datah.
"Hehe bagus sekali,benar-benar hebat."kata Ray Xray Xia sambil tersenyum lebar.
Saat area hitam itu menghilang dan Ray Xray Xia yang ingin segera melompat kedalam Akademi,tiba-tiba muncul lubang hitam dan muncul rantai dari dalam menangkap dan menarik Ray Xray Xia kedalam lubang hitam.
Setelah Ray Xray Xia ditarik kedalam lubang hitam di tempat tersebut di datangi oleh 2 orang yaitu Ray Perez dan Elyptica Erithia yang dikagetkan dengan pemandangan didepan mereka.
"In....ini daging dan darah si...siapa."kata Elyptica Erithia dengan gemetar ketakutan.
'Ini pasti perbuatan Xia,apa dimengamuk lagi jika iya kemana dia berada sekarang.'pikir Ray Perez.
Tidak jauh dari sana terlihat orang berjubah hitam yang sedang mengamati daerah tadi.
"Hehe ternyata disini ada aura ketua dari Organisasi 20 Star,Ray Xray Xia."kata orang berjubah hitam tersebut lalu pergi.