
Suzy dan Myungsoo sampai di istana tengah malam. Saat memasuki paviliun mereka, Suzy segera saja masuk kedalam kamar tidurnya. Berbeda dengan si Myungsoo yang berbincang sebentar dengan Seungho dan Jin ae mengenai tugasnya besok sebelum benar-benar istirahat.
"Kalian boleh istirahat karena sudah seharian penuh menemaniku dan putri Suzy" ucap Myungsoo pada Seunghoo dan Jin Ae yang menaruh berkas pada ruang kerjanyam
"Nde pangeran. Besok anda harus menghadiri rapat membahas anggaran pembangunan negara dan juga pertemuan dengan beberapa perwakilan negara untuk membahas impor ekspor negara" ucap Seungho membacakan jadwal Myungsoo untuk besok.
"Maaf pangeran jika hamba lancang, tadi sewaktu acara berlangsung dayang ibu suri menghubungi saya untuk menyampaikan pada anda. Tadi ada putri jadi saya tidak berani mengatakannya pada anda" sela Jin ae.
"Katakan Jin Ae, ada apa?"
"Yangmulia Ibu suri dan permaisuri meminta anda untuk segera datang menemuinya jika sudah sampai di istana. Namun karena ini sudah malam anda bisa menemuinya besok pagi"
"Baik, terima kasih. Besok kau temani putri belajar tentang anggaran negara dan tanah pertanian negara ini"
"Nde pangeran"
"Sekarang kalian istirahatlah"
"Kami permisi pangeran, selamat malam"
Myungsoo segera memasuki kamar utama, sedangkan Jin Ae dan Seungho pamit pergi untuk istirahat.
*
*
Pagi-pagi sekali Myungsoo segera datang ke paviliun ibu suri, dia memutuskan untuk sarapan di paviliun ibu suri karena sepertinya Suzy juga marah padanya karena kejadian kemarin di Daegu.
"Sampaikan pada yangmulia bahwa aku datang menghadap sesuai perintahnya" ucap Myungsoo pada dayang Han yang berjaga didepan pintu bersama beberapa dayang, beberapa sanggung dan asisten dayang yang lainnya.
"Mama, pangeran Myungsoo datang untuk menghadap anda" ucap dayang Han mengetuk pintu ibu suri.
"Suruh dia menungguku diruang makan, aku akan menemuinya diruang makan setelah bersiap." ucap ibu suri dari dalam ruangan kamarnya.
"Nde mama. Silahkan pangeran, mama meminta anda menunggunya diruang makan" ucap dayang Han menggiring Myungsoo ke ruang makan yang telah disiapkan oleh para dayang yang bekerja di dapur istana.
Myungsoo menunggu beberapa saat hingga ibu suri datang dan duduk bersamanya diruang makan.
"Hormat saya pada Mama" ucap Myungsoo berdiri saat ibu suri datang keruang makan.
"Nde, duduklah kembali" ucap ibu suri yang sudah duduk didepannya.
"Mama, apa yang ingin anda bicarakan dengan saya?"
"Nikmati dulu sarapanmu pangeran, setelah itu kita bicara. Bicara dengan keadaan perut kosong akan membuat suasana tegang"
"Nde mama"
Sarapan selesai dan ibu suri mengajak Myungsoo untuk duduk diruang tamu paviliunnya.
"Kau sudah tahu kenapa aku memintamu datang kesini?" tanya ibu suri.
"Aniya mama." jawab Myungsoo bingung.
"Aku tidak tahu berapa hubungan kau dengan wanita dulunya? Apa aku pernah melarangmu berhubungan dengan wanita?"
"Aniya mama, anda tidak pernah melarangnya sedikitpun"
"Apa kau pernah berkencan dengan anak pejabat Son"
"Aniya mama, saya hanya berteman dekat saja dengannya. Karena saya merasa dia seperti putri Minkyung"
"Lalu kemarin saat putri pejabat Son bertanya apa kau sudah merasa jawabanmu benar? Apa kau merasa tidak melukai putri Suzy?"
"Saya hanya berusaha menjawab dengan baik mama"
"Pangeran, aku tidak pernah sekalipun memaksamu menerima putri Suzy. Maafkan aku jika aku terkesan memaksamu karena aku yang menyukai putri Suzy."
"Aniya mama, anda tidak memaksa saya sedikitpun"
"Jika kau memang tidak menyukai pilihan istana kau boleh bercerai pangeran, tapi mungkin aku akan memilih hidup sederhana dengannya karena sejak pertama melihatnya aku melihat ketulusan dimata beningnya. Aku mohon lihatlah dia dan perlakukan dia dengan baik karena dia adalah calon ibu negara yang akan menemanimu seumur hidup"
"Nde mama, berikan kesempatan untuk saya memperbaikinya. Saya dan putri baru saja menikah jadi mungkin kami belum bisa saling mencintai mama."
"Baik, aku harap kalian bisa bahagia selamanya. Tolong perlakukan dia dengan baik karena dia hanya memiliki kita sebagai keluarganya."
"Baik mama saya akan memperbaiki diri saya. Kalau begitu hamba permisi mama karena hamba ada pertemuan penting jam 9 pagi dan Seungho pasti sudah menunggu"
"Silahkan"
Myungsoo pergi, permaisuri datang bersama raja untuk memberi hormat padanya karena ibu suri adalah sesepuh istana.
"Kami ingin memberi hormat untuk yangmulia"
"Hormat ku terima, duduklah kalian berdua"
"Nde mama"
"Saya tadi melihat pangeran Myungsoo baru keluar dari paviliun ini mama?" tanya permaisuri.
"Dia menemuiku sesuai permintaanku semalam. Sepertinya mereka pulang malam makanya baru pagi dia menyapaku." jawab ibu suri.
"Bagaimana pangeran Myungsoo? Apa yang dia katakan mama"
"Dia hanya melakukan yang dia rasa benar, aku sudah mengatakan apa yang ingin ku katakan padanya. Aku sudah berkata agar dia memperlakukan putri dengan baik karena putri sendirian disini"
"Dia hanya bicara agar memberinya kesempatan, dia janji akan berusaha bersikap baik pada putri"
"Aku sangat berharap rasa cinta didalam hati mereka segera datang agar kita bisa segera menimang cucu"
"Aku harap juga begitu mama"
Sedangkan Suzy, saat ini dia belajar diperpustakaan ditemani asistennya Jin ae dan kedua dayang setianya Nana dan Hyo ki yang hanya mengawasi dan berdiri didepan pintu menunggu jika tuan putri mereka memerlukan sesuatu seperti teh atau camilannya habis.
"Putri serius sekali dalam belajar, sejak acara semalam dia juga menjadi lebih banyak diam. Apa kita melakukan kesalahan eonni hingga putri tidak mau bicara pada kami" tanya Nana dengan raut wajah sedih.
"Benar, tadi pagi putri juga makan sedikit. Aku jadi khawatir padanya" tambah Hyo ki.
"Hust. Kalian berisik. Mungkin putri sedang tidak mood bicara atau sedang banyak pikiran. Kalian bersikaplah biasa saja agar putri tidak sedih juga, kalian tunggu diluar biar putri belajar dengan tenang" ucap Jin ae tegas.
"Baiklah" ucap Nana yang berjalan keluar bersama Hyo ki. Didepan pintu berdiri Myungsoo yang membuat kedua dayang Suzy terkejut. "Astaga pangeran" pekik keduanya yang membuat Jin ae keluar perpustakaan.
"Hormat kami pada pangeran"
"Hmm. Kalian keluarlah, aku ingin bicara berdua saja dengan putri"
"Baik pangeran, kami undur diri" ucap Jin ae mengajak kedua dayang setia Suzy untuk keluar, menunggu di luar bersama Seungho yang juga berdiri diluar.
Myungsoo berjalan dengan senyum meremehkannya menuju Suzy, dan duduk di kursi depan Suzy membuat Suzy yang sedang belajar segera menolehnya.
"Ada apa pangeran repot-repot kesini untuk menemuiku. Apa pangeran mulai jatuh cinta padaku? Atau pangeran ingin mengajakku keluar istana untuk memamerkanku lagi didepan kamera?" goda Suzy memajukan wajahnya sambil tersenyum setelah meletakan bukunya.
"Itu tidak akan terjadi putri, jika aku sudah jatuh cinta maka seluruh dunia akan menertawakanku. Cinta bahkan aku sudah tidak memiliki hati untuk mencintai lagi, semua hanya ingin status saja bukankah dirimu juga sama putri?"
"Picik sekali pangeran pikiranmu, tapi baguslah jika kau tidak mencintaimu karena nanti aku akan kesusahan jika anda jatuh cinta padaku pangeran."
"Berhenti bergurau, mulai malam ini kita tidur bersama dikamar utama." tegas Myungsoo.
"Tapi bukankah kita sepakat tidur terpisah, aku tidak terbiasa tidur denganmu"
"Bukankah kita sudah menghabiskan malam bersama, apa yang tidak terbiasa putri? Bukankah tubuh kita sudah menyatu putri walau aku tidak tertarik denganmu"
"Tapi malam itu...."
"Itu sudah ketetapan istana dan aku melakukannya karena aku tidak mau melanggar aturan dalam tradisi istana. Aku tidak mau terkena kutukan dan mati kuda seperti pamanku"
"Tetap saja aku tidak mau berbagi kamar denganmu, mengerti "
"Aku tidak menerima penolakan, jika kau tidak mau seharusnya kau tidak pernah datang ke istana untuk menyetujui perjodohan dari ibu suri hanya karena kau ingin mengubah dirimu dari wanita biasa aniya dari seorang guru SMA menjadi wanita terhormat dengan menjadi putri dan naik menjadi ratu negara ini. Sungguh drama yang sempurna bukan"
"Kenapa kau menyalahkanku, kau juga salah tidak menolaknya. Kalau kau memang tidak menyukaiku mari kita bercerai biar aku yang menjelaskannya pada ibu suri agar kau tidak terlihat bersalah"
"Aku pernah membuat luka dan aku tidak akan membiarkan dirimu membuat luka juga untuk mereka. Kau harus mematuhi aturan istana walau awalnya aku setuju tapi aku sudah berubah pikiran. Jangan pernah membuat luka untuk keluargaku karena aku tidak akan memaafkanmu untuk itu. Ingat itu baik-baik putri Suzy" geram Myungsoo dengan menahan emosi sebelum keluar dari perpustakaan. Didepan pintu Myungsoo berbicara pada Jin ae. "Taruh saja sebagian barang putri dikamar utama, karena mulai malam ini dia harus tidur denganku"
"Tapi pangeran apa putri akan setuju?"
"Setuju atau tidak ini perintah, jika kalian tidak menurut silahkan angkat kaki dari sini"
"Mohon ampun pangeran, kami akan melaksanakan perintah anda"
"Bagus, Seungho ayo pergi. Aku ada rapat penting dengan pejabat istanan didewan keamanan setelah ini"
"Nde pangeran"
*
*
Suzy membolak balikan badannya dikamar utama sendirian karena Myungsoo belum datang, niat hati sore tadi ingin menemui ibu suri untuk perceraiannya malah ibu suri mengajaknya nonton film dan berakhir tidak jadi bicara. Suzy sudah berganti baju dengan gaun tidurnya dan masuk kedalam selimut, karena tidak bisa tidur akhirnya Suzy keluar kamar dengan mengambil baju hangatnya dan duduk ditaman samping paviliunnya sambil membawa buku.
"Apa yang kau lakukan malam-malam disini" tegur Myungsoo yang baru datang bersama Seungho yang langsung pamit.
"Astaga, kau membuatku kaget seperti hantu. Apa kau tidak lihat aku membawa buku jadi aku belajar" balas Suzy dengan menunjukkan bukunya.
"Ini sudah jam 11 malam dan seharusnya kau sudah tidur bukan berkeliaran disini putri"
"Kau ini sungguh cerewet sekali"
"Apa kau gugup tidur bersamaku?"
"Apa! Kau terlalu percaya diri pangeran. Bukankah kau bilang tubuhku tidak menarik atau kau mendusta? Kau sebenarnya tertarikkan dengankukan? Mengaku saja"
"Cih sesukamu saja. Ayo masuk sana dan tidur" ucap Myungsoo menarik Suzy untuk masuk paviliun.
Dikamar,
Suzy membalikkan badan memunggungi Myungsoo yang juga belum tidur, mereka sama-sama belum bisa tidur walau hari makin malam.
"Aku tahu kau marah karena kemarin, maafkan aku putri" ucap Myungsoo dan Suzy tidak menanggapinya. "Aku tahu kau belum tidur, kau masih marah padaku?"
"Diamlah pangeran, aku ingin istirahat. Disini aku masih tidak nyaman harus tidur berdua denganmu" ucap Suzy menarik selimutnya.
"Biasakan, karena selamanya kita akan seperti ini" ucap Myungsoo ketus.
"Bulankah kita akan bercerai? Kau tidak mencintaiku dan selalu menuduhku mengincar hartamu bukankah jika lebih baik kita bercerai. Aku akan mengatakan pada ibu suri agar kau tidak kena masalah pangeran" ucap Suzy membalikkan tubuhnya menghadap Myungsoo.
"Dalam mimpimu. Jika kau berani menyakiti perasaan orang di istana maka aku tidak akan membiarkanmu hidup dengan tenang" bentak Myungsoo yang beranjak pergi keluar kamar meninggalkan Suzy yang mulai sedih.
"Hiks... Kau suka menyakitiku pangeran, suka menghinaku dan mungkin aku lelah suatu hari, aku bertahan karena disini aku bisa mendapatkan keluarga lengkap seperti keinginanku sejak dulu hiks.. Namun sepertinya hal sederhana itupun salah"