
Suzy sudah duduk santai di taman depan paviliunnya sambil menikmati sinar matahari pagi yang mulai menerpa kulitnya. Asistennya Jin ae dan dua dayang setianya Nana dan Hyoki terkejut ketika sampai namun sang putri sudah rapi. Seungho juga yang datang untuk menyiapkan keperluan Myungsoo terkejut.
"Tuan Putri maaf, apa kami datang terlambat hingga anda sudah bersiap sepagi ini" ucap Jin ae yang menyapanya.
"Aniya, aku.."
"Tuan putri kalian saja yang memang terlalu rajin bangun pagi dan bersiap lebih awal, karena semalam dia bahkan tertidur seperti **** saat pulang ke istana dan membuatku terpaksa mengangkatnya hingga pegal-pegal tanganku" ucap Myungsoo yang menyampirkan sebuah baju hangat pada pundak Suzy. Suzy hanya mendelik kesal namun memang dasarnya Myungsoo itu menyebalkan ya tidak menanggapi tatapan Suzy yang tajam.
"Yaaa, mana ada begitu" teriak Suzy.
"Tanya saja Jin ae atau Seungho, semalam siapa yang membawamu masuk kedalam paviliun"
"Pangeran benar putri, semalam saya yang membantunya" ucap Jin ae yang membuat Suzy malu.
"Kalian berdua siapkan sarapan, Seungho urus keperluanku. Aku akan mandi sebentar dan bersiap, Jin ae rias putri secara natural karena kami akan pergi menghadiri sebuah acara"
"Baik" ucap Jin ae, Seungho, Nana dan Hyoki yang beranjak pergi masuk kedalam.
"Kita akan kemana pangeran?" tanya Suzy memasang wajah penasaran
"Nanti kau juga akan tahu putri, bersiaplah. Jangan dandan yang berlebihan" ucap Myungsoo yang beranjak dari berdirinya dan berjalan masuk kedalam untuk mandi dan bersiap.
Suzy keluar dengan memakai pakaian yang casual dan santai yaitu atasan sweeter dan bawahan rok bermotif bunga sakura.
Myungsoo masuk menuju ruang makan, dimana dia melihat Suzy yang sudah rapi dan elegan.
"Sebenarnya kita mau kemana?"
"Nanti kau juga akan tahu kemana kita akan pergi."
"Apa kau sedang ingin mengajakku kencan lagi? Atau kau ingin mengajakku melihat muridku berkompetisi"
"Dalam mimpimu putri. Kita akan menghadiri peresmian sebuah gedung dibalai kota dan setelah makan siang kita akan menemui perwakilan dari kedutaan Italy yang akan kita datangi nanti"
"Ckck... Padahal aku ingin melihat kompetisi basket muridku, ayolah pangeran biarkan aku melihat mereka siang ini. Please!"
"Berhentilah merengek putri"
"Huft, kau memang menyebalkan. Tidak mengerti perasaanku, maunya menang sendiri!"
"Aku memang tidak suka dibantah, cepat selesaikan sarapanmu dan kita pergi."
Myungsoo makan dengan santai sedangkan Suzy makan dengan kesal sambil mengumpat kepada Myungsoo dalam hati. Selesai dengan ritual sarapan, mereka masuk mobil menuju acara tempat peresmian gedung dimana sudah banyak orang dan banyak wartawan.
"Mantanmu seperti penguntit saja? Lihat dia didepan sendiri" bisik Suzy.
"Apa? Siapa yang kau maksud"
"Nona Son itu, dia mantanmu kan?"
"Dekat bukan berarti kami pacaran. Jangan mengambil kesimpulan bodoh jika tidak tahu apa yang terjadi. Dia hanya seorang wartawan biasa putri pejabat Son jadi tentu saja dia seperti penguntit karena pekerjaannya mencari berita"
"Tapi kalian pernah kencan kan kan kan?"
"Diamlah" ucap Myungsoo yang berjalan mendahului Suzy untuk menghampiri pejabat yang mengadakan peresmian.
"Dasar" decak Suzy sambil mengikuti Myungsoo.
"Selamat datang pangeran Myungsoo dan putri Suzy, saya sangat tersanjung anda berdua bisa menghadiri peresmian gedung sekolah anak cacat disini" ucap tuan Ahn mengulurkan tangannya.
"Kami juga merasa tersanjung mendapatkan undangan untuk peresmian ini tuan Ahn" ucap Myungsoo membalas jabatan tangan tuan Ahn.
Peresmian berlangsung lancar, Myungsoo menggunting pita gedung yang diresmikan dan juga memberikan sambutan kepada para hadirin yang hadir di acara peresmian gedung tersebut, Suzy sedikit kagum dengan penampilan Myungsoo yang begitu keren saat memberikan sambutannya didepan panggung.
Selesai dengan sambutannya, Myungsoo berbincang dengan beberapa tamu undangan. Sedangkan Suzy mencicipi hidangan makan siang yang disajikan. Suzy maupun Myungsoo tak luput dari intaian kamera yang meliput mereka. Suzy memilih menikmati puding dan es krim coklat yang menarik hatinya karena ditinggal sendirian oleh Myungsoo, jadi dia duduk sendirian di tempat duduk yang disediakan. Sedangkan Jin ae dan Seungho hanya berjaga tidak jauh dari tuannya.
"Boleh ku temani duduk?" ucap seseorang yang mengambil duduk disamping Suzy.
"Silahkan nona Son, tempat ini kosong" balas Suzy santai.
"Putri, kenapa anda sendirian? Tidak menemani pangeran berbincang dengan mereka" tanya Chae Young penasaran.
"Sudah ada Seungho yang menemani, jadi aku tidak perlu menempelinya seperti benalu." balas Suzy terkesan menyindir Chae Young.
"Bukankah memang tugas anda untuk menemaninya, putri"
"Menemani bukan berarti harus menempelinya nona Son. Aku menemaninya namun ada kalanya memberikan dia kebebasan untuk berbincang dengan rekannya. Kenapa kau begitu tertarik dengan kehidupanku dan pangeran? Apa kalian pernah terlibat sesuatu sebelum kami menikah."
"Maaf jika saya lancang, putri"
"Bukankah itu tugasmu sebagai seorang pencari berita" ucap Suzy seakan menusuk Chae young.
"Selesaikan makanmu, setelah itu kita pergi" ucap Myungsoo tiba-tiba yang berdiri didepan Suzy dan Chae young.
"Nde suamiku" ucap Suzy dibuat semanis mungkin karena lucu baginya melihat muka kesal Chae young yang cemburu.
"Saya permisi putri dan pangeran" ucap Chae young langsung beranjak pergi dari duduknya. Myungsoo mengambil duduk yang tadi diduduki oleh Chae young.
"Apa yang dia katakan?"
"Tidak ada. Kenapa? Kau takut mantanmu bicara macam-macam padaku membongkar rahasia tersembunyimu ya?"
"Jaga bicaramu. Disini banyak orang bagaimana jika mereka dengar ucapanmu. Itu bisa merusak citraku sebagai pangeran yang sudah beristri."
"Apa kau takut ketahuan selingkuh dariku, pangeran Myungsoo" goda Suzy yang membuat Myungsoo semakin kesal saja.
"Cepat habiskan makanmu. Kita harus pergi"
"Baiklah. Ayo pergi. Aku juga sudah bosan disini" ajak Suzy yang menarik Myungsoo keluar dari gedung tempat undangan peresmian yang mereka hadiri.
Diluar gedung peresmian.
Seungho dan Jin ae sudah bersiap bersama pengawal istana yang mengiringi Myungsoo dan Suzy.
"Jam berapa untuk acara berikutnya?" tanya Myungsoo pada Seungho.
"Anda dan putri memiliki waktu 3 jam untuk istirahat. Jam 4 sore anda harus menghadiri rapat untuk tugas anda dengan kedutaan Italy pangeran sedangkan putri ada pelajaran sore nanti bersama Jin ae" jawab Seungho yang membuka tab melihat jadwal tuannya.
"Aku akan membawa mobilnya bersama putri. Kalian kembalilah ke istana terlebih dulu dengan para pengawal, kami akan kembali ke istana tepat waktu" ucap Myungsoo meminta kunci mobilnya pada sopir.
"Baik pangeran"
Myungsoo masuk kedalam kemudi mobil, disusul dengan Suzy yang duduk disamping kemudi. Myungsoo menjalankan mobilnya dengan pelan karena jalanan yang begitu ramai mengingat hari ini hari minggu.
"Kita akan kemana?"
"Nanti kau juga tahu"
"Sesukamu saja putri"
"Kalau ingin tersenyum jangan ditahan. Biar kau awet muda seperti ku yang cantik ini" goda Suzy lagi namun tidak ditanggapi Myungsoo yang fokus menyetir mobilnya.
Hingga dibelokan dia mengarahkan ke tempat yang Suzy rasa dia tahu dia akan dibawa kemana.
"Inikan? Huwa pangeran terima kasih" teriak Suzy yang duduk disamping Myungsoo dengan heboh bahkan memeluk lengan Myungsoo dengan erat. Karena dia bahagia, Myungsoo membawanya untuk melihat para muridnya yang sedang bertanding basket di sebuah stadion.
"Turunlah" ucap Myungsoo ketika dia sudah memarkirkan pada tempat parkir.
"Ayo" ucap Suzy menarik Myungsoo memasuki stadion, membawanya ke kursi penonton menghampiri para guru dan muridnya yang memberikan sorak kepada para pemain basket.
"Nona Bae anda datang" ucap sang kepala sekolah saat melihat Suzy yang baru datang menghampiri mereka.
"Nde, aku datang karena ingin memberikan semangat kepada muridku" balas Suzy sopan.
"Pangeran, sungguh suatu kehormatan anda bisa datang melihat pertandingan basket dari sekolah kami"
"Biasa saja jangan sungkan nde. Saya ingin menemani putri untuk menonton muridnya, jadi perlakukan saja saya seperti suami rekan kerja anda"
"Baik pangeran."
"Nona Suzy ah aniya putri Suzy, ayo duduk sini. Kami sengaja menyisakan tempat duduk untukmu dan pangeran" ucap muridnya yang bernama Karin dan teman-temannya yang sudah duduk bergerombol dibangku penonton.
"Panggil seperti biasanya saja Karin. Myungsoo oppa tidak akan marah, benarkan oppa?"
"Nde. Bukankah hari ini kita hanya sepasang suami istri normal karena kita tidak memakai protokol istana jadi panggil saja seperti orang normal biasa"
"Baiklah nona Suzy. Kami senang anda bisa datang bersama pangeran kemari. Lihat mereka sedang bermain"
"Anak-anak, ayo semangat! Kalahkan lawan kalian" teriak Suzy menyemangati muridnya yang tengah bermain dilapangan. Sung hyuk dan Je bin melambaikan tangan mereka yang sedang bertanding ditengah lapangan.
"Nona Suzy, kelas rasanya jadi sepi tanpamu. Kami rindu bergurau sambil mengerjakan tugas bersamamu" ucap Muridnya yang bernama Joyeon.
"Memang guru barumu kenapa?"
"Dia galak, botak dan tidak mengasikan sama sekali. Dijam terakhir rasanya sungguh membuat kami tersiksa nona"
"Tidak boleh begitu. Kalian harus giat belajar agar kelak menjadi orang yang berguna untuk bangsa ini. Lihatlah Myungsoo oppa yang diusia muda sudah S2 dan mampu mengemban tugasya. Kalian juga harus begitu agar kalian sukses dimasa mendatang apalagi kalian tahun ini kelulusan"
"Baik nona Suzy"
"Nona Suzy...." teriak Je bin yang berlari menghampirinya bersama teman-temannya karena sedang diberi istirahat oleh wasit.
"Lama tidak bertemu kau semakin tinggi Je bin" goda Suzy.
"Walau aku tinggi sayang kau sudah jadi milik pangeran. Andai nona mau menungguku pasti aku yang akan menikahimu nona"
"Kau ini suka sekali menggodaku"
"Hehehe. Memang benar aku mau menikahimu nona"
"Sayangnya nona mu sudah menjadi milikku" ucap Myungsoo yang membuat Je bin merengut. "Aku hanya bercanda, jangan cemberut"
"Selera humormu payah pangeran"
"Nona Suzy terima kasih sudah datang. Jika kami menang maka kami akan mempersembahkannya untukmu." ucap Sung hyuk penuh semangat.
"Terima kasih Sung hyuk. Kalian harus menang dan menjadi hebat"
"Nde"
"Sudah waktunya kalian bermain kembali. Semangat! Semangat!" ucap Suzy menggebu-gebu pada muridnya yang menuruni kursi penonton menuju lapangan.
Suzy bersama para sahabat guru juga oara muridnya sungguh bersorak ramai sebagai suporter hingga dengan permainan yang menenangkan sekolah mereka bisa menang walau hanya sebagai juara 2 saja. Suzy menarik Myungsoo menuruni lapangan diikuti semua murid Suzy yang duduk berlarian menuju lapangan dengan gembira.
"Nona Suzy maafkan kami hanya bisa mendapatkan juara 2 saja. Maaf kami mengecewakanmu yang hadir disini" ucap Je bin sedih.
"Apa yang kau katakan Je bin. Ini sudah hebat untuk anak pemalas sepertimu" ucap Suzy mengacak rambut muridnya tersebut dengan tersenyum.
"Ayo kita berfoto untuk kenang-kenangan. Kita tidak tahu kapan bisa bertemu nona Suzy dan pangeran Myungsoo, mumpung mereka hadir menyemangati kelas kita yang membawa nama sekolah" ucap Karin yang membawa kameranya.
"Ayo pangeran" ucap teman guru Suzy yang bernama Yoo Ga in.
"Tidak, kalian saja biar aku yang mengambilkan gambar" ucap Myungsoo yang ingin mengambil alih kamera Karin.
"Tidak usah malu oppa. Ayo.." ucap Suzy menarik Myungsoo untuk ikut berfoto dengannya dan muridnya.
"Siap ya, ayo nona Suzy lebih mendekat ke
Pangeran" ucap Karin mengarahkan kamera ke mereka, murid Suzy sudah berjajar rapi ditengah disebelah kiri sudah ada kepala sekolah dan temannya sedangkan disebelah kanan ada Suzy dan Myungsoo, para murid lainnya berada didepan para pemain basket dengan posisi duduk. Suzy menggandeng lengan Myungsoo dan mendekatkan dirinya.
"Nah, senyum semuanya." ucap karin mengambil beberapa gambar, bergantian dimana teman lainnya yang mengambil foto dengan Karin ikut didalamnya.
"Putri Suzy, aku bahkan tidak mengenalmu dengan baik tapi semuo orang begitu menyukaimu. Sebenarnya seperti apakah dirimu yang sebenarnya" ucap Myungsoo dalam hati sambil memandangi Suzy yang tertawa bersama muridnya dan oara sahabatnya setelah pengambilan gambar.
"Nona Suzy dan pangeran Myungsoo saya ucapkan terima kasih sudah repot datang kemari. Nanti fotonya akan saya kirimkan ke istana setelah dicetak oleh Karin" ucap kepala sekolahnya.
"Sama-sama tuan Anh, saya dan Myungoo oppa juga senang bisa datang menyaksikan langsung mereka berkompetisi seperti hari ini"
"Ayo putri, kita harus pamit. Satu jam lagi kita harus bersiap" ucap Myungsoo yang melihat handphone nya.
"Kami pamit"
"Hati-hati nona Suzy dan pangeran"
"Terima kasih"
Didalam mobil, Suzy terus mengumbar senyumnya yang membuat Myungsoo memandangnya dengan tatapan aneh.
"Apa?"
"Oppa, terima kasih sudah mengizinkanku melihat mereka. Aku sungguh senang walau setelah ini mungkin akan jarang bisa begini tapi aku sungguh mengucapkan terima kasih padamu"
"Aku hanya melakukannya karena atas izin yangmulia raja Hwanhee"
"Tetap saja aku mengucapkan terima kasih padamu. Karena kau yang sudah bicara pada yangmulia, makanya beliau mengizinkan kita pergi menonton muridku berkompetisi basket. aku sungguh senang"
"Hmm. Istirahatlah! Satu jam lagi kita harus mengahadiri rapat. Kita langsung ke istana sekarang"
"Baiklah, hati-hati menyetirnya aku mau tidur sebentar. Bangunkan aku saat sampai di istana"
"Hmm"