Star Leader

Star Leader
Episode.08 10 tahun yang lalu.



Sesudah Ray Xray Xia pergi.


Ray Perez hanya bisa duduk terdiam sambil menyalakan diri sendiri setelah Ray Xray Xia pergi dari ruangannya.Tidak lama kemudian muncul seorang perempuan dari sudut ruangan yang gelap.


"Ah kelihatannya dia telah dipenuhi dengan kebencian terhadap keluarga Ray."kata perempuan tersebut.


"Huh.....aku tidak tahu kalau kebenciannya akan separah ini,apa yang dialaminya waktu masih di sana,bagaimana menurutmu Ray Diana."sahut Ray Perez sambil menatap perempuan tersebut.


"Aku juga tidak tahu,tapi yang kutahu dia memang mendapat perlakuan yang kurang mengenakan dari orang-orang keluarga Ray bahkan papa sama mama juga memberikan kesan yang sama."jawab Ray Diana.


"Yang kamu katakan memang benar bahkan saudara ketiga Ray Lee yang tidak mempunyai kekuatan saja masih diperlakukan dengan kasih sayang."jelas Ray Perez sambil bersandar di bangku.


Note:yo mari kita kembali ke 10 tahun lalu sebelum Ray Xray Xia membantai keluarga Ray.


10 tahun yang lalu di keluarga Ray terdapat sebuah mansion yang bernama kediaman "X" dan berada di tengah hutan dan dihuni oleh seorang anak yang masih berusia 6 tahun dengan perempuan yang berusia sekitar 23-24 tahun yang ternyata adalah pengasuhnya.


Terlihat keceriaan antara kedua orang tersebut,bahkan terdengar suara gelak tawa dari keduanya.


Anak 6 tahun tersebut adalah Ray Xray Xia yang masih kecil dengan sifat polos dan ceria yang sangat berbeda dengan yang berusia 16 tahun yang ngeselin bahkan aku yang sebagai author ikut kesel.


Dan sangat pengasuhnya adalah Ray Lika seorang selir dari ayahnya namun karena pernah melakukan kesalahan dia dicabut dari gelar tersebut dan menjadi pengasuh Ray Xray Xia.


"Tuan muda ketiga sudah bermainnya kita istirahat sebentar."kata sang pengasuh atau Ray Lika yang kelihatan kecapean.


"Oke kak."teriak Ray Xray Xia sambil berjalan dengan melompat-lompat.


Kemudian Ray Xray Xia melompat dan duduk dipangkuan Ray Lika,yang membuat dia yang sedang duduk santai dibuat kaget oleh Ray Xray Xia yang tiba-tiba melompat kepadanya.


"Tuan muda hati-hati nanti bisa jatuh."kata Ray Lika yang khawatir.


"Tidak lah kak,aku kan kuat,jika jatuh nanti aku masih bisa berdiri lagi."kata Ray Xray Xia dengan memasang wajah imutnya dan membuat Ray Lika bisa berkata apa-apa lagi karena terpesona oleh Xray kecil.


Mereka berdua saling bercanda satu sama lain hingga hari menjelang mulai gelap dan keduanya segera masuk kedalam kediaman.


Ray Xray Xia segera duduk di meja makan sedangkan Ray Lika menuju kedapur untuk menyiapkan makan malam untuk keduanya makan.


Diluar mansion tersebut terlihat ada 2 orang berjubah hitam sedang mengamati kedalam mansion dari luar.


"Apa benar misi dari tetua kelima adalah untuk membunuh orang yang berada di mansion ini apakah tidak salah."


"Mana mungkin salah,tetua kelima tidak mungkin memberi misi yang salah kepada kita."


"Bukan begitu tapi bukannya ini mansion dihuni oleh anak keempatnya kepala keluarga Ray,Ray Xray Xia.Apa kita mau menjadi musuh dari kepala keluarga."


"Kenapa takut,bahkan ayahnya saja tidak menganggapnya bagaimana mau peduli terhadap anaknya itu."


"Benar juga yang kamu katakan."


Kedua orang tersebut segera masuk dengan hati-hati agar tidak membuat orang dari mansion tersebut waspada apa lagi lari dari sana.


Di dalam mansion Ray Xray Xia dan Ray Lika yang belum menyadari ada bahaya masih yang mengintai mereka masih makan dengan lahap dan sedikit ada suara tawa yang terdengar.


Setelah selesai makan mereka berdua segera ingin naik kelantai dua untuk istirahat namun mereka dikagetkan dengan dobrakan pintu serta terlihat dua orang berjubah hitam disana.


"Siapa kalian kenapa masuk kedalam kediaman tuan muda ketiga."teriak Ray Lika sambil menyembunyikan Ray Xray Xia kebelakangnya.


"Seharusnya kamu tahu apa yang akan kami lakukan pada kalian."kata salah satu dari orang berjubah hitam tersebut.


"Hei,tunggu dulu,kamu lihat perempuan tersebut bagaimana kalau kita nikmati dulu sebelum membunuh mereka."kata satunya lagi dengan tatapan mesumnya.


"Jangan bercanda,kita kesini untuk misi bukan untuk yang lain."kata yang satunya.


"Bagaiman jika kita melakukan begini...."bisik salah satu dari keduanya.


Saat kedua orang berjubah hitam sedang berbisik,Ray Lika bersiap untuk menyerang keduanya.


"Elemen Api---Badai Api."teriak Ray Lika mengagetkan keduanya.


Sebuah kobaran Api yang membentuk seperti badai segera menyerang menuju kedua orang tersebut,namun dengan mudah keduanya langsung menghidar.


"Wah galak amat,kalau begitu."kata orang berbaju hitam di sebelah kiri.


Sebuah ombak besar segera menyerang kearah Ray Lika dan Ray Xray Xia,saat ombak tersebut karena Ray Xray Xia masih lemah dia segera terlempar jauh dan Ray Lika yang basah kuyup.


"Haha,lemah saja masih mau melawanku." teriak seorang yang berada disebelah kiri sambil tertawa.


"Walaupun aku mati tid....."sebelum selesai Ray Lika bicara terdengar suara dari belakangnya.


"Oke aku sudah menangkapnya."kata seorang yang berada dibelakang.


Ray Lika segera menoleh kebelakang dan melihat Ray Xray Xia yang telah berada ditangan salah satu orang berjubah hitam.


"Apa mau kalian,aku akan memberinya tapi tolong lepaskan tuan muda ketiga."kata Ray Lika.


"Kalau begitu kamu harus melayani ku hari ini."kata orang berjubah hitam yang berada didepan.


Karena Ray Lika tidak mempunyai pilihan dia segera membuka bajunya dan mendekati pria berjubah yang berada didepan.Sedangkan untuk pria berjubah yang sedang memegang Ray Xray Xia cuma bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan bejat temannya.


"Ah....."


Suara erotis terdengar dari mulut Ray Lika dan membuat Ray Xray Xia tersadar dari pingsannya,saat dia membuka matanya apa yang dilihat membuat dia melebarkan matanya tidak percaya.


"Kakak Lika apa yang...."kata Ray Xray Xia mengagetkan Ray Lika.


"Tu...ah tuan muda.....ah maafkan sa.....ah saya."Ray Lika yang berusaha meminta maaf.


Setelah itu kejadian yang Ray Xray Xia lihat terjadi sangat lama dan akhirnya 20 menit kemudian semuanya berakhir.


"Tuan ka...karena hamba te....telah melayani tuan,jadi to....tolong lepaskan tuan muda ketiga."kata Ray Lika yang kelelahan.


"Haha,mana mungkin kami akan melepaskanya kami datang kesini karena ingin membunuhnya."tawa orang yang melakukan hubungan intim dengan Ray Lika.


"Apaaaa....jadi kalian berbohong,tak akan kumaafkan."Ray Lika yang marah terhadapat pria tersebut.


"Elemen Api---Ledakan Sendiri."teriak Ray Lika.


Tiba-tiba tubuhnya mengeluarkan sinar dan boom....tubuhnya meledak orang yang berada disampingnya itu tidak sempat menghidar dan terkena ledakan serta mengalami luka yang sangat parah.


"perempuan gila,bisa-bisanya meledakan sendiri."kata pria yang memegang Ray Xray Xia.


Ray Xray Xia yang melihat tersebut merasa sedih,kesal serta marah.Kemudian tubuh Ray Xray Xia mengeluarkan aura hitam pekat serta aura membunuh yang seram.


Kedua orang yang merasakan tanda bahaya segera menjauh dari Ray Xray Xia agar tidak termakan aura hitam tersebut.


"Ada apa dengan bocah tersebut,kenapa auranya sangat menakutkan."kata orang yang terluka.


"Siapa,siapa yang menyuruh kalian untuk membunuhku."Ray Xray Xia dengan suara serak.


"Haha pastinya orang tuamu sendiri."kata orang yang terluka sambil tertawa.


Teman dari orang yang terluka hanya terdiam karena merasakan kekuatan yang sangat kuat dari aura hitam tersebut.


"Oh kalau begitu kalian tidak bisa hidup lagi..." kata Ray Xray Xia lalu.


"Elemen Kegelapan---Area Kegelapan."kata Ray Xray Xia dengan tenang.


Srluruh tempat tersebut tiba-tiba berubah menjadi gelap gulita yang membuat kedua orang tadi gemetar ketakutan.


"A...apa ini."orang yang terluka.


"Haiz ini semua karenamu yang membuatnya marah,sekarang kita telah habis."kata orang yang memakai jubah hitam yang tidak habis pikir dengan kebodohan temannya itu.


Saat mereka sedang berdepat Ray Xray Xia langsung mengeluarkan teknik lagi.


"Elemen Kegelapan---Tangan Iblis."kata Ray Xray Xia dengan santai.


Kemudian sebuah tangan-tangan hitam muncul dari dalam Kegelapan dan menyerang kedua orang tersebut,keduanya mencoba untuk melawan namun sudah terlambat dan tangan-tangan tersebut langsung menyobek-nyobek tubuh dari kedua orang tersebut.


"Keluarga Ray kalian akan menerima akibatnya."teriak Ray Xray Xia dengan marah.


Note:kalian pasti selanjutnya pembantaian keluarga Ray.