Sincerely Love

Sincerely Love
Chapter 1



Bae Suzy adalah seorang gadis cerdas dan tegas. Dia mempunyai pengalaman buruk dengan hidupnya. Dia hidup sebatang kara tanpa kedua orangtua sejak umur 5 tahun, dia diasuh oleh kakeknya hingga berumur 15 tahun hingga kakeknya meninggal dan kemudian dia diasuh oleh Hwang adjuma, dia adalah ibu asuhnya yang sudah dianggap ibunya sendiri karena diasudah bekerja dirumah kakeknya begitu lama.


Dia selalu berusaha keras mendapatkan beasiswa dengan belajar dan terus belajar hingga sekolahnya selalu dipersingkat karena kecerdasannya. Dia selalu menyendiri karena status yatim piatu dan kesepiannya membuatnya semangat untuk belajar hingga diusia 20 dia sudah lulus dari perguruan tinggi dan bisa mengajar disalah satu SMA favorit dikota seoul.


Hari ini Suzy ingin berangkat mengajar di Namwon high school ketika ada seorang wanita muda yang dikawal oleh beberapa orang yang membuat Suzy tampak bingung melihat kedatangan mereka.


“Mian apa ada yang bisa saya bantu agashi” tanya Suzy bingung melihat wanita itu datang kerumah mungilnya.


“Apa benar ini rumah nona Bae Suzy?” ucap wanita itu berbalik tanya.


“Nde benar, saya Bae Suzy. Maaf anda siapa?”


“Saya Kim Jin ae, saya utusan dari istana yang ingin meminta atau lebih tepatnya mengundang anda untuk datang kesana. Saya diberi perintah oleh permaisuri dan ibu suri untuk mengundang anda kesana secepatnya” ucap Jin ae sopan menyampaikan maksudnya.


“Kapan aku harus kesana agashi? Karena pagi ini aku masih harus mengajar” tanya Suzy.


“Terserah anda nona karena istana hanya menyuruh saya menyampaikan hal itu saja, kalau bisa secepatnya anda datang menemui yangmulia permaisuri dan ibu suri”


“Nde. saya akan secepatnya datang ke istana ketika saya memiliki waktu senggang”


“Baiklah, Kalau begitu kami permisi nona Bae”


*


*


*


-Seminggu kemudian-


Suzy mendatangi istana dengan gugup karena ini untuk pertama kalinya dia datang ke istana, sebelumnya tak pernah terpikirkan oleh Suzy bahwa dia akan diundang untuk datang kedalam keluarga Istana.


“Putri Suzy sudah datang yangmulia ibu suri” ucap Permaisuri yang datang bersamaan dengan Suzy, karena Permaisurilah yang menyambutnya.


“Silahkan kalian duduk” ucap Ibu suri mempersilahkan.


“Nde yang mulia” jawab keduanya.


“Kau pasti bingung putri Suzy kenapa kami memintamu untuk datang kesini? Bukankah begitu” tanya Ibu suri ketika Suzy sudah duduk. Suzy hanya menganggukan kepalanya sambil menunduk tak berani menatap ibu suri dan permaisuri.


“Jangan takut anakku. Kami memanggilmu untuk datang kesini karena kami ingin memintamu untuk menjadi pendamping pangeran kami. Maaf karena kami baru tahu tentang kehidupanmu yang sendirian” ucap Ibu suri menjelaskan maksudnya.


“Tidak apa-apa yang mulia, saya sudah terbiasa sendiri” balas Suzy.


“Kau, maukan menjadi pendamping pangeran kami. Disini kami akan melindungimu dan menjadi keluargamu yang baru karena ayahmu dulu sangat membantu kami terutama saat kelahiran pangeran” tambah permaisuri.


“Tapi.. Bolehkah aku menjalani kehidupanku yang sekarang ini yaitu mengajar diSMA” tanya Suzy sedikit takut.


“Kalau urusan itu kau tanyakan saja pada suamimu yang setahun lagi akan pulang dari menempuh pendidikan S2nya diparis” jawab permaisuri bijak.


“Nde yang mulia”


“Mulai sekarang aku minta kau secepatnya untuk tinggal disini sekaligus menyesuaikan keadaanmu dengan istana”


“Tapi bisakah saya bergerak tanpa protokol istana sebelum saya resmi jadi keluarga istana karena bisa menimbulkan kehebohan jika saya dikawal sewaktu pergi mengajar diSMA”


“Baiklah Bae Suzy, karena hanya kau harapan kami satu-satunya untuk membantu pangeran memimpin istana untuk kedepannya”


Sebulan kemudian,


Suzy Sudah berpindah tempat tinggal di istana sesuai dengan perintah yang mulia ibu suri. Sebelum pergi dia menitipkan rumahnya kepada Hwang adjuma ibu asuh yang sudah mengasuhnya selama ini


Di istana Suzy mempunyai seorang asisten yang bernama Kim Jin ae dan 2 orang pelayan yang bernama Park Nana dan Han hyo ki. Merekalah yang akan melayani dan memenuhi keperluan dari Suzy.


“Apa ada yang perlu kami siapkan tuan putri” tanya Jin ae yang menghampiri Suzy yang melihat-lihat kamarnya.


“Aniya. Nanti aku akan memanggil kalian jika aku memerlukan sesuatu. Kalian istirahatlah dan panggil aku nona saja karena aku belum resmi jadi keluarga istana” jawab Suzy mengeluarkan senyumnya.


“Tapi putri ini sudah perintah yang mulia kami tidak berani… aduh…” ucap Hyo ki namun belum sempat meneruskan Nana sudah mencubit pinggangnya.


“Baiklah nona kami mengerti” sahut Nana.


“Kami permisi dulu nona, panggil kami jika ada sesuatu yang anda perlukan” Ucap Jin ae mengajak Nana dan Hyo ki keluar dari kamar Suzy.


“Putri Suzy orang yang cantik dan baik hatu juga ramah sekali. Aku harap pengeran Myungsoo bisa kembali seperti dulu seperti sebelum insiden dengan wanita itu, berbeda dengan Putri Suzy aah pangeran beruntung mendapatkannya” ucap Hyo ki yang berjalan dengan Nana dan Jin ae.


“Jaga bicaramu nanti kalau ada yang mendengar bagaimana? Terutama putri Suzy. Kau mau dipecat dari istana secara tidak terhormat kalau aku tentu saja tidak mau” ucap Nana menakut-nakuti.


“Tentu saja tidak. Aku akan lebih hati-hati dalam bicara kalau begitu” ucap Hyo ki yang langsung menutup mulutnya.


*


*


6 bulan kemudian.


Suzy hidup dengan baik selama diistana, menjalankan kehidupannya sebagai guru namun juga terus beradaptasi dengan tata cara dan segala yang berkaitan dengan kedisiplinan istana.


Hari ini semua sibuk untuk menyambut kedatangan pangeran Myungsoo yang pulang dari study nya di paris, sepulang dari mengajar Suzy bingung mendapati Jin ae berlari kesana kemari dengan membawa kain yang ada tulisannya.


“Apa itu Eonni? Kenapa semua berkarian kesana kemari” tanya Suzy ketika masuk ke kawasan istana.


“Ini tulisan untuk penyambutan pangeran Myungsoo nanti putri, pangeran memajukan kepulangannya dari jadwal yang ditentukannya” jawab Jin ae seadanya sambil sibuk menata bunga dan selebaran kain yang ada tulisannya.


“Kenapa tidak ada yang memberitahuku, aku kan bisa membantu kalian” tanya Suzy yang mengikuti kemana Jin ae berjalan dengan raut rasa bersalahnya.


“Tidak perlu putri karena istana sudah banyak dayang dan pelayan yang akan saling membantu menyiapkan semua ini. Putri lebih baik bersiap-siap saja untuk bertemu dengan pangeran nanti” ucap Jin ae yang berhenti dari kegiatannya dan menatap Suzy.


“Nde. Aku permisi eonni” ucap Suzy yang kemudian berjalan masuk ke dalam kamarnya dan mendapati kedua pelayannya sibuk mencarikanny baju dan menyiapkan make up yang cocok untuk Suzy nanti menyambut pangeran Myungsoo.


“Kalian tidak membantu di depan?” tanya Suzy yang meletakan alat mengajar dan tasnya.


“Tidak putri. Kami sudah diperintah untuk mengurus anda, merias dan mempersiapkan kebutuhan anda sebelum kedatangan pangeran nanti malam” jawab Nana.


“Nde. arasho”


“Ayo, kami bantu anda membersihkan diri dan kami akan merias anda secantik mungkin” ucap Hyo ki yang menggiring Suzy memasuki kamar mandi bersama dengan Nana.


Tak perlu waktu yang lama untuk Suzy mandi karena dibantu dengan 2 pelayan yang sudah menjadi temannya selama satu tahun ini. Hyo ki memberikan polesan natural ke wajah Suzy agar terlihat lebih alami kecantikan yang terpancar.


“Anda sungguh cantik sekali tuan putri” puji Nana.


“Ini semua berkat riasan Hyo ki, Hyo ki sungguh pandai dalam meriasku” balas Suzy.


“Putri terlalu memujiku, ini karena memang wajah putri sudah cantik dari awalnya” ucap Hyo ki memerah karena malu dipuji.


“Kalian ini ada-ada saja”


Tak lama kemudian Jin ae datang memasuki kamar Suzy, dan juga kagum dengan penampilan sang putri yang elegan dan cantik.


“Maaf putri, anda sudah diminta untuk datang ke istana utama untuk ikut menyambut kedatangan pangeran” ucap Jin ae membungkukkan badannya.


-Istana Utama-


Semua menanti kedatangan pangeran Myungsoo dengan wajah berseri terutama Ibu suri dan Permaisuri yang sudah 2 tahun lebih tidak berjumpa dengan pangeran Myungsoo. Suzy menitikan airmata haru melihat keakraban keluarga istana yang begitu kentara. Jin ae menyodorkan tisu dari belakang Suzy, dia berdiri tepat dibelakang Suzy dan Suzy menerima tisu itu lalu mengusap air matanya.


“Putraku kau kembali, aku sangat merindukanmu” ucap Permaisuri yang langsung memeluknya.


“Nde yangmulia. Aku kembali” jawab Myungsoo membalas pelukan sang ibu.


“Kau hanya merindukan ibumu, tidak merindukan nenekmu ini cucuku” ucap Ibu suri dengan nada guraunya.


“Tentu saja aku merindukanmu juga yangmulia ibu suri. Kau adalah nenekku yang terbaik” ucap Myungsoo bergantian memeluk neneknya.


“Kau semakin tinggi anakku padahal dulu kau masih kecil dan selalu bergelayut manja padaku” tambah Ibu suri.


“Aku ini bukan lagi anak-anak seperti itu yangmulia”


Kini Myungsoo melirik kearah Suzy tajam karena sosok Suzy yang begitu asing dimatanya selama dia di istana dulu, sebelum dia pergi untuk meneruskan pendidikannya diparis wanita ini belum ada. Ibu suri dan Permaisuri tersenyum melihat pemandangan ini hingga akhirnya salah satu dari keduanya memperkenalkan Suzy kepada Myungsoo.


“Putraku kenalkan ini adalah Putri Bae Suzy, dia yang kami pilihkan untuk menjadi calon pendampingmu dimasa depan” ucap Ibu suri yang ada disamping Suzy.


“Anyeong yangmulia, saya Bae Suzy” ucap Suzy membungkukan badannya.


“Anyeong nona Bae Suzy, saya pangeran Kim Myungsoo” balas Myungsoo dengan nada dinginnya.


Pukul 10.00 pm kst


Diperjalanan pulang menuju paviliun tempat tinggalnya Suzy melihat seorang wanita paruh baya yang sedang membersihkan ruangan yang diperkirakan Suzy adalah dapur. Suzy mencoba menghampiri wanita itu.


“Adjuma apa yang sedang anda lakukan ditengah malam seperti ini sendirian” Tanya Suzy pada adjuma yang masih membereskan dapur.


“Ah putri Suzy. Saya baru saja membersihkan peralatan dapur bersama pelayan yang lain tapi mereka saya suruh istirahat duluan” jawab Adjuma tersebut.


“Adjuma apa kau sudah lama kerja disini?”


“Sekitar 30 tahun putri, sejak pangeran Myungsoo belum dilahirkan”


“Adjuma boleh ku bantu menata ini semua” ucap Suzy menawarkan diri.


“Jangan yang mulia biar saya aja yang membereskan karena ini tugas saya. Yang mulia lebih baik istirahat karena masih banyak yang akan yang mulia lakukan menjelang pernikahan”


“Baiklah adjuma kalau begitu aku permisi, senang berbincang denganmu adjuma”


“Sama-sama putri”


Suzy melanjutkan perjalanannya menuju paviliunnya namun Myungsoo tiba-tiba muncul dan bersikap sinis.


“Apa yang kau lakukan didapur dengan Song adjuma, apa kau ingin menunjukkan bahwa istana tidak salah memilihakan permaisuri untuk pangerannya. Kau itu sama saja dengan perempuan diluar sana yang ingin mengubah status kehidupanmu” ucap Myungsoo ketus dan merendahkan.


“Aku kesini karena kemauanku sendiri pangeran Kim Myungsoo, walau awalnya semua atas permintaan nenek anda namun aku menyayangi mereka dengan tulus, yang harus kau ingat adalah mungkin aku memang perempuan sebatang kara tapi kau tidak perlu menghinaku hanya karena menginginkan kemewahan istana. Bukan itu tujuanku datang kesini yang kuharapakan adalah disini aku memiliki banyak keluarga. Puas kau sekarang!” balas Suzy yang langsung menuju paviliunnya tanpa menoleh pada Myungsoo yang masih berdiri ditempat.


“Bae Suzy, dia tak ada bedanya dengan wanita yang menghancurkan hidupku juga istana ini. Kupastikan dia tidak akan tenang kalau sampai menyakiti Istana lagi”


Pagi ini Suzy sudah berangkat pagi-pagi sekali menuju tempatnya mengajar di salah satu SMA ternama diseoul. Dia senang menghabiskan waktunya bercanda tawa dengan murid-muridnya.


Saat ini Suzy sedang membereskan bukunya karena jam mengajarnya sudah habis.


“Karena bel istirahat sudah berbunyi maka pelajaran dilanjutkan pertemuan selanjutnya”


“Nona Suzy, ku dengar kau akan segera menikah dengan pangeran Myungsoo, apa itu benar?” tanya Sung hyuk yang memberanikan diri.


“Ah berita itu cepat menyebar ternyata” jawab Suzy terkejut dengan pemberitaan media.


“Jadi itu benar. Apa kami nanti harus memanggilmu yang mulia nona Suzy” seru park Karin yang ikut bertanya.


“Walau aku menikah dengan pangeran tapi aku tetap nona Suzy yang kalian kenal jadi tak perlu memanggilku yang mulia”


“Nde nona Suzy, kalau kau mau menungguku 5 tahun lagi pasti aku juga mau menikahimu nona” seru Je bin dengan gurauan yang membuat semua tertawa.


“Kalian ini, ya sudah selamat belajar ya”


-Diruang guru-


Suzy meletakkan buku yang dibawanya mengajar kelas XII, ketika akan duduk ada kepala sekolah yang datang menghampirinya.


“Sekolah akan sangat kehilangan anda nona Suzy saat anda menikah, kami akan sangat senang jika suatu saat anda kembali kesini”


“Saya sangat tersanjung tuan Anh, saya akan sering kesini nanti kalau saya sudah berhenti lagipula saya tidak akan menikah dalam waktu dekat ini, jadi saya akan tetap mengajar disinu”


“Iya, nona Suzy”


Suzy meneliti tugas murid-muridnya dari sekolahnya yang dibawa pulang, hanya Jin ae yang menemani karena Hyo ki dan Nana takut menganggu sang putri yang sedang mengerjakan kerjaannya jadi keduanya memilih membantu menyiapkan makan malam.


Myungsoo masuk ketempat makan namun tidak menemukan Suzy.


"Dimana tuan putri kalian?" tanya Myungsoo dengan nada dinginnya.


"Tuan putri sedang mengerjakan tugas dari sekolahnya pangeran" jawab Hyo ki takut-takut.


"Panggil dia kesini, apa dia ingin menunjukkan dirinya hebat agar bisa menguras harta istana"


"Nde pangeran"


Hyo ki segera masuk ke dalam sebuah ruangan yang digunakan oleh Suzy mengoreksi hasil pekerjaan murid-muridnya disekolab.


"Putri mohon maaf, pangeran Myungsoo meminta anda untuk makan malam bersamanya"


"Hmm. Apa ini keharusan? Baiklah" ucap Suzy yang akhirnya beranjak dari pekerjaannya.


Diruang makan Suzy duduk dan menikmati makan malam dengan Myungsoo yang memasang wajah dinginnya.


"Pangeran, apa aku boleh tetap bekerja sebagai guru walau aku sudah menikah denganmu?" tanya Suzy dengan pelan karena takut dengan Myungsoo yang memandangnya seram.


"Aku tidak mengundangmu datang kesini, jika kau ingin meminta izin mintalah pada mereka yang mengundangmu kesini, ibu suri atau permaisuri" jawab Myungsoo dengan wajah merah menahan amarah. Suzy kaget dan memandang Myungsoo tidak percaya, ini penghinaan.


"Aku datang kesini atas kemauanku sendiri, jika memang kau tidak berkenan aku ada di istana maka aku akan pergi. Hidupku sudah cukup nyaman sebelum keluarga istana datang memintaku menjadi istrimu. Maafkan aku, aku pergi" ucap Suzy tidak peduli jika perkataannya membuat Myungsoo marah atau tidak, Suzy menangis begitu sampai didalam kamarnya. Keputusannya datang karena ingin memiliki keluarga nyatanya tidak benar. Suzy mengunci diri didalam kamar sambil menangis dan melanjutkan pekerjaannya yang tadi tertunda, tidak peduli jika Ji ae, Hyo ki dan Nana terus mengetuk pintu khawatir pada tuan putrinya.