
3 bulan berlalu,
Ibu suri dan permaisuri mempersiapkan acara malam pertama untuk Myungsoo dan suzy yang akan diadakan minggu depan. Dirasa perkenalan 3 bulan ini sudah cukup untuk mereka. Padahal kenyataannya dari Myungsoo maupun Suzy hanya bersikap mesra didepan keluarga istana saja. Diluar itu mereka seperti orang asing yang asyik dengan dunia mereka sendiri.
Pada saat makan malam.
Saat ini semua anggota istana menikmati makan malam bersama termasuk Suzy dan Myungsoo.
"Pangeran, jika ada kesempatan ajaklah putri Suzy untuk menemanimu ke acara dan dinas kenegaraan di luar istana. Agar dia bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya diluar istana." tutur permaisuri
"Nde mama, tapi saat ini belum ada dinas yang bisa membawanya pergi bersama hamba" ucap Myungsoo dengan tenang.
"Cih, bilang saja memang tidak ingin pergi denganku. Pandai sekali beralasan, sungguh pintar berdrama." dumel Suzy dalam hati.
"Malam pertama dan tempat tinggal kalian minggu depan akan dipersiapkan, jadi harap kalian menyiapkan diri baik-baik mulai hari ini agar penerus istana dapat segera lahir. Aku tidak mau kejadian seperti mendiang putra pertamaku terulang dan membawa petaka untuk istana" ucap ibu suri.
"Nde, yangmulia"
"Yangmulia bisakah kami tinggal ditempat kami sekarang, karena kami sudah merasa nyaman ditempat yang sekarang. Saya rasa putri juga masih canggung dengan istana, jadi izinkan kami menikmati masa indah kami sebagai pasangan baru"
"Baiklah, tapi ritual malam pertama harus tetap dilakukan"
"Pandai sekali mulutnya bersandiwara" dumel Suzy lagi dalam hati namun mengiyakan saja karena dia tidak akan bisa menolaknya.
Dikamar suzy.
Suzy dibantu Jin ae mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur, sedangkan Hyo ki membuatkan susu hangat untuknya.
"Eonni, apa maksud yangmulia tadi?" tanya Suzy.
"Yangmana putri?" Jin ae berbalik tanya.
"Yang berkaitan malam pertama tadi. Apa maksudnya malam pertama yang membawa petaka seperti putra pertamanya" jelas Suzy.
"Dulu putra pertama ibu suri seorang pangeran mahkota, namun karena kesalahan ini dia mendapat kesialan dan meninggal. Dan mereka mempunyai anak yang cacat" tutur Jjn ae menjelaskan.
"Apa maksudnya?"
"Begini, di istana setiap pangeran atau putri mahkota maka para tetualah yang akan menentukan malam pertamanya, jika melakukan sebelum waktu yang ditentukan maka akan mengalami kesialan dan petaka seperti yang dilakukan kakak dari sang raja. Di awal mereka tidak mengakui itu namun semakin didesak mereka mengakui jika mereka sudah melakukannya jauh sebelum penentuan malam pertama dari para tetua, hal itu seperti kutukan jika malam pertama yang ditentukan tetua dilanggar dilakukan sebelum penentuan dari para tetua istana"
"Astaga kenapa menyeramkan sekali ada kutukan seperti itu padahal ini zaman modern, apa aku dan pengeran juga harus melakukannya sesuai perintah dari istana. Kami bukan pasangan yang menikah dengan cinta? Apa jadinya jika kami memiliki anak tanpa adanya rasa cinta"
"Cinta bisa datang jika sudah waktunya apalagi kalian akan sering bersama, anda jangan khawatirkan apapun putri. Kami semua yakin jika anda dan pangeran pasti akan bisa saling mencintai, hanya kami harap anda sedikit lebih sabar menghadapi pangeran" ucap Jin ae yang diangguki Nana.
"Lalu istri dan anak dari mendiang kakak pertama raja Hwanhee itu sekarang tinggal dimana?"
"Mereka tinggal di vila istana yang berada di negara Thailand putri, putri mereka memang cacat tapi putri mereka pandai dalam melukis bahkan menjadi desainer walau memiliki keterbatasan tidak bisa berjalan dan bisu"
"Astaga eonni, separah itukah jika adat istana dilanggar"
"Nde tuan putri"
"Putri, ini susu anda" ucap Hyo ki memberikan gelas berisi susu hangat pada Suzy, sedangkan Nana membereskan pakaian kotor Suzy yang akan dibawa keruang loundry istana.
"Istirahatlah putri, ini sudah malam."
"Nde, kalian juga. selamat malam eonni"
"Selamat malam putri"
*
*
*
Pagi ini Suzy sudah sibuk dengan lulur ditubuhnya dan berendam air dengan aromaterapi, setelah selesai Suzy diberikan pakaian hanbook khusus dan dibawa ke istana dimana mereka akan menghabiskan malam pertama.
Permaisuri melaksanakan upacara dimana semua adalah dayang yang telah terpilih untuk malam ini, mereka semacam melakukan doa bersama yang dipimpin permaisuri hari ini. Suzy sungguh merasa gugup sekali, apakah dirinya yang akan kehilangan keperawanannya malam ini. Bukankah mereka sudah sepakat hanya status saja dan berteman dengan baik memainkan sandiwara. Kenapa dia merasa terjebak oleh kasih sayang keluarga ini yang membuainya. Astaga, membayangkannya saja Suzy sudah merinding apalagi melakukannya dengan Myungsoo.
2 jam kemudian upacara selesai, dan Suzy diajak berkeliling oleh permaisuri untuk menghilangkan kegugupannya.
"Jangan gugup anakku, semua akan baik-baik saja nde. Kau hanya perlu santai dan lakukan semua dengan baik"
"Nde mama"
"Ini adalah kamar yang digunakan untuk malam pertama setiap pasangan pangeran dan putri yang baru saja menikah untuk menjalankan tugas mereka. Aku harap kau dapat segera memberikan penerus untuk istana setelah keluar dari sini. Aku percayakan semua padamu malam ini, jangan seperti aku yang lama memiliki anak seperti pangeran Myungsoo" ucap permaisuri yang membuat Suzy semakin galau.
"Nde yangmulia"
Puas berkeliling dengan sang menantu, Permaisuri mengajak Suzy untuk makan malam terlebih dahulu. Setelah makan malam selesai Suzy memasuki kamar yang sudah dipersiapkan dibantu permaisuri dan Jin ae mengganti bajunya dengan hanbok yang sangat tipis bahkan kulitnya dapat terlihat.
"Putri, kami hanya dapat menemanimu sampai disini. Kau jangan gugup dan ingat semua perkataanku tadikan?" ucap permaisuri yang hanya diangguki Suzy. "Pangeran sedang melakukan perjalanan kemari, jika kau memerlukan sesuatu para dayang dan Jin ae ada diluar untuk berjaga"
"Nde yangmulia"
Permasuri pergi bersama Jin ae meninggalkan dirinya sendirian, Suzy hanya merinding membayangkan dirinya dengan Myungsoo diruangan sempit ini berdua. Astaga!
Myungsoo masuk kedalam kamar dengan santainya, di ikuti dengan dayang yang membawa meja kecil yang berisi minuman yang memang khusus untuk mereka berdua. Dayang tersebut menuangkan minuman yang dipersiapkan untuk mereka berdua. Suzy langsung saja meminum yang ternyata rasanya sangat pahit, hampir saja dia memuntahkan kalau saja tidak segera diberi minum air putih.
"Astaga ini pahit sekali" ucap Suzy sambil memeletkan lidahnya.
"Bodoh, itu karena kau buru-buru meminumnya" ejek Myungsoo.
"Ish"
Setelah selesai dayang membereskan meja kecil dan minuman yang dibawanya, lalu mematikan lilin yang membuat Suzy gugup kembali. Myungsoo menggeser duduknya mendekat kearah Suzy.
"Putri, apa kau sudah menungguku lama?" tanya Myungsoo yang duduk disamping Suzy membuat Suzy semakin gugup.
"Aniya, pangeran" jawab Suzy tidak berani mengangkat wajahnya karena takut
"Kurasa aku harus langsung saja, agar gugupmu segera hilang dan kau tidak kesakitan" ucap Myungsoo langsung mencekal pinggang Suzy dan mencium bibirnya. Tangan nakal Myungsoo perlahan melucuti pakaian Suzy yang tidak memakai pakaian dalam sehingga memudahkannya dalam bergerak menguasai Suzy.
Ciumannya turun ke leher Suzy dan menciumi dadanya memberikan banyak tanda pada tubuhnya. "Aaaaaahhhh pangeran tunggu...."
Namun Myungsoo terus saja menciumi dan mengemut dada Suzy dengan gerakan perlahan, tangan Suzy menjambak gemas rambut Myungsoo yang semakin turun menciumi ****** Suzy. "Pangeran, apakah ini benar? Aku rasa ini salah"
"Kau percaya padakukan?"
"Tapi kita bukan pasangan saling mencintai, bukankah ini tidak benar"
"kita ini sudah menikah, cinta bukanlah segalanya untuk kita selama kita bisa menjalankan tugas ini dengan baik. Ini adalah perintah dan kita akan terkena kutukan jika tidak melakukan dengan baik "
"Tapi..."
"Kau ingat bukan pesan ibu suri tentang ini" ucap Myungsoo yang hanya diangguki Suzy. "Baiklah aku akan langsung saja, jangan bicarakan ini lagi. Bukankah kita sudah berjanji hanya sebatas status tapi bukan berarti kita bisa menghindari hal ini, selamanya kau hanya milikku dan aku milikmu walau tidak ada cinta dalam diri kita."
Myungsoo segera bergerak, Suzy sungguh saat merasakan benda asing yang mulai memasuki area kewanitaannya, dirinya meringis saat Myungsoo perlahan memasukan adiknya pada kewanitaan Suzy. Myungsoo yang tidak tega menarik Suzy dan menautkan bibir mereka dan melumatnya, disaat Suzy terlena Myungsoo segera mendorong kuat adiknya hingga menembus keperawanan Suzy.
Myungsoo mendiamkan adiknya agar suzy terbiasa dengan benda tersebut sambil menghapus airmata Suzy yang keluar, dirasa Suzy sudah terbiasa Myungsoo segera memaju mundurkan adiknya dengan perlahan. Dari gerakan perlahan Myungsoo mempercepat apalagi desahan Suzy yang berubah menjadi jeritan nikmat membuatnya semakin semangat menggerakan pinggulnya semakin dalam. Suzy juga tidak sadar jika tangannya menjambak rambut Myungsoo, keduanya terus saja mendesah hingga mereka berada dipuncak klimak dari percintaan mereka berdua. Myungsoo membiarkan posisinya seperti itu beberapa saat hingga akhirnya mengeluarkan juniornya dan menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya yang sama-sama mengatur napas.
"Terima kasih sudah menjaganya untukku, sekarang tidurlah! Kau pasti lelah setelah kegiatan ini"
"Hem"
Suzy hanya bergunam saja sambil memejamkan matanya karena tubuhnya sungguh sudah lelah sekali, tak lama kemudian Myungsoo memiringkan badannya menghadap Suzy, dia memandanginya cukup lama sebelum membawa Suzy kedalam pelukannya, mencium kening dan pipinya lalu ikut memejamnkan matanya untuk ikut tidur berkelana ke alam mimpi bersama Suzy.