
Suzy dan Myungsoo sampai istana tengah malam. Suzy langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang sedangkan Myungsoo hanya berkacak pinggang melihat Suzy serampangan seperti itu.
"Ganti baju sana dan cuci muka sebelum tidur" ucap Myungsoo melihat Suzy merebahkan diri sebelum ganti baju.
"Aku masih capek. Kau pikir memang senyum sepanjang waktu sampai wajah dan kakiku pegal dibawa kesana kemari. Menjadi putri ternyata lebih ribet daripada menjadi rakyat jelata" ucap Suzy yang duduk dikasur dengan memonyongkan bibirnya.
"Salahmu sendiri mau diajak kesana kemari oleh istri para pejabat dikedutaan"
"Tidak enak jika menolak saat mereka mengajakku melihat ini itu dan menilai ini itu. Apalagi dinegara kita"
"Ini baru menjadi seorang putri belum menjadi permaisuri ckckck. Kau seharusnya bersikap biasa saja, jika capek kau bisa menolaknya."
"Tetap saja tidak enak, tugasku menemanimu kan memang seperti ini"
"Sana ganti baju dan cuci muka, baru tidur"
"Bawel" ucap Suzy beranjak menuju ruang dimana baju mereka ditata rapi. Tak lama kemudian Suzy keluar dan melihat Myungsoo membawa berkas yang berada di dalam tas bersama laptopnya. "Oppa mau kemana?"
"Aku mau keruang kerjaku. Kau tidur saja duluan"
"Baiklah. Selamat malam oppa"
"Selamat malam"
Suzy kembali naik kedalam ranjang dan masuk selimutnya saat Myungsoo keluar dari kamar utama. Suzy berusaha memejamkan matanya untuk tidur.
Paginya, Suzy bangun dari tidurnya saat jam pukul 7 pagi dan asisten juga dayangnya sudah datang untuk membantunya bersiap. Suzy melihat tempat tidur sebelahnya rapi berarti Myungsoo tidur diruang kerjanya.
"Selamat pagi putri" ucap Jin ae bersama Nana dan Hyoki yang baru masuk ke kamar tuan putrinya.
"Pagi" balas Suzy yang masih duduk diranjangnya beranjak bangun.
"Saya akan membantu anda bersiap selagi Nana dan Hyo ki membersihkan kamar utama dan menyiapkan sarapan, anda silahkan mandi dulu saya akan menyiapkan pakaian anda. Hari ini anda akan menghadiri acara amal di Busan bersama ibu Suri setelah jam makan siang." ucap Jin ae, Hyoki dan Nana sudah bersiap untuk membersihkan kamar Suzy.
"Kalau pangeran? Apa kalian tadi melihatnya" tanya Suzy penasaran.
"Maaf putri, saat saya dan mereka sampai. Kami belum melihat pangeran Myungsoo, mungkin beliau berada diruang kerjanya" jawab Jin ae.
"Hmmm. Baiklah, ayo bantu aku bersiap."
Suzy sedang bersiap dengan baju berwarna biru muda yang dipadu dengan rok selutut berwarna orange dengan pola polkadot biru tua, rambut yang ditata rapi. Menampilkan dia yang begitu cantik alami. Myungsoo datang sudah rapi dengan kemeja putih dan celana hitam yang membuatnya menawan, dia duduk disamping Suzy lalu merebahkan kepalanya yang dia tidurkan dipaha Suzy yang duduk diranjang setelah dihias. Jin ae bersama Nana dan Hyoki sedang keluar mengambilkan sarapan juga sepatu untuknya karena Suzy ingin sarapan dikamar saja.
"Nyaman sekali rasanya pahamu seperti bantal"
"Kau pikir pahaku bantal. Sana minggir! Aku harus pergi setelah ini" ucap Suzy berusaha menyingkirkan kepala Myungsoo tapi tangannya malah memeluk pinggang Suzy erat.
"Biarkan aku tidur sebentar saja, rasanya nyaman sekali. Bahkan aku tidak tidur semalaman karena pekerjaan yang menumpuk sekali sebelum ku serahkan pada raja karena kita akan pergi dinas ke luar negri" keluh Myungsoo yang menyamankan dirinya untuk tidur dipaha Suzy.
"Tapi kau bisa tidur diranjang ish.." gerutu Suzy namun Myungsoo tidak menjawabnya karena tertidur.
"Putri ini.... Ow.. Pangeran.... ada disini" teriak Nana yang terkejut langsung memelankan suaranya.
"Hust... Pangeran baru saja tertidur. Sepertinya pangeran banyak pekerjaan hingga tidak sempat tidur semalam. Biarkan dia tidur sebentar lagi baru aku akan bangunkan saat aku akan pergi ke tempat ibu suri" ucap Suzy lirih sambil mengelus rambut Myungsoo yang tidur, Suzy berhati-hati memindahkan kepala Myungsoo ke bantal.
"Lalu sarapan anda bagaimana putri?" lirik Hyoki yang membawa nampan berisi sarapan Suzy.
"Taruh saja dimeja, biar nanti aku makan setelah memindahkan pangeran ke bantalnya. Sekarang Kalian keluarlah! Tolong sampaikan pada ibu suri aku akan kesana sedikit terlambat"
"Baik putri. Kami permisi undur diri" ucap Jin ae bersama dengan Nana dan Hyoki yang undur diri, mereka bahagia melihat putri dan pangerannya mulai akur seperti sudah sama-sama saling jatuh cinta.
Seungho mencari-cari pangeran yang tidak ada dimana-mana, Jin ae yang baru saja keluar dari kamar utama bersama yang lain mendatangi Seungho yang kebingungan.
"Apa yang kau lakukan Seungho?"
"Anu Jin ae. Apa kau melihat pangeran? Aku sudah mencarinya ke setiap sudut ruangan tapi aku tidak menemukannya"
"Hihihi pangeran ya hihhi" suara cekikikan Nana dan Hyoki membuat Seungho menyergitkan dahinya.
"Kalian berdua ini. Anu Seungho Pangeran Myungsoo sedang tertidur dikamar utama, kata putri mungkin semalam pangeran tidak tidur"
"Kau tahu Seungho, pangeran tetidur dipaha putri saat putri mengelus rambutnya aigo keren. Aku bahkan sempat mengambil gambar mereka diam-diam hehe"
"Benar, pemandangan itu sungguh romantis sekali. Ibu suri pasti senang melihat mereka nanti tunjukan foto itu padanya"
"Kalian ini tidak sopan" ucap Seungho geleng-geleng kepala.
"Kau tahu Seungho, aku harap ini awal yang baik untuk istana. Dan pangeran bisa seperti dulu" ucap Nana antusias.
"Hmm"
"Kalian berdua jaga disini, siapa tahu putri nanti butuh sesuatu. Aku akan menyampaikan pesan putri untuk yangmulia ibu suri"
"Nde eonni"
"Jin ae, aku ikut denganmu"
"Ayo Seungho"
*
*
Suzy sudah berangkat ke Busan bersama ibu suri setelah membangunkan Myungsoo yanh sudah tidur selama 1 jam dengan Suzy yang menemaninya, bahkan Suzy juga sarapan setelah berhasil memindahkan kepala Myungsoo kebantalnya.
Myungsoo sudah kembali mengerjakan berkasnya diruang kerja dengan sedikit tersenyum kecil membuat Seungho ikut tersenyum. Myungsoo bahkan makan siang dengan terus tersenyum sepanjang tadi.
"Ada apa gerangan sampai pangeran terus berseri dan tersenyum?" tanya Seungho yang membantu Myungsoo menyelesaikan pekerjaannya dalam meneliti laporan dari perdana mentri.
"Apa yang kau katakan. Aku tidak tersenyum." ucap Myungsoo kembali memasang wajah datarnya.
"Saya kira seulas dibibir anda adalah senyuman, pangeran"
"Terserah, yang jelas aku tidak tersenyum. Susun laporan dari mentri pertahanan setelah itu ambilkan aku laporan dari mentri perdagangan negara, aku harus segera menyelesaikan sebelum berangkat ke Italy bersama putri, agar raja bisa meneruskan laporan itu nanti"
"Baik pangeran."
Himchan datang dengan santainya dan duduk di kursi depan Myungsoo yang tampak meneliti dan menandatangi laporan-laporan dari berbagai tugas mentri negara.
"Pangeran, saya permisi mengambilkan laporan dari mentri perdagangan" pamit Seungho yang meninggalkan Myungsoo dengan sepupunya.
"Nde, pergilah" ucap Myungsoo yang tangan sibuk mencorat-coret kertas didepan mejanya.
"Kau tampaknya sibuk sekali? Calon raja yang rajin" sindir Himchan yang memainkan jam pasir Myungsoo.
"Ada apa pangeran Chanie? Tumben kau datang mengunjungiku?"
"Aku hanya ingin menyapa calon raja yang nampak sibuk terus bahkan mengabaikan istrinya yang cantik dan manis. "
"Kau bukannya bertugas dikementrian malah keluyuran kesini"
"Aku sudah menyelesaikan tugasku dibagian kesehatan Myung. Kau ini terlalu sibuk bahkan jarang terlihat bersama Suzy. Dia gadis yang manis dan sayang dilewatkan, tapi kau malah sibuk dengan dokumenmu"
"Lalu?"
"Ibu suri bercerita kalian sebentar lagi akan merayakan setahun pernikahan tapi belum ada tanda-tanda putri hamil. Apa kau tidak melakukan tugasmu dengan benar? Atau memang spermamu jelek, aku yang baru 3 bulan menikah Eunji langsung hamil. Kau benar-benar payah hahaha" ejek Himchan dengan nada guraunya.
"Yaaa jangan mengejekku. Suzy bahkan pernah ke...." bentak Myungsoo hampir saja mengatakan bahwa Suzy pernah keguguran.
"Ke.... Apa Myung?" tanya Himchan menyerngitkan dahinya.
"Tidak ada, aku dan putri Suzy mungkin kurang sehat, kami baru mau berkonsultasi dengan dokter untuk program kehamilannya setelah pulang dari Italy. Tapi kenapa kau yang cerewet? Istana saja tidak mempermasalahkan kapan putri suzy hamil" jawab Myungsoo memasang tampang sewot.
"Agar anakku segera memiliki teman bermain beberapa bulan lagi. Lihatlah kakak kembarmu Minkyung dan Kyuhyun hyung bahkan sudah program anak keduanya di London"
"Kau pikir membuat anak sama dengan membuat adonan roti"
"Jangan marah Myung, kau akan cepat tua"
"Pergi sana jika disini mau menggangguku"
"Baiklah aku pergi hahaha jangan lupa untuk menghamili istrimu agar 7 bulan lagi anakku punya teman bermain" ucap Himchan yang berlari keluar ruang kerja Myungsoo.
"Ish.. Dasar.." gerutu Myungsoo.
Sedangkan Suzy duduk disebuah cafe di Busan bersama ibu suri setelah selesai dengan acara amal yang dilakukan mereka, amal yang mereka lakukan adalah dengan cara melelang barang yang akan mereka sumbangkan. Ibu suri menyerahkan guci kesayangannya sedangkan Suzy memberikan baju rajutan yang pernah dibuatnya sendiri.
"Putri, bagaimana acara penggalangan dana yang kita lakukan hari ini. Istana rutin memberikan barang untuk dilelang, uangnya akan diberikan kepada yang tidak mampu"
"Saya senang melakukannya, saya terbiasa hidup sendiri namun saya merasa lebih beruntung karena orangtua saya masih meninggalkan kebun yang bisa dikelola dan rumah mungil yang bisa saya tempati juga istana sebagai keluargaku. Sedangkan mereka yang hidup dipanti hanya tahu bahwa panti adalah keluarganya. Itu membuat saya merasa iba melihat mereka yang masih kecil harus hidup menderita dibuang keluarganya mama"
"Hatimu sungguh besar putri. Kelak kau pasti bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anakmu" ucap ibu suri yang membuat Suzy sedikit tercubit sedih.
"Nde mama, saya akan slalu berusaha menjadi yang terbaik untuk istana dan diluar istana"
"Kau jangan bersedih nde belum hamil. Tuhan pasti punya rencana yang baik untukmu. Kau akan hamil jika tuhan sudah mengizinkan kau hamil penerus istana"
"Nde mama"
"Putri, Maafkan pangeran jika dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya hingga tidak memperhatikanmu apalagi untuk mengajakmu jalan-jalan, itu karena dia yang terlalu dipaksa untuk menjadi raja masa depan oleh raja Hwanhee. Harap kau maklum? Ditambah sikapnya yang datar membuatnya terlihat tidak romantis sama sekali"
"Tidak apa mama, bukankah istana juga keluargaku jadi aku tidak merasa kesepian sama sekali walau pangeran Myungsoo tidak ada didekatku"
"Aku harap kau tidak bosan untuk menemani pangeran ea kita itu hehehe. Karena kalian pasangan yang serasi bagiku. Smoga kalian slalu bahagia"
"Nde mama, smoga anda juga slalu bahagia"
"Nde, mari kita makan dulu putri sebelum pulang ke istana"
"Nde mama"
Suzy masuk kedalam kamar utama pukul 10 malam, saat dia masuk kamar Myungsoo baru saja keluar dari kamar mandi.
"Kau baru pulang?"
"Eoh"
"Sana mandi, aku tidak mau kuman menempel diranjangku karena kau belum mandi" ucap Myungsoo yang mengusap rambutnya yang basah dengan handuk.
"Biar kau kena penyakit dari tubuhku" ucap Suzy mendekat dan memeluk Myungsoo erat yang sudah mandi. Tingkah mereka seperti anak kecil yang bermain.
"Yaa sana mandi. Kau jorok ish...." ucap Myungsoo melepas paksa pelukan Suzy yang membuat Suzy tertawa puas mengerjai Myungsoo, Suzy langsung berlari masuk kamar mandi saat Myungsoo bergerak seolah memukulnya. Myungsoo juga tersenyum kecil menyadari tingkahnya dan Suzy yang seperti anak kecil.
Suzy merebahkan tubuhnya disamping Myungsoo yang sudah merebahkan dirinya terlebih dulu sambil memandang langit-langit kamar mereka.
"Kau siapkan dirimu, besok kita berangkat"
"Astaga, aku lupa belum menyiapkan apapun” ucap Suzy segera duduk dari tidurnya.
"Tidak perlu, dayangmu bersama nona Jin ae sudah menyiapkan apa yang perlu kau bawa tadi sore." ucap Myungsoo menarik Suzy yang tidur diranjang kembali.
"Kita akan disana berapa hari?"
"Seminggu. Aku yang lebih tepatnya ada pertemuan dengan perdana mentri Italy untuk membicarakan kerja sama dengan istana.”
"Lalu apa yang aku lakukan disana? Aku tidak mungkin mengganggumu disana? Kau bisa kena marah raja"
"Kau bisa jalan-jalan selama aku ada pertemuan. Atau kau ingin ikut menggangguku bekerja?" goda Myungsoo memiringkan kepalanya.
"Kau bicara sembarangan. Aku masih waras untuk tidak mengacaukan segalanya. Huft..." balas Suzy mendengus kesal.
"Putri, tiba-tiba saja aku ingin menyentuhmu.. Aku ingin kita segera punya anak agar istana senang." ucap Myungsoo berbisik pada telinga Suzy membuat Suzy bergidik.
"Maaf pangeran, aku sedang datang bulan." ucap Suzy dengan wajah merasa bersalahnya.
"Tidurlah kalau begitu. Selamat malam" ucap Myungsoo segera menarik selimut.
"Selamat malam, maaf pangeran"
"Hmmm"