Star Leader

Star Leader
Episode.14



Di hari berikutnya mereka berdua sudah menjadi orang asing dan melupakan kejadian waktu itu.Mereka menjalani hari-hari dengan kegiatan masing-masing hingga sudah 3 bulan berlalu.


Suatu hari pada saat ia melewati koridor Akademi dia pun bertemu perempuan yang bertarung dengannya di toilet.


"Hai kamu,berhenti di sana."perempuan itu.


"Siapa kamu?Apakah kita pernah bertemu." Ray Xray Xia.


"Apa kamu sudah lupa,kamu mengintipku di toilet waktu itu."perempuan itu.


"Wah,ada apa itu,kelihatanya seru."siswa 1.


"Katanya laki-laki itu mengintipnya saat di toilet."siswa 2.


"Ada petunjukan menarik nih."siswa 1.


(Wah,makin banyak orang ke sini makin bahaya nih.Gua harus memikirkan cara untuk kabur dari situasi ini)Ray Xray Xia.


"Eh,bukan kah itu Shella Chan Kelas B."siswa 1.


"Nona muda keluarga Chan yang tomboy itu." siswa 2.


"Kalau yang laki-laki itu siapa sih,kelihatanya murid baru."siswa 1.


"Bukannya dia murid baru urutan paling bawah ya,tidak disangka dia juga mesum."siswa 2.


"Haha Haha"


Tertawaan para siswa.


Ray Xray Xia yang telah terpojokan itu sudah tidak bisa melakukan apapun,walaupun dirinya melawan sama saja akan ada banyak korban berjatuhan.Di saat-saat itu Elyptica Erithia muncul dan menarik Ray Xray Xia pergi dari kondisi tersebut.


"Eh,bukankah itu si Xia.Dia buat masalah apa sih."Elyptica Erithia.


"Dengar-dengar dia mengitip Shella Chan di toilet."


"Haha,dia akan habis kali ini."


pembicaraan siswa-siswa.


(Mengintip Shella Chan,dasar Xia brengsek. Aku harus memberinya pelajaran)


Elyptica Erithia melangkah mendekat ke Ray Xray Xia dan kemudian mengapai tangannya dan membawa pergi menjauh dari tempat itu.


Suatu tempat di Akademi.


"Hei,apa kamu benar melakukannya."Elyptica Erithia.


"Eh,melakuakan apa."Ray Xray Xia.


"Jangan pura-pura bodoh."Elyptica Erithia marah.


"Aku benar-benar tidak tahu maksudmu melakukan apa."Ray Xray Xia pura-pura gak tahu.


"Yang ku maksud adalah mengitip si Shella Chan itu."Elyptica Erithia.


"Ah,apa kau cemburu."Ray Xray Xia.


"Tidak tau mal....Aw."Elyptica Erithia menahan kesakitan.


"Eh,kamu kenapa."Ray Xray Xia.


Tiba-tiba Elyptica Erithia merasakan sakit di perutnya dan kemudian pingsan,Ray Xray Xia yang panik dan tidak tahu harus melakukan apa.Karena itu dia pun memutuskan untuk meminta pertolongan kepada Ray Perez atau kakak tertuanya.


Beberapa menit kemudian.


"Kakak bantu aku bawa dia ke rumah sakit." Ray Xray Xia.


"Kenapa harus ke rumah sakit di sinikan ada ruang kesehatan."Ray Perez.


"Huh,apa kau serius kak.Apa kamu lupa perlakuan mereka pada murid Kelas F 1 bulan lalu."Ray Xray Xia.


"Iya sih tapi..."Ray Perez.


"Tidak ada tapi,kalau sampai.terjadi apa-apa dengannya aku akan membunuhmu."Ray Xray Xray.


"Apa kamu bilang...Eh,okelah aku akan mengambil mobil dulu."Ray Perez.


"Baik lah ini."Ray Perez sambil memberikan kuncinya.


(Ini pertama kalinya dia kelihatan panik sampai segitunya,kelihatannya gadis ini sudah berada pada hatinya)Ray Perez.


Kemudian Ray Perez dan Ray Xray Xia segera menuju ke parkiran untuk membawa Elyptica Erithia ke rumah sakit terdekat.Karena Ray Xray Xia merasa khawatir dia mengemudi mobilnya dengan sangat cepat.


Setelah mereka sampai ke rumah sakit mereka pun membawa Elyptica Erithia ke ruang pemeriksaan.


5 menit kemudian.


"Krek"


Suara pintu terbuka.


"Bagaimana keadaanya dok."Ray Xray Xia.


"Dia cuma merasa kelelahan dan juga..."Dokter.


"Dan apa."Ray Xray Xia.


"Dan juga dia telah hamil 3 bulan."Dokter.


"APA HAMIL."


Ray Xray Xia dan Ray Perez teriak karena kaget.


Mungkin ini adalah petanda Ray Xray Xia untuk bertanggung jawab.Setelah ini dia akan menjalani hari-harinya dengan sangat sulit, dari harus membuat Kelasnya menjadi juara pertempuran tahunan,di tambah menjaga ibu dari anaknya.


(Note:sebelum cerita ini berakhir,ada sedikit cerita tambahan di bawah)


"Hai kau,kesini."Ray Xray Xia.


"Ada apa kamu memanggilku,ada apa?"penulis.


"Kamu gila ya,kami baru sekali melakukan itu kenapa dia bisa hamil hah!"Ray Xray Xia.


"Terus emangnya kenapa?"penulis.


"Kenapa?Ceritanya kan gak jelas,baru sekali kok langsung hamil,kan gak logis gitu."Ray Xray Xia.


"Jadi maksudnya kamu keberatan gitu."penulis.


"Ya iyalah keberatan,gua jadi menanggung beban yang berat."Ray Xray Xia.


"Oh,kalau gitu aku mau nanya?"penulis.


"Mau tanya apa."Ray Xray Xia.


"Yang membuat ini Novel siapa?"penulis.


"Kamu."Ray Xray Xia.


"Yang membuat kamu jadi karakter utama siapa?"penulis.


"Kamu."Ray Xray Xia.


"Siapa yang membuat judul novel dan sinopsisnya?"penulis.


"Yah kamu."Ray Xray Xia.


"Kalau yang membuat ceritanya SIAPA HAH?"penulis.


"Ka...kamu."Ray Xray Xia.


"Ya udah nih yang nulis gua,ya terserah gua buat ceritanya gimana.Kalau kamu protes lagi gua coret lo dari cerita ini."penulis.


"....."


Semua terdiam membeku melihat authornya marah.


 


Bersambung