
Karena Ray Xray Xia menjawab apa adanya, dia malah di suruh bekerja di villa itu sebagai pelayan di sana,sampai dia mau mengakui tujuannya masuk ke villa.
Orang-orang bodoh itu tidak mengetahui bahwa mereka sedang menggali kuburan mereka sendiri,kenapa?Dengan memperkejakan Ray Xray Xia sebagai pelayan mereka akan mendapat suatu masalah yang besar.
Ray Xray Xia seperti menikmati pekerjaan menjadi pelayanannya,dia bekerja penuh antusias dan semangat daripada pelayan yang lainnya.
Entah apa yang akan dia lakukan selanjutnya, Ray Xray Xia bisa menyembunyikan niat jahatnya dengan begitu baik di hadapan orang lainnya.
Hari-hari sudah berlalu,sudah 1 bulan lebih Ray Xray Xia berada di villa tersebut untuk bekerja sebagai pelayan.Dan dua kelihatannya telah melupakan misi dan serta kedua temannya yaitu Azze Lord dan juga Xue Petra Vernanda.
Azze Lord dan Xue Petra setelah selesai menyelesaikan misinya, mereka kembali ke hotel dan menemukan bahwa Ray Xray Xia telah menghilang entah kemana.
"Yah, seperti yang kita duga di pasti pergi mencari kita dan tersesat."Azze Lord.
"Hmm,tapi dia menghilang......Ya tidak usah membuang semua peralatan kita juga dong."Xue Petra Vernanda.
Di villa Rose Vanca.
"Hachiuu.....Huh, kelihatannya mereka sudah sadar kalau aku telah membuang peralatan-peralatan itu."Ray Xray Xia
Dia membuang semua peralatan karena dia di tinggalkan sendiri di hotel,yah walaupun dia sekarang malah tertarik dengan seseorang. Ketertarikannya kepada nona dari villa itu semakin tinggi,sebab sang nona itu benar-benar pintar dan mempunyai banyak siasat untuk mencari kesalahan Ray Xray Xia.
"Hmm,permainan seperti apa yang akan di lakukan kali ini ya, benar-benar orang yang menarik dan menyenangkan."Ray Xray Xia.
Beberapa saat kemudian, perempuan yang mengintrogasinya tiba-tiba datang menemuinya saat sedang istirahat.
"Ah kamu,kenapa ke sini lagi,apa tidak puas ku permalukan waktu itu."Ray Xray Xia.
"Kamu....Huh,apa kamu tidak ingin kabur dari villa ini."Hannah Arendt.
"Huh...."Ray Xray Xia.
Pada malamnya,Ray Xray Xia di suruh untuk membersihkan di suatu ruangan yang ada di villa tersebut.Ruang itu sangat gelap dan luas membuatnya sangat penasaran.
"Wah benar-benar luas tempat ini."Ray Xray Xia.
Ray Xray Xia mengelilingi ruangan itu mencari sebuah benda yang ada di sana,benda apa yang akan di carinya? Beberapa saat kemudian dia menemukannya.
"Apa ini benda yang di maksudnya."Ray Xray Xia.
Mari kita kembali saat kedua orang ini berbicara tadi siang.
"Huh....tidak mau,terlalu melelahkan kabur dari sini."Ray Xray Xia.
"Kalau itu kamu sendirian,tapi kalau di bantu denganku kamu tidak akan mengeluarkan tenaga sama sekali."Hannah Arendt.
"Mencurigakan.....Tapi yah udah lah aku juga harus kembali,apa rencananya."Ray Xray Xia.
"Mudah,kamu masuk ke ruangan di ujung itu dan cari sebuah vas bermotif naga di sana dan kamu harus pecahkan vas itu,nanti saat nona marah dia akan mendepak kamu keluar dari villa ini."
"Baik...."Ray Xray Xia.
Dia pergi ke taman untuk mengambil beberapa tumbuhan dan membuatnya menjadi sebuah bubuk yang di masukkan di dalam sebuah wadah yang kemudian di sebar ke penjuru villa.
kembali ke Ray Xray Xia yang sedang di dalam ruangan.
"Walaupun ini jebakan,tapi aku tertarik dengan permainan apa yang dia mainkan."Ray Xray Xia.
Dia mengambil vas bermotif naga itu dan membantingnya ke lantai dengan keras dan membuat sensor di ruangan itu berbunyi.
"Wung Wung Wung"
Suara sensor ruangan.
"Huh,ada sensornya juga, benar-benar villa yang menyenangkan,aku menyukainya."Ray Xray Xia.
Saat Ray Xray Xia menyelesaikan perkataannya terdengar suara langkah kaki yang banyak menuju ke arahnya.
"Drap Drap Drap"
Suara langkah kaki.
"Brak"
Seseorang menendang pintu.
"Tangkap dia.Karena dia telah menerobos ke tempat yang terlarang kita harus memberinya hukuman."Hannah Arendt.
Kemudian para pengawal segera mendekat ke arah Ray Xray Xia dan menangkapnya agar tidak bisa lari.
"Hah, ternyata kamu dari awal tujuan adalah untuk mengambil vas bermotif naga ini.Hng sia-sia nona mempercayai kamu."Hannah Arendt.
"Huh, ternyata ini permainan mu.Lumayan tapi untuk menjatuhkan seorang Ray.Xray.Xia tidak akan semudah ini."Ray Xray Xia.
"Boom"
Suara ledakan terdengar di keempat penjuru villa yang di sebabkan oleh bubuk yang di ciptakan Ray Xray Xia,selain itu karena bubuk itu banyak hewan Spirit yang mendekat karena baunya.
Saat kekacauan yang di sebabkannya,dia akhirnya bisa kabur dari sana saat para pengawal sedang sibuk melawan hewan-hewan Spirit itu.
"Hng,tidak ku sangka si Hannah itu sama menariknya seperti nona nya,tapi masih kalah pintar sih.Dan wanita itu,si nona itu yang bisa menghalau mata jiwa ku,sangat menarik."Ray Xray Xia.
"Srak Srak Srak"
Terdengar suara misterius.
Sebuah langkah kaki hewan buas mendekati Ray Xray Xia dan saat dia sadar ternyata adalah.
"Ah ternyata kamu Kalajengking kabut racun." Ray Xray Xia.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\={^ENJOY^}\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=