Sincerely Love

Sincerely Love
Chapter 33



Selama perjalanan pulang Myungsoo atau Suzy tidak ada yang membuka suara mereka, keduanya hanya saling diam dengan pemikiran masing-masing. Suzy tahu jika Myungsoo pasti marah padanya karena Suzy diam-diam pergi untuk menemui Chae young namun Suzy menemuinya hanya ingin meluruskan masalah saja bukan ingin memperkeruh masalah. Sampai dipavilin juga Myungsoo belum membuka suaranya, hanya diam dan langsung masuk kamar mandi begitu sampai.


"Mandilah, aku akan menyuruh Jin ae membawa makanannya kesini saja karena aku malas turun. Kita juga libur tugas seminggu kedepan jadi istirahatlah" ucap Myungsoo memberikan handuk pada Suzy yang melamun, terlihat jika Myungsoo sudah mandi dan wangi.


"Eoh.. Apa oppa?" tanya Suzy yang tersadar dari lamunannya.


"Mandilah" jawab Myungsoo pelan masih menyodorkan handuk pada Suzy.


"Nde"


Suzy menerima handuk dari Myungsoo kemudian beranjak bangun menuju kamar mandi, Suzy mandi hanya sebentar saja karena dia malas berlama-lama bersentuhan dengan air, saat keluar dia mendapati Myungsoo menata makanan dimeja dekat ranjang tidur mereka.


"Kau sudah selesai, makanlah. Mereka sudah menyiapkan ini untuk makan malam kita"


"Oppa aku tidak mau itu"


"Eoh kau ingin kita ganti makanan yang lain, kau mau apa? Aku akan memberitahu mereka"


"Aku tidak mau itu, aku..." ucap Suzy ragu-ragu mengatakannya.


"Ada apa?"


"Aku ingin kau yang memasakan sesuatu untukku. Tiba-tiba saja aku ingin melihatmu memasak, kau pasti terlihat seksi saat berkeringat dan memasak"


"Astaga putri, aku ini seorang pangeran mana bisa memasak. Walau dulu ketika diluar negri aku tinggal sendiri tapi itu sudah lama, aku tidak yakin masih bisa memegang pisau dengan benar"


"Ayolah, aku akan menjadi tentormu." ucap Suzy dengan wajah memohonnya dan membuat Myungsoo mendesah karena pernintaannya.


"Baiklah"


"Hore"


Dan, tara...


Semua terkejut melihat malam-malam Myungsoo dan Suzy diikuti dayang setianya masuk ke dalam ruangan besar yang disebut pusat dapur dari istana. Suzy melihat banyaknya dayang berlalu lalang karena ini memang jam makan malam jadi merekalah yang bertugas memasak dan mengantarkan makanan untuk keluarga istana.


"Hormat pangeran Myungsoo dan putri Suzy. Apa yang ingin kalian makan hingga kalian berdua repot datang kemari?"


"Nde, aku ingin memasakan sesuatu untuk putri yang sedang menyidam. Bisakah kalian siapkan semua bahan dan tempatnya untukku?"


"Nde pangeran, tunggu sebentar. Kami akan menyiapkan tempat untuk kalian agar tidak terganggu dengan aktivitas kami"


"Nde"


Ruangan sudah siap, Myungsoo, Suzy dan dayang setia Suzy masuk untuk membantu jika mereka diperlukan.


"Kau ingin apa putri?"


"Hmm. Aku ingin roti panggang yang pinggirannya gosong, isiannya aku mau telur dadar setengah matang, acar timun dan pir, lalu kentang goreng dan cumi goreng dengan saos tiramissu, jjangmeyon banyak acar dan harus ada ceker ayamnya, aku mau juga kimchi jiggae dengan isian yang ada udangnta. Sudah itu saja tiba-tiba yang ingin ku makan"


"Astaga putri, aku tidak pandai memasak bagaimana jika rasanya tidak enak. Dan bahannya banyak yang kurang juga"


"Apapun rasanya aku akan memakannya denganmu, cepat potong bahannya aku akan memperhatikanmu dan membantumu agar rasanya layak untuk dimakan."


"Putri biar kami membantu pangeran, biar pangeran bisa langsung memasaknya untuk anda. Kasihan jika pangeran yang memotong juga karena itu akan memakan waktu yang lama dan anda akan semakin kelaparan" ucap Nana di angguki Hyo ki.


"Tidak mau, aku mau semua dilakukan oleh pangeran. Kalian keluar saja cari bahan yang belum ada dan jangan mengganggu, aku akan memanggil kalian jika sudah selesai dan bawa ke paviliun untuk makan malam kami" ucap Suzy dengan tegas membuat kedua dayangnya menciut.


"Baik, kami akan mencarikan bahan yang belum ada untuk kalian" ucap Hyo ki dan Nana undur diri.


"Oppa, potong kimchi dan sayurannya jangan besar-besar dan jangan kasar nanti akan terlihat jelek seperti wajahmu" ucap Suzy saat Myungsoo mulai bergelut dengan dapur yang ada Suzy disampingnya seperti seorang juri.


"Nde"


"Oppa, ini nanti mie nya jangan terlalu matang"


"Nde"


"Oppa, ingat rotinya harus setengah gosong dan telurnya setengah matang agar nikmat"


"Nde"


Dalam hati Myungsoo sungguh jengkel, untung cinta makanya dia sabar menghadapi semua sikap menyebalkan Suzy yang hamil anak pertama mereka. 2 jam berkutat didapur akhirnya selesai juga Myungsoo dalam menyelesaikan acara memasaknya walau dengan omelan Suzy yang ini itu. Saat ini keduanya sudah duduk diruang makan paviliun untuk menikmati hasil karya Myungsoo.


"Apa kau yakin akan menghabiskan ini semua?" tanya Myungsoo melihat hasil masakannya yang begitu banyak.


"Tentu saja, ada kau yang akan membantuku menghabiskannya. Sudah ayo makan" jawab Suzy dengan semangat.


"Nde"


Walau tidak yakin dengan hasil masakannya, Myungsoo tetap memakan roti setengah gosong dengan isi telur setengah matang dan acar timun pir yang asam manis yang telah diminta Suzy tadi. Walau agak aneh tapi Myungsoo rasa ini tidak buruk untuk dimakan mereka.


"Oppa, ini enak sekali. Kau harus sering membuatkan yang seperti ini biar aku makin sayang padamu. Kalian berempat ayo cicipi makanan ini" ucap Suzy pada Nana, Hyo ki, Jin ae dan Seungho yang berdiri didepan pintu.


"Tapi..."


"Tidak apa, masuklah dan ikut makan. Kami tidak akan habis memakan semua ini. Kapan lagi kalian bisa makan masakan dari pangeran Myungsoo"


"Tidak usah putri. Kami tidak enak"


"Apa kalian tidak mau makan dengan kami hiks.. Apa masakan pangeran tidak membuat kalian berselera makan hiks.." ucap Suzy yang sudah berkaca-kaca.


"Bukan begitu putri, kami hanya tidak enak saja putri. Mohon jangan salah paham."


"Sudah, kalian duduk dan makan saja. Kalian tega membuat putri menangis dan calon anak kami jadi ileran akibat kalian tidak mau makan masakan ini bersama kami"


"Baiklah pangeran." ucap para dayang dan asisten mereka yang mengambil duduk.


"Hore! Cepat kalian makan juga, masakan pangeran sungguh enak dan kalian harus mencobanya." ucap Suzy yang langsung sumringah. Myungsoo hanya memandangi Suzy yang begitu baik pada dayang dan asisten mereka. Mereka makan bersama dengan banyak Suzy mengeluarkan celotehannya.


"Bagaimana? Enakkan?"


"Nde, sungguh enak putri walau rasanya agak aneh tapi enak"


"Apa aku bilang. Kau berbakat pangeran menjadi suami idaman hahaha"


"Putri, karena ini sudah malam kami harus pamit. Kami akan membereskan ini dan pergi istirahat, kalian juga beristirahatlah"


"Nde, gomawo Eonni dan oppa"


"Nde, kami juga berterima kasih karena sudah diajak makan malam walau ini sungguh melanggar aturan yang ada di istana" ucap Seungho.


"Hanya kita yang tahu"


"Oppa... Huk..." ucap Suzy yang segera berlari menuju wastafel, Suzy memuntahkan semua yang baru dimakannya. "Hukk hoekss....."


Myungsoo segera mengikuti Suzy sedangkan para dayang Suzy dan asisten mereka sibuk membereskan sisa makanan tadi.


"Apa aku bilang, makanan itu tidak layak untuk kita makan. Kau jadi muntah beginikan" dumel Myungsoo membantu memijat leher Suzy yang muntah. Setelah selesai dengan mualnya Myungsoo mengulurkan handuk padanya. "Sudah mendingan? Ayo istirahat saja"


"Nde oppa, hanya sedikit mual" ucap Suzy setelah membersihkan mulutnya.


"Makanya jangan nyidam makanan aneh lagi. Aku bisa meracuni anak kita dengan masakanku"


"Tapi masakanmu enak oppa apalagi roti sengah gosong dan Jjangmeyon dengan ayam dan cekernya tadi hmm enak. Hanya saja sepertinya aegy kekenyangan makanya aku muntah"


"Sudah, ayo tidur. Mau aku gendong" ucap Myungsoo yang diangguki Suzy, jadilah Myungsoo langsung menggendong Suzy dan membawanya ke kamar.


Di dalam kamar, Myungsoo langsung mendudukan Suzy di ranjang mereka dan menarik selimut untuk menyelimutinya. "Tidurlah, aku akan menemanimu hingga tidur. Setelah itu aku akan menyelesaikan pekerjaan kita yang tertunda beberapa hari ini"


"Tapi itu.." ucap Suzy menunduk sedikit malu-malu.


"Kenapa? Kau sudah berganti nyidam makanan, apa masih ingin mencari ketiakku lagi" tanya Myungsoo yang diangguki Suzy malu-malu. "Astaga, kapan nyidammu dengan ketiakku berakhir? Ini sungguh menggelikan putri"


"Mana ku tahu, anak kita yang menginginkannya. Dan lagi perutku saat ini sedamh mual sekali sehabis muntah barusan."


"Baiklah, ayo segeralah istirahat dan tidur. Kau pasti capek seharian menemaniku dirumah sakit"


"Nde, aku sudah sangat lelah sekali."


Myungsoo mengambil tempat disamping Suzy, Suzy sudah memiringkan tubuhnya dan menyerukan kepalanya pada ketiak Myungsoo sambil memeluk pria itu. Sedangkan Myungsoo memeluk kepala Suzy dan membelai rambutnya agar wanita hamil itu segera tidur jadi dia bisa mengerjakan tugas yang ditundanya.


"Tidurlah, aku masih harus memeriksa pekerjaan kita. Lihat aku sudah meminta Seungho dan Jin ae membawanya kemari, aku akan lembur menyelesaikannya tanpa meninggalkanmu sendirian"


"Oppa?"


"Kau tidak marahkan karena aku menjenguk nona Son Chae Young tadi"


"Aku marah, sangat marah karena kau tidak mendengarkan perkataanku, tapi mengingat kau saat ini sedang hamil dan tidak boleh stres jadi aku berusaha untuk tidak marah padamu, aku hanya kecewa saja kenapa dia begitu nekat karena masa lalu kami yang tidak berharga"


"Oppa jenguklah dia, mungkin dia tersiksa melihatmu menikah denganku tiba-tiba tanpa alasan padahal sebelum kau pergi keluar negri kalian sempat menjalin hubungan, ya walau yang aku dengar hubungan kalian hanya sebentar tapi aku lihat dia wanita baik"


"Namun takdir yang menjodohkan kita putri, jika bisa aku juga ingin dengannya namun takdir kami tidak berjodoh"


"Aku tahu tapi takdir bisa diubah, andai aku tahu maka aku tidak akan egois dan menerima perjodohan ini. Karena ingin memiliki sebuah keluarga l, aku sudah melukai hati seseorang"


"Sudah jangan dipikirkan karena jodohmu itu bersamaku, walau aku menikah dengan Chae Young tapi nanti pada akhirnya tetap kau yang akan menjadi istriku. Takdir sudah menentukan jalan jodoh kita"


"Dasar sok puitis"


"Aku bicara serius"


"Temuilah nona Chae Young walau sebentar, dia pasti akan senang. Lagipula keluarganya sudah meminta maaf pada istana jadi apa salahnya jika kau berdamai dengan masalalu. Bicaralah padanya dari hati ke hati, mungkin dengan itu dia bisa hidup dengab tenang"


"Akan aku pikirkan saranmu. Sekarang tidurlah karena banyak yang harus aku kerjakan"


"Baiklah, jangan tidur terlalu malam"


"Iya" ucap Myungsoo yang membelai Suzy yang masih asyik dengan menciumi ketiaknya dan memeluknya erat, hingga suara halus yang menandakan Suzy telah tertidur. Dengan telaten Myungsoo memindahkan kepala Suzy ke bantal dan menyelimuti tubuh istrinya hingga sebatas dada kemudian turun ke sofa yang berada dibawah ranjang mereka untuk mengerjakan tugas yang dia bawa ke kamar.


Suzy tiba-tiba terbangun pukul 3 pagi karena haus, namun tumben dia tidak terbangun dengan rasa mual seperti biasanya sehingga dia tidak mengendusi ketiak Myungsoo yang masih tidur pulas disampingnya karena kecapekan. Suzy duduk dan meminum air yang tersedia dimeja sampingnya, karena udara dingin yang menyerang Suzy segera merapatkan dirinya ke pelukan Myungsoo yang membuat Myungsoo tersentak.


"Ada apa putri?" tanya Myungsoo dengan suara seraknya khas bangun tidur.


"Dingin, makanya aku memelukmu. Di luar sepertinya hujan dan masih gelap" jawab Suzy.


"Ya sudah tidurlah lagi, ini masih gelap"


"Nde" ucap Suzy yang memejamkan matamya dengan memeluk tangan Myungsoo.


*


*


Pagi harinya,


Suzy dan Myungsoo sudah duduk untuk sarapan bersama seperti biasa, hari ini Suzy sudah tidak mual dan muntah jadi pagi ini dia tidak menciumi ketiak Myungsoo seperti biasa, Myungsoo merasa bahagia karena nyidam aneh Suzy yang menjijikkan baginya sudah berhenti namun dia juga merasa ada yang kurang karena sudah terbiasa dengan kelakuan anehnya.


"Putri, hari ini aku dan putri Sohee akan menjenguk ibu suri, putri Sohee yang hari ini akan menjaganya karena siang ini aku akan menangani masalah pertanian. Apa kau ingin ikut pergi?" tanya Myungsoo setelah menyelesaikan sarapannya.


"Aniya, kau saja yang pergi sendiri. Aku mau mengobrol dengan putri Minkyung dan putri Eunji hari ini membahas cara mengurus bayi dan aku akan bermain dengan keponakanku agar tidak bosan. Tapi sampaikan salamku pada ibu suri jika aku sudah sangat merindukannya untuk segera pulang ke istana" balas Suzy.


"Baiklah. Kau di istana hati-hati jangan sampai kecapekan. Kalian bertiga jaga putri dengan baik"


"Baik pangeran, perintah anda akan kami laksanakan"


"Kau juga berhati-hatilah pangeran"


"Siap ratuku"


Myungsoo dan Sohee menyusuri rumah sakit dimana ibu suri dirawat, Myungsoo terhenti di lorong saat mengingat ucapan Suzy mengenai Chae Young.


"Ada apa pangeran?" tanya Sohee yang menanyakan berhentinya Myungsoo.


"Kau duluan saja putri Sohee, aku masih ada urusan sebentar" jawab Myungsoo yang membuat Sohee menyergitkan dahinya namun akhirnya mengangguk.


"Baiklah, aku duluan kalau begitu"


"Hmm"


Sohee berjalan menyusuri lorong ke arah ruang rawat ibu suri, sedangkan Myungsoo berjalan memasuki ruangan kamar dimana Chae Young dirawat.


"Pangeran? Kau datang" ucap Chae young dengan wajah senang.


"Chae young aku kesini atas permintaan putri Suzy yang ingin aku melihatmu, kenapa kau begitu nekat?"


"Aku mencintaimu makanya aku gila karenamu. Kau yang mengajakku kencan lalu kau pergi begitu saja ke luar negri dan kembali namun kau menikah dengan dijodohkan. Apa kau tahu hati ini sangat hancur, pangeran"


"Chae Young di awal aku mengajakmu berkencan aku sudah mengatakan jangan berharap lebih karena saat itu aku hanya ingin mencoba sesuatu hubungan. Kau tahu bukan aku menjalin hubungan dengan Jiyeon yang menorehkan luka pada istana sangat dalam. Aku mencintai sungguh-sungguh namun dikhianati, makanya aku sudah berkata jangan berharap karena saat itu aku masih mencintai Jiyeon dan kau juga tidak bisa membuatku berpaling. Saat di luar negri aku mencoba melanjutkan hidup dengan menyibukkan diriku dalam pendidikan disana, aku bahkan tidak bisa menumbuhkan rasa cintaku padamu walau aku ingin hingga yangmulia ibu suri menghubungi jika dia ingin aku pulang dan menjodohkan aku dengan seorang gadis pilihannya. Aku yang tidak bisa menorehkan luka lagi pada istana hingga aku menyetujui tanpa syarat"


"Kalian menikah dijodohkan kenapa secepat ini saling mencintai? Ini pasti bohongkan pangeran hiks..."


"Awalnya ku pikir juga akan sulit bagiku jatuh cinta karena aku pikir dia sama seperti Jiyeon yang ingin harta, kedudukan dan kekuasaan namun aku salah yang dia inginkan hanyalah punya keluarga yang lengkap. Pertama kami bertemu adalah saat aku baru pulang dari luar negri, dia hanya gadis yatim piatu yang bekerja sebagai seorang guru saat dia mencoba memperkenalkan dirinya. Hubungan kami tidak baik bahkan kami selalu bertengkar dan berdebat setiap harinya, sebelum pernikahan bahkan dia kabur karena tak tahan dengan sikapku yang dianggapnya jahat. Aku yang tidak ingin membuat istana terluka dengan pilihan mereka membuatku sedikit menurunkan egoku dan meminta maaf padanya, namun dia berkata bahwa jika tahu dia akan dihina olehku maka dia tidak akan pernah menerima permintaan ibu suri. Setahun kami bersama, berbagi kamar yang sama, berbagi tubuh bersama, menjalani semuanya bersama dan dia dengan sikap menyebalkannya sudah berhasil mengobrak abrik seluruh isi hatiku"


"Pangeran, aku.. Hiks..."


"Chae young jangan seperti ini karena kau hanya akan melukai dirimu sendiri, jangan mencintaiku karena aku sudah mencintai orang lain. Kau gadis yang baik suatu hari kau pasti mendapat jodoh terbaik"


"Aku hanya mencintaimu, pangeran hiks..."


"Tapi cintamu tidak mendapatkan balasan dariku, aku datang hanya ingin kau berdamai dengan masalalu. Akupun melakukan hal yang sama agar hidupku tenang dengan keluarga yang baru aku bangun bersama Suzy dan calon anak kami. Aku harap kau juga begitu dan aku pergi. Anyeong" ucap Myungsoo yang beranjak lalu pergi keluar kamar rawat Chae young meninggalkan Chae young seorang diri.


"Hiks.... Pangeran rasanya sangat sakit melihatmu mencintai orang lain, kenapa bukan aku yang mendapatkan cintamu hiks.." ucap Chae young yang duduk sambil menangis meraung seorang diri.


Sementara itu di istana Suzy duduk bersama Minkyung dan Eunji yang memangku putrinya yang sudah berusia 4 bulan. Sedangkan kedua anak kembar Minkyung bermain bersama pengasuh mereka dihalaman paviliun istana Eunji.


"Eunji, bayimu sungguh pintar sekali. Aigo bibi gemas padamu nak" ucap Minkyung yang menoel pipinya.


"Namun dia mirip dengan ayahnya, Eonni. Lihatlah semua mirip dia" gerutu Eunji.


"Namun dia juga manis sepertimu Eonni" ucap Suzy ikut menoel pipi putri cantik Eunji. "Yunji memang manis, iyakan sayang?"


"Kau sendiri bagaimana kabar kandunganmu? Tumben hari ini Myungsoo bisa pergi bebas, bukankah biasanya kau selalu menempelinya kemanapun dia pergi hihihi" tanya Eunji yang membuat Suzy cemberut.


"Dia baik-baik saja diperutku hanya saja aku kesal kalau dia lebih mendengarkan pangeran Myungsoo daripada aku. Bahkan aku suka sekali menempeli ketiaknya selama 4 bulan ini, hanya saja Myungsoo kadang menyebalkan apalagi di awal kehamilan dia bahkan risih ketika aku menempeli dan menciumi ketiaknya. Bahkan dia suka mengataiku kucing dan dia ikan asinnya"


"Hahaha. Wajar saja Suzy, kembaranku itu orangnya agak sedikit ya kau tahulah dia itu cocoknya jadi es karena irit bicara, datar, sok sempurna dan cinta kebersihan jadi nyidammu yang teropsesi ketiaknya itu pasti membuatnya menderita"


"Benar Eonni, dulu bahkan Suzy mual dan meminta menciumi ketiaknya didepan kami semua. Myungsoo langsung cemberut untung saja ibu suri membela Suzy jadi dengan ogah-ogahan Myungsoo melakukannya didepan umum. Makanya Myungsoo meminta kepada raja agar jangan terlalu memperkerjakan diluar istana sampai Suzy melahirkan dan raja mengurangi jadwal mereka sekarang. Jadi aku yakin Myungsoo bahagia jika nyidammu pada ketiaknya berhenti"


"Pasti kembaranku menderita selama 4 bulan karena harus diendusi ketiaknya hahahaha."


"Dia menyebalkan bahkan selalu protes padahal ketiaknya itu harum sekali hmmm. Mualku langsung hilang jika menciuminya"


"Hiii kau menjijikan dengan wajah seperti itu Suzy"


"Astaga Suzy, nyidammu sungguh aneh tapi kapan lagi bisa melihat Myungsoo bisa menderita."


"Kau nyidam apa eonni saat hamil si kembar?"


"Aku nyidam masakan ala indonesia, mulai dari rendang, kopi arang dan soto madura bahkan Kyuhyun sampai frustasi mencari resepnya di supermarket dan restoran indonesia. Untung ada tetangga di apartemen kami punya menantu asli dari indonesia sehingga dia membuatkan menu itu."


"Hahaha untung saja putriku ini nyidamnya tidak berlebihan, hanya suka acar timun dan bulbogi saja. Melahirkan saja Himchan harus bertugas diluar istana"


"Memang nyidam setiap kehamilan itu berbeda. Tapi nyidam Suzy yang menurutku paling aneh, sepertinya Suzy sangat mencintai kembaranku ya"


"Aku bahkan belum yakin jika kami saling mencintai" ucap Suzy mendengus.


"Jadi kalian melakukannya sampai hamil tidak dengan cinta?" tanya Minkyung dengan wajah keponya.


"Aku sudah mencintainya, tapi Myungsoo aku rasa ungkapannya cintanya hanya karena aku hamil anaknya." jawab Suzy menerawang jauh keatas.


"Suzy dengarkan aku, Myungsoo adalah orang susah untuk mengungkapkan isi hatinya. Dia sudah pernah terluka dan aku yakin kau tahu itu karena cinta. Sulit untuknya percaya apakah kau yang terbaik tapi karena istana memilihmu makanya dia mau. Aku yakin kembaranku mencintaimu"


"Benar, jika tidak mencintaimu dia tidak akan mau menuruti nyidam anehmu pada ketiaknya hahahaha" tambah Eunji.


"Eonni, apa melahirkan itu sakit?" tanya Suzy mengalihkan pembicaraan.


"Kau takut Suzy?" ucap Minkyung berbalik tanya.


"Sedikit, orang bilang saat melahirkan itu sakit. Aku sedikit takut saja" jawab Suzy meringis.


"Itu tidak benar, melahirkan itu sama seperti kita kehilangan keperawanan kita untuk yang pertama kali. Sakit diawal namun saat kau mendengar suara tangisan pertama mereka maka rasa sakit itu akan berganti menjadi bahagia." ucap Minkyung


"Benar, jadi jangan takut. Karena calon penerus gen Myungsoo ada padamu dan kami percaya perpaduan dari kalian akan membuatnya menjadi orang yang pintar dan juga bijaksana"


Mereka bertiga bergurau bersama hingga sore menjelang.