
Episode sebelumnya Ray Xray Xia dan Ray Perez kaget dengan pemberitahuan dokter tentang kehamilan Elyptica Erithia.Keduanya merasa kebingungan dengan hal tersebut, Ray Xray Xia yang tidak menduga kalau perkataanya yang menjadi kenyataan,dan Ray Perez yang tidak menduga kalau adiknya menghamili seorang gadis muda dan dirinya akan menjadi seorang paman.
"Xia,apa yang telah kamu lakukan."Ray Perez.
"Eh...gimana jelasinnya,ya."Ray Xray Xia.
Saat Ray Xray Xia ingin menjelaskan kepada Ray Perez,tiba-tiba Elyptica Erithia siuman dari pingsannya.
"Uh...Di mana ini."Elyptica Erithia.
"Ah,kamu sudah bangun ternyata."Ray Xray Xia.
"Ini di mana."Elyptica Erithia.
"Emm,kamu di rumah sakit."Ray Xray Xia.
"Kenapa aku berada di sini."Elyptica Erithia.
"Tadi kamu pingsan di ruang ganti."Ray Xray Xia.
"Kenapa bisa aku pingsan di ruang ganti."Elyptica Erithia.
"Emm itu..."Ray Xray Xia.
"Krek"
Suara pintu terbuka.
"Kamu hamil anaknya."Ray Perez.
"Hamil?Anaknya,Ray Xray Xia?"Elyptica Erithia.
"Iya"
Ray Perez dan Ray Xray Xia menjawab bersamaan.
".....Apa!!Tidak mungkinkan."Elyptica Erithia.
"Memang itu yang terjadi,dan aku akan bertanggung jawab."Ray Xray Xia.
"Tidak mau,aku harus mengugurkannya." Elyptica Erithia.
"APA KAU BILANG,MUSTAHIL!!"Ray Xray Xia.
"Tapi kan seleksi murid Kelas F dua bulan lagi jadi..."Elyptica Erithia.
"Tidak usah khawatir masih ada gua."Ray Xray Xia.
"Tetapi aku tetap mau..."Elyptica Erithia.
"Apapun yang alasannya,kamu jangan pernah memikirkan untuk mengugurkannya."Ray Xray Xia.
"Brak"
Ray Xray Xia membanting pintu karena marah.
"Kenapa dia kelihatan marah."Elyptica Erithia.
"Apa kau bodoh hah,anaknya mau di gugurkan bagaimana dia tidak akan marah."Ray Perez.
"Bukankah dia dingin dan tidak peduli sama sekali."Elyptica Erithia.
"Kenapa kamu bisa mengenalnya,apa hubungan kalian."Elyptica Erithia.
"Emm...gimana mulainya."Ray Perez.
Ray Perez menceritakan dari dia lahir sampai dia kabur dari keluarga Ray,dia bercerita dengan lama sampai membuat Elyptica Erithia bosan.
"Jadi kamu adalah kakaknya Xia,dan dia adalah tuan muda ke-3 dari keluarga Ray." Elyptica Erithia.
"Ya,kurang lebih begitu."Ray Perez.
"Tetapi kenapa Spiritnya bukan sejenis burung."Elyptica Erithia.
"Siapa bilang,Spiritnya adalah..."Ray Perez.
"Krak"
Suara pintu terbuka.
"Jangan sampai kau mengugurkannya,kalau tidak gua bunuh kau.Aku tunggu di dalam mobil,dan juga kau lebih baik diam dan ikuti alurnya saja."Ray Xray Xia.
"Brak"
Suara banting pintu.
"Kenapa dengannya."Elyptica Erithia.
"Tidak tau,dia tidak pernah begitu."Ray Perez.
(Kenapa Xia tiba-tiba datang kesini dan kata-kata terakhirnya sepertinya tertuju kepadaku.Apa maksudnya,apa jangan-jangan aku tidak boleh memberitahukan kekuatan aslinya)Ray Perez.
"Oh ya,apa Spiritnya?"Elyptica Erithia.
"Eh,jika kau mau tahu apa Spiritnya,kau lahirkan anak itu dan kau akan tahu yang sebenarnya."Ray Perez.
(Note:walaupun seorang anak akan sulit mewarisi Spirit orang tuanya bahkan bisa membuat sendiri Spiritnya.Tetapi untuk para Spiritualis yang telah sepenuhnya menyatu dengan Spiritnya akan dengan mudah mewariskannya ke anaknya bahkan bisa lebih dari satu.Contoh Spiritualis yang telah menyatu sepenuhnya dengan Spiritnya adalah Azze Lord,Xue Petra Vernanda,Joe Victor,dan Ray Xray Xia)
"Seorang anak bukannya akan sangat sulit mewarisi Spirit orang tuanya,bahkan bisa membuat Spiritnya sendiri."Elyptica Erithia.
"Tetapi kan ada pengecualian jika salah satu orang tuanya telah menyatu dengan Spiritnya."Ray Perez.
"Jangan-Jangan Xia sudah..."Elyptica Erithia.
"Betul,dia sudah menyatu dengan Spiritnya pada umur 3 tahun."Ray Perez.
"Apa saat umur 3 tahun,apa dia Monster." Elyptica Erithia.
"Dia bukan Monster....Dia Iblis."Ray Perez.
Di parkiran rumah sakit.
"Haciuh.....Siapa yang membicarakanku."Ray Xray Xia.
Bersambung