
Suzy bangun dari tidurnya dan melihat ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan jam sudah pukul 5 sore, itu artinya bahwa dia sudah tertidur selama 1 jam lebih setelah dia pulang dari perjalanan jauhnya Italia
-korea. Saat ingin menggerakan tubuhnya dia merasa ada yang memeluknya sangat erat dari belakang, dia yakini itu pasti tangan Myungsoo karena kamar ini adalah milik mereka berdua. Dan benar, saat Suzy menolehkan kepalanya, dia mendapati Myungsoo masuk kedalam selimut dan memeluknya dengan erat.
"Oppa, bangunlah! Hari sudah semakin sore" ucap Suzy menepuk pipi Myungsoo.
"Biarkan aku tidur 5 menit lagi putri, aku sungguh lelah sekali jadi biarkan aku tidur sebentar lagi" ucap Myungsoo yang makin mengeratkan pelukannya pada Suzy.
"Baiklah, oppa tidurlah lagi tapi biarkan aku bangun. Aku harus mandi dan bersiap karena sebentar lagi Jin ae eonni akan datang bersama Nana dan Hyoki. Aku akan malu jika mereka datang aku belum bersiap untuk di rias" ucap Suzy menyingkirkan tangan Myungsoo agar memeluk guling, namun tidak berhasil.
"Mereka tidak akan marah menunggumu menemaniku tidur sebentar saja" ucap Myungsoo masih dengan mata terpejam.
"Kau sangat manja sekali sekarang, pangeran" ucap Suzy mengelus kepala Myungsoo yang makin manja dan menyamankan tidurnya.
"Apa salahnya manja dengan istri sendiri nyonya Kim"
"Jadi kau mengakui aku sebagai istrimu?"
"Memang sejak kapan aku tidak menganggapmu sebagai istriku nyonya Kim Suzy"
"Aniya"
"Baiklah, biarkan aku tidur sebentar lagi memelukmu. Nanti malam pestanya pasti akan sangat membosankan" ucap Myungsoo akhirnya mengalah dan berbalik memeluk guling yang ada diranjang mereka.
"Kau tidurlah oppa, aku mau mandi dulu lalu se jam lagi aku akan datang untuk membangunkanmu lagi. Ok!" ucap Suzy mengelus rambut Mungsoo sebentar sebelum berlari masuk ke kamar mandi, membiarkan Myungsoo tidur lebih lama.
"Hmmm"
Pukul 7 malam.
Suzy memasuki ruang utama yang sudah ramai dengan tamu istana yang tidak begitu banyak, dan itu membuat Suzy lega karena dia memang capek dan jika berpesta hingga larut pasti dirinya akan sakit.
Ibu suri dan permaisuri yang melihatnya segera melambaikan tangan agar dirinya bergabung, bicara soal Myungsoo sepertinya dia hadir lebih dulu dibandingkan dengan Suzy. Karena saat Suzy masuk dapat dilihat Myungsoo sudah bergabung dengan keluarga istana.
"Maaf yangmulia, saya datang terlambat" ucap Suzy saat dia di antar Jin ae mendekat pada keluarga istana.
"Tidak apa putri. Kau sungguh cantik malam ini dengan gaun elegan dan make up yang sederhana" puji ibu suri.
"Ini karena nona Jin ae yang pandai merias hamba, mamam. Sehingga hamba terlihat sangat cantik"
"Kau terlalu merendahkan dirimu putri, kau sunguh cantik dan pangeran Myungsoo sungguh begitu beruntung mendapatkanmu" ucap Eunji sambil tersenyum pada Suzy.
"Putri dan pangeran, ayo potong kuenya" teriak Sohee yang menggeret kue acara pernikahan Myungsoo dan Suzy bersama Himchan dan beberapa pelayan yang ditugaskan.
"Ayo kalian ucapkan doa, sebelum kalian meniup dan memotong kuenya"
Myungsoo dan Suzy melakukan doa dan meniup lilin sebelum memotong kue perayaan pernikahan mereka, potongan pertama mereka berikan untuk ibu suri yang malah menyuapi mereka bergantian.
"Aku harap kalian berdua selalu bahagia dan selalu bisa menjalani suka suka pernikahan. Tidak terasa bahwa pernikahan kalian sudah satu tahun berjalan, semoga pernikahan kalian abadi"
"Kamsa hamnida mama"
"Smoga kalian dapat segera diberi momongan, agar kalian lebih bahagia dan mengerti arti kehidupan ini tidak hanya tentang cinta dan kesetiaan melainkan harus penuh keikhlasan dan kesabaran saat ada badai menerpa"
"Nde mama, kami akan berusaha agar kami bisa segera memberi anda cucu buyut yang lucu" gurau Myungsoo yang membuat semua tertawa.
"Hahahahaha" semua tertawa melihat perubahan sikap Myungsoo yang lebih hangat.
"Aigo pangeran Myungsoo sudah dewasa" ucap ibu suri disela tawanya.
"Putri Suzy, perkenalkan ini pangeran Eunwoo. Dia baru datang beberapa hari lalu dan ini pertama kalinya kalian bertemu" ucap raja memperkenalkan Eunwoo yang sejak tadi hanya berdiam diri saja didekat Ibu suri, Eunwoo hanya berdiri dengan menggunakan kruk karena kakinya terluka.
"Anyeong putri, senang bertemu denganmu. Maaf jika kita baru bertemu sekarang, karena saya tinggal diluar Seoul" balas Eunwoo.
"Tidak apa-apa pangeran, selamat datang di istana"
"Nde putri Suzy"
"Ayo kita berpesta." teriak Sohee yang begitu semangat.
Duarrr....
Duaarrrr...
Pemandangan langit yang menajubkan muncul, karena ada beberapa kembang api yang meluncur indah menghiasi langit.
"Wahh indahnya" ucap Suzy kagum dengan pemandangan yang ada di langit, saat ini dia dan Myungsoo berada di luar aula untuk menyaksikan kembang api yang dinyalakan di langit.
"Kau nanti duduk saja dengan keluarga istana, aku yang akan mengurusi tamu yang datang mengucapkan selamat pada kita." ucap Myungsoo yang hanya duduk berdua dibalkon istana menikmati kembang api yang dinyalakan.
"Tapi, bukankah tugasku sebagai istrimu harus menemanimu setiap waktu. Terlebih didepan kamera untuk kau pamerkan pada nona Son mu itu." ucap Suzy sedikit menyindir.
"Tidak apa, tamu yang datang ke perayaan pernikahan kita hanya sedikit. Aku tahu kau masih lelah setelah menempuh perjalanan Italia menuju korea. Kenapa kau membahas dia? Apa kau sedang cemburu putri? Bukankah kau yang memiliki kekuasaan sepenuhnya atas diriku." goda Myungsoo yang tidak menanggapi sindiran Suzy.
"Aniya, aku tidak cemburu. Oppa ah maksudku pangeran Myungsoo gomawo sudah membuatku senang selama di Italia, aku tidak tahu jika kau merencanakan bulan madu yang begitu menyenangakan untukku. Tugas itu sebenarnya bukan alasan utama kita pergikan?"
"Bagaimana kau tahu?" tanya Myungsoo sedikit terkejut.
"Ibu suri yang memberitahuku tadi saat aku baru tiba dan itu membuatku sedikit terkejut. Tapi kenapa kau tidak mengatakan jika pangeran Eunwoo datang, dan juga tentang kematian bibimu itu padaku" jawab Suzy yang memandang kearah langit.
"Aku sudah akan mengajakmu untuk pulang saat Seunho mengatakan padaku di hari kedua kita di Italia, tapi yangmulia bilang istana bisa mengatasinya dan juga agar kita tetap melanjutakn bulan madu kita. Sepertinya istana sangat ini cucu darimu. Kenapa?,Apa kau akan merajuk hanya karena hal ini"
"Aniya, aku bukan anak kecil jadi untuk apa aku merajuk."
"Ayo masuk, bukankah kita ini pemilik pestanya tapi malah asyik pacaran disini"
"Nde"
Myungsoo dan Suzy masuk ke dalam aula, Suzy berkumpul dengan keluarga istana sedangkan Myungsoo menemani sang raja untuk menyambut para tamu.
"Kalian sepertinya sudah saling terbuka, aku harap hubungan kalian semakin mesra, putri. Aku bahagia melihatnya" ucap ibu suri yang terpancar raut bahagia.
"Kami sejak awal memang baik-baik saja yangmulia. Hanya pertengkaran kecil saja yang mewarnai hubungan kami" balas Suzy.
"Pangeran Myungsoo sepertinya sudah bisa memperlakukanmu dengan baik, dan itu membuat kami semua bahagia. Dia akan kembali menjadi pangeran baik hati yang ramah untuk kita semua"
"Benar mama, pangeran Myungsoo sekarang sudah mulao bersikap baik pada semua orang dan itu berkat anda putri"
"Anda terlalu memuji yangmulia, tapi dimana pangeran Eunwoo? Aku tidak melihatnya lagi setelah tadi"
"Pangeran Eunwoo pergi beristirahat, kondisi tulang kakinya belum membaik karena insiden bunuh diri ibunya yang membakar rumah mereka dan runtuhan atap kayu yang menimpa kakinya."
"Sungguh kasihan sekali dia."
"Aku harap kau, pangeran Myungsoo, pangeran Himchan dan putri Sohee dapat membantu untuk kesembuhannya. Pasti ini berat untuknya" ucap Ibu Suri pada mereka semua.
"Nde mama, perintah anda akan kami laksanakan" ucap mereka.
"Wah kalian berpesta tanpa mengundangku?" ucap seseorang dengan angkuhnya.