Star Leader

Star Leader
Episode.30



Sebelumnya diberikan sebuah flashback bagaimana Ray Xray Xia bisa bertemu dengan Rose Vanca,dan juga bagaimana dia mengacaukan serta menghancurkan villanya.


"Ah,begitu ya Ray kamu benar-benar melakukannya."Azze Lord.


"Wow,kelihatannya aku hebat juga ya."Ray Xray Xia dengan nada peringatan.


Kedua orang itu yang telah mengerti sifat kejam Ray Xray Xia tidak melanjutkan kata-kata mereka jika tidak ingin sengsara.


Mereka saling mengobrol satu sama lain,sampai lupa mengapa mereka datang ke bar ini,tidak selang beberapa lama terdengar suara pertempuran di luar ruang vip.


"Dhuar"


Suara ledakan.


Keempat orang itu kaget setelah mendengarnya dan memutuskan untuk keluar untuk melihat keadaan.


"Suara apa itu diluar."Rose Vanca.


"Ada pertarungan Magic Spirit di sini."Ray Xray Xia.


"Apa mau kita lihat dulu,sepertinya akan ada tontonan yang bagus nih."Azze Lord dengan senangnya.


Mereka berempat keluar dari ruang vip dan mendekati asal muasal suara pertarungan itu, setelah sampai mereka melihat seorang pria melawan perempuan misterius.


"Siapa mereka,tapi kenapa aku merasa familiar dengan permpuan itu."Ray Xray Xia.


Pertarungan keduanya sangat sengit,saling tukar-menukar teknik masing-masing, pertarungan tersebut berlangsung selama 15 menit.Kelihatannya mereka seimbang tetapi sebenarnya Magical Spirit pria telah terpojok dengan teknik yang di keluarkan Magical Spirit perempuan.


Hingga akhirnya Magical Spirit sang pria mengeluarkan Spiritnya yaitu Landak duri besi,dan Magical Spirit sang perempuan tidak ketinggalan dia juga mengeluarkan Spiritnya yaitu Serigala mata satu yang hampir sama dengan milik Ray Xray Xia.


"Ray Spiritnya,sama seperti kamu yang berarti...."Xue Petra Vernanda.


"Yah benar,itu dia tidak di sangka dia datang sendiri."Ray Xray Xia sambil tersenyum kecil.


"Akan ada tontonan yang lebih menarik nih."Azze Lord sambil melirik ke Ray Xray Xia.


Kedua belah pihak saling mengeluarkan teknik-teknik adalan masing-masing,akhirnya sang Magical Spirit perempuan mengeluarkan teknik mematikannya untuk mengakhiri pertarungan ini dengan cepat.


Saat teknik itu hampir mengenai si Magical Spirit pria,Ray Xray Xia segara maju dengan cepat dan menghalangi serangan itu yang membuat semua terkejut.


"Kekuatanmu kelihatannya sudah meningkat ya,Stella."Ray Xray Xia.


"Kenapa kamu ada di sini,Ray!"Stella Anitasia sambil terkejut.


.


.


.


.


Tiba-tiba suasananya menjadi hening dan semua orang tertuju ke arah Ray Xray Xia dan Stella Anitasia untuk melihat hal apa lagi yang akan terjadi.


"Lama nggak bertemu kamu masih sama seperti sebelumnya."Ray Xray Xia.


"Emm,haha lama tidak bertemu..."Stella Anitasia menjawab dengan canggung.


Kemudian Stella Anitasia segera lari dari sana,tapi tetap saja yidak bisa lari dari Ray Xray Xia,dia dengan mudah menghalangi jalan Stella Anitasia untuk lari.


Karena Stella Anitasia merasa kesal dengan Ray Xray Xia,dia memulai melakukan serangan,tetapi Ray Xray Xia menghindarinya dengan sangat mudah dan membuat semua orang yang melihatnya mematung karena kagum.


"Walau kekuatanmu meningkat tetapi kecepatanmu masih sama seperti dulu,tetap tidak bisa menyamaiku."Ray Xray Xia.


"Diam kamu Ray."Stella Anitasia sambil terus menyerang.


Pertarungan mereka berlangsung sangat lama dan Stella Anitasia sudah merasa kelelahan,Ray Xray Xia yang melihat ada kesempatan segera mengeluarkan tekniknya untuk menghentikan gerakan Stella Anitasia.


"Ray lepaskan aku,cepat lepaskan aku."Stella Anitasia.


"Tidak akan,Petra,Ze cepat bawa dia ketempat itu."Ray Xray Xia.


Kemudian kedua orang itu segera mengikat Stella Anitasia dan bersiap untuk membawanya ke suatu tempat.


"Oh oke-oke."Rose Vanca.


Keempat orang itu segera masuk ke Black Hole buatan Xue Petra Vernanda dan membawa Stella Anitasia pergi sebelum semua orang tersadar dari mematung.


"Apa yang terjadi,kenapa aku bisa berdiri di sini."


"Apa yang terjadi."


Semua orang yang bingung setelah terkena teknik mata jiwanya Ray Xray Xia.


Yah,daripada dengerin ucehan orang-orang itu lebih baik kembali ke tempatnya Ray Xray Xia dan kawan-kawan yang membawa Stella Anitasia ke suatu tempat.


Mereka sekarang berada di sebuah gedung terbengkalai yang ada di luar kota dan juga berada di tengah hutan yang lebat jadi sulit untuk masuk dan keluar dari tempat itu.


"Hai cepat lepaskan aku."teriak Stella Anitasia.


Stella Anitasia berteriak terus-menerus dan mulai membuat keempat orang itu mulai kesal dan tidak tahan lagi,kemudian Xue Petra Vernanda menyumpal mulutnya karena sudah tidak bisa menahan emosi lagi.


"Okelah kalian berdua dan juga kau tinggalkan kami berdua dulu."Ray Xray Xia.


Azze Lord dan Xue Petra Vernanda kemudian menarik Rose Vanca ke sebuah ruangan rahasia yang mereka bangun di gedung itu.


"Dulu apa alasanmu pergi tanpa memberi tahu,Stella."Ray Xray Xia sambil melepas penyumpal mulutnya.


"Seharusnya kamu sudah tahu alasannya kan ketua Ray 20 Star."Stella Anitasia sambil tersenyum tipis.


"Kau sudah tahu,jadi apa tujuanmu mendekatiku apa karena mengingitkan Spirit Phoenix yang ada di dalamku."Ray Xray Xia dengan tatapan kesal.


(Spirit Phoenix,jadi ini alasan organisasi menyuruhku mendekatinya untuk mendapatkan bibit Spiritnya)pikir Stella Anitasia.


"....Benar aku mendekatimu cuma in..."Stella Anitasia yang terhenti.


"Dhuar"


Suara ledakan yang di sebabkan oleh Ray Xray Xia.


"Kalian mendekatiku cuma itu ya,gak ada yang benar-benar serius dekat denganku hanya karena aku memiliki Spirit Phoenix ya...."Ray Xray Xia yang mulai marah dan aura hitam pekat sudah menyelimutinya.


Stella Anitasia merasa gemetar ketakutan melihat aura gelap itu dan Azze Lord dan Xue Petra Vernanda yang merasakan aura dari Ray Xray Xia yang berubah segera keluar di susul oleh Rose Vanca dan sisa anggota 20 Star yang berada di Akademi mulai merasa gelisah.


("Ray kendalikan dirimu,atau kamu akan di kuasai aura kegelapan lagi.")Reaper.


("......")Ray Xray Xia diam tanpa memberikan reaksi apapun.


di dalam tubuh Ray Xray Xia.


"Sial dia benar-benar sudah di luar kendali."Reaper yang mulai khawatir.


"Ada apa sih lho teriak-teriak menggangu tidurku saja."Scorpion terbangun karena reaksi Reaper yang berlebihan.


"Yah kamu kelihatan khawatir sekali."Wolf yang juga langsung muncul.


"Kelihatannya aku paham kenapa kau sangat khawatir,dia di luar kendali lagi ya."Phoenix.


"Di luar kendali,apa maksudmu..."kata kedua Spirit lainnya.


"Kalian baru di sini mana mungkin kalian tahu kejadian dulu."Reaper.


"Huh...."kedua Spirit itu yang semakin bingung dan penasaran.


"Yang paling penting ini akan semakin berbahaya jika berlangsung lama."Phoenix.


Mari kembali kepada Ray Xray Xia yang sedang dalam keadaan mengamuk.


"Kalian semua tidak dapat bisa di percaya."Ray Xray Xia sambil mengeluarkan sebuah sabit di tanganya.


"Apa ini,kenapa auranya sangat berbeda dari yang tadi,dan yang ini sangat mengerikan sekali."Stella Anitasia yang mulai mengeluarkan keringat dingin.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=<*ENJOY*>\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=